Review Digibyte (DGB) 2021

Beberapa dari investor crypto mungkin lebih populer dengan Bitcoin (BTC), sedangkan untuk alternatif coin (altcoin) terpopuler seperti Ethereum (ETC), Cardano (ADA), Binance Coin (BNB), Dogecoin (DOGE), dan Ripple (XRP). Namun, sebenarnya masih banyak altocoin yang potensial bertumbuh lebih baik, salah satunya yaitu Digibyte, dengan token atau koin aslinya DGB. Penasaran seperti apa itu Digibyte, bagaimana cara kerja dan apa yang membuatnya unik? Berikut kami berikan ulasan atau review Digibye (DGB).

Apa Itu Digibyte (DGB)?

Crypto Digibyte DGB

Digibyte (DGB) adalah mata uang kripto/cryptocurrency yang berfokus pada keamanan dan desentralisasi. Pada dasarnya, Digibyte adalah blockchain UTXO terpanjang dan paling aman. Ada sekitar 21 miliar DGB yang akan pernah dibuat, yang mana diperirakan terakhir ditambang pada tahun 2035. Koin asli Digibyte, DGB, saat ini menjadi salah satu pertimbangan bagi investor crypto. Tercatat, harga koin DGB hari ini mencapai $0,05 atau setara Rp725 per keping – termasuk relatif murah sehingga berpotensi untuk melanjutkan kenaikan di masa depan. Digibye sendiri berada di posisi ke-92 untuk crypto dengan market cap terbesar di pasar, dengan total $697,943,821. Kemudian, jumlah pasokan yang beredar (circulating supply) Digibyte saat ini yaitu 14,419,296,703 token DGB dari total pasokan maksimal sebanyak 21 juta DGB.

Cara Kerja Digibyte

Digibite adalah garpu (fork) dari kode Litecoin dan diluncurkan pada tanggal 10 Januari 2014 oleh Jared Tate. Serupa dengan blockchain UTXO lainnya, Digigyte atau DGB adalah koin Proof of Work (PoW) yang dapat ditambang memakai lima algoritma penambangan yang berbeda. Blockchain Digibyte adalah buku besar terdistribusi (distributed ledger) yang menyimpan semua catatan transaksi dari blok pertama hingga blok terakhir. Semua transaksi – termasuk dalam blok yang dibuat dari penambang (miners) –divalidasi oleh node dalam jaringan. Blok mampu memproduksi setiap 15 detik, sedangkan hadiah penambangan akan dikurangi 1% setiap bulan.

Koin DGB dapat menangani 1066 transaksi per detik – itu diperkirakan akan meningkat menjadi 280000 TPS (transaksi per detik) pada tahun 2035. Itu dilakukan dengan cara menggandakan ukuran blok setiap dua tahun. Berbeda dari sebagian besar koin kripto lain, misalnya seperti Bitcoin dan Litecoin, blockchain Digibyte menggunakan lima algoritma penambangan secara terpisah. Jadi, orang tidak lagi membutuhkan peralatan penambangan ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) secara khusus untuk menambang DGB. Hal ini akan membuat penambangan (mining) jauh lebih terdesentralisasi dan aman.

Digibyte adalah Blockchain UTXO Paling Aman

Sebenarnya, keamanan Digibyte berasal dari Digisheld dan Multishield. Digishield dirancang untuk menargetkan ulang kesulitan koin pada setiap blok (block), yang mencegah penambang besar (large miners) atau sekumpulan penambangan (mining pools) dari kegiatan penambangan koin ketika kesulitannya rendah dengan kekuatan hashing mereka. Hal ini meningkatkan kesulitan bagi penambangan (mining) setelah beberapa blok.

Ketika miners atau mining pools berhenti menambang token DGB dengan kekuatan hashing mereka, kesulitan untuk penambang kecil (small miners) masih sangat tinggi. Small miners tidak akan dapat menciptakan blok baru, dan rantai dapat membeku (freeze) selama berjam-jam sebelum pada akhirnya kesulitan tersebut mampu menyesuaikan kembali. Sejak pembuatannya, banyak blockchain alternatif lainnya seperti Dogecoin, Zcash, dan Bitcoin Cash mengimplementasikan Digishield.

