Debt to Assets Ratio (DAR): Rumus, Analisis dan Interpretasi

Pada dasarnya, debt to asset ratio adalah rasio keuangan yang memberi gambaran terkait perbandingan antara utang dan aset perusahaan. Di satu sisi, utang yang tidak sehat dapat menimbulkan masalah, sementara di sisi lain utang yang baik dapat membantu bisnis perusahaan. Debt to asset ratio atau rasio DAR adalah salah satu jenis rasio leverage untuk melihat perbandingan aset dan utang perusahaan. Konsep rasio keuangan DAR tidak jauh berbeda dari debt to equity ratio (DER). Keduanya sama-sama menaksir penggunaan utang perusahaan.

Namun, perbedaan debt to equity ratio dan debt to asset ratio adalah pada bagian “pembilang”. DER mengunakan pembilang equity (ekuitas) sedangkan DAR menggunakan total aset. Sementara DER dan DAR menggunakan penyebut yang sama, yaitu utang (debt). Dengan kata lain, DAR adalah rasio keuangan yang menunjukkan seberapa banyak aset perusahaan dibiayai oleh utang.

Artikel berikut ini akan menyajikan materi lengkap tentang apa itu debt to asset ratio (DAR). Pembahasan dimulai dari pengertian DAR, fungsi DAR, cara menghitung atau rumus DAR, contoh soal DAR, cara interpretasi dan analisis DAR, dan nilai rasio DAR yang sehat (baik).

Pengertian Debt to Asset Ratio (DAR)

gambar debt to asset ratio atau DAR

Apa itu debt to asset ratio (DAR)? Secara umum, DAR adalah suatu ukuran untuk mengidentifikasi seberapa banyak aset perusahaan yang berasal dari utang dan seperti apa komposisi utang dan aset perusahaan. Sedangkan menurut para ahli, debt to asset ratio adalah rasio leverage yang menunjukkan berapa persen aset perusahaan yang disediakan oleh kreditur (Brigham & Houston, 2013).

Total utang tersebut mencakup semua kewajiban lancar dan utang jangka panjang. Pada dasarnya, kreditur cenderung lebih memilih debt to asset ratio yang rendah. Kenapa? Semakin rendah rasio DAR, semakin besar jaminan bagi kreditur ketika terjadi likuidasi. Pemegang saham, di sisi lain, mungkin menginginkan lebih banyak leverage karena dapat memperbesar pendapatan yang diharapkan.

Fungsi Debt to Asset Ratio (DAR)

Tujuan utama dari debt to asset ratio (DAR) yaitu untuk menganalisis seperti komposisi utang dan aset perusaahaan. Hal ini tentunya sangat berkaitan bagi pihak berkepentingan dalam pengambilan keputusan strategis, seperti kreditur, investor, supplier, dan sebagainya. Berikut ini ada beberapa fungsi debt to asset ratio yang perlu dipahami.

  • Debt to Asset Ratio (DAR) berfungsi sebagai ukuran untuk melihat komposisi utang dan aset perusahaan.
  • Debt to Asset Ratio (DAR) berfungsi untuk menaksir kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban (utang).
  • Debt to Asset Ratio (DAR) berfungsi sebagai pertimbangan bagi investor ketika mengambil keputusan investasi saham.

Rumus Debt to Asset Ratio (DAR)

Menurut Fabozzi & Drake (2009), cara menghitung debt to asset ratio atau rumus DAR adalah dengan membandingkan total utang dengan total aset perusahaan. Total utang atau juga disebut total liabilitas, terdiri dari utang jangka pendek (short-term debt) & utang jangka panjang (long-term debt).

Menurut para ahli, seperti yang diungkapkan oleh Fabozzi & Drake (2013), rumus debt to asset ratio adalah DAR = Total Utang / Total Aset. Istilah lain dari total debt yaitu total liabilitas.

Contoh Soal Debt to Asset Ratio (DAR)

Untuk contoh kasus atau soal, invesnesia mengambil sampel PT Kimia Farma Tbk dengan kode saham KAEF. Kimia Farma bukan perusaahaan BUMN, melainkan anak BUMN. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kimia Farma berada di sektor industri barang konsumsi (consumer goods), tepatnya di subsektor farmasi.  Untuk menghitung rasio DAR, berikut diketahui data keuangan dari Kimia Farma per 31 Desember 2019 (dalam ribuan rupiah).

