Review Band Protocol (BAND) 2021

Mengenal Band Protocol (BAND), salah satu proyek cryptocurrency berbasis oracle blockchain. Sebagai mana yang diketahui, aplikasi terdistribusi menjanjikan sistem terdesentralisasi yang cerah di sektor fintech dan aplikasi lainnya. Namun, aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang dibangun dengan smart contract berbasis blockchain memiliki masalah teknis.

Band Protocol adalah solusi untuk masalah tersebut, yang menggunakan basis oracle blockchain. Oracle tersebut mampu melampaui kinerja smart contract sehingga setiap dApss berbasis blockchain bisa mencapai kinerja maksimal.

Tertarik mengetahui apa itu Band Protocol (BAND) lebih lanjut? Review Band Protocol (BAND) 2021 berikut ini akan menyajikan informasi detail tentang satu mata uang kripto dengan prospek menjanjikan tersebut.

Apa Itu Band Protocol (BAND)?

band protocol BAND crypto

Kontrak pintar atau smart contract mengalami keterbatasan dan berpotensi melumpuhkan fungsinya yang begitu penting sebagai dasar dApps. Sebagai contoh, Anda menulis dApp yang memungkinkan pengguna (users) untuk melakukan trading secara otomatis ketika kondisi tertentu terpenuhi.

Katakanlah, misalnya, pengguna memilih untuk meningkatkan kepemilikan Ether sebesar 5% saat harga emas turun $50 atau lebih dalam jangka waktu 30 hari.

Masalahnya, dApp berjalan di blockchain, sedangkan harga emas dilaporkan di situs web yang sama sekali tidak ada di blockchain. Dengan kata lain, tidak ada “jembatan” yang memungkinkan kontrak pintar untuk mengimpor harga emas ke blockchain. Ini membuat masalah pada perdagangan.

Band Protocol adalah salah satu platform oracle blockchain yang mampu mengatasi masalah ini. Pada dasarnya, oracle berfungsi sebagai jembatan yang mengizinkan kontrak pintar berbasis blockchain untuk mengakses data digital yang tervalidasi dari luar blockchain.

Band Protocol menjalankan blockchain sendiri, blockchain publik berdasarkan Cosmos yang dikenal sebagai BandChain. Pihak berkepentingan di BandChain memvalidasi data dari sumber digital sehingga informasi tersebut bisa diakses oleh smart contract di Ethereum dan blockchain lainnya yang menjalankan kontrak pintar. DApp Anda bisa menggunakan Band Protocol sebagai oracle yang andal dalam hal harga emas, misalnya.

Sementara itu, BAND adalah token tata kelola dari proyek Band Protocol. Validator mendapatkan posisi mereka dengan memiliki batas minimum token BAND atau punya hak validasi yang didelegasikan kepada mereka oleh pemegang BAND lainnya.

Cara Kerja Band Protocol

Sumber data baru umumnya tersedia saat penyedia data menggunakan API publik untuk meminta publikasi data di BandChain. Penyedia juga wajib membayar agar data dapat dipublikasikan di BandChain. Mereka akan menghasilkan uang ketika data diakses oleh smart contract atau dApp.

Band Protocol adalah sistem dengan perhitungan canggih untuk menentukan jumlah biaya yang dibebankan penyedia data untuk hadir di BandChain, dan jumlah biaya pengembang dan pengguna untuk mengakses ke data.

Band Protocol telah membentuk sebuah jaringan validator di BandChain. Validator mengadopsi mekanisme konsensus berbasis blockchain untuk menetapkan keandalan dan validitas sumber data. Setelah tersedia di BandChain, data dapat diakses dengan smart contract di Ethereum, Cosmos, atau blockchain lainnya.

BAND adalah penyedia data mata uang yang digunakan untuk membayar layanan Protokol Band. Ini berfungsi untuk mengompensasi validator atas pekerjaan mereka dan juga untuk membayar penyedia data. Selain itu, BAND adalah crypto coin yang tersedia di bursa kripto untuk tujuan investasi.

Sejarah Band Protocol (BAND)

Band Protocol adalah proyek yang diluncurkan di Thailand oleh tiga aktor utama yang masing-masing menjabat sebagai CEO, CTO, dan CPO.

  • Soravis Srinawakoon menjabat sebagai CEO, bergelar sarjana ilmu komputer dan master dalam ilmu manajemen dan teknik dari Universitas Stanford.
  • Sorawit Suriyakarn menjabat sebagai CTO, bergelar sarjana dan master di bidang teknik elektro dan ilmu komputer dari MIT.
  • Paul Nattapatsiri menjabat sebagai CPO dan menjadi salah satu orang yang berhasil menciptakan game berbasis cryptocurrency yang mampu menarik lebih dari 800.000 pengguna sejak 2013. Sebelum bergabung di Band Protocol, dia bekerja di TripAdvisor dan Turfmapp.

