Review Holo (HOT) 2021

Salah satu mata uang kripto (cryptocurrency) terpopuler saat ini yaitu Holo (HOT) alias Holochain. Perlu diketahui, Holo adalah proyek crypto ingin menggapai seperti aplikasi Airbnb karena ekosistem Holo membayar pengguna (users) melalui insentif crypto atas partisipasi mereka di pasar aplikasi peer-to-peer (P2P) berbasis cloud hosting.  Setiap orang dapat menjadi tuan rumah (host) di aplikasi Holochain. Ini menjadi bagian integral dari ekosistem Holo, sedangkan HOT adalah token asli platform.

Dibandingkan aset kripto lainnya, harga koin HOT terbilang jauh lebih murah, beberapa orang menyebut masih undervalued. Tercatat, harga HOT di exchange menginjak level $0.006 atau dalam rupiah setara Rp 87 per keping. Tertarik mengenal Holo (HOT) lebih dalam? Apakah sudah mantap untuk membeli, menabung, dan investasi di HOT? Untuk mengenal HOT atau Holo lebih detail, berikut kami sajikan panduan dan materi review Holo (HOT).

Apa Itu Holo (HOT)

crypto holo HOT

Holo adalah platform peer-to-peer (P2P) untuk aplikasi terdistribusi berdasarkan infrastruktur penyimpanan cloud. Pasar aplikasi P2P yang disediakan oleh Holo memungkingkan peserta jaringan menjadi tuan rumah (host) untuk aplikasi terdesentralisasi yang didistribusikan di seluruh jaringan. Ini dibantu dengan adopsi kekuatan komputasi dan mendapatkan bayaran sebagai reward.

Holochain adalah platform yang mengoneksikan pengguna ke internet, sistem Holo bertindak sebagai media koneksi. Aplikasi Holochain adalah terdesentralisasi. Namun, daripada menggunakan istilah yang lebih populer “decentralized app/DApps”, aplikasi Holochain justru dikenal sebagai hApps.

Holo menawarkan sistem yang lebih efisien (hemat biaya) untuk pengembang/developers yang bekerja dengan aplikasi terdesentralisasi. Ini memungkinkan pencapaian finalitas tanpa menggunakan algoritme konsensus yang umumnya digunakan oleh blockchain.

Holo ingin membuat versi baru internet, tujuannya untuk menciptakan lingkungan yang terukur. Ini memungkinkan setiap informasi yang disimpan, dibagikan, dan didistribusikan tidak terlihat atau dikendalikan oleh pihak ketiga atau perantara atau otoritas pusat.

Dengan pemanfaatan fungsi hashing unik yang menurunkan biaya operasi dan menjalankan sistem, Holo merevolusi cara orang menggunakan internet dengan membuatnya bekerja untuk kepentingan banyak orang, bukan perusahaan.

Cara Kerja Holo

Alih-alih menerapkan bentuk tradisional teknologi blockchain untuk proses verifikasi transaksi dan menghasilkan blok baru (new block) sambil mengamankan jaringan, ekosistem Holo dan Holochain memanfaatkan fungsi hashing khusus.

Holo didasarkan pada Distributed Hash Table (DHT). DHT bersifat agent-centric yang menunjukkan bahwa penggunaan satu node dapat melakukan verifikasi transaksi secara individual. Setelah proses verifikasi oleh node individu, data kemudian didistribusikan ke node lain dalam sistem yang mengecek ulang info verifikasi untuk transparansi dan legitimasi.

Kapasitas sebuah jaringan untuk skala dapat dilihat dalam meningkatnya jumlah node dan daya komputasi, ini sering menimbulkan masalah di dalam protokol tradisional. Namun, DHT mengadopsi sharding untuk mendistribusikan data dan menskalakan traffic jaringan agar optimal dan berjalan lancar untuk aplikasi yang di-hosting.

Holochain tidak menggunakan teknologi blockchain tradisional tetapi mengadopsi hashing. Ini membuat jaringan tidak membutuhkan staking atau mining untuk proses verifikasi transaksi, membuat blok baru, dan mengamankan jaringan.

Koin Meme Tersedia Hanya di OKEx

Beli Koin Meme di OKEx

Note: Buka Browser versi Desktop

Siapa Pendiri Holo?

Holo didirikan pada tahun 2017 oleh Arthur Brock dan Eric Harris-Braun. Kantor pusat tercatat ada di Gibraltar. Holo dibangun dengan tujuan memungkinkan hosting untuk aplikasi dalam ekosistem peer-to-peer (P2P). Ini digambarkan sebagai platform pasca blockchain dan didukung oleh fungsi hashing DHT. Holo berhasil mengumpulkan lebih dari $20,4 juta dalam dua periode pendanaan, terakhir kali terjadi pada bulan April 2018. Proyek ini didanai oleh Cardinal Capital.

