Cash Flow Adalah – Pengertian, Rumus, Cara Analisis, Contoh

Arus kas atau cash flow adalah unsur penting di dalam suatu bisnis, mulai dari bisnis mikro, kecil, menengah, dan besar. Istilah cash flow selalu dikaitkan dengan keuangan, tentu saja ini benar. Di dalam laporan keuangan, misalnya, ada yang disebut sebagai laporan arus kas atau cash flow statement. Aliran kas perusahaan terdiri dari berbagai jenis alias bersumber dari aktivitas tertentu. Bagi pebisnis, analis, investor, peneliti, atau siapa pun yang ingin mengeksloprasi apa itu cash flow secara komprehensif, artikel ini akan memandu Anda untuk mencapai itu. Berikut makalah atau materi tentang cash flow.

Pengertian Cash flow

arus-kas-cash-flow

Apa itu cash flow? Arus kas atau cash flow adalah aliran uang (dana) suatu entitas bisnis dalam periode waktu tertentu, terdiri dari dua arus, yakni (1) arus kas masuk atau cash inflows dan (2) arus kas keluar atau cash outflows. Arus kas adalah elemen penting yang harus dipahami dengan baik oleh investor.

Kenapa? Menurut para ahli, pengertian cash flow adalah indikator untuk menganalisis kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban kontraktual (contractual obligations) dan menjaga dividen dan kebijakan belanja modal saat ini tanpa bergatung pada external financing (Fabozzi dan Drake, 2009).

Selain itu, investor harus memahami mengapa arus kas begitu penting bagi pihak eksternal, terlebih bagi analis saham (stock analyst) yang melingkupi perusahaan. Ini mengacu pada prinsip penilaian dasar (basic valuation principle) yang mana nilai perusahaan (firm value) saat ini adalah nilai sekarang dari arus kas masa depan yang diharapkan. Formula prinsip penilaian dasar:

The value of a company today = the present value of its expected future cash flows

Jenis Cash flow

Arus kas atau cash flow terdiri dari beberapa jenis. Dalam konteks keuangan, ada 4 (empat) jenis arus kas, yaitu sebagai berikut.

  1. Kas dari Aktivitas Operasi. Cash flow yang bersumber dari kegiatan operasional bisnis inti suatu perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas ini tidak bersumber dari aktivitas investasi. Cash flow from operations ini dapat ditemukan pada bagian pertama dari Laporan Arus Kas (Cash flow Statement) perusahaan.
  2. Free Cash flow to Equity (FCFE). FCFE adalah uang tunai (cash) yang tersisa setelah perusahaan melakukan investasi kembali ke dalam bisnis (baca: capital expenditures).
  3. Free Cash flow to the Firm (FCFF). FCFF adalah adalah indikator dengan asumsi bahwa perusahaan tidak memiliki leverage atau utang. Jenis cash flow ini biasanya digunakan dalam financial modelling.
  4. Net Change in Cash. Pengertian net change in cash adalah perubahan jumlah arus kas (cash flow) dari satu periode akuntansi ke periode berikutnya.

Fungsi Cash flow

Berbicara tentang fungsi cash flow, ini dapat mengacu pada penggunaannya. Secara umum, arus kas atau cash flow digunakan sebagai indikator dalam analisis keuangan perusahaan. Penggunaan cash flow lebih detail yaitu sebagai berikut.

