Review THETA Coin Crypto 2021

Mengenal apa itu THETA coin crypto? THETA adalah jaringan P2P berbasis desentralisasi yang memfasilitasi pengguna untuk saling berbagi bandwidth dan sumber daya komputasi.

Ada sebuah proyeksi bahwa streaming video akan mengalami compound annual growth rate (CAGR) sebesar 20,4% dari tahun 2020 sampai 2027. Pada saat yang sama, industri streaming video diperkirakan berkembang dengan mencapai $688 miliar pada tahun 2024.

Youtube dan Netflix adalah perusahaan yang mendominasi sektor streaming video. Namun, THETA hadir sebagai penantang dengan membangun jaringan streaming video terdesentralisasi. Ini akan menciptakan “headwind” terhadap Youtube dan Netflix.

THETA juga memiliki sebuah token cryptocurrency, yaitu THETA. Ini merupakan token asli jaringan sekaligus sebagai mata uang kripto yang diperdagangkan di bursa kripto. Tercatat hari ini (13/08/21) harga THETA adalah $7 atau setara Rp 100 ribu per keping. Sementara itu, THETA berada di posisi ke-23 dengan total market cap $7,17 miliar.

Mengenal Apa Itu THETA

theta token web

Sebagaimana yang telah dijelaskan, THETA adalah jaringan P2P terdesentralisasi yang berfokus pada layanan streaming video. THETA juga merupakan cryptocurrency di bursa yang mana Anda dapat membelinya melalui crypto exchange. Ini juga dapat disebut sebagai THETA coin crypto, salah satu altcoin yang pantas diperhitungkan.

THETA memposisikan dirinya sebagai protokol streaming video terdesentralisasi yang mana jaringan THETA memungkinkan pengguna untuk memberikan kelebihan bandwidth dan sumber daya komputasi yang mereka miliki dengan imbalan token.

Pada bulan Desember 2020, Theta Labs merilis Edgecast, platform streaming video terdesentralisasi versi beta. Ini dibangun di atas blockchain Theta, dan merupakan decentralized app (dApps) streaming video pertama di dunia.

Sejarah THETA, Siapa Pendirinya?

Pada tahun 2017, sebelum perusahaan dibangun, Theta sudah berhasul mengumpulkan $20 juta dari penjualan token pribadi mereka. Perusahaan Theta dibangun pada tahun 2018, sedangkan Theta Mainner diluncurkan pada tahun berikutnya.

Pendiri Theta adalah Mitch Liu, seorang yang memiliki pengalaman dalam industri streaming video dan games. Token Theta dirancang sebagai token ERC-20 di jaringan Ethereum. Ini kemudian digunakan untuk berbagai aktivitas. Developers Theta sedang merancang sebuah revolusi jaringan pada industri streaming video.

Cara Kerja THETA

Token THETA adalah jenis token tata kelola (governance token) yang merupakan token asli dan berjalan di jaringan THETA. Token tersebut akan membantu mengamankan blockchain dan juga memilliki fungsi yang lebih luas bagi penggunanya.

THETA memiliki bahan bakar yang disebut TFUEL, sebuah token yang diberikan kepada pengguna yang telah menonton streaming video di jaringan. Dengan kata lain, bandwidth dari pengguna akan digunakan untuk berbagi streaming dengan pengguna lainnya.

Cara kerja TFUEL adalah salah seperti Ethereum Gas, dan juga bertanggung jawab atas interaksi smart contract di jaringan. Ketika pemirsa di jaringan berbagi konten dengan pemirsa lainnya, mereka akan menghasilkan token lebih banyak. Selain itu, Airdrops terjadi secara teratur, yang mana pengguna diberikan token untuk melakukan sejumlah tugas.

Sama seperti jaringan blockchain pada umumnya, THETA adalah open source yang mana setiap pemegang token THETA memilki hak tata kelola seperti dalam sistem konsesus Proof of Staking (PoS). Developers juga dapat membangun dan mengembangkan dApps di platfrom kontrak pintar Theta.

THETA adalah Sebuah Solusi

Ketika berbicara tentang proyek crypto, itu semestinya tidak hanya sekadar instrumen perdagangan, tetapi juga menjadi sebuah solusi untuk mengatasi masalah di dunia nyata. THETA adalah salah satu proyek yang menawarkan solusi real.

THETA melihat ada masalah dalam sistem terpusat pada platform streaming video, seperti Youtube, yang menawarkan pilihan kurang menguntungkan bagi content creators. Pasalnya, setiap penghasilan yang diperoleh content creators dikenakan potongan tertentu.