Diketahui:

  • Total Utang = 939.950.304
  • Total Aset = 18.352.877.132

Jawab:

  • Debt to Asset Ratio (DAR) = 939.950.304 / 18.352.877.132
  • Debt to Asset Ratio (DAR) = 0,6 kali (x) atau 60%

Cara Interpretasi Debt to Asset Ratio (DAR)

Diketahui nilai debt to asset ratio PT Kimia Farma Tbk tahun 2019 yaitu 0,6 x atau 60%. Lalu, bagaimana cara interpretasi rasio DAR tersebut? Artinya, total aset Kimia Farma, 60% diantaranya adalah utang dari kreditur. Setiap Rp1 (satu rupiah) dari aset perusahaan akan menjamin Rp0,6 rupiah utang. Semakin kecil nilai DAR, semakin sedikit utang yang digunakan perusahaan untuk memperoleh aset. Vice versa. Rasio DAR yang sehat atau baik umumnya lebih kecil dari 1 kali (x) atau < 100%.

Cara Analisis Debt to Asset Ratio (DER)

Anda telah memahami perhitungan atau rumus DAR, lalu bagaimana cara analisis rasio debt to asset (DAR) suatu perusahaan? Menurut Sherman (2015), metode analisis rasio keuangan terdiri dari:

  • Intracompany Analysis
  • Trend Analysis, dan
  • Industry Comparison.

(1) Intracompany analysis adalah metode yang membandingkan antar rasio keuangan perusahaan. Contoh, rasio DAR dibandingkan dengan ROE, ROA, DER, atau rasio lain yang relevan. (2) Trend analysis adalah metode untuk melihat rasio keuangan perusahaan selama periode tertentu, misalnya selama lima tahun 2015 – 2019. Dengan begitu, apakah selama periode tersebut rasio DAR perusahaan cenderung meningkat, stabil, atau justru menurun? Semakin mengecil rasio DAR, semakin baik.

Sedangkan metode analisis rasio keuangan dengan cara (3) industry comparison yaitu membandingkan niali DAR suatu perusahaan dengan DAR rata-rata industri. Sebagai contoh, rasio DAR Kimia Farma tahun 2019 yaitu 0,6 kali atau 60%. Sedangkan rata-rata DAR sektor consumer goods misalnya 1,5 kali atau 150%.

Dengan demikian, rasio DAR PT Kimia Farma Tbk berada di bawah rata-rata industri. Artinya, rasio utang Kimia Farma dapat dianggap sehat atau aman. Kenapa? Karena semakin tinggi nilai DAR, semakin besar penggunaan utang. Bagi investor, di satu sisi perusahaan dengan utang tinggi berpotensi kecil untuk membayar dividen (dividend). Kenapa? Karena laba bersih perusahaan akan digunakan untuk membayar utang. Di sisi lain, penggunaan utang yang tinggi dapat berpotensi memaksimalkan pendapatan (revenue) sehingga meningkatkan nilai perusahaan.

Pandangan Akhir

Jadi, debt to asset ratio adalah indikator yang membandingkan total utang dan total aset. Perhitungan atau rumus DAR dapat dengan mudah dipahami.

Meskipun rasio DAR yang tinggi dapat menunjukkan sinyal tidak sehat, bukan berarti itu buruk. Rasio DAR yang tinggi (baca: penggunaan utang yang besar) dapat memberi potensi pendapatan yang lebih besar bagi perusahaan. Namun, ini hanya berlaku bagi perusahaan mampu memaksimalkan utang dengan baik. Perusahaan seperti ini biasanya sudah matang (maturity) dan mampu memaksimal penggunaan utang untuk menghasilkan laba yang lebih besar.

Untuk mengambil simpulan terkait nilai DAR (debt to asset ratio) yang kecil atau lebih besar dari 1 atau 100%, ada baiknya investor juga mempertimbangkan rasio keuangan lainnya, misalnya rasio profitabilitas. Dengan kata lain, lakukan validasi secara komprehensif, apakah penggunaan utang perusahaan sudah dilakukan secara efisien dan efektif?

Referensi

Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2013). Fundamentals of Financial Management (13th ed.). Mason: South-Western Cengage Learning.

Fabozzi, F. J., & Drake, P. P. (2009). Capital Markets, Financial Management, and Investment Management. Hoboken: Wiley.

Horne, J. C. V., & Wachowicz Jr, J. M. (2009). Fundamentals of Financial Management (13th ed.). Harlow: Pearson Education Limited.

www.idx.co.id

Penting: Mohon mencantumkan sumber invesnesia.com jika mengutip isi artikel.

Tag: debt to asset ratio, rumus debt to asset ratio, rumus DAR, rasio leverage, rasio keuangan