  • Net Present Value (NPV) – menghitung nilai bisnis melalui selisih arus kas masuk dan arus kas keluar sehingga diperoleh nilai bersih saat ini. Ini juga digunakan dalam membangun model Discounted Cash flow (DCF).
  • Internal Rate of Return (IRR) – digunakan untuk mengukur efisiensi dari aktivitas investasi perusahaan.
  • Likuiditas (Liquidity) – mengukur kemampuan perusahaan melunasi utang atau liabilitas jangka pendek.
  • Free Cash flow Yield (FCFY) – membandingkan free cash flow per share perusahaan dengan market value per share. Dengan kata lain, FCFY dapat menjadi metrik cash flow yang dibandingkan dengan ukuran perusahaan (firm size). FCFY adalah salah satu rasio solvabilitas (solvency ratio).
  • Cash flow Per Share (CFPS) – mengukur kekuatan keuangan perusahaan. Analis keuangan dan investor saham umumnya lebih menggunakan Earning Per Share (EPS). Namun, CFPS dianggap lebih baik dalam menjelaskan keuangan perusahaan karena laba per saham (EPS) dapat dimanipulasi sedangkan arus kas per saham (CFPS) lebih sulit.
  • Price to Cash flow Ratio (PCF Ratio) – diukur dengan membandingkan harga saham (stock price) dengan CFPS. Rasio keuangan ini digunakan sebagai alternatif dari Price Earnings Ratio (PER).
  • Cash Conversion Ratio (CCR) – mengukur waktu yang dibutuhkan suatu entitas bisnis untuk mengubah investasi awal berupa persediaan (inventories) menjadi uang tunai (cash) melalui pembayaran dari konsumen.
  • Kesenjangan Pendanaan (Funding Gap) – metrik untuk melihat seberapa banyak kekurangan uang tunai (cash) perusahaan yang perlu dicukupi.
  • Pembayaran Dividen (Dividend Payments) – arus kas atau cash flow dapat berfungsi sebagai dana yang siap digunakan untuk membayarkan dividen kepada investor.
  • Pengeluaran Modal (Capital Expenditures) – arus kas atau cash flow dapat digunakan untuk investasi kembali (reinvestment) dalam rangka mengejar pertumbuhan (growth).

Lebih sederhana, fungsi cash flow dapat dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu sebagai berikut.

  • Fungsi cash flow sebagai likuiditas – berkaitan dengan kas tersedia untuk memenuhi aktivitas operasional rutin tanpa mengurangi investasi awal.
  • Fungsi cash flow sebagai anti inflasi – berkaitan dengan kas yang disimpan untuk meminimalkan risiko penurunan daya beli di masa depan yang dapat dialirkan dengan cepat.
  • Fungsi cash flow sebagai capital growth – berkaitan dengan kas yang digunakan untuk pertumbuhan kekayaan perusahaan dalam jangka waktu panjang.

Aliran kas atau cash flow dalam konteks bisnis dapat terbagi mejadi tiga komponen utama, yaitu sebagai berikut.

  1. Initial Cash Flow – adalah aliran kas awal yang digunakan untuk pengeluaran aktivitas investasi, contoh: pembelian tanah, gedung, dan beban dibayar di muka. Ini termasuk cash outflows.
  2. Operational Cash Flow – adalah aliran kas bersumber dari operasional bisnis, seperti penjualan (sales), biaya umum, dan administrasi. Ini bisa terdiri dari cash inflows dan cash outflows.
  3. Terminal Cash Flow – adalah aliran kas yang berkaitan dengan nilai residu (sisa) dari aktiva dan modal kerja (working capital) yang digunakan perusahaan untuk investasi. Nilai residu dapat mengacu pada nilai akhir ekonomis dari aktiva.

Manfaat Cash flow

Seperti yang telah dijelaskan bahwa cash flow adalah emelen yang tidak boleh diabaikan karena dapat menggambarkan kesehatan keuangan perusahaan. Berikut ini adalah manfaat ketika suatu perusahaan mampu menjaga arus kas (cash flow) dengan baik.

  1. Menghindari overstock atau persediaan yang berlebihan. Suatu bisnis kadang berpikir untuk membeli persediaan atau stock barang lebih banyak agar mendapatkan potongan harga (diskon). Ini juga dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi. Namun, bagaimana jika permintaan rendah? Perusahaan akan mengalami overstock. Akibatnya, barang akan tertimbun di dalam gudang, terjadi penyusutan, penurunan kualitas, expired, dan risiko lainnya yang bisa mengurangi keuntungan perusahaan.
  2. Menghindari overspending. Konsekuensi overspending adalah terganggunya alokasi anggaran dan pencapaian tujuan perusahaan yang lebih besar. Perusahaan harus memperhatikan aliran kas keluar atau cash outflows bahwa itu telah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Perusahaan tidak boleh terlena ketika mendapatkan aliran kas masuk atau cash inflows yang melebihi target. Fokus pada pencapaian jangka panjang (growth) akan jauh lebih menguntungkan.
  3. Mengetahui kemajuan perusahaan. Arus kas atau cash flow adalah salah satu indikator untuk melihat keuntungan yang berhasil diperoleh perusahaan dari aktivitas bisnis yang dilakukan. Di laporan arus kas atau statement of cash flow suatu perusahaan, Anda akan melihat dari mana sumber kas berasal. Ada 3 (tiga) aliran kas, yaitu (1) cash from operating activities, (2) cash from investing activities, dan (3) cash from financing activities.

