Rasio Lancar (Current Ratio) – Cara Analisis dan Interpretasi

Kita memahami bahwa rasio keuangan adalah elemen penting untuk analisis kinerja keuangan perusahaan. Tentunya, data-data keuangan ini akan mengacu pada laporan keuangan perusahaan. Rasio lancar atau current ratio adalah salah satu jenis rasio likuiditas (liquidity ratios), selain dari rasio cepat (quick ratio) dan rasio kas (cash ratio). Rasio lancar adalah rasio yang dikenal juga sebagai rasio modal kerja (working capital ratio).

Teori current ratio telah banyak diungkapkan oleh para ahli. Secara umum, current ratio berguna untuk melihat kemampuan suatu perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek. Pihak-pihak yang berkepentingan lainnya pastinya juga mempertimbangkan rasio lancar (current ratio) dalam mengambil keputusan strategis.

Ingin tahu lebih jauh tentang rasio lancar (current ratio)? Pada makalah atau materi kali ini, kami akan menyajikan informasi penting dan lengkap tentang apa itu current ratio. Mulai dari pengertian rasio lancar (current ratio), rumus current ratio, dan cara menghitung current ratio.

Tidak hanya itu, Anda juga akan diberikan contoh soal rasio lancar (current ratio) beserta cara analisis current ratio dan cara interpretasi current ratio. Dengan demikian, Anda akan memahami apa arti nilai current ratio dalam pengambilan keputusan strategis. Tidak lupa, kami juga akan menjelaskan berapa nilai current ratio yang baik dan ideal bagi suatu perusahaan.

Baca juga:

Memahami Rasio Keuangan:

  1. Rasio Likuiditas
  1. Rasio Aktivitas
  2. Rasio Solvabilitas (Leverage)
  3. Rasio Profitabilitas
  4. Rasio Pasar

Pengertian Rasio Lancar (Current Ratio)

current-ratio-rasio-lancar

Apa itu rasio lancar (current ratio)? Menurut para ahli, definisi rasio lancar adalah metode untuk melihat kinerja perusahaan dalam melunasi utang (kewajiban) jangka pendek (Sherman, 2015). Fabozzi & Drake (2009) juga berpendapat tentang current ratio. Menurutnya, current ratio adalah metrik yang menunjukkan kemampuan aset lancar (current assets) suatu perusahaan untuk meng-cover utang jangka pendek (current liabilities).

Rumus Rasio Lancar (Current Ratio Formula)

Menurut Brigham & Houston (2013), untuk mencari nilai rasio lancar (current ratio), Anda dapat menggunakan formula atau rumus rasio lancar (current ratio) berikut ini.

Rumus current ratio adalah aset lancar / liabilitas lancar.

CR = CA / CL

Keterangan:

CR = current ratio

CA = current assets

CL = current liabilities

Dengan kata lain, rumus rasio lancar adalah dengan membandingkan aset lancar (current assets) dengan utang lancar (current liabilities) perusahaan.

Baca juga: Apa Itu Cash Flow

Fungsi dan Tujuan Penggunaan Rasio Lancar (Current Ratio)

Invesnesia telah merangkum fungsi dan tujuan penggunaan rasio lancar (current ratio) bagi pihak-pihak berkepentingan, yaitu sebagai berikut.

  • Bagi investor, nilai rasio lancar dapat membantu mereka memahami kemampuan likuiditas perusahaan terhadap utang jangka pendek. Dengan demikian, investor dapat membandingkan current ratio suatu perusahaan dengan pesaingnya untuk mengambil keputusan investasi.
  • Bagi kreditur (bank), nilai rasio lancar dapat menjadi pertimbangkan dalam pemberikan fasilitas kredit atau utang untuk membantu kegiatan operasional perusahaan. Semakin baik posisi likuiditas perusahaan, semakin besar potensi bank untuk menyalurkan kredit.
  • Bagi peneliti keuangan, rasio lancar (current ratio) dapat dipertimbangkan sebagai variabel penelitian untuk mengukur kinerja keuangan atau nilai pasar suatu perusahaan. Misalnya, untuk mengetahui pengaruh current ratio terhadap harga saham perusahaan.