Rilis awal Band Protocol pada tahun 2019 di-host di Ethereum. Pada tahun 2020, mereka merilis versi baru berdasarkan BandChain. Ini dibangun berdasarkan spesifikasi Cosmos. BandChain adalah blockchain publik yang menyediakan interoperabilitas dengan dApps untuk berbagai macam blockchain.

Keunikan Band Protocol

Keunggulan kompetitif atau keunikan Bank Protocol adalah konversi dari Etheretum ke arsitektur Cosmos. Oracle blockchain lainnya akan menghadapi biaya tinggi dan proses eksekusi lambat karena konversi koin dan biaya lainnya. Sementara itu, transaksi Cosmos jauh lebih cepat dan lebih murah. Ini merupakan pendekatan agnostik Band Protocol terhadap konsumen data dengan memberikan keunggulan unik di pasar oracle blockchain.

Value dari Band Protocol

Token dari Band Potocol, BAND adalah sebuah instrumen investasi. Keputusan tim Band Protocol untuk memberlakukan proses inflasi secara bertahap bertujuan untuk mengurangi nilai token dari waktu ke waktu yang menunjukkan hal itu.

Pengamat pasar menyebutkan bahwa token bisa menjadi value yang bagus bagi investor yang mendelegasikannya ke validator. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi return, tetapi pemegang BAND bisa melihat return tahunan hingga 15% lebih karena mendelegasikan kepemilikan mereka kepada validator.

Data Teknis Band Protocol

Berapa jumlah koin Band Protocol (BAND) yang beredar? Total pasokan BAND adalah 100 juta dan sebanyak 35.191.821 token beredar. Token BAND diluncurkan dalam Initial Coin Offering (ICO) pada September 2019. Token dijual dalam tiga tahapan: seed, private, and public. Sebanyak 20% dari total pasokan token BAND dicadangkan untuk tim dan penasihat mereka. Sebanyak 25,63% dialokasikan untuk biaya operasional.

Band Protocol memiliki nilai kapitalisasi pasar atau market cap $340 juta dan harga BAND hari ini mencapai level $9,67 per keping. Mengingat solusi yang ditawarkan oleh proyek crypto ini, tidak menutup kemungkinan prospek BAND akan terapresiasi dalam jangka panjang.

Data Teknis lainnya

Band Protocol adalah bagian dari OpenAPI Initiative, konsorsium industri yang menentukan standar untuk API. Ini masalah penting untuk oracle blockchain karena smart contract dan dApps di blockchain lainnya mengakses data eksternal via API Band Protocol.

Tim Band Protocol ingin meluncurkan BandChain versi 2.0 pada akhir tahun 2021. Jaringan yang akan direvisi dianggap lebih menawarkan banyak peluang bagi penyedia untuk menghasilkan hadiah atas data yang disuplai.

Pengamanan Jaringan Band Protocol

Blockchain yang mengimpor data dari sumber data eksternal memiliki masalah keamanan yang cukup unik. Validator bisa menyetujui data yang salah untuk melakukan manipulasi pasar.

Band Protocol adalah sebuah solusi untuk mengatasi masalah ini dengan cara memilih validator secara acak untuk setiap transaksi. Skrip yang menyampaikan informasi hanya dapat dijalankan setelah melewati proses validasi keamanan run-time. Decentralized app atau dApps yang mengakses data Band Protocol juga bisa menerapkan situasi keamanannya sendiri.

Dengan cara seperti ini, data Band Protocol diuji dan diverifikasi secara melimpah sebelum diimpor atau diteruskan ke BandChain atau ke dApps. Langkah-langkah keamanan seperti ini akan ditambahkan ke dalam tindakan apa pun yang dilakukan oleh penyedia data sejak awal.

Penggunaan Band Protocol

Oracle Blockchain menemukan aplikasi langsung di fintech dan aplikasi decentralized finance (DeFi). Di antara sumber data awal yang menemukan jalur ke BandChain adalah umpan harga dari bursa kripto dan bursa saham. Data ini sangat berguna untuk developers dari berbagai macam aplikasi keuangan. Setiap dApp yang bergantung pada data dunia nyata biasanya akan membutuhkan oracle blockchain.

Simpulan

Karena berbasis oracle blockchain, Band Protocol adalah platform yang menawarkan solusi lebih atas berbagai masalah di blockchain. Sementara itu, token asli yang dimilikinya, BAND adalah sebuah instrumen dengan penggunaan yang luas. Selain sebagai token utilitas, BAND dapat menjadi instrumen investasi spekulatif di bursa kripto atau crypto exchange.

Prospek Band Protocol di masa depan tergantung bagaimana pemangku kepentingan memberikan nilai. Namun, karena keunikan dan keunggulan kompetitif yang dimilikinya, mata uang kripto (cryptocurrency) ini dianggap sebagai penantang utama di sektornya. Well, invesnesia berharap review Band Protocol (BAND) 2021 ini memberikan insight kepada Anda sebelum mengambil keputusan tertentu.

error: Content is protected !!