Cara Analisis Arus Kas

Apa itu analisis arus kas atau cash flow analysis? Secara sederhana, analisis cash flow adalah metode untuk mengukur kesehatan keuangan dan proyeksi kas perusahaan di masa depan. Biasanya, untuk menganalisis arus kas perusahaan, para analis akan melihat dan mengacu pada laporan arus kas. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada 3 (tiga) sumber arus kas perusahaan, yaitu bersumber dari kegiatan operasi (operations), investasi (investing), dan pembiayaan (financing). Berikut tahapan cara analisis cash flow perusahaan.

Pertama, persiapkan laporan arus kas atau cash flow statement perusahaan.

Kedua, analisis arus kas positif secara komprehensif dari tiga sumber utama.

  • Operating: ketika pendapatan operasional (operating income) perusahaan lebih besar dari pendapatan bersih (net income), itu mengindikasikan bahwa perusahaan sanggup dalam menjaga aktivitas operasi secara berkelanjutan.
  • Investing: arus kas investasi yang positif adalah indikasi bahwa perusahaan banyak menjual aset tetap (fixed assets) atau melepaskan proyek bisnis tertentu. Hal ini akan mendatangkan kas masuk (cash inflows). Sebaliknya, arus kas investasi negatif tidak selalu buruk, itu dapat mengindikasikan perusahaan mengeluarkan uang (cash outflows) untuk kegiatan investasi dan mengejar growth. Dengan catatan, arus kas dari operasional harus bernilai positif.
  • Financing: arus kas pembiayaan umumnya bersumber dari utang bank dan pembayaran dividen. Yang perlu diperhatikan adalah keputusan apakah pinjaman dari bank merupakan langkah yang efisien untuk pendanaan perusahaan? Apakah pembayaran dividen kas kepada pemegang saham merupakan langkah yang tepat?

Ketiga, analisis arus kas negatif. Yang paling penting diperhatikan adalah cash flow negatif dari kegiatan operasional. Ini adalah sumber pendapatan inti bisnis dan sangat fundamental. Bayangkan, bagaimana perusahaan bisa mempertahankan kelangsungan bisnis kalau aliran kas dari operasi bisnis inti bernilai negatif? Perusahaan yang tidak mampu menghasilkan arus kas operasi positif adalah perusahaan yang sedang sakit atau sekarat.

Kempat, hitung free cash flow (FCF). Formula atau rumus FCF adalah cash from operations dikurangi dengan capital expenditures. Arus kas bebas dapat digunakan untuk berbagai kepentingan, seperti membayar utang pokok dan bunga, buyback saham, akuisisi perusahaan, dan sebagainya. Semakin besar FCF perusahaan, semakin baik.

Kelima, fokus utama yaitu pada margin arus kas operasi atau operating cash flow margin. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, arus kas operasi menunjukkan kesehatan bisnis perusahaan dan berkaitan erat dengan kelangsungan bisnis jangka panjang. Anda perlu menghitung operating cash flow margin ratio untuk melihat persentase penjualan (sales), dan mengukur kinerja perusahaan dalam mengubah sales menjadi cash.

Analisis Rasio Keuangan untuk Cash flow

Menurut Fabozzi dan Drake (2009), informasi arus kas untuk analisis rasio, dapat diketahui melalui data keuangan yang ada di dalam balance sheet dan laporan laba rugi. Ada beberapa rasio berbasis cash flow yang berguna untuk menilai risiko keuangan, mengevaluasi kinerja operasi dan kondisi keuangan perusahaan. Salah satu rasio yang membantu menilai lebih jauh terkait cash flow adalah rasio cakupan pengeluaran modal (capital expenditures coverage ratio) atau cash flow to capital expenditures ratio.

