Capital Budgeting Adalah: Pentingnya, Tujuan, Proses, Metode

Secara sederhana, arti capital budgeting adalah penganggaran modal. Ini digunakan ketika sebuah bisnis berencana melakukan investasi modal (capital investment) seperti pembelian pada aset, berupa tanah, peralatan, bangunan, mesin, sistem distribusi baru, produk baru, dll. Investasi modal akan menimbulkan pengeluaran kas (cash outflows) saat ini, sehingga perusahaan berhadap akan memperoleh manfaat di masa depan.

Dengan kata lain, keputusan yang diambil suatu perusahaan saat ini akan berdampak pada profitabilitas di masa depan. Capital budgeting berbicara tentang berbagai proposal investasi atau proyek mampu memberikan return yang diharapkan. Di dalam prosesnya, capital budgeting akan menggunakan metode perhitungan tertentu untuk menentukan proyek mana yang potensial, unggul, dan layak didahulukan. Untuk lebih jelas, berikut materi capital budgeting.

Pengertian Capital Budgeting

capital budgeting

Apa itu capital budgeting? Capital budgeting adalah sebuah proses dalam bisnis untuk menentukan proposal proyek investasi yang potensial, ini berkaitan dengan pembelian aset tetap (investasi modal) yang akan dipilih. Proses penganggaran modal digunakan untuk membuat pandangan kuantitatif dari setiap usulan investasi aset tetap, sehingga akan memberikan dasar yang rasional dalam membuat penilaian.

Capital budgeting menggunakan formula atau metode perhitungan profitabilitas untuk setiap peluang pembelian aset tetap, misalnya ketika melakukan ekspansi bisnis dengan membeli mesin dan peralatan baru, dan mengadakan proyek tertentu. Penganggaran modal memandu sebuah bisnis untuk membuat keputusan strategis terkait berbagai proposal proyek yang masuk: mana yang harus dipilih?

Setiap proyek diberikan peringkat mengacu pada potensi return di masa depan, sehingga manajemen perusahaan dapat memilih mana yang akan diinvestasikan terlebih dahulu.

Proposal proyek investasi terdiri dari berbagai sumber. Untuk tujuan analisis, setiap proyek diklasifikasikan ke dalam salah satu dari lima kategori berikut ini (Horne dan Wachowicz, 2009):

  1. Produk baru atau ekspansi produk yang telah ada;
  2. Penggantian peralatan atau bangunan;
  3. Penelitian dan pengembangan (R&D);
  4. Eksplorasi; dan
  5. Lainnya (contoh, terkait keselamatan atau perangkat pengontrol polusi).

Pentingnya Capital Budgeting

Mengapa capital budgeting penting? Perusahaan mungkin akan memperoleh berbagai proposal proyek atau investasi, dan itu membutuhkan biaya investasi seperti pembelian aset tetap. Dengan melakukan analisis capital budgeting, perusahaan dapat menentukan proposal proyek atau investasi yang potensial (mendatangkan cash flow di masa depan) sekaligus mengestimasi risiko investasi. Ketika sebuah proyek memiliki karakteristik yang sama, metode analisis capital budgeting akan memandu perusahaan untuk menentukan proyek mana yang harus didahulukan.

Tujuan Capital Budgeting

Tujuan capital budgeting adalah untuk melakukan investasi modal secara tepat sehingga sebuah proyek atau investasi mampu menghasilkan aliran kas masuk yang lebih besar di masa depan dan menutupi biaya investasi awal.

Capital budgeting merupakan strategi bagi perusahaan dalam pembelian aset tetap untuk proyek atau investasi yang dilakukan dalam rangka ekspansi bisnis. Setiap pembelian aset tetap pasti membutuhkan modal atau pengeluaran saat ini. Oleh karena itulah perusahaan merencanakan dengan baik agar bisa menghasilkan return yang diharapkan.

Proses Capital Budgeting

Ada beberapa tahapan atau proses untuk melakukan capital budgeting adalah sebagai berikut.