Multishield adalah versi terbaru dari Digishield yang bekerja dengan kelima algoritme. Dengan penerapan Digidhield, mata uang kripto Digibyte hampir tidak mungkin kena serangan karena penyerang perlu mengontrol 99% kekuatan hashing dari satu algoritma hashing, kemudian 44% dari empat lainnya. Jika seorang penjahat mencoba menyerang, DGB perlu menggandakan kekuatan hashing untuk setiap beberapa blok pada setiap algoritma. Tidak hanya itu, bahkan jika penjahat menyingkirkan semua kekuatan hash Bitcoin (SHA-256) dan kekuatan hash Litecoin (SCRYPT) untuk menyerang blockchain Digibyte, itu akan tetap gagal.

Digibyte menggunakan 5 algoritma penambangan secara berbeda, yaitu sebagai berikut.

  1. SHA-256
  2. SKRIP
  3. UNTING
  4. QBIT
  5. ODOCRYPT

Blok pernah berbagi 20% per algoritme dan mempunyai lima kesulitan terpisah (satu untuk setiap algoritme).

Aplikasi yang Dibangun di Atas Digibyte

Karena keamanan dan skalabilitas cryptocurrency Digibyte beserta cara pembuatannya, ada ruang untuk aplikasi terdesentralisasi atau DApps yang berbeda untuk dibangun di blockchain.

Digi–ID

Aplikasi Digi ID adalah cara yang memungkinkan orang untuk masuk ke aplikasi atau situs web dengan menggunakan keamanan blockchain. Metode ini dilakukan dengan mengimplementasikan tanda tangan blockchain (serupa untuk transaksi dengan kunci pribadi/private key). Pada dasarnya, Digi-ID menggunakan tanda tangan kunci pribadi pengguna untuk masuk ke berbagai situs web dan aplikasi online dengan kode QR. Pada dasarnya, kode QR adalah alamat (address) yang dihasilkan oleh kunci publik (public key) dengan fungsi hash.

Satu-satunya hal yang diekspos dengan cara itu adalah tanda tangan satu kali. Setiap login lainnya, Digi ID akan menghasilkan tanda tangan baru. Bahkan jika peretas memiliki tanda tangan satu kali, dia tidak akan mampu menebak kunci pribadi pengguna karena kunci publik dihasilkan pada ECDSA (Elliptic Curve Digital Signature Algorithm). Digi ID sepenuhnya bersifat anonim, tidak ada data atau informasi pribadi yang disimpan. Dompet kripto atau crypto wallet yang mengimplementasikan Digi ID misalnya Coinomi.

Digi-Assets

Digi-assets adalah protokol terdesentralisasi yang dibangun di atas DGB. Ini memungkinkan penerbitan aset digital, token, dan sejenisnya. Pembuatan aset semacam ini sangat mudah dan bisa dihasilkan dari dompet seluler atau desktop hanya dalam hitungan detik. Manipulasi tidak dimungkinkan karena sifat blockchain yang tidak terpusat (terdesentralisasi) dan ini bermanfaat untuk mengeluarkan apa pun, mulai dari tiket konser hingga saham perusahaan. Setiap aset menjadi unik, tidak dapat direplikasi.

V-ID

V-ID adalah perusahaan yang berbasis di Belanda – bertujuan untuk mencegah penipuan digital dengan menggunakan blockchain DGB. Tujuan mereka sebenarnya yaitu menempatkan notaris di blockchain. Proses validasi dilaksanakan dengan mengekstrak dan mengunggah sidik jari file di blockchain. Bila nanti suatu file diubah hanya dengan satu piksel atau lainnya, V-ID mampu mendeteksi manipulasi tersebut. Pada dasarnya, V-ID juga dapat melindungi manipulasi baik untuk data digital maupun data fisik.