Keunikan Holo

Yang menciptakan keunikan dari Holo adalah arsitekturnya. Platform Holochain sama sekali tidak berjalan pada teknologi blockchain tradisional. Holochain lebih suka menggunakan algoritma hashing sebagai jaringan pasca blockchain. Holo juga menggunakan teknologi buku besar terdistribusi klasik. Ini memungkinkan pengguna untuk meng-hosting dan mengoperasikan berbagai aplikasi di jaringan, yang dikenal sebagai hApps.

Inilah alasan kenapa Holo tidak membutuhkan staking atau mining untuk mengoperasikan dan menjalankan node. Keunikan Holo tidak hanya melalui penggunaan fungsi hashing DHT saja, tetapi juga dengan arsitektur yang membentuk pasar P2P yang memungkinkan pengguna untuk menghasilkan bayaran dari aplikasi hosting yang dikembangkan oleh pengguna lain, yang kemudian disebarkan ke aplikasi Holochain.

Value dari Holo

Holo menghasilkan nilai intrinsik dari teknologi, kapasitas teknis, kasus penggunaan, dan tingkat adopsi. Dalam hal nilai pasar (market value), Holo dipengaruhi oleh banyak faktor spesifik, salah satunya total pasokan token HOT yang terbatas. Jumlah pasokan terbatas dapat menjadi mekanisme anti-inflasi.

Dengan kata lain, koin atau token HOT dapat menjadi penyimpan nilai yang baik dalam jangka panjang sehingga bagus untuk investasi. Selain itu, value dari Holo juga dipengaruhi oleh peningkatan, pembaruan, perkembangan, dan berita atau acara lainnya. Nilai lebih yang dihasilkan Holo sebenarnya bersumber dari utilitas dan kapasitas teknis dalam menciptakan pasar P2P untuk aplikasi hosting.

Data Teknis Holo (HOT)

Berapa banyak jumlah koin Holo (HOT) yang beredar? Holo memiliki total pasokan terbatas yaitu sekitar 177,6 miliar koin HOT. Tercatat, total koin Holo beredar hingga hari ini yaitu sebanyak 172.673.864.848 HOT. Selain itu, Holo berada di peringkat ke-68 dari indikator nilai kapitalisasi pasar teratas di pasar kripto, dengan total $1,011,025,676. Sedangkan harga HOT hari ini mengalami apresiasi sebesar 2% ke level $0,006 atau setara Rp 87 per keping.

Data Teknis lainnya

Distributed Hash Table (DHT) menghilangkan kebutuhan akan Distributed Ledger Technology (DLT) di lingkungan terdesentralisasi sehingga hal ini memungkinkan hosting aplikasi terdesentralisasi antara pengguna jaringan. DHT tidak membutuhkan semua node komputasi untuk bekerja dan tersedia secara bersamaan karena node operasi individu bisa melakukan proses verifikasi transaksi, lalu verifikasi dikonfirmasi oleh node tetangga.

Sistem tidak membutuhkan protokol Proof of Work (PoW) atau Proof of Stake (PoS) atau dalam bentuk lain dari mekanisme konsensus berbasis DLT untuk menghasilkan blok baru dan proses validasi data transaksi. Lebih baik mengandalkan DHT yang hanya membutuhkan lebih sedikit energi untuk pekerjaan yang sama.

Siapa saja dapat mengakses Holo Host dan meng-host aplikasi mereka sendiri melalui kotak Holo Hosting yang berjalan di latar belakang komputer dan menjalankan node dengan daya komputasi. Dengan arsitektur pasca blockchain yang rumit tersebut, pengguna dapat meng-host aplikasi mereka dan menyewa daya komputasi untuk hosting dengan reward. Holochain hanya bertindak sebagai jembatan antara lingkungan terpusat yaitu internet, dan lingkungan terdesentralisasi yang diwakili oleh ekosistem Holo.

Pengamanan Jaringan Holo

Jaringan Holo diamankan melalui penggunaan Tabel Hash Terdistribusi yang memastikan bahwa setiap node dapat memverifikasi transaksi terlebih dahulu dan berpartisipasi dalam pembuatan blok sebelum data ini diverifikasi oleh node lainnya di jaringan. Holo mendistribusikan data transaksi di seluruh node yang memiliki tugas untuk memeriksa ulang data transaksi setelah masing-masing node memverifikasinya pada awalnya.

