Rasio Cepat (Quick Ratio) – Cara Analisis dan Interpretasi

Rasio keuangan adalah indikator penting dalam menganalisis kinerja keuangan suatu perusahaan. Data-data yang digunakan mengacu pada laporan keuangan perusahaan. Rasio cepat atau quick ratio adalah salah satu jenis rasio likuiditas (liquidity ratios), selain dari rasio lancar (current ratio) dan rasio kas (cash ratio). Istilah lain dari rasio cepat dapat mengacu pada acid test ratio.

Baca juga: Cash Flow

Teori quick ratio telah banyak dijelaskan menurut para ahli. Secara umum, memahami pengertian quick ratio dapat membantu pihak berkenptingan untuk melihat sejauh mana current assets (setelah dikurangi persediaan) suatu perusahaan untuk meng-cover utang jangka pendek. Inilah yang menjadi perbedaan quick ratio dan current ratio. Rasio cepat alias quick ratio menggunakan aset lancar yang lebih likuid dengan tidak melibatkan persediaan (inventory) sebagai aset lancar yang paling tidak likuid.

Aset lancar tersebut adalah kas (cash), surat berharga (marketable securities), dan piutang (account receivables). Kenapa disebut aset “cepat”? Karena hanya menggunakan komponen aset lancar yang “dengan cepat” dapat dikonversi menjadi uang tunai.

Mau tahu lebih lengkap tentang apa itu rasio cepat (quick ratio)? Berikut kami siapkan makalah atau materi lengkap quick ratio. Mulai dari pengertian rasio cepat (quick ratio) dan cara menghitung atau formula atau rumus quick ratio.

Selain itu, Anda juga akan diberikan contoh soal rasio cepat (quick ratio) beserta cara analisis quick ratio dan cara interpretasi quick ratio. Dengan demikian, Anda diharapkan dapat menguasai apa arti nilai quick ratio. Kami juga akan menjawab pertanyaan berapa nilai quick ratio yang baik dan ideal.

Baca juga:

Memahami Rasio Keuangan:

  1. Rasio Likuiditas
  1. Rasio Aktivitas
  2. Rasio Solvabilitas atau Leverage
  3. Rasio Profitabilitas
  4. Rasio Pasar`

Pengertian Rasio Cepat (Quick Ratio)

quick-ratio-rasio-cepat

Apa itu rasio cepat (quick ratio)? Menurut para ahli, definisi rasio cepat adalah metode pengukuran likuiditas perusahaan dengan membandingkan current assets dengan liabilitas jangka pendek (current liabilities) tanpa bergantung pada persediaan (inventory). Dengan kata lain, aset lancar yang digunakan yaitu setelah dikurangi persediaan (Brigham & Houston, 2013).

Hal ini juga senada dengan pengertian quick ratio menurut para ahli lainnya, yaitu Fabozzi & Drake (2009). Mereka menjelaskan bahwa rasio cepat (quick ratio) mengandung asumsi likuiditas yang lebih konservatif daripada rasio lancar (current ratio). Hal ini disebabkan karena rasio cepat tidak menggunakan persediaan (inventory) yang dianggap sebagai aset lancar paling tidak likuid. Dengan kata lain, quick ratio (QR) lebih baik dalam mewakili metrik likuiditas perusahaan daripada current ratio (CR).

Rumus Rasio Cepat (Quick Ratio Formula)

Untuk mencari nilai rasio cepat (quick ratio), Anda dapat menggunakan formula/rumus cara menghitung rasio cepat menurut Brigham & Houston (2013) berikut ini.

Rumus rasio cepat (quick ratio) adalah (aset lancar – persediaaan) / liabilitas lancar

QR = (CA – Inventories) / CL

Keterangan:

QR = quick ratio

CA = current assets

CL = current liabilities

Inventories = persediaan

Dengan kata lain, rumus rasio cepat atau quick ratio adalah dengan membandingkan aset lancar (current assets) setelah dikurangi inventories kemudian dibagi dengan utang lancar (current liabilities).

Fungsi dan Tujuan Penggunaan Rasio Cepat (Quick Ratio)

Fungsi dan tujuan penggunaan rasio cepat atau quick ratio adalah penting untuk dipahami dalam rangka pengambilan keputusan strategis bagi pihak-pihak berkepentingan. Berikut penjelasannya.

  • Bagi investor, nilai rasio cepat dapat membantu menganalisis kemampuan likuiditas perusahaan terhadap liabilitas jangka pendek. Investor dapat membandingkan nilai quick ratio suatu perusahaan terhadap pesaingnya sehingga dapat mengambil keputusan investasi lebih baik.
  • Bagi kreditur (bank), nilai rasio cepat dapat menjadi bahan pertimbangkan khususnya dalam pemberikan fasilitas utang atau kredit. Semakin baik metrik likuiditas perusahaan, semakin potensinal pihak kreditur menyalurkan kredit.
  • Bagi peneliti keuangan, rasio cepat (quick ratio) dapat digunakan sebagai variabel penelitian seperti untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dan implikasinya terhadap nilai pasar saham perusahaan.

Contoh Soal Rasio Cepat (Quick Ratio)

Sebagai contoh soal rasio cepat (quick ratio), kami menggunakan kasus rasio keuangan pada perusahaan Tbk di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sampel PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Perusahaan yang memiliki kode saham ICBP ini berada di industri sektor manufaktur di BEI.

Angka-angka atau data keuangan untuk menghitung nilai rasio cepat (quick ratio) dapat diperoleh dari neraca atau laporan posisi keuangan perusahaan. Berdasarkan neraca ICBP per Desember 2019, berikut data yang diperoleh (dalam jutaan rupiah).

