Review Neo (NEO) 2021

Neo adalah salah satu penantang pertama untuk proyek blockchain smart computer, Ethereum. Neo secara ambisius dijuluki sebagai Ethereum killer, atau sesuatu dapat memberikan deskripsi yang lebih akurat dari proyek tersebut, the Ethereum of China. Neo pertama kali diluncurkan sebagai platform blockchain terdesentralisasi sumber terbuka (open-source decentralized blockchain) dengan nama yang berbeda pada tahun 2014 yang kemudian berganti nama sebagai Neo pada tahun 2017.

Neo memberikan jalan yang mudah bagi developers untuk membuat aplikasi terdesentralisasi (decentralized applications/DApss) dengan Neo dev tools, dan menerapkan aplikasi dengan kontrak pintar (smart contract), sambil menawarkan verifikasi hingga 10.000 transaksi per detik. Salah satu mata uang kripto/cryptocurrency ini pastinya mengambil bagian sebagai jaringan DApp teratas, juga memungkinkan developers dan pengguna jaringan untuk membuat identitas digital melalui tokenisasi. Ini memungkinkan kepatuhan Anti Money Laundering/AML dan Know Your Customer/KYC. Untuk mengenal Neo (NEO) lebih jauh, berikut materi review Neo (NEO).

Apa Itu Neo (NEO)?

gambar crypto neo coin

Neo (NEO) adalah platform berbasis blockchain terdesentralisasi sumber terbuka yang memungkinkan orang untuk membangun layanan dan produk blockchain sambil menawarkan transaksi yang instan. Neo sering kali dibandingkan dengan Ethereum karena jaringan mereka memiliki banyak kesamaan. Salah satunya yaitu kapasitas dan alat untuk menciptakan aplikasi terdesentralisasi (DApps) untuk berbagai tujuan, seperti mencakup pertukaran terdesentralisasi (decentralized exchange/DEX) dan pasar harga (price markets).

Selain dev tools, Neo juga menawarkan fitur tambahan untuk pengguna yang membuat DApps dapat didukung dengan data eksternal. Neo meng-hosting penyimpanan file terdesentralisasi, sistem oracle, dan sistem untuk identitas digital yang memungkinkan users untuk membangun identitas token mereka sendiri berdasarkan identitas kehidupan nyata (real-life identity). Ini akan menawarkan kepatuhan dengan AML dan KYC.

Platform Neo didukung oleh dua cryptocurrency asli mereka, yaitu NEO dan GAS. NEO adalah bagian integral dari tata kelola jaringan karena memungkinkan users dan peserta jaringan untuk mempertaruhkan (staking) saldo NEO mereka dan ikut berpartisipasi dalam tata kelola jaringan dengan proposal dan suara (voting) pada perubahan yang diusulkan. GAS adalah token asli lain ke jaringan yang berfungsi untuk membayar daya komputasi (computational power)pada jaringan.

Cara Kerja Neo

Neo beroperasi pada mekanisme konsensus Proof of Stake (Pos) dengan protokol unik yang dikenal sebagai Byzantine Fault Tolerance. Protokol dBFT memungkinkan pemrosesan untuk lebih banyak transaksi saat beroperasi di antara node yang disetujui secara terpusat. Jumlah transaksi bisa mencapai 10.000 transaksi per detik. Berkat adanya kombinasi antara protokol PoS dan mekanisme konsensus dBFT, Neo memastikan adanya penskalaan jaringan, transaksi lebih cepat, dan operasi yang lancar dengan smart contract dan pembuatan aplikasi tersedentralisasi/DApp.

Seperti yang disampaikan sebelumnya, Neo memiliki dua token asli di jaringan, NEO dan GAS. NEO tidak akan habis dibagi dan GAS dapat dibagi menjadi pecahan terkecil 0,00000001. NEO menghasilkan GAS dan mewakili aset kripto utama untuk penyelesaian pembayaran di platform Neo. Sementara itu, GAS difungsikan untuk membayar biaya transaksi (transaction fees). NEO juga digunakan dalam tata kelola jaringan karena pemegang token dapat mempertaruhkan atau staking NEO untuk memilih node konsensus. Node konsensus akan menghasilkan blok baru, kemudian menerima hadiah (rewards) dalam biaya GAS sebagai imbal hasil.

Developers dapat menggunakan kontrak pintar yang dijuluki dengan NeoContracts – menciptakan dan mengembangkan DApps berdasarkan produk dan layanan kehidupan nyata. Selain itu, NeoContracts berbeda dari protokol smart contract di jaringan lain untuk DApps. Kenapa? Ini karena pengembang dapat memanfaatkan setumpuk bahasa pemrograman terkenal – seperti Java – daripada harus mempelajari bahasa baru untuk membangun DApps.