Cara Menghitung dan Contoh Soal Rasio Lancar

Sebagai contoh soal rasio lancar (current ratio), invesnesia menggunakan kasus rasio keuangan perusahaan Tbk di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampel pada PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Perusahaan dengan kode saham ICBP ini bergerak di sektor manufaktur.

Angka-angka atau data keuangan untuk menghitung rasio lancar dapat diperoleh melalui laporan posisi keuangan (neraca) perusahaan. Berdasarkan laporan neraca PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) per Desember 2019, berikut data keuangan yang diperoleh (dalam jutaan rupiah).

Diketahui:

  • Total Aset Lancar = 16.624.925
  • Total Liabilitas Jangka Pendek = 6.556.359

Cara menghirung current ratio adalah sebagai berikut:

  • Current Ratio = 16.624.925 / 6.556.359
  • Current Ratio = 2,5 kali (x)

Cara Interpretasi Rasio Lancar (Current Ratio)

Dari contoh kasus di atas, nilai rasio lancar (current ratio) dari ICBP 2019 diketahui sebesar 2,5 x. Cara menginterpretasikan rasio keuangan untuk current ratio yaitu bahwa aset lancar ICBP 2,5 kali (x) lebih banyak yang dibutuhkan untuk menutupi (cover) utang lancar.

Lalu, berapa nilai rasio lancar (current ratio) yang bagus dan ideal? Mengacu beberapa referensi dan teori menurut para ahli, secara matematis, rasio lancar yang baik minimal 2 kali lebih banyak dari liabilitas jangka pendek (utang lancar). Perlu dicatat, nilai current ratio dapat dikonversi menjadi satuan kali (x) atau juga dapat menggunakan persentase (%) yang mana 2,5 kali setara 250%.

Cara Analisis Rasio Lancar (Current Ratio)

Pihak-pihak berkepentingan terhadap rasio keuangan sudah semestinya memahami cara analisis rasio lancar (current ratio/CR) yang benar. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menganalisis rasio keuangan secara tepat sasaran.

Metode pertama, intracompany analysis – yaitu membandingkan antar nilai rasio keuangan, misalnya rasio CR dibandingkan dengan quick ratio (QR), atau dibandingkan dengan rasio yang relevan, sesuai dengan kebutuhan.

Metode kedua, trend analysis – melihat nilai rasio keuangan selama periode tertentu, misalnya periode sepuluh tahun ke belakang, seperti 2012 – 2021. Anda dapat menganalisis bagaimana tren nilai rasio lancar (current ratio) Indofood (ICBP) selama sepuluh tahun: apakah cenderung meningkat, stabil (netral), atau menurun. Semakin meningkat nilai CR dari tahun ke tahun, semakin bagus.

Metode ketiga, industry comparison atau perbandingan industri. Cara analisis rasio lancar (current ratio) Indofoof (ICBP) dengan metode ini yaitu pertama, Anda cari nilai rata-rata rasio lancar sektor manufaktur. Sebagai contoh, rasio CR industri manufaktur yaitu 2 kali (x). Sedangkan rasio CR dari ICBP 2,5 kali (x). Artinya, kinerja rasio lancar ICBP di atas rata-rata industri. Ini menunjukkan nilai yang bagus atau posisi likuiditas Indofood sangat kuat untuk meng-cover utang jangka pendeknya.

Indikasi Nilai Rasio Lancar (Current Ratio)

Nilai rasio lancar (current ratio) suatu perusahaan dapat mengindikasikan banyak hal, salah satunya yang disebutkan sebelumnya, yaitu melihat kekuatan likuiditas perusahaan. Indofood sendiri memiliki nilai CR di atas rata-rata sektor manufaktur, artinya posisi likuiditas Indofood sangat baik. Berikut sejumlah indikasi lebih detail dan lengkap dari rasio lancar.

