Konsep Biaya (Concept of Costs)

Dalam teori ekonomi mikro, konsep biaya (concept of costs) sangatlah penting. Ini adalah biaya produksi (cost of production) yang menentukan keputusan produksi seorang pengusaha atau perusahaan dalam rangka memaksimalkan keuntungan. Semakin rendah biaya produksi, semakin besar margin keuntungan. Karena perannya yang penting, maka perlu untuk memahami seperti apa konsep biaya. Sebagai tahap awal, kamu perlu memahami apa yang dimaksud dengan biaya (cost).

Pengertian Biaya

Dalam ilmu ekonomi, biaya (cost) adalah penilaian moneter dari upaya, material, sumber daya, waktu dan utilitas yang dikonsumsi, risiko yang timbul, dan peluang yang hilang dalam produksi barang atau jasa. Suatu perusahaan dapat menimbulkan sejumlah biaya, seperti biaya peluang, biaya tetap, biaya variabel, biaya implisit, biaya eksplisit, biaya sosial, dan biaya lainnya.

Biaya merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan bisnis perusahaan. Dalam hal ini, biaya adalah sumber daya yang lepaskan (forgone) atau dikorbankan (sacrified) untuk mencapai suatu tujuan. Biaya juga dapat didefinisikan sebagai segala pengeluaran untuk memperoleh barang/jasa dari pihak ketiga. Biaya biasanya diukur dalam unit moneter untuk menghitung harga pokok produk/penjualan (HPP) dari perusahaan.

Analisis biaya (cost analysis) melibatkan studi tentang total biaya yang dikeluarkan oleh suatu organisasi untuk memperoleh berbagai sumber daya, seperti tenaga kerja, bahan baku, mesin, tanah, dan teknologi. Ini membantu perusahaan dalam membuat keputusan manajerial, termasuk penentuan harga dan tingkat produksi. Kemudian, itu juga memungkinkan organisasi untuk memutuskan apakah akan memilih alternatif yang tersedia atau tidak.

Berbicara tentang biaya, maka tidak terlepas dari pendapatan (revenue). Pendapatan adalah sejumlah materi (uang) yang diperoleh organisasi dari penjualan barang atau jasa. Namun, pendapatan yang diterima belum termasuk potongan pajak, bunga, dan dividen. Ukuran profitabilitas perusahaan dapat ditentukan misalnya dengan menganalisis biaya dan pendapatannya.

Analisis pendapatan (revenue analysis) adalah proses memperkirakan total pendapatan yang diperoleh organisasi dari berbagai sumber daya. Suatu organisasi dikatakan menguntungkan jika total pendapatannya lebih besar dari biaya yang dikeluarkan.

Konsep Biaya

Gambar Konsep Biaya

Sebagaimana yang telah dijelaskan, pengertian biaya adalah penilaian moneter yang dikeluarkan oleh organisasi untuk berbagai tujuan, seperti memperoleh sumber daya, memproduksi barang dan jasa, periklanan, dan mendapatkan pekerja. Menurut Institute of Cost and Work Accountants (ICWA), biaya mengacu pada “pengukuran dalam istilah moneter dari jumlah sumber daya yang digunakan untuk tujuan produksi barang atau pemberian jasa.” Dalam konteks manufaktur, biaya mengacu pada jumlah total nilai moneter dari sumber daya yang digunakan dalam memproduksi atau membuat produk. Sumber daya ini bisa berupa bahan mentah, tenaga kerja, dan tanah.

1. Bahan Baku (Material)

Bahan baku adalah material yang digunakan untuk memproduksi atau membuat barang. Material menyiratkan substansi dari mana suatu produk dibuat. Sebagai contoh, suatu perusahaan membutuhkan material seperti batu bata, pasir, dan semen untuk membangun sebuah bangunan. Bahan baku atau material dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu sebagai berikut:

a. Bahan baku langsung. Mengacu pada material yang terkait langsung dengan produk, pekerjaan, atau proses tertentu. Bahan langsung menjadi bagian integral dari produk jadi. Contoh bahan langsung yaitu kayu (untuk membuat furniture), tebu (untuk pembuatan gula), emas (untuk pembuatan perhiasan), tekstil (untuk industri garmen), dan sebagainya.

b. Bahan baku tidak langsung. Mengacu pada material yang tidak berkaitan langsung dengan produk atau aktivitas produksi tertentu. Bahan semacam ini tidak dapat dengan mudah diidentifikasi dengan produk. Contoh material tidak langsung yaitu oli (untuk pelumas mesin), paku (untuk membuat furniture), lem (untuk pembuatan buku), dan sebagainya.

