Review Dai (DAI) 2021

Mengenal apa itu Dai (DAI)? Dai adalah stablecoin yang teratas, selain dari Tether (USDT). Tercatat, cryptocurrency ini berada di peringkat ke-24 dari segi kapitalisasi pasar (market cap). Pada dasarnya, masalah utama dari mata uang kripto atau aset digital ini adalah volatilitas harga.

Ya, harga crypto yang fluktuatif menjadi tantangan baginya untuk menjadi metode pembayaran. Dengan adanya DAI sebagai stablecoin, ini bisa menjadi opsi ideal sebagai hedging atau lindung nilai aset Anda. Pasalnya, harga 1 koin DAI sama dengan 1 USD.

Tertarik mengetahui tentang Dai (DAI) lebih dalam? Berikut ini adalah review Dai 2021 yang membahas mulai dari latar belakang, cara kerja, keunikan, value, data teknis, kelebihan dan kekurangan DAI, hingga cara membeli koin DAI di crypto exchange. Dengan pemahaman yang cukup, Anda akan mampu menilai sendiri prospek DAI di masa depan.

Apa Itu Dai (DAI)

dai crypto coin

Dai adalah crypto stabil pertama yang terdesentralisasi dan didukung oleh jaminan (collateral). DAI adalah token ERC-20 yang berusaha mempertahankan nilainya rasio 1:1 terhadap dolar AS dengan mengunci aset kripto lain di dalam kontrak pintak atau smart contract.

Berbeda dari stablecoin lainnya – yang notabene dikeluarkan dan dikendalikan oleh otoritas pusat – DAI merupakan token asli dari The Maker Protocol, sebuah ekosistem otonom terdesentralisasi dari smart contract yang berjalan di blockchain Ethereum.

Dai memungkinkan pinjaman dengan collateral sehingga menjadi opsi paling aman bagi pemberi pinjaman dalam mengamankan aset mereka. Secara tradisional, jenis pinjaman tersebut memiliki bunga (interest), namun tingkat suku bunganya lebih rendah daripada pinjaman tanpa agunan karena aset terkunci dan dapat dilikuidasi untuk memenuhi sejumlah pinjaman.

Cara Kerja Dai

Keberadaan DAI adalah sebagai komponen utama (inti) dalam konsep Collateralized Debt Positions atau CDP. Secara umum, CDP adalah smart contracts dari The Maker Protocol yang digunakan oleh pengguna untuk mengunci aset agunan mereka (seperti ETH, BTC, BNB, ADA, XRP, BAT, dll) dan menghasilkan token DAI.

Cara paling mudah untuk memahami CDP adalah menganggap itu sebagai brankas aman yang mengunci agunan (collateral) sambil memiliki kemampuan untuk mendapatkan crypto yang likuid dan stabil. Karena aset crypto yang diagunkan bergerak secara volatil (harga yang fluktuatif), DAI lebih sering dijaminkan lebih banyak untuk mencegah likuidasi.

Sebagai contoh, pengguna (users) harus menyetor ETH senilai $2000 untuk membuka kunci $1000 DAI, sebagai penyangga volatilitas. Cara seperti ini dilakukan sebagai langkah preventif jika harga ETH turun 25%, pinjaman sebesar $1000 DAI tersebut masih akan tetap aman karena di-cover oleh ETH $1500.

Bagaimana cara mendapatkan kembali atau menarik aset yang diagunkan tersebut? Pengguna pastinya harus mengembalikan jumlah DAI yang dipinjam dan ditambah dengan biaya (fee) tambahan.

Sejarah Dai: Siapa Pendiri Dai?

The Maker Foundation, lalu DAI, didirikan pada tahun 2014 oleh Rune Christensen, seorang developer. The Maker Protocol adalah sebuah proyek sumber terbuka (open source) yang dibuat sebagai solusi terdesentralisasi untuk protokol stablecoin, yang pada saat itu mengadopsi sistem terpusat sehingga menjadi sangat kontroversial. Ini juga menimpa hal yang sama pada USDT.