Siapa Pendiri Neo (NEO)?

Pada awalnya, NEO didirikan pada tahun 2014 dengan nama Antshares. Proyek ini dibangun dan dikembangkan sebagai cara untuk menciptakan “smart economy”, lalu berganti nama menjadi Neo (NEO) pada tahun 2017. Da HongFei dan Erik Zhang adalah orang yang mendirikan Neo. Mereka yang mengorganisir Initial Coin Offering (ICO) untuk Antshares (ANS) pada tahun 2014, dan mengumpulkan lebih dari 6.000 BTC selama proses ICO. Antshares (ANS) kemudian diubah menjadi NEO dan pengguna dapat menukar token ANS dengan versi terbaru pada tahun 2016.

Nama merek atau brand tersebut didasarkan pada kata Yunani untuk “new” atau “young” dan Neo disajikan sebagai pintu gerbang (gateway) ke smart economy yang baru dan lebih baik dengan kapasitas pemrosesan hingga 10.000 transaksi per detik. Pembaruan protokol berikutnya, Neo 3.0 diumumkan pada tahun 2018. Ada kemungkinan untuk diluncurkan secara resmi pada bulan September 2021.

Keunikan Neo (NEO)

Neo menciptakan sebuah ekosistem yang menguntungkan karena memiliki kapasitas teknis yang sangat baik untuk developers yang bekerja dengan semua jenis bahasa. Kemungkinan demografis pengembang DApp yang lebih luas dapat memilih Neo karena tersedia banyak tawaran bahasa pemrograman terkenal. Alih-alih harus mempelajari bahasa baru, developers dapat menggunakan NeoContracts untuk mengembangkan Dapps dengan bahasa yang sudah populer seperti Java dan C#. Ini meningkatkan kemungkinan Neo akan menjadi pilihan populer bagi pengembang DApp di dunia.

Neo juga menggunakan kombinasi unik dari Proof of Stake dan Delegasi Bizantium Fault Tolerance untuk memungkinkan transaksi cepat dan mengelola tata kelola waktu nyata. Meskipun Neo tidak memiliki kasus penggunaan yang sepenuhnya unik karena ada banyak platform yang memungkinkan operasi kontrak pintar dan pengembangan Dapp, Ethereum menjadi yang pertama, Neo tentu saja memperkenalkan fitur unik untuk mengoptimalkan pembuatan Dapp.

Value dari Neo Coin (NEO)

Kapasitas teknis Neo adalah hal yang memberikan nilai intrinsik pada proyek. Sementara koin NEO memiliki value melalui utilitasnya. NEO coin dapat dipertaruhkan, dihabiskan, bahkan digunakan untuk mengirim dan menerima pembayaran. Pastinya, koin NEO yang diperdagangkan di bursa kripto atau crypto exchange juga dapat disimpan sebagai instrumen investasi jangka panjang. Nilai NEO di pasar crypto ditentukan oleh berbagai macam variabel atau faktor spesifik yang dapat memmengaruhi harga NEO, termasuk dipengaruhi oleh volatilitas di cryptocurrency market.

NEO juga menemukan nilai atau value di dalam teknologi dan tingkat penggunaan. Jika Neo menjadi pilihan populer bagi pengembang, nilainya akan meningkat secara alami sebagai konsekuensi dari meningkatnya permintaan. Nilai NEO juga tergantung pada total pasokan yang dibatasi hingga 100 juta NEO yang dibuat di blok genesis.

Data Teknis Neo (NEO)

Berapa jumlah koin Neo (NEO) yang beredar? NEO hanya memiliki persediaan terbatas 100 juta koin NEO. Dari 100 juta, koin NEO didistribusikan ke investor awal dan sisanya 50 juta dikunci, ada sekitar 15 juta NEO didistribusikan setiap tahun secara otomatis. Berdasarkan data coinmarketcap, jumlah koin Neo beredar (circulating supply) hingga hari ini tercatat sekitar 70.538.831 NEO. Total pasokan terbatas NEO bertindak sebagai mekanisme anti-inflasi. Ini berarti bahwa NEO berpotensi menjadi penyimpan nilai yang baik dalam jangka panjang.

Hari ini harga Neo coin (NEO) berada di level $34,37 atau dalam rupiah setara Rp 498 ribu per keping. Neo berhasil masuk ke dalam mata uang kripto atau cryptocurrency teratas dari segi nilai kapitalisasi pasar (market cap) yang berada di peringkat ke-39 dengan total $2,424,273,657. Perlu diketahui, market cap akan bergerak fluktuatif seiring dengan pengaruh dari harga Neo coin (NEO) dan jumlah circulating supply.