2. Tenaga Kerja (Labor)

Sumber daya manusia atau tenaga kerja atau labor merupakan salah satu elemen faktor produksi. Oleh karena itu, tenaga kerja bertindak sebagai bagian penting dari proses produksi yang dilakukan perusahaan. Suatu organisasi membutuhkan sumber daya manusia untuk mengubah bahan mentah menjadi barang jadi. Biaya tenaga kerja adalah elemen utama dari biaya. Ada dua jenis tenaga kerja, yaitu sebagai berikut.

a. Tenaga kerja langsung. Mengacu pada tenaga kerja yang berperan aktif dalam pembuatan suatu produk. Jenis tenaga kerja ini juga dikenal sebagai tenaga kerja proses, tenaga kerja produktif, atau tenaga kerja operasional. Biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja langsung dapat disebut biaya tenaga kerja langsung. Biaya ini bervariasi secara langsung dengan perubahan tingkat output, sehingga disebut sebagai biaya variabel.

b. Tenaga kerja tidak langsung. Mengacu pada tenaga kerja yang tidak terkait langsung dengan pembuatan suatu produk. Biaya tenaga kerja tidak langsung mungkin atau mungkin tidak bervariasi dengan perubahan volume output. Jenis tenaga kerja ini digunakan di pabrik, kantor, serta departemen penjualan dan distribusi.

3. Beban (Expenses)

Beban atau expenses adalah jenis biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam aktivitas produksi barang jadi selain biaya material dan biaya tenaga kerja. Beban (expenses) dibagi lagi menjadi dua bagian.

a. Beban Langsung. Mengacu pada pengeluaran yang secara langsung atau mudah dialokasikan ke pusat biaya atau unit biaya tertentu – disebut biaya yang dapat dikenakan biaya (chargeable expenses). Beberapa biaya langsung perusahaan termasuk memperoleh mesin untuk proses khusus, biaya yang dibayarkan kepada arsitek dan konsultan, dan biaya paten dan royalti.

b. Beban Tidak Langsung. Mengacu pada pengeluaran yang tidak dapat dialokasikan ke pusat biaya atau unit biaya tertentu. Misalnya sewa, depresiasi, asuransi, dan pajak gedung.

Jenis-jenis Konsep Biaya

Secara umum, bahwa input fisik atau sumber daya adalah elemen penting untuk meningkatkan produksi. Namun, beberapa keputusan yang berkaitan dengan bisnis sering kali berkaitan dengan biaya produksi (cost of production), bukan dari sumber daya fisik itu sendiri. Oleh karena itu, penting bagi produsen untuk memahami analisis biaya (cost analysis). Di dalam konsep umum biaya, penting untuk mengetahui berbagai tipe atau jenis-jenis biaya (types of costs), yaitu sebagai berikut:

  1. Biaya akuntansi dan biaya ekonomi
  2. Biaya pengeluaran dan biaya peluang
  3. Biaya langsung dan biaya tidak langsung
  4. Biaya tambahan dan biaya hangus
  5. Biaya pribadi dan biaya sosial
  6. Biaya tetap dan biaya variabel

1. Konsep Biaya dalam Hal Perawatan

Pertama, biaya akuntansi dan biaya ekonomi. Jenis biaya ini dapat digolongkan ke dalam konsep biaya dalam konteks perawatan (concept of costs in terms of treatment).