  1. Identifikasi peluang. Proses pertama yaitu mengidentifikasi setiap peluang investasi. Tidak hanya berbicara proyek yang paling menguntungkan, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan sumber daya perusahaan untuk menyelesaikannya. Proses ini akan dilakukan secara rasional.
  2. Estimasi arus kas tambahan. Perusahaaan akan menemukan banyak proposal dengan karakteristik serupa. Untuk memilih yang terbaik, perusahaan harus memperkirakan arus kas di masa depan: proyek mana dengan arus kas yang lebih tinggi? Perlu diingat bahwa perbandingan setiap proyek harus dilakukan secara proporsional. Proyek dengan karakteristik berbeda tidak ideal dibandingkan.
  3. Estimasi risiko. Kita mengenal istilah high risk high return. Peluang investasi tinggi biasanya diikuti dengan risiko tinggi pula. Setiap keputusan investasi modal (capital investment) yang dilakukan perusahaan harus mempertimbangkan risiko karena itu bisa menimbulkan kemungkinan terburuk, yakni kebangkrutan.
  4. Rencana impelementasi. Perusahaan dapat membuat rencana implementasi untuk menentukan cara pengawasan proyek, proses pembayaran, dan pencatatan arus kas.
  5. Tinjauan dan audit. Perusahaan dapat membandingkan prakiraan cash flow dengan hasil aktual dalam rangka penyempurnaan proses sehingga penganggaran modal (capital budgeting) di masa depan dapat dilakukan lebih baik.

Hal ini juga disampaikan oleh Horne dan Wachowicz (2009) bahwa hal-hal yang mencakup di dalam proses capital budgeting adalah sebagai berikut.

  • Menghasilkan proposal proyek investasi yang relevan dengan tujuan strategis perusahaan.
  • Mengestimasi arus kas operasi tambahan (incremental operating cash flows) untuk proyek investasi.
  • Mengevaluasi arus kas tambahan dari proyek investasi.
  • Memilih proyek berdasarkan return yang memaksimalkan profitabillitas.
  • Mengevalusi kembali proyek yang dilakukan secara konsisten dan melakukan postaudit untuk penyelesaian proyek.

Time Value of Money (TVM)

Setiap proyek investasi, termasuk di dalam capital budgeting, akan mempertimbangkan nilai waktu uang (time value of money). Oleh karena itu, penting untuk memahami konsep TVM tersebut. Secara sederhana, TVM memberikan keyakinan bahwa memegang uang hari ini lebih bernilai daripada memegang uang dengan jumlah yang sama di kemudian hari.

Ketika Anda memiliki uang hari ini, itu bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan, seperti bunga (interest). Ini mengacu pada biaya peluang (opportunity cost). Di dalam proyek investasi juga demikian bahwa waktu arus kas adalah hal yang sangat penting. Lebih baik menerika arus kas di awal daripada di akhir.

Rumus menentukan nilai uang di masa depan (future value of modey) adalah future value (FV) = present value (PV) x (1 + i)^n. Keterangannya adalah i = tingkat suku bunga; dan n = periode waktu. Sebagai contoh, Anda memiliki uang hari ini Rp 100 juta dan menginvestasikan pada deposito bank selama 2 tahun dengan suku bunga 5% per tahun. Maka, FV = 100 juta (1+0.05)^2 = Rp 110.250.000.

Metode Capital Budgeting

Menurut Horne dan Wachowicz (2009) teknik atau metode capital budgeting adalah (1) Payback Period, (2) Internal Rate of Return/IRR, (3) Net Present Value/NPV, dan (4) Profitability Index. Sedangkan menurut Brigham dan Houston (2013), teknik capital budgeting adalah (1) Net Present Value/NPV, (2) Internal Rate of Return/IRR, (3) Modified Internal Rate of Return/MIRR, (4) Regular Payback, dan (5) Discounted Payback.

Ada banyak sekali alternatif dan pilihan metode capital budgeting untuk melakukan penyaringan pada setiap proposal proyek investasi. Setiap perusahaan biasanya hanya akan menggunakan salah satu metode sesuai dengan pertimbangan tersendiri.

Metode yang paling populer digunakan adalah:

  1. Net present Value (NPV)
  2. Internal Rate of Return (IRR)
  3. Payback Period (PBP)

Simpulan

Capital budgeting adalah proses penting untuk dilakukan oleh suatu bisnis dalam merencanakan investasi modal untuk proyek investasi. Pertimbangannya adalah bahwa perusahaan akan melakukan pengeluaran kas saat ini sebagai biaya investasi awal, dengan harapan di masa depan akan menghasilkan arus kas lebih besar. Penyaringan setiap proyek investasi harus dilakukan secara proporsional dengan membandingkan proyek yang memiliki karakteristik serupa. Selain itu, penting pula memiliki metode capital budgeting yang tepat sehingga proses estimasi akan lebih tepat.

Leave a Comment

error: Content is protected !!