Rumus cash flow to capital expenditures = Cash flow / Capital expenditures

Rasio ini menyajikan informasi tentang fleksibilitas keuangan suatu perusahaan dan sangat berguna khususnya bagi perusahaan padat modal dan utilitas. Semakin besar nilai rasio ini, semakin besar fleksibilitas keuangannya.

Meskipun begitu, analisis dan interpretasi rasio ini harus dilakukan dengan hati-hati terhadap perubahan nilai dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, rasio cash flow to capital expenditures yang menurun dapat diinterpretasikan dalam dua cara. Pertama, perusahaan kesulitan menambah kapasitas melalui capital expenditures tanpa meminjam dana (utang). Kedua, perusahaan melalui periode ekspansi modal besar sehingga membutuhkan waktu untuk menghasilkan pendapatan yang akan meningkatkan cash flow dari operasi.

Fabozzi dan Drake (2009) juga menjelaskan bahwa ada cash flow ratio lainnya yang dapat dipertimbangkan, yaitu cash flow to debt, formulanya sebagai berikut.

Rumus cash flow to debt = Cash flow / Debt

Rasio cash flow to debt adalah rasio cash flow perusahaan dari kegiatan operasi terhadap total utang. Rasio ini adalah jenis rasio cakupan (coverage ratios) yang menunjukkan jangka waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk melunasi kewajiban jika menggunakan seluruh arus kas untuk pembayaran utang. Alasan lebih memilih arus kas daripada pendapatan adalah karena arus kas mampu memberikan perkiraan yang lebih baik terkait kemampuan perusahaan untuk membayar utang. Utang dapat direpresentasikan sebagai total liabilitas.

Free Cash flow

Kami telah cukup banyak menyinggung tentang arus kas bebas atau free cash flow sebelumnya. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan free cash flow (FCF)? Secara umum, free cash flow adalah uang tunai yang tersedia setelah memperhitungkan arus kas keluar (cash outflows) untuk mendukung aktivitas operasional dan memelihat modal aktiva atau capital assets.

Berbeda dari pendapatan bersih (net income), FCF menjadi metrik profitabilitas dengan mengecualikan non-cash expenses dari laporan laba rugi (income statement), dan termasuk pengeluaran untuk peralatan dan aktiva serta perubahan working capital  dari neraca (balance sheet).

Lalu bagaimana cara menghitung free cash flow (FCF) perusahaan? Ada beberapa contoh format untuk rumus free cash flow yang bisa digunakan. Berikut rumus FCF menurut Fabozzi dan Drake (2009).

Alternatif 1.

  • Rumus FCF = cash flow from operationscapital expenditures

Alternatif 2.

  • Rumus FCF = cash flow from operationsadjusted interestcapital expenditures

Alternatif 3.

  • Rumus FCF = cash flow from operationscapital expenditures + borrowingsdebt repayments

Pembahasan lengkap, silakan baca di sini: Free Cash Flow (FCF) dan Cara Analisis

Cash flow Statement

Kami telah membahas secara lengkap dan detail tentang Laporan Arus Kas (Cash flow Statement) di artikel sebelumnya: Klik di Sini.

Kami di sini hanya akan menjelaskan secara ringkas apa itu cash flow statement. Secara umum, pengertian laporan arus kas dapat mengacu pada sebuah laporan yang menjelaskan cash inflows dan cash outflows suatu perusahaan pada periode tertentu. Tujuan laporan arus kas yaitu untuk menyederhanakan hasil dari laporan keuangan lain yang saling berkaitan untuk periode berjalan.

Manfaat laporan arus kas adalah untuk menjelaskan kepada pengguna terkait perencanaan, keputusan, dan keberhasilan manajemen perusahaan dalam hal-hal yang terkait dengan cash. Bagi internal perusahaan, cash flow statement dapat membantu mereka dalam menganalisis sumber kas (masuk dan keluar) selama periode tertentu.