Diketahui:

  • Total Aset Lancar = 16.624.925
  • Total Inventories = 3.840.690
  • Total Liabilitas Jangka Pendek = 6.556.359

Hasil perhitungan quick ratio (QR):

  • QR = (16.624.925 – 3.840.690) / 6.556.359
  • QR = 12.784.235 / 6.556.359
  • QR = 1,95 atau 2 kali (x)

Cara Interpretasi Rasio Cepat (Quick Ratio)

Dari contoh kasus di atas, nilai rasio cepat (quick ratio) dari ICBP 2019 diketahui sebesar 2 kali (x). Cara menginterpretasikan quick ratio yaitu bahwa aset lancar ICBP (tanpa inventory) 2 kali (x) lebih banyak yang dibutuhkan untuk menjamin utang lancar (current liabilities).

Lalu, berapa nilai rasio cepat (quick ratio) perusahaan yang bagus dan ideal? Mengacu beberapa sumber referensi dan teori menurut para ahli, nilai rasio cepat yang baik secara matematis yaitu minimal 2 kali lebih banyak dari utang lancar (liabilitas jangka pendek). Perlu dicatat, nilai quick ratio juga dapat dikonversi ke dalam persentase (%) yang mana rasio QR 2 x setara 200%.

Cara Analisis Rasio Cepat (Quick Ratio)

Memahami memahami cara analisis rasio cepat (quick ratio/QR) yang benar adalah penting terutama bagi pihak-pihak berkepentingan. Sebenarnya, ada sejumlah metode yang bisa digunakan untuk menganalisis rasio keuangan secara efektif dan tepat.

Metode pertama, intracompany analysis – dengan membandingkan antar rasio keuangan perusahaan. Contoh, nilai quick ratio (QR) dibandingkan relatif terhadap current ratio (CR), atau quick ratio dibandingkan dengan rasio keuangan lainnya yang relevan.

Metode kedua, trend analysis – dengan melihat tren nilai rasio keuangan perusahaan selama periode tertentu, contoh periode sepuluh tahun dari 2012 sampai 2021. Anda dapat melihat seperti apa tren nilai rasio cepat (quick ratio) Indofood (ICBP) selama periode tersebut: apakah cenderung meningkat, netral (stabil), atau menurun. Semakin meningkat tren nilai QR dari tahun ke tahun, maka semakin bagus.

Metode ketiga, perbandingan industri (industry comparison). Cara analisis rasio cepat (quick ratio) Indofoof (ICBP) dengan perbandingan industri yaitu Anda pertama-tama mencari nilai rata-rata rasio cepat dari sektor manufaktur. Sebagai contoh, rasio cepat industri manufaktur yaitu 1,5 kali (x). Sedangkan rasio cepat ICBP 2 kali (x). Artinya, kinerja rasio cepat ICBP di atas rata-rata industri manufaktur. Ini mengindikasikan nilai yang bagus yang mana posisi likuiditas Indofood dianggap kuat untuk menjamin atau menutupi utang jangka pendeknya.

Elemen Aset Lancar pada Rasio Cepat (Quick Ratio)

Di awal juga telah dijelaskan bahwa rasio cepat atau quick ratio adalah indikator likuiditas yang hanya menggunakan aset lancar paling likuid. Secara umum, aset lancar likuid yaitu terdiri dari semua elemen aset lancar kecuali persediaan (inventories). Namun, beberapa referensi juga mempertimbangkan beban dibayar di muka (prepaid expenses) sebagai salah satu aset lancar yang tidak likuid. Prepaid expenses dianggap tidak dapat dipakai untuk membayar utang lainnya.

Perbedaan Current Ratio dan Quick Ratio

Sebelum membahas perbedaan, persamaan antara current ratio dan quick ratio adalah sama-sama mengukur posisi likuiditas, hanya sama memiliki cara yang sedikit berbeda. Perbedaan utama current ratio dan quick ratio adalah penggunaan aset lancar (current assets). Current ratio menggunakan aset lancar secara komprehensif, sedangkan quick ratio hanya menggunakan aset lancar paling likuid saja, yaitu selain persediaan dan beban dibayar di muka. Memang, setiap rasio keuangan memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Tinggal bagaimana cara Anda mengaplikasikan.

Simpulan

Anda telah memahami apa itu quick ratio (QR). Rasio cepat atau quick ratio adalah metrik likuiditas perusahaan dengan menggunakan aset lancar paling likuid untuk menjamin utang lancar. Rasio cepat dianggap lebih ideal dalam menjelaskan posisi likuiditas perusahaan. Namun, ada rasio likuiditas lainnya yang jauh lebih likuid dibanding rasio cepat, yaitu rasio kas (cash ratio).

Rasio kas (cash ratio) hanya menggunakan aset lancar berupa kas (cash) saja sehingga jauh lebih likuid untuk menjamin utang jangka pendek. Namun, rasio cepat atau quick ratio tetap dapat digunakan sebagai pertimbangan likuiditas. Kekurangan quick ratio akan terlihat ketika dibandingkan dengan cash ratio. Terakhir, cara analisis quick ratio suatu perusahaan, Anda dapat mengadopsi metode yang menurut Anda paling fit atau ideal. Penggunaan rasio cepat sebaiknya disesuaikan dalam konteks yang tepat.

Referensi

Brigham, E. F. dan Houston, J. F. (2013). Fundamentals of Financial Management (13th ed.). Mason: South-Western Cengage Learning.

Fabozzi, F. J. dan Drake, P. P. (2009). Capital Markets, Financial Management, and Investment Management. Hoboken: Wiley.

error: Content is protected !!