Sementara itu, dengan menggunakan sistem streaming video terdesentralisasi, siapa pun dapat menghasilkan pendapatan lebih maksimal karena tidak ada pihak yang menagih biaya apapun atau mengambil porsi keuntungan tertentu. Streamers akan menghasilkan profit seutuhnya.

Tidak hanya itu, jaringan pengiriman video terpusat juga mengalami buffering yang buruk. Sementara itu, THETA bertujuan untuk mengatasinya. Visi THETA adalah bagaimana menyediakan bandwidth yang dibutuhkan melalui sistem P2P.

Ini tidak hanya meningkatkan streaming pemirsa, tetapi juga diharapkan para pengembang streaming video dapat menghemat biaya infrastruktur sehingga pendapatan mereka juga lebih tinggi. Selain itu, content creators juga berpeluang memperoleh pendapatan tambahan dari pemberian hadiah berupa token dari pengguna.

Apakah THETA Pembunuh Ethereum?

Istilah pembunuh Ethereum atau Ethereum killer sering digaungkan oleh sejumlah cryptocurrency yang secara lantang menjadi pesaing Ethereum. Bagaimana dengan THETA. Kita memahami bahwa pada awalnya developers THETA menempatkan platform di Ethereum, meskipun saat ini sudah meng-host blockchain sendiri. Artinya, mereka sudah tidak terkait dengan Ethereum.

Hal ini akan menciptakan keleluasaan bagi THETA untuk bereksperimen bahkan mencapai tujuan mereka sendiri tanpa gangguan. THETA berfokus pada platform streaming video tersedesentralisasi, dan menjadi satu-satunya pemain di sektor atau niche ini. Sementara itu, Ethereum berada di niche lain. Meskipun berbeda, tidak berarti bahwa THETA adalah musuh atau pembunuh Ethereum.

THETA Partnerships

Theta mengumumkan kemitraan (partnership) dengan Google pada bulan Mei 2020. Google mengambil bagian dari pemberdayaan infrastruktur cloud Theta, dan pengguna Google bisa menjalankan node di jaringan. Kemitraan ini sangat penting. Pasalnya, inilah pertama kalinya bagi Google bermitra dalam proyek cryptocurrency sehingga secara tersirat menguatkan posisi Theta di industri mata uang kripto.

Tidak hanya itu, Theta juga mengumumkan kemitraan strategi dengan Samsung pada bulan Mei 2020. Ini melibatkan kesepakatan terhadap preinstalling THETA.tv – sebuah platform streaming video terdesentralisasi – untuk semua smartphone Galaxy S20 baru.

Theta juga mengumukan partnership dengan sebuah blockchain asal China, yaitu Nervos. Dalam kesepakatannya, Nervos akan membantu menyediakan konten video di THETA.tv.

Cara Memilih THETA Wallet

Ada berbagai alternatif crypto wallet untuk mengamankan dan menyimpan coin THETA secara aman dan fleksibel. Bagi pemula, Anda mungkin lebih cocok dengan online wallet (hot wallet). Ini merupakan jenis dompet kripto yang paling banyak digunakan, dan tersedia gratis di platform exchange.

Namun, jika Anda ingin menyimpan coin THETA dalam jumlah besar, mungkin hot wallet bukan opsi yang cukup aman. Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan dompet perangkat keras alias cold wallet, seperti Trezor dan Ledger.

Cara Beli THETA Crypto

THETA adalah mata uang kripto yang diperdagangkan di bursa, sehingga Anda pastinya dapat membelinya. Tempat paling populer dan umum untuk membeli cryptocurrency yaitu di crypto exchange. Langkah-langkah cara membeli THETA coin adalah sebagai berikut.

  1. Pilih platform crypto exchange terbaik.
  2. Lakukan registrasi online.
  3. Lakukan setoran dana atau deposit.
  4. Lakukan transaksi untuk membeli koin THETA.

Simpulan

THETA adalah revolusioner dalam membangun platform streaming video terdesentralisasi. Ini dapat menjadi keunikan sekaligus keunggulan dari THETA. Pada dasarnya, cryptocurrency yang serius memecahkan masalah di dunia nyata akan memiliki prospek bagus dalam jangka panjang.

Meskipun mungkin belum sempurna dan membutuhkan waktu, itu akan tetap menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu. Review THETA coin crypto 2021 ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih kepada Anda tentang apa itu THETA, apa proyek dan masalah yang dipecahkan, dan apa yang membuatnya unik dan beda daripada mata uang kripto lainnya. Pada akhirnya, itulah yang akan menjadi value dari THETA.

error: Content is protected !!