Pada tahun 2017, DAI secara resmi diluncurkan pada The Maker Protocol. Tanpa harus mengorbankan sistem desentralisasi, DAI mampu melakukan banyak hal, seperti penyediaan aset pinjaman yang tidak volatil, stabil, dan aman untuk siapa pun (individu dan/atau bisnis).

Sejak The Maker Protocol aktif dan berjalan, The Maker Foundation telah menyerahkan semua wewenang dan otoritas platform kepada MakerDAO, organisasi otonom terdesentralisasi yang saat ini mengatur seluruh The Maker Protokol.

Keunikan Dai

DAI adalah salah satu generasi baru dari mata uang kripto (cryptocurrency) khususnya spesifikasi stablecoin. Kekuatan stablecoin terletak pada kemampuan untuk tetap stabil di pasar kripto (crypto market) yang volatil dan bergejolak.

Di saat penanganan stabilitas harga suatu aset dilakukan melalui otoritas pusat atau bersifat sentralisasi, The Maker Protocol mampu mengoperasikan DAI dengan sistem desentralisasi. Tidak hanya itu, mereka juga menyerahkan tata kelola protokol ke jaringan terdistribusi users yang membentuk MakerDAO.

Untuk menjaga proses otonom agar berjalan dan berfungsi dengan baik, The Maker Protocol membutuhkan informasi waktu yang asli (real time) untuk dimasukkan ke dalam sistem setiap saat. Tujuannya adalah untuk memastikan agunan yang tepat dalam CDP otomatis.

Value dari Dai

Apa yang menjadi nilai (value) dari crypto Dai? Pasokan DAI sepenuhnya berlandaskan pada permintaan. Sebagai contoh, ketika Anda menyetor ETH atau token ERC20 lainnya yang didukung ke platform yang menyediakan sebagai jaminan, DAI dapat dipinjamkan kepada pengguna lainnya dengan rasio pinjaman terhadap jaminan atau collateral-to-loan ratio sebesar 66%. Ini akan meningkatkan jumlah pasokan DAI secara keseluruhan. Inilah kemudian yang menjadi value dan kelebihan Dai.

Data Teknis Dai

Berapa banyak jumlah token Dai (DAI) yang beredar? Pasokan DAI yang beredar adalah 5.522.023.482. Yang menjadi perbedaan stablecoin DAI dengan stablecoin lainnya (yang terpusat) adalah bahwa token DAI baru bisa dicetak oleh pengguna dengan memanfaatkan fungsi CDP.

Sementara itu, stablecoin terpusat hanya memungkinkan pencetakan token oleh perusahaan swasta yang mengacu pada kebijakan penerbitan mereka sendiri.

The Maker Protocol berjalan di blockchain Ethereum, dan menjadi perangkat lunak (software) yang mengendalikan total pasokan DAI. The Maker Protocol dirancang dengan kode keras agar setiap token DAI diberikan jaminan dengan jumlah yang ideal dari cryopcurrency lainnya. Perancangan ini juga untuk menjaga stabilitas harga DAI terhadap USD.

Apakah pasokan DAI terbatas? Sejatinya tidak. Pasokan DAI akan terus bertambah dan berubah sesuai jumlah jaminan yang tersimpan pada CDP di jaringan pada saat tertentu.

Data Teknis lainnya

Para pengembang atau developer The Maker Protocol secara khusus menyediakan Emergency Shutdown Process (ESP), yaitu fitur keamanan untuk mengurangi risiko yang dapat menyebabkan masalah.

ESP adalah proses penonaktifan darurat yang dapat dipicu oleh sekelompok individu tepercaya dan terpilih yang memegang kunci penyelesaian global.

Setiap penandatangan harus menyetujui tindakan untuk memulai proses. Jika proses tersebut pernah dipicu, seluruh The Maker Protocol akan membeku. Pemegang token DAI dapat menukarnya dengan aset agunan asli milik mereka sebelum seluruh protokol mereda.