#1. Biaya akuntansi

Biaya akuntansi (accounting costs) adalah biaya yang dibayarkan langsung oleh pengusaha untuk mendapatkan sumber daya untuk produksi. Biaya ini termasuk semua pengeluaran yang dibayarkan untuk bahan mentah dan mesin, upah yang dibayarkan kepada pekerja, biaya listrik, biaya yang dikeluarkan untuk menyewa atau membeli gedung atau kavling, dan seterusnya. Biaya akuntansi juga dapat disebut pengeluaran moneter untuk memproduksi barang tertentu dan mencakup biaya variabel dan biaya tetap yang harus dikeluarkan perusahaan. Jenis biaya ini akan dicatat di dalam laporan keuangan (financial statements).

#2. Biaya ekonomi

Biaya ekonomi (economic costs) adalah biaya tertentu yang tidak masuk ke dalam biaya akuntansi. Jenis biaya ini biasanya mengacu pada biaya peluang (opportunity cost) atau “uang tidur” yang seandainya digunakan untuk kegiatan bisnis/investasi lain, maka bisa menghasilkan keuntungan. Contoh biaya ekonomi, perusahaan memiliki uang mengendap Rp 500 juta karena satu atau beberapa alasan. Jika uang tersebut dipakai untuk bisnis/investasi, maka perusahaan bisa memperoleh profit. Contoh lain dari biaya ekonomi, kamu tidak masuk kerja selama seminggu tanpa kabar. Maka kamu akan dikenakan biaya ekonomi berupa denda pemotongan gaji, misalnya Rp 1 juta, dan kehilangan bonus mingguan, misalnya Rp 500 ribu.

2. Konsep Biaya dalam Sifat Beban

Kedua, biaya pengeluaran dan biaya peluang. Jenis biaya ini dikategorikan ke dalam konsep biaya dalam hal sifat beban (concept of costs in terms of the nature of expenses).

#1. Biaya pengeluaran

Biaya pengeluaran (outlay costs) adalah biaya aktual yang dikeluarkan oleh pengusaha dalam menggunakan input disebut biaya pengeluaran. Ini termasuk biaya pembayaran upah, sewa, listrik atau biaya bahan bakar, bahan baku, dan seterusnya.

2. Biaya peluang

Biaya peluang (opportunity cost) adalah pendapatan dari alternatif terbaik berikutnya yang hilang ketika perusahaan membuat pilihan tertentu. Contoh, perusahaan bisa mendapatkan laba 40% jika berinvestasi di sektor barang konsumsi dari pada sektor jasa perhotelan dengan laba 20%. Biaya peluang akan menghitung sebesarapa banyak kesempatan yang terlewat dan menghitung pendapatan yang dapat diperoleh dengan mengikuti beberapa kebijakan lain.

3. Konsep Biaya dalam hal Ketertelusuran

Ketiga, biaya langsung dan biaya tidak langsung. Jenis biaya ini masuk ke dalam kelompok konsep biaya dalam hal ketertelusuran (concept of costs in terms of traceability).

#1. Biaya langsung

Biaya langsung (direct costs) adalah pengeluaran yang terkait dengan proses atau produk tertentu. Jenis biaya ini juga disebut pengeluaran yang dapat dilacak karena dapat secara langsung melacak ke aktivitas, produk, atau proses tertentu. Biaya langsung dapat bervariasi dengan perubahan aktivitas atau produk. Contoh biaya langsung termasuk biaya produksi yang berkaitan dengan produksi, biaya perolehan pelanggan yang berkaitan dengan penjualan, dan seterusnya.

#2. Biaya tidak langsung

Biaya tidak langsung (indirect costs), atau biaya yang tidak dapat dilacak, adalah biaya yang tidak terkait langsung dengan aktivitas atau komponen bisnis tertentu. Contoh, kenaikan biaya pajak, biaya listrik, dan biaya lainnya yang harus dibayar. Meskipun biaya tidak langsung cenderung tidak dapat dilacak, pengeluaran tersebut penting dipahami karena memmengaruhi profitabilitas secara keseluruhan.

4. Konsep Biaya Ditinjau dari Tujuannya

Keempat, biaya tambahan dan biaya hangus. Jenis biaya ini dikategorikan ke dalam konsep biaya ditinjau dari tujuannya (concept of costs in terms of the purpose).

#1. Biaya tambahan

Biaya tambahan (incremental costs) adalah total biaya yang dikeluarkan karena unit tambahan produk yang diproduksi. Biaya tambahan dapat dihitung dengan cara menganalisis pengeluaran tambahan yang terkait dalam proses produksi, seperti biaya bahan baku, untuk satu unit produksi tambahan. Jenis biaya ini timbul saat bisnis membuat keputusan kebijakan tertentu. Contoh, perubahan lini produk, peningkatan mesin untuk meningkatkan output, akuisisi pelanggan baru,  dan sebagainya.

#2. Biaya hangus

Biaya hangus (sunk costs) adalah biaya yang telah dikeluarkan perusahaan dan tidak dapat ditarik kembali. Biaya hangus atau sunk costs berbeda dari biaya masa depan (future cost) yang mungkin dihadapi bisnis, seperti keputusan tentang biaya pembelian inventaris atau harga produk. Contoh biaya hangus yaitu uang untuk periklanan, melakukan penelitian, dan memperoleh mesin.

5. Konsep Biaya dalam Hal Pembayar

Kelima, biaya pribadi dan biaya sosial. Jenis biaya ini dapat dikelompokkan ke dalam konsep biaya dari segi pihak yang membayar (concept of costs in terms of payers).

#1. Biaya pribadi

Biaya pribadi (private cost) adalah pengeluaran oleh bisnis sebagai kelanjutan dari tujuannya sendiri. Pengusaha membelanjakannya untuk kepentingan pribadi dan bisnis mereka sendiri. Contoh, biaya produksi, biaya penjualan, biaya periklanan, dan seterusnya.

#2. Biaya sosial

Biaya sosial (social costs) adalah biaya total bagi masyarakat. Biaya ini mencakup biaya pribadi ditambah juga biaya eksternal (biaya yang dikeluarkan oleh pihak ketiga) – mungkin juga dapat disebut sebagai biaya sebenarnya (true costs). Jenis pengeluaran ini tidak dilakukan perusahaan, melainkan ditanggung masyarakat itu sendiri sebagai konsekuensi dari tereksposnya transaksi yang tidak dikompensasikan atau dibebankan kepada mereka. Contoh, biaya sumber daya air, biaya pencemaran lingkungan.

Konsep Biaya dalam Variabilitas

Terakhir, biaya tetap dan biaya variabel. Jenis biaya ini masuk ke dalam konsep biaya dalam variabilitas (concept of costs in terms of variability).

#1. Biaya tetap

Biaya tetap (fixed costs) adalah biaya yang tidak berubah dan tidak dipengaruhi oleh volume output atau kenaikan/penurunan jumlah produk yang diproduksi. Biaya tetap adalah biaya yang harus dibayarkan oleh perusahaan secara rutin, terlepas dari aktivitas bisnis tertentu. Contoh biasa tetap yaitu pembayaran sewa, pajak, bunga pinjaman, dan seterusnya.

#2. Biaya variabel

Biaya variabel (variable costs) adalah biaya perusahaan yang berubah sebanding dengan naik atau turunnya volume produksi perusahaan. Biaya variabel setiap bisnis bervariasi tergantung pada output yang dihasilkan. Produksi yang lebih sedikit akan mengurangi biaya variabel, dan sebaliknya, bisnis akan membayar lebih ketika produksinya lebih besar. Contoh biaya variabel yaitu biaya pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya komisi, upah lembur, dan sebagainya.

Simpulan

Well, itulah penjelasan atau makalah biaya (cost) yang dijelaskan secara lengkap. Mulai dari pengertian biaya, konsep biaya, dan jenis-jenis biaya. Pada dasarnya, memahami konsep biaya akan membantu pengusaha dalam memprediksi setiap pengeluaran bisnis. Selain itu, pengusaha juga dapat menaksir berapa asumsi pendapatan atau laba yang diperoleh dengan total biaya yang terjadi. Semoga materi konsep biaya ini bermanfaat dan menambah wawasan kamu semua. Silakan jadikan artikel ini sebagai referensi.

error: Content is protected !!