Rasio Aktivitas: Definisi, Jenis, Rumus, Analisis, Contoh Soal

Salah satu jenis rasio keuangan yang berfungsi untuk melihat kemampuan perusahaan dalam mengelola asetnya yaitu rasio aktivitas (activity ratio). Istilah lain dari rasio aktivitas yaitu rasio solvabilitas (solvability ratio), rasio manajemen aset (asset management ratio), rasio utilitas (utilization ratio), atau rasio perputaran (turnover ratio). Sebelum membahas rasio aktivitas, sebagai pengantar, ada baiknya kamu mengetahui lima (5) jenis rasio keuangan utama, yaitu sebagai berikut.

  1. Rasio Likuiditas
  2. Rasio Aktivitas
  3. Rasio Leverage
  4. Rasio Profitabilitas
  5. Rasio Nilai Pasar

Kelima rasio keuangan di atas sangat penting bagi pihak berkepentingan dalam mengambil keputusan strategis, termasuk rasio aktivitas (activity ratio). Pada kesempatan ini, invesnesia berfokus untuk menyajikan makalah rasio aktivitas. Pembahasan dimulai dari definisi rasio aktivitas, macam-macam rasio aktivitas, rumus & cara menghitung rasio aktivitas, contoh soal rasio aktivitas perusahaan Tbk, dan standar nilai rasio aktivitas yang bagus.

Definisi Rasio Aktivitas (Activity Ratio)

Gambar Rasio Aktivitas atau Rasio Manajemen Aset

Menurut Brigham & Houston (2013), rasio aktivitas atau rasio manajemen aset (asset management ratio) adalah suatu ukuran untuk melihat seberapa efektif suatu perusahaan dalam mengelola aset, tentu saja dalam rangka untuk meraih manfaat ekonomis. Itulah kenapa rasio keuangan ini juga disebut sebagai rasio pemanfaatan (utilization ratios).

Seperti yang diungkapkan oleh Sherman (2015), utilization ratios mengacu pada pemanfaatan aset perusahaan untuk menghasilkan keuntungan (profit), khususnya bagi pemegang saham yang telah mengeluarkan modal untuk membeli aset tersebut. Jika aset tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan biaya (beban) sehingga menekan keuntungan. Sebaliknya, jika aset digunakan secara efektif, maka akan menghasilkan laba maksimal sehingga dapat mengontrol biaya.

Baca juga: Cash Flow, Apa Itu?

Jenis Rasio Aktivitas

Menurut Fabozzi & Drake (2009), rasio aktivitas — sebagian besar, rasio perputaran (turnover ratios) — dapat digunakan untuk mengevaluasi manfaat yang dihasilkan oleh aset tertentu, seperti persediaan (inventories) atau piutang (accounts receivables), atau untuk mengevaluasi manfaat yang dihasilkan oleh total aset (total assets) perusahaan secara keseluruhan. Fabozzi & Drake (2009) mengelompokkan rasio aktivitas atau rasio manajemen aset ke dalam empat (4) kategori, yaitu sebagai berikut.

  1. Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio)
  2. Rasio Perputaran Piutang (Receivables Turnover Ratio)
  3. Rasio Perputaran Aset Tetap (Fixed Assets Turnover Ratio)
  4. Rasio Perputaran Total Aset (Total Assets Turnover Ratio)

1. Rasio Perputaran Persediaan

Menurut Sherman (2015), rasio perputaran persediaan atau inventory turnover ratio adalah suatu rasio keuangan yang merepresentasikan hubungan antara harga pokok persediaan barang dagangan (the cost of merchandise inventory sold) dan persediaan akhir periode (the ending inventory for the period). Pada intinya, rasio perputaran persediaan mengukur seberapa efisien keseluruhan persediaan yang dijual.

Menurut Fabozzi & Drake (2009), inventory turnover ratio menunjukkan seberapa cepat perusahaan menggunakan persediaan untuk menghasilkan barang dan jasa yang dijual. Perputaran persediaan dapat juga disebut sebagai rasio harga pokok penjualan dengan persediaan (ratio of the cost of goods sold to inventory). Dengan demikian, rumus atau cara menghitung nilai rasio perputaran persediaan yaitu sebagai berikut.

Rasio Perputaran Persediaan = Harga Pokok Penjualan / Persediaan

Inventory Turnover Ratio = Cost of Goods Sold / Inventories

Contoh Soal Rasio Perputaran Persediaan

Sebagai contoh soal dari rasio perputaran persediaan (inventory turnover ratio), invesnesia akan mengambil contoh kasus data keuangan perusahaan Tbk di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sampel yang digunakan yaitu PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), periode per Desember 2019 (dalam jutaan rupiah).

Diketahui:

Jawab:

  • Inventory Turnover Ratio = 20.893.870 / 2.429.234
  • Inventory Turnover Ratio = 6,6 kali (x)

Cara Menginterpretasikan Rasio Perputaraan Persediaan

Nilai rasio perputaran persediaan (inventory turnover ratio) mengindikasikan bahwa investasi dalam bentuk persediaan relatif terhadap yang dibutuhkan untuk penjualan. Contoh kasus PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menghasilkan nilai perputaran persediaan sebanyak 6,6 kali (x). Artinya, pengembalian persediaan Unilever sebanyak 6,6 kali di tahun 2019.

Sebagian besar perusahaan menginvestasikan uang (dana) dalam bentuk persediaan. Produk (barang dan jasa) diproduksi kemudian dijual sebanyak 6,6 kali setahun. Dengan kata lain, rata-rata perputaran persediaan Unilever sebanyak 1,8 bulan dalam setahun yang dihasilkan dari (12 bulan / 6,6 x). Jadi setiap 1,8 bulan, Unilever akan mempersiapkan persediaan baru yang siap untuk dijual kembali.

Menurut Sherman (2015), perputaran persediaan yang tinggi mengindikasikan bahwa jumlah persediaan perusahaan terlalu kecil, dan perusahaan tidak mampu memenuhi permintaan pelanggan. Selain itu, ada kemungkinan bahwa perusahaan menjual barang dengan harga yang terlalu murah. Namun, perputaran persediaan yang tinggi juga bisa menunjukkan perusahaan sangat efisien dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

2. Rasio Perputaran Piutang

Hampir sama dengan rasio perputaran persediaan, investor juga bisa mengevaluasi kinerja manajemen perusahaan dari piutang dan kebijakan kreditnya. Rasio perputaran piutang atau receivables turnover ratio adalah suatu ukuran untuk menilai seberapa efektif perusahaan memberikan kredit kepada pelanggan. Alasan pemberian kredit adalah untuk meningkatkan penjualan (Fabozzi & Drake, 2009).

Menurut Horne & Wachowicz (2009), rasio perputaran piutang (receivables turnover ratio) adalah rasio keuangan yang memberikan wawasan tentang kualitas piutang perusahaan dan seberapa sukses perusahaan dalam mengoleksinya. Risiko dari pemberian kredit yaitu adanya kemungkinan gagal bayar – pelanggan tidak mampu membayar utang atau liabilitas sesuai perjanjian. Rumus atau cara menghitung receivables turnover ratio yaitu sebagai berikut.

Rasio Perputaran Piutang = Penjualan Kredit / Piutang

Receivable Turnover Ratio = Net Credit Sales / Receivables

Contoh Soal Rasio Perputaran Piutang

Masih menggunakan contoh kasus yang sama, yaitu data keuangan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan periode per Desember 2019 (dalam jutaan rupiah).

Diketahui:

  • Penjualan Bersih atau Net Sales = 42.922.563
  • Persediaan atau Receivables = 5.335.489

Jawab:

  • Receivable Turnover Ratio = 42.922.563 / 5.335.489
  • Receivable Turnover Ratio = 8 kali (x)

Note: Ketika angka penjualan kredit (net credit sales) untuk suatu periode tidak tersedia, kamu bisa menggunakan angka total penjualan (total sales) atau penjualan bersih (net sales) sebagai alternatif. Contoh kasus Unilever menggunakan penjualan bersih (net sales).

Cara Menginterpretasikan Rasio Perputaran Piutang

Rasio perputaran piutang menunjukkan berapa kali piutang telah dialihkan atau diubah menjadi uang tunai selama tahun tersebut. Semakin tinggi nilai receivable turnover ratio perusahaan, maka semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh uang tunai dari penjualan kredit. Pada kasus Unilever, perputaran piutang yaitu 8 x selama periode 2019.

Dengan kata lain, Unilever telah melalui 8 siklus penjualan kredit menjadi uang tunai sepanjang 2019. Biasanya, semakin besar pendapatan perusahaan (omset), semakin singkat waktu antara penjualan dan penerimaan tunai (baca: semakin kecil piutang).

Bagaimana jika siklus perputaraan piutang dihitung dengan rata-rata per hari? Nah, untuk mencari periode pengumpulan rata-rata piutang per hari, Brigham & Houston (2013) menggunakan rasio days sales outstanding (DSO). Rasio ini digunakan untuk melihat perputaran piutang perusahaan dalam siklus harian. Rumus atau cara menghitungnya yaitu sebagai berikut:

DSO = Receivables / (Net Sales/365)

DSO = 5.335.489 / (42.922.563/365)

DSO =  5.335.489 / 117.596

DSO = 45 hari

Sebenarnya, jika kamu sudah mendapatkan nilai rasio perputaraan piutang dalam satuan siklus tahunan – yang mana Unilever memperoleh 8 x selama 2019 – maka untuk mencari rasio days sales outstanding (DSO), kamu  tinggal membagi jumlah hari dalam setahun (365) dengan 8 x.

365/8 = 45 hari

Hasilnya akan sama yaitu 45 hari. Cara menginterpretasi rasio tersebut juga sama. DSO mewakili lamanya rata-rata perusahaan harus menunggu untuk memperoleh uang tunai (cash) dari penjualan kredit. Artinya, Unilever butuh 45 hari agar penjualan kreditnya bisa cair (dikonversi menjadi uang tunai). Semakin singkat waktu tunggu, semakin baik. Istilah lain dari DSO adalah average collection period (ACP).

Rasio Perputaran Aset Tetap

Menurut Brigham & Houston (2013), rasio perputaran aset tetap atau fixed assets turnover ratio adalah rasio keuangan yang mengukur seberapa efektif suatu perusahaan dalam memanfaatkan aset tetap (pabrik dan peralatannya). Rumus atau formula untuk menghitung nilai rasio perputaran aset tetap yaitu dengan membandingkan total penjualan (total sales) dengan aktvita tetap (fixed assets).

Rasio Perputaran Aset Tetap = Penjualan / Aset Tetap

Fixed Assets Turnover Ratio = Total Sales / Fixed Assets

Contoh Soal Rasio Perputaran Aset Tetap

Berikut data keuangan dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) per Desember 2019 (dalam jutaan rupiah).

Diketahui:

  • Total Penjualan atau Sales = 42.922.563
  • Aset Tetap atau Fixed Assets = 12.119.037

Jawab:

Fixed Asset Turnover Ratio = 42.922.563 / 12.119.037

Fixed Asset Turnover Ratio = 3,5 kali (x)

Cara Menginterpretasikan Rasio Perputaran Aset Tetap

Nilai rasio perputaran aset tetap (fixed asset turnover ratio) dapat menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola aset tetap untuk meraih pendapatan (revenues) dan penjualan (sales). Diketahui nilai rasio perputaran aset tetap Unilever yaitu 3,5 x. Artinya, pada tahun 2019, setiap rupiah yang diinvestasikan pada aset tetap akan menghasilkan pendapatan 3,5 kali lipat. Semakin tinggi nilai rasio ini, semakin baik kinerja perusahaan dalam memaksimalkan aset tetap untuk meraih pendapatan.

4. Rasio Perputaran Total Aset

Jenis rasio aktivitas yang terakhir yaitu rasio perputaran total aset (total asset turnover ratio). Menurut Brigham & Houston (2013), rasio perputaran total aset adalah ukuran untuk menunjukkan seberapa efektif pengelolaan aset perusahaan untuk menghasilkan pendapatan. Aset yang digunakan mencakup aset tetap (fixed assets) dan aset lancar (current assets), atau disebut juga sebagai total aset perusahaan secara keseluruhan. Rumus atau formula untuk menghitung rasio perputaran aset yaitu dengan membandingkan penjualan dengan total aset.

Rasio Perputaran Total Aset = Penjualan / Total Aset

Total Assets Turnover Ratio = Total Sales / Total Assets

Contoh Soal Rasio Perputaran Total Aset

Data keuangan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) untuk periode per Desember 2019 (dalam jutaan rupiah).

Diketahui:

  • Penjualan atau Sales = 42.922.563
  • Total Akvita atau Total Assets = 20.649.371

Jawab:

Total Asset Turnover Ratio = 42.922.563 / 20.649.371

Total Asset Turnover Ratio = 2,1 kali (x)

Cara Menginterpretasikan Rasio Perputaran Total Aset

Nilai rasio perputaran total aktiva (total asset turnover ratio) dapat menunjukkan kinerja perusahaan dalam mengelola semua aset yang dimiliki untuk meriah pendapatan (revenues) atau penjualan (sales). Unilever memiliki nilai rasio perputaran total aset sebesar 2,1 x pada tahun 2019. Itu mengindikasikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan untuk membeli total aset perusahaan, akan menghasilkan return atau pendapatan sebanyak 2,1 kali lipat. Semakin tinggi nilai rasio ini, semakin bagus perusahaan dalam memaksimalkan aset.

Cara Analisis Rasio Aktivitas

Setelah memahami bagaimana cara menginterpretasi masing-masing dari jenis rasio aktivitas, lalu bagaimana cara melakukan analisis rasio aktivitas? Analisis rasio keuangan yang paling umum digunakan yaitu dengan metode perbandingan industri (industry comparison). Maksudnya, kamu membandingkan nilai rasio keuangan suatu perusahaan dengan nilai rata-rata industri (industry average) di mana perusahaan tersebut berada.

Unilever adalah salah satu perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur di Bursa Efek Indonesia (BEI), tepatnya berada di sektor industri barang konsumsi (consumer goods industry). Nah, langkah-langkah untuk melakukan analisis rasio keuangan dengan menggunakan perbandingan rata-rata industri yaitu sebagai berikut.

Baca juga: Semua Sektor di BEI

Langkah pertama, cari nilai rata-rata industri untuk setiap jenis rasio aktivitas. Bagaimana caranya? Jumlahkan nilai rasio aktivitas semua perusahaan di industri tersebut, kemudian dibagi dengan jumlah perusahaan secara keseluruhan.

Langkah kedua, bandingkan nilai rasio keuangan dari rata-rata industri (industry average) dengan nilai rasio keuangan PT Unilever Indonesia Tbk. Berikut contohnya:

  1. Rasio Perputaran Persediaan Unilever = 6,6 x. Sedangkan nilai rata-rata industri yaitu 3,5 x.
  2. Rasio Perputaran Piutang Unilever = 8 x. Sedangkan nilai rata-rata industri yaitu 5 x.
  3. Rasio Perputaran Aset Tetap Unilever = 3,5 x. Sedangkan nilai rata-rata industri yaitu 2 x.
  4. Rasio Perputaran Total Aset Unilever = 2,1 x. Sedangkan nilai rata-rata industri yaitu 1,5 x.

Bisa kamu lihat bahwa keempat jenis rasio aktivitas dari Unilever ternyata lebih besar atau berada di atas nilai rasio aktivitas dari rata-rata industri. Lalu, berapa nilai rasio aktivitas yang bagus (ideal)? Secara umum, semakin tinggi nilai rasio aktivitas, maka semakin baik kinerja perputaran (turnover) aset perusahaan, baik untuk aset lancar, aset tetap, maupun total aset secara keseluruhan. Dengan kata lain, perusahaan mampu memanfaatkan aset untuk meraih pendapatan.

Berdasarkan analisis rasio keuangan metode perbandingan industri, maka dapat disimpulkan bahwa kinerja rasio aktivitas Unilever sangat bagus karena memiliki nilai rasio keuangan di atas rata-rata. Unilever adalah perusahaan yang sudah mapan (maturity) dan menjadi market leader di sektor industri barang konsumsi, bahkan di sektor manufaktur. Jadi tidak heran jika rasio aktivitas Unilever berada di atas rata-rata industri (industry average).

Simpulan

Well, itulah makalah rasio aktivitas yang dibahas secara lengkap dan terstruktur. Dengan harapan, para pemula yang sedang belajar rasio keuangan dapat memahami dengan mudah. Apa simpulan yang bisa diambil? Pada intinya, rasio aktivitas adalah ukuran yang sangat penting untuk menilai cara perusahaan mengelola aset untuk mencapai penjualan (sales) atau pendapatan (revenues). Semakin tinggi nilai rasio aktivitas, semakin bagus kinerja perusahaan dalam memanfaatkan aset.

Referensi

Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2013). Fundamentals of Financial Management (13th ed.). Mason: South-Western Cengage Learning.

Fabozzi, F. J., & Drake, P. P. (2009). Capital Markets, Financial Management, and Investment Management. Hoboken: Wiley.

Horne, J. C. V., & Wachowicz Jr, J. M. (2009). Fundamentals of Financial Management (13th ed.). Harlow: Pearson Education Limited.

Sherman, E. H. (2015). A Manager’s Guide to Financial Analysis (6th ed.). New York City: American Management Association.

Penting: Mohon mencantumkan sumber invesnesia.com jika mengutip isi artikel.

Tag: rasio aktivitas, rasi manajemen aset, rasio perputaran persediaan, rasio perputaran piutang, rasio perputaran total aset, rasio perputaran aset tetap.

error: Content is protected !!