Keamanan Jaringan Dai

DAI adalah token ERC-20 berbasis Ethereum, sehingga DAI akan diamankan oleh algoritma Ethash Ethereum. DAI sepenuhnya mengikuti aturan yang ditetapkan oleh MakerDAO, sebuah organisasi otonom terdesentralisasi dari peserta internasional yang bertanggung jawab atas tata kelola seluruh The Maker Protocol (dan selanjutnya DAI).

Penggunaan Dai

Selain menjadi metode pembayaran yang stabil dan aman, DAI juga menawarkan alat yang ampuh untuk meminimalkan risiko bagi trader crypto. Pasar cryptocurrency yang fluktuatif memiliki risiko yang tinggi, sehingga DAI adalah pilihan yang ideal sebagai tempat “deposit” aset (dana) untuk mengurangi risiko pengurangan nilai aset, atau sebagai lindung nilai (hedging).

Selain itu, DAI dapat menjadi wadah bagi pengguna untuk mengakses pinjaman beragunan yang dapat menjadi opsi menguntungkan. Akses tersebut sepenuhnya tanpa persetujuan apa pun dari kreditur (pemilik dana).

Setiap pengguna bisa mengunci aset digital mereka dengan mudah dan dijadikan sebagai jaminan untuk memperoleh DAI. Setelah memperoleh DAI, pengguna dapat memanfaatkannya secara luas, termasuk membeli cryptocurrency, NFT, dan banyak lagi.

Tata Kelola Dai (DAI)

Sebagai stablecoin aseli dari The Maker Protocol, DAI diatur oleh pemegang Maker (MKR). Melalui sistem MakerDAO yang dimilikinya, tata kelola Dai/Maker akan berlangsung secara on-chain dan off-chain. Pemegang token MKR dapat memberikan suara (voting) pada proposal yang menggunakan sistem tata kelola on-chain dari The Maker Protocol.

Cara Memilih Dai Wallet

Ada setidaknya 3 (tiga) jenis dompet kripto (crypto wallet) yang umum digunakan oleh investor kripto dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pertama, online wallet alias hot wallet. Crypto wallet ini tersedia secara gratis di platform crypto exchange, tempat perdagangan jual beli aset kripto.

Kemudian, software wallet, yang biasanya juga gratis dan telah didukung untuk versi smartphone dan desktop. Terakhir, cold wallet, dompet kripto offline alias tidak terkoneksi internet. Ini merupakan pilihan yang paling aman tetapi berbayar dan umumnya tidak begitu murah.

Hot wallet dan software wallet cukup ideal untuk investor crypto pemula dan siapa pun yang berfokus pada fleksibilitas penggunaan. Sementara itu, cold wallet, juga disebut hardware wallet, mungkin lebih rumit dalam penggunaan sehingga disarankan hanya untuk pengguna berpengalaman.

Cara Beli Dai (DAI)

Crypto DAI dapat dibeli dan tersedia di bursa kripto atau crypto exchange. Cara beli DAI yang paling umum adalah melalui perusahaan crypto exchange, seperti Coinbase, Binance, dll. Ada 3 (tiga) tahapan utama dalam proses investasi crypto DAI via crypto exchange, yakni proses pendaftaran (sign up), deposit dana (uang), dan transaksi pembelian crypto DAI di platform crypto exchange. Setelah itu, aset virtual atau aset kripto DAI tersebut tersimpan aman di online wallet yang disediakan oleh platform.

Baca juga: Panduan Cara Investasi Crypto untuk Pemula

Simpulan

Setelah memahami review Dai (DAI) 2021 ini, apa yang dapat disimpulkan? Ya, Dai adalah stablecoin yang menarik karena mengadopsi sistem terdesentralisasi alih-alih menggunakan otoritas pusat untuk menjaga stabilitas nilai dan harga. Tidak ada crypto yang benar-benar sempurna, pasti tersirat kelebihan dan kekurangan. Sementara itu, prospek Dai di masa depan juga bergantung pada bagaimana mereka konsisten menjaga ekosistem dan terus melakukan upgrade.

error: Content is protected !!