Sedangkan fungsi cash flow statement setidaknya dapat menjawab beberapa pertanyaan berikut ini.

  1. Berapa jumlah kas yang dihasilkan dan digunakan untuk aktivitas operasi?
  2. Dari mana sumber uang untuk investasi pabrik dan peralatan baru?
  3. Bagaimana cara perusahaan memperoleh pendanaan? Apakah melalui pembiayaan ekuitas, pembiayaan bank atau menerbitkan obligasi?
  4. Jika perusahaan mampu menghasilkan pendapatan bersih (net income) yang baik, mengapa saldo kas lebih kecil dari periode sebelumnya?
  5. Bagaimana perusahaan dapat membayarkan dividen?

Untuk penjelasan lebih lengkap, silakan baca di artikel kami yang lain tentang Laporan Arus Kas. Di sana, Anda akan mendapatkan informasi lain yang tidak disampaikan di sini. Berikut rinciannya:

  • Perusahaan menguntungkan tapi kekurangan cash, apa penyebabnya?
  • Apa penyebab cash perusahaan yang berlebih?
  • Apa saja klasifikasi arus kas atau cash flow classification?
  • Bagaimana format dan contoh laporan arus kas dengan metode langsung dan metode tidak langsung?

Manajemen Arus Kas

Arus kas atau cash flow merupakan unsur penting bagi suatu bisnis sehingga pengelolaannya harus baik. Dengan kata lain, suatu entitas perlu melakukan manajemen arus kas atau cash flow management. Secara umum, pengertian manajemen cash flow adalah suatu proses identifikasi kas masuk dan kas keluar perusahaan.

Manajemen arus kas berfungsi untuk mempredikasi jumlah kas tersedia untuk pengembangan bisnis di masa depan dan untuk pembayaran utang. Manajemen arus kas juga dapat melacak sumber kas dan membantu perusahaan dalam analisis tren dan perubahan. Pada intinya, ini semua untuk memastikan bahwa perusahaan punya cukup uang untuk tetap menjalankan bisnis. Berikut cara atau langkah-langkah manajemen arus kas.

  • Pelihara catatan pembukuan (bookkeeping records) dengan baik dan entri yang tepat waktu terhadap semua transaksi tunai (cash).
  • Lacak dan analisis cash inflows dan cash outflows dari berbagai sumber dengan mempersiapkan laporan arus kas setiap kuartal atau per tiga bulan.
  • Analisis pernyataan tersebut agar dapat memutuskan apakah membebaskan uang tunai atau memasukkan uang tunai ke dalam tambahan bisnis.
  • Identifikasi dan kurangi area dengan pengeluaran berlebih untuk meningkatkan arus kas.
  • Ambil tindakan lain yang diperlukan untuk mencapai arus kas optimal.

Simpulan

Arus kas atau cash flow adalah elemen penting untuk dianalisis karena menunjukkan keberlangsungan hidup perusahaan di masa mendatang. Menurut Fabozzi dan Drake (2009), terdapat dua ukuran untuk analisis cash flow, yaitu dengan arus kas dari operasi dan arus kas bebas (free cash flow/FCF).

Cash flow from operations dapat digunakan untuk memeriksa sumber dan penggunaan arus kas perusahaan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membiayi kegiatan operasionalnya. Untuk mendapatkan informasi cash flow lebih lengkap, disarankan bersandar pada laporan arus kas atau cash flow statement yang akan menunjukkan operating, investing, dan financing cash flow.

Free cash flow adalah arus kas yang dihasilkan melebihi yang dibutuhkan untuk pengeluaran modal (capital expenditures). FCF juga dapat mengacu pada arus kas yang tersisa setelah melakukan investasi modal (capital investment) yang mempertahankan tingkat pertumbuhan perusahaan sekarang. Tidak ada cara yang paling tepat untuk menghitung free cash flow (FCF). Itulah alasan kenapa banyak variasi dalam perhitungan FCF (Fabozzi dan Drake, 2009).

error: Content is protected !!