Digibyte Mining

Ada beberapa cara untuk menambang cryptocurrency Digibyte. Seperti yang kami sebutkan di atas, ada lima algoritma penambangan:

  • SHA-256 mining algorithm. Kamu membutuhkan ASIC miner yang unik untuk menambang Digibyte melalui SHA-256. Keuntungannya adalah kamu juga bisa menambang Bitcoin (BTC) dengan miner yang sama.
  • Scrypt mining algorithm. Ini juga membutuhkan ASIC miners tetapi untuk algoritma penambangan SCRYPT, juga kompatibel dengan Litecoin (LTC).
  • SKEIN mining algorithm. SKEIN adalah algoritme lain untuk menambang Digibyte. Cara terbaik untuk mencobanya yaitu dengan kartu grafis GPU (Graphics Processing Unit). Kartu terbaik untuk menambang DGB dengan algoritma ini adalah Nvidia.
  • Qubit mining algorithm. Untuk menambang DigiByte dengan algoritme Qubit, kamu juga membutuhkan ASIC miner. Namun, tidak ada proyek lain yang lebih bagus untuk ditambang dengan ASIC jika DGB berhenti menguntungkan untuk ditambang. Kamu akan ditinggalkan dengan peralatan perangkat keras (hardware) yang tidak berguna.
  • Odocrypt – ini merupakan algoritma penambangan terbaru yang menggantikan algoritma Groestl pada tahun 2019. Keunggulan Odocrypt adalah dirancang untuk mengubah dirinya sendiri setiap sepuluh (10) hari. Dengan kata lain, tidak memungkinkan untuk membuat ASIC dengan algoritma ini. Untuk menambang DGB dengan Odocrypt, setiap orang membutuhkan FPGA (field-programmable gate array).

Storing Digibyte – Cara Memilih Digibyte Wallet

Digibite adalah salah satu mata uang kripto (cryptocurrency) terkemuka dan memungkinkan untuk menyimpan koinnya di berbagai jenis dompet (wallet). Misalnya seperti cold wallet, software wallet, dan online wallet. Opsi paling aman yaitu cold wallet atau hardware wallet. Namun, ini butuh biaya lebih besar dan disarankan hanya untuk menyimpan coin crypto DGB dalam jumlah besar. Software wallet memberikan opsi lebih mudah dalam penggunaan, telah support untuk perangkat smartphone atau seluler dan dekstop. Online wallet alias hot wallet menjadi opsi paling populer dipilih karena fleksibilitas dan akses yang paling mudah. Ini cocok untuk pengguna yang aktif bertransaksi dan termasuk untuk pemula. Namun, pastikan memilih penyedia layanan wallet yang kredibel.

Cara Beli dan Memperdagangkan Digibyte

Seperti kebanyakan perdagangan mata uang kripto (crypto) lainnya, cara paling mudah untuk beli Digibyte yaitu melalui crypto exchange – tempat jual beli aset kripto. Selain dapat diakses online, platform crypto exchange juga relatif aman meskipun pengguna harus selektif dalam memilih – pilih yang berpengalaman, teruji, dan terpercaya. Beberapa platform crypto populer misalnya, eToro, Binance, Bittrex, Coinbase, Indodax, Tokocrypto, dan lainnya. Ada beberapa platform yang khusus menyediakan kunci pribadi (private key) untuk pengguna dan ada pula yang terpusat (pengguna tidak memiliki kunci pribadi karena akun dikelola oleh penyedia platform). Apapun yang kamu pilih, pastikan menggunakan platform terpercaya.

Cara beli Digibyte via platform crypto exchange sangat mudah. Tiga tahapan utama bisa kamu lakukan. Pertama, registrasi (sign up) di platform crypto exchange. Kedua, menyetor sejumlah uang (dana) sebagai deposit. Minimal setoran awal tergantung kebijakan penyedia layanan kripto. Ketiga, transaksi pembelian koin Digibyte (DGB) via platform yang disediakan. Kamu dapat menyimpan, mentransfer, dan memperdagangkan aset kripto DGB dengan mudah melalui platform crypto exchange.

Simpulan

Pada dasarnya, blockchain Digibite adalah salah satu cryptocurrency favorit bagi sebagian besar pengguna atau investor crypto karena berbagai alasan. Misalnya, Digibyte memiliki komunitas yang kuat dan hebat dan juga terdiri dari banyak pengembang (developers) berbakat di seluruh dunia. Struktur blockchain Digibyte memungkinkan terjadinya pembangunan aplikasi tanpa membuat jaringan menjadi padat. Itulah alasan mengapa salah satu blockchain utama dengan sistem terdesentralisasi ini akan menjanjikan di masa depan. So, setelah review Digibyte ini, apakah kamu tertarik untuk memulai investasi di crypto DGB?

error: Content is protected !!