Catatan Atas Laporan Keuangan: Fungsi, Komponen, Contoh Format

Salah satu elemen dari laporan keuangan utama (key financial statements) yang juga memiliki peran penting yaitu catatan atas laporan keuangan (notes to financial statements). Sebagaimana yang diketahui, ketika berbicara tentang laporan keuangan utama perusahaan, itu akan mengacu pada lima (5) jenis laporan berikut ini:

  1. Neraca
  2. Laporan Laba Rugi
  3. Laporan Perubahan Ekuitas (Modal)
  4. Laporan Arus Kas
  5. