Rasio Nilai Pasar (Market Value Ratios): Definisi & Analisis

Rasio pasar atau rasio nilai pasar (market value ratios) merupakan salah satu jenis rasio keuangan (financial ratios) yang paling unik. Kenapa? Karena market value ratios dapat memberikan informasi terkait jenis rasio keuangan lainnya, seperti (1) rasio likuiditas, (2) rasio aktivitas, (3) rasio leverage, dan (4) rasio profitabilitas. Menurut Brigham & Houston (2013), ketika keempat jenis rasio keuangan lainnya tersebut dianggap baik oleh investor dalam jangka panjang, maka rasio nilai pasar akan meningkat.

Lalu, apa yang dimaksud dengan rasio nilai pasar (market value ratios)? Pada artikel ini, invesnesia akan menyajikan makalah rasio pasar yang akan membahas banyak materi. Mulai dari pengertian rasio pasar, fungsi & tujuan rasio nilai pasar, macam-macam rasio pasar, contoh soal, cara interpretasi, dan cara analisis rasio pasar. Untuk lebih lengkap, berikut penjelasannya.

Pengertian Rasio Nilai Pasar (Market Value Ratios)

Gambar Rasio Nilai Pasar atau Market Value Ratios

Menurut Brigham & Houston (2013), definisi rasio nilai pasar (market value ratios) adalah suatu rasio yang menghubungkan nilai harga saham terhadap pendapatan (stock price to earnings) perusahaan dengan nilai buku (book value price) perusahaan. Dengan kata lain, rasio nilai pasar dapat memberikan perbandingan antara kinerja fundamental perusahaan dengan prospek bisnis yang tercermin dari harga saham perusahaan. Selain itu, bagi investor, rasio pasar juga bisa memberikan informasi apakah nilai buku perusahaan sebanding dengan nilai pasarnya – hal ini terkait dalam keputusan investasi saham.

Fungsi & Tujuan Rasio Nilai Pasar

Dari penjelasan mengenai definisi rasio nilai pasar (market values ratios), sebenarnya sudah bisa dilihat secara ringkas tentang fungsi dan tujuan rasio nilai pasar. Secara umum, rasio pasar berfungsi untuk memberikan informasi kepada stakeholders terkait perbandingan nilai buku perusahaan dengan nilai pasar yang tercermin dari harga saham perusahaan. Ada beberapa pihak yang berkepentingan terhadap rasio nilai pasar, yaitu sebagai berikut.

  1. Bagi investor, rasio pasar digunakan untuk mengambil keputusan beli (buy) atau jual (sell) saham.
  2. Bagi bankir investasi, rasio pasar digunakan untuk menetapkan harga saham perusahaan ketika adanya penerbitan saham baru atau initial public offering (IPO).
  3. Bagi perusahaan, rasio pasar digunakan untuk memutuskan seberapa banyak nilai yang ditawarkan kepada perusahaan lain dalam potensi merger.

Jenis Rasio Nilai Pasar

Menurut Brigham & Houston (2013), ada dua macam rasio nilai pasar (market values ratios) yang paling umum digunakan, yaitu Price to Earnings Ratio (PER) dan Market to Book Value (MTB) Ratio. Kedua jenis rasio nilai pasar tersebut secara umum hampir memberikan informasi yang sama, namun ada beberapa perbedaan. Untuk lebih jelas, berikut pembahasan selengkapnya.

1. PriceEarnings Ratio

Price to earnings ratio (PER) adalah rasio keuangan yang menunjukkan seberapa banyak investor bersedia membayar setiap rupiah dari keuntungan perusahaan. Rumus atau cara menghitung rasio PER yaitu dengan membandingkan harga saham (stock price) dengan pendapatan per lembar saham (earnings per share) perusahaan.

PER = Stock Price / Earnings per Share

Sedangkan rumus untuk mencari earnings per share (EPS) yaitu sebagai berikut:

Earnings per Share = (Net IncomePreferred Stock Dividend) / Weighted Average Number of Common Stock Shares Outstanding

Contoh Kasus PriceEarnings Ratio

Sebagai contoh kasus atau contoh soal, invesnesia akan mengambil sampel salah satu perusahaan go public yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT Aneka Tambang Tbk – kode saham ANTM. Untuk melihat rasio PER, sebenarnya tidak perlu lagi mencari secara manual di dalam laporan keuangan. Ya, rasio PER perusahaan yang terdaftar di BEI bisa dengan mudah dilihat di dalam ringkasan kinerja perusahaan tercatat. Sebagai contoh, nilai rasio PER ANTM pada 2017 yaitu 110 kali (x), dengan rincian: harga saham penutupan 2017 yaitu Rp625 dan nilai EPS yaitu Rp5,68.

Cara Interpretasi PriceEarnings Ratio

Lalu bagaimana cara menginterpretasikan rasio PER tersebut? Jadi, nilai PER menunjukkan berapa harga atau nilai yang ditempatkan investor di pasar saham untuk setiap rupiah pendapatan yang dihasilkan perusahaan. Dengan kata lain, rasio PER perusahaan bisa menjadi cerminan dari kinerja keuangan perusahaan. ANTM memiliki PER sebesar 110x pada 2017. Artinya, harga saham (stock price) perusahaan bernilai 110 kali lebih besar dari laba per lembar saham (earnings per share) perusahaan.