Node tetangga memastikan bahwa data valid dan transparan, sehingga menambahkan lapisan keamanan ke jaringan sambil menjaga transparansi pada saat yang bersamaan. Holochain dibangun dengan DHT sebagai inti dari mekanismenya, menyediakan jaringan pasca-blockchain yang dapat mengukur dan mengamankan platform tanpa menggunakan protokol seperti Proof of Work dan Proof of Stake.

Bahkan jika satu node bertindak jahat dan memvalidasi transaksi palsu, node lainnya akan mengenali aktivitas berbahaya tersebut saat memeriksa ulang data, yang merupakan cara mengamankan jaringan Holo.

Penggunaan Holo

Ekosistem Holo digunakan sebagai pasar peer-to-peer (P2P) untuk aplikasi hosting dan bertindak sebagai jembatan antara aplikasi Holochain – tempat aplikasi di-host dan internet. Ini bertujuan untuk membuat internet lebih fokus pada orang daripada perusahaan.

Koin HOT dapat digunakan sebagai alat atau metode pembayaran utama di jaringan. Peserta jaringan, yang memanfaatkan Holo untuk menyewa daya komputasi kepada pengguna lain untuk aplikasi hosting, dapat menghasilkan HOT sebagai imbalan (reward) atas layanan sewa mereka. Koin HOT juga dapat disimpan sebagai instrumen investasi atau diperdagangkan (trading) untuk mendapatkan keuntungan di pasar mata uang kripto (crypto market).

HOT dibuat untuk menjadi seperti crypto “IOU” yang dapat ditukarkan dengan token HoloFuel saat diluncurkan. HoloFuel memang dirancang khusus untuk transaksi mikro dan digunakan untuk membayar host. Setelah HoloFuel dirilis, HOT bisa ditukar dengan HoloFuel dalam rasio 1:1. HOT yang ditukar akan disimpan sebagai mata uang cadangan untuk menyediakan likuiditas bagi pemegang HoloFuel.

Holo Hashing

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, daripada haru mengandalkan penambangan (mining) atau pertaruhan (staking), seperti yang diadopsi kebanyakan platform crypto lainnya, Holo justru menggunakan algoritme hashing, dikenal juga sebagai Distributed Hash Table (DHT). DHT akan memastikan bahwa data transaksi diproses dan diverifikasi dengan transparan tanpa mekanisme konsensus Proof of Work (PoW) atau Proof of Stake (PoS). Inilah alasan mengapa Holo mendeskripsikan teknologinya sebagai pasca-blockchain.

Cara Beli Holo (HOT)

Holo memiliki koin yang diperdagangkan di bursa kripto atau crypto exchange, yaitu HOT. Harga Holo (HOT) hari ini tercatat Rp 87 per keping, relatif masih murah. Cara memulai investasi crypto seperti membeli HOT yang paling populer yaitu melalui exchange.

Ada beberapa perusahaan crypto exchange di Indonesia atau luar negeri yang bisa menjadi pilihan. Beberapa yang cukup populer misalnya Binance, Coinbase, Tokocrypto, Indodax, Pintu, dan lainnya. Setiap platform crypto exchange punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kamu bisa memilih sesuai preferensi.

Cara beli crypto HOT di platform exchange ada tiga langkah. Pertama, melakukan pendaftaran, bisa secara online. Kedua, proses deposit atau setoran uang. Beberapa platform ada yang menetapkan deposit sebagai syarat wajib. Minimal uang deposit relatif, tergantung kebijakan platform. Nantinya, uang setoran (deposit) akan menjadi modal awal kamu untuk beli crypto HOT.

Ketiga, proses pembelian coin HOT di platform tersebut. Setelah pembelian, coin HOT akan tersimpan di crypto wallet yang disediakan oleh platform. Dengan kata lain, platform exchange tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai Holo wallet. Ini adalah jenis penyimpanan online alias hot wallet.

Simpulan

Holo adalah proyek unik di pasar cryptocurrency. Kenapa? Karena Holo berjalan pada algoritme hashing tertentu tanpa menggunakan DLT untuk menyediakan fasilitas pasar P2P. Holo menyediakan penyimpanan berbasis cloud untuk aplikasi hosting. Inilah value yang melekat pada Holo yaitu melalui pendekatan teknis dan kapasitas yang unik untuk skala.

Hosting aplikasi dengan Holo jauh lebih hemat biaya (efisien) dan juga efektif. Itulah alasan mengapa Holo dapat menjadi platform terkemuka dalam jangka panjang. Sementara koin HOT juga masih undervalued dengan menimbang keunikan dan prospek yang dimilikinya. Dengan kata lain, mungki inilah saatnya investor atau masyarakat mempertimbangkan HOT sebagai pilihan untuk investasi.

error: Content is protected !!