Data Teknis lainnya

Neo menggunakan Proof of Stake (PoS) dalam kombinasi dengan dBFT, yang cara kerjanya mirip dengan Proof of Stake yang didelegasikan. Protokol akan memastikan bahwa semua komputer yang mendistribusikan data di seluruh jaringan dalam sinkronisasi, dan memakai sistem tata kelola waktu nyata untuk menentukan node yang dapat membuat blok baru di platform. Siapa saja di jaringan dapat menjalankan node. NEO dapat dipertaruhkan (staked), sementara masing-masing dipertaruhkan, atau dikunci, NEO memberikan hak suara (voting) kepada pemegang token. Kekuatan voting pada platform Neo sebanding dengan jumlah koin NEO yang dikunci. Semakin banyak token NEO yang dimiliki oleh pengguna untuk dipertaruhkan, semakin besar kekuatan voting mereka.

Pengamanan Jaringan Neo

Jaringan Neo diamankan melalui protokol Proof of Stake (Pos) dan protokol Bizantium Fault Tolerant yang didelegasikan, untuk memastikan tata kelola yang terdesentralisasi dan demokratis. Ini memungkinkan pemegang NEO untuk dapat memilih node yang membuat blok baru pada rantai. Dengan memanfaatkan tata kelola waktu-nyata, platform Neo akan memastikan bahwa pengguna (users) bertanggung jawab atas jaringan secara transparan, sambil menjaga aktivitas tetap aman (terhindar dari kejahatan) melalui staking.

Penggunaan Neo

Platform Neo digunakan oleh pengembang untuk membuat aplikasi berbasis smart contract dengan NeoContracts berdasarkan produk dan layanan kehidupan nyata. Pengembang bisa bekerja dengan bahasa terkenal (populer) untuk memprogram DApps dan meng-hosting aplikasi ini di jaringan. Cryptocurrency NEO digunakan untuk staking dan pembayaran di jaringan, sementara itu token koin NEO juga dapat dijadikan sebagai investasi dan sebagai kekuatan dalam pemungutan suara (voting) saat dipertaruhkan atau dikunci. Selain itu, NEO membuka akses ke aplikasi yang di-hosting di platform dan bertindak sebagai bentuk pembayaran untuk peserta jaringan. NEO mampu menghasilkan cryptocurrency asli kedua platform – yaitu GAS – yang digunakan untuk membayar biaya transaksi sekaligus sebagai hadiah untuk operator node.

Cara Beli Neo (NEO)

Seperti yang dijelaskan bahwa koin Neo adalah salah satu aset kripto yang layak dijadikan sebagai instrumen investasi jangka panjang. Pasalnya Neo coin memiliki jumlah pasokan terbatas yang memberikannya keunggulan lindung nilai dari inflasi. Cara beli Neo coin yang paling populer serupa dengan cara beli cryptocurrency pada umumnya, yaitu melalui platform crypto exchange. Ada beberapa perusahaan crypto exchange Indonesia yang populer, seperti Pintu, Tokocrypto, Indodax, dan sebagainya. Crypto exchange asing lebih populer lagi, seperti eToro, Coinbase, Kraken, Binance, dan banyak lagi.

Untuk memulai investasi crypto seperti membeli Neo coin (NEO), masyarakat setidak bisa melakukan tiga tahapan. Pertama, memilih dan mendaftar di platform cryptocurrency. Kedua, melakukan setoran uang (deposit) dengan jumlah tergantung kebijakan platform. Ada juga beberapa platform yang tidak mempersyaratkan ini. Namun tetap saja, kamu perlu melakukan deposit agar bisa membeli coin crypto. Terakhir, melakukan transaksi pembelian (buy). Setelah berhasil mengeksekusi atau buy Neo, coin Neo akan masuk dan tersimpan di crypto wallet milik platform tersebut. Dengan kata lain, platform crypto tersebut sekaligus berfungsi sebagai Neo Wallet.

Simpulan

Dijuluki sebagai “the Ethereum of China”, kehadiran Neo dimaksudkan untuk menciptakan ekosistem cerdas. Neo memungkinkan developers untuk dengan mudah membangun aplikasi terdesentralisasi berdasarkan produk dan layanan kehidupan nyata, sementara juga memberikan akses ke data eksternal yang dapat digunakan untuk aplikasi ini. Neo memajukan sektor operasi smart contract dengan menambahkan lebih banyak fitur unggulan untuk pengembang dan memastikan tata kelola yang demokratis dalam lingkungan yang terdesentralisasi dan terukur. Siapa saja dapat mengoperasikan node dan ikut berpartisipasi dalam tata kelola jaringan dengan menggunakan koin NEO. Ini nantinya akan mewakili inti dari sistem Neo smart economy.

error: Content is protected !!