  • Semakin tinggi nilai rasio lancar (current ratio), posisi likuiditas perusahaan semakin Sebaliknya, kemampuan likuiditas perusahaan dianggap lemah atau buruk ketika nilai rasio lancar bernilai lebih kecil atau tertinggal sangat jauh di bawah nilai CR rata-rata industri.
  • Nilai rasio lancar yang tinggi menunjukkan bahwa persediaan (inventory) dan piutang lama terlalu banyak. Hal ini jika dibiarkan akan berdampak pada penumpukkan inventory sehingga memicu piutang tak tertagih alias bad debts.
  • Nilai rasio lancar (current ratio) mengindikasikan terlalu banyak kas, piutang, dan inventaris yang relatif terhadap penjualan sehingga perusahaan dianggap tidak efisien dan efektif dalam mengelola aset lancar (current assets).
  • Nilai rata-rata rasio lancar (current ratio) industri tidak menjadi angka mutlak. Hanya saja, itu dapat menjadi pertimbangan dan evaluasi untuk kinerja rasio CR suatu perusahaan relatif terhadap industrinya.

Kekurangan dan Batasan Rasio Lancar (Current Ratio)

Rasio lancar atau current ratio adalah tentang aset lancar dan utang lancar. Ada dua item atau komponen aset lancar yang relatif tidak mudah dikonversi menjadi kas (cash) atau uang tunai, yaitu piutang dan persediaan.

Dengan demikian, nilai rasio lancar mungkin tidak begitu ideal untuk menyimpulkan posisi likuiditas jangka pendek suatu perusahaan untuk sektor atau segmen bisnis tertentu. Sebagai contoh, perusahaan yang dengan penjualan (sales) musiman, tidak ideal menggunakan current ratio untuk menilai kinerja likuiditas pada periode waktu tertentu.

Anda dapat mempertimbangkn rasio kas (cash ratio) untuk menilai kemampuan likuiditas perusahaan. Kenapa? Karena cash ratio adalah rasio keuangan yang menggunakan kas (cash) atau setara kas untuk kemudian dibandingkan dengan utang lancar. Dengan kata lain, cash ratio menjadi metrik likuiditas yang lebih ketat dan konservatif karena menggunakan kas sebagai elemen paling likuid dalam perhitungan.

Simpulan

Anda telah memahami tentang apa itu current ratio (CR). Secara ringkas, rasio lancar atau current ratio adalah ukuran likuiditas perusahaan dengan menggunakan aset lancar (current assets) sebagai komponen utama yang kemudian dibandingkan dengan liabilitas jangka pendek (current liabilities). Meskipun memiliki sejumlah kelebihan, rasio lancar juga memiliki keterbatasan dalam menilai likuiditas secara komprehensif suatu perusahaan, sebagaimana yang telah dijelaskan.

Meskipun begitu, rasio lancar adalah salah satu pertimbangan untuk ukuran likuiditas perusahaan, di samping rasio cepat (quick ratio) dan rasio kas (cash ratio). Cara menghitung current ratio adalah membangi aset lancar dan utang lancar. Anda dapat analisis rasio lancar dengan tiga metode yang telah dijelaskan, yaitu intracompany, trend, dan industry comparison analysis. Nah, Anda bisa belajar rasio keuangan lainnya secara gratis melalui website invesnesia.

Referensi

Brigham, E. F. dan Houston, J. F. (2013). Fundamentals of Financial Management (13th ed.). Mason: South-Western Cengage Learning.

Fabozzi, F. J. dan Drake, P. P. (2009). Capital Markets, Financial Management, and Investment Management. Hoboken: Wiley.

Sherman, E. H. (2015). A Manager’s Guide to Financial Analysis (6th ed.). New York City: American Management Association.

error: Content is protected !!