Rasio PER yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki prospek yang bagus di masa depan. Sebaliknya, PER yang rendah menunjukkan prospek bisnis perusahaan kurang menarik. Ketika investor menilai perusahaan memiliki pertumbuhan yang baik dalam jangka panjang, maka harga saham akan naik, sehingga rasio PER juga akan meningkat. Meskipun begitu, rasio PER yang tinggi juga mengindikasikan bahwa harga saham perusahaan terlalu mahal – tidak sebanding dengan earnings per share (EPS) yang dihasilkan.

Cara Analisis PriceEarnings Ratio

Cara menentukan nilai PER yang tinggi atau rendah, maka bisa dilakukan analisis. Cara analisis rasio keuangan yang umum digunakan yaitu dengan metode perbandingan industri (industry comparison). Dengan kata lain, rasio PER ANTM dibandingkan dengan rasio PER industri, tepatnya industri pertambangan – karena Antam berada di sektor industri pertambangan. Nah, pada tahun 2017, PER industri pertambangan diketahui sebesar 6,26x. Artinya, rasio PER ANTM berada di atas rata-rata industri. Dengan demikian, nilai PER ANTM dapat dikatakan sangat tinggi.

2. MarketBook Value Ratio

Market to book value (MBV) atau lebih populer disebut price to book value (PBV) ratio adalah rasio keuangan yang memberikan informasi bagi investor terkait nilai buku (book value) dan harga saham (stock price) perusahaan. Rumus atau cara menghitung rasio MBV atau PBV yaitu dengan membandingkan harga saham (stock price) dengan nilai buku per lembar (book value per share).

MBV atau PBV = Stock Price / Book Value per Share

Sedangkan rumus untuk mencari book value per share (BVPS) yaitu sebagai berikut:

Book Value per Share = Common Equity / Shares Outstanding

Contoh Kasus MarketBook Value Ratio

Masih menggunakan sampel yang sama, yaitu PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM. Untuk melihat rasio price to book value (PBV) bisa langsung di lihat di dalam laporan ringkasan kinerja perusahaan tercatat. Diketahui rasio PBV ANTM pada 2017 yaitu 0,81 kali (x), dengan rincian: harga saham penutupan 2017 yaitu Rp625 dan nilai book value (BV) yaitu Rp769,45.

Cara Interpretasi MarketBook Value Ratio

Lalu bagaimana cara interpretasi rasio MBV atau PBV tersebut? Jadi, nilai PBV menunjukkan perbandingan harga saham perusahaan dengan nilai bukunya. ANTM memiliki PBV sebesar 0,81x pada 2017. Artinya, harga saham (stock price) perusahaan bernilai lebih kecil dari nilai buku per lembar (book value per share) perusahaan, tepatnya 0,19x lebih kecil.

Nilai rasio MBV atau PBV yang kecil dari 1x dapat mengindikasikan bahwa harga saham perusahaan terbilang masih murah (undervalued) sehingga ada potensi untuk mendekati harga wajarnya (fair value). Sebaliknya, rasio PBV yang lebih dari 1x menunjukkan harga saham perusahaan lebih besar dari nilai bukunya, yang artinya harga saham cenderung mahal (overvalued).

Cara Analisis MarketBook Value Ratio

Untuk menentukan mahal atau murahnya harga saham perusahaan, perlu dilakukan analisis. Salah satu cara analisis price to book value (PBV) ratio yaitu dengan membandingkan nilai PBV suatu perusahaan dengan nilai PBV industrinya. Dalam kasus ini, rasio PBV ANTM tahun 2017 yaitu 0,81x. Sedangkan nilai rata-rata PBV industri sektor pertambangan, misalnya yaitu 1,5x. Artinya, rasio PBV ANTM berada di bawah rata-rata industri, yang artinya harga saham ANTM terbilang masih murah atau undervalue.

Simpulan

Jadi pada dasarnya, rasio nilai pasar (market value ratios) digunakan untuk melihat nilai pasar perusahaan yang tercermin dari harga saham (stock price) dengan kinerja keuangan perusahaan yang tercermin dari nilai earnings per share (EPS) dan book value per share (BVPS). Intinya, semakin tinggi nilai pasar perusahaan, mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki prospek yang bagus dalam jangka panjang atau pertumbuhan yang baik. Dengan kata lain, investor menaruh ekspektasi tinggi terhadap perusahaan. Vice versa. Semoga makalah rasio nilai pasar ini bisa menambah referensi kamu, ya.

Referensi

Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2013). Fundamentals of Financial Management (13th ed.). Mason: South-Western Cengage Learning.

Sherman, E. H. (2015). A Manager’s Guide to Financial Analysis (6th ed.). New York City: American Management Association.

Penting: Mohon mencantumkan sumber invesnesia.com jika mengutip isi artikel.

Tag: rasio pasar, rasio nilai pasar, market value ratios, price to earnings ratio (PER), market to book value ratio (MBV), price to book value ratio (PBV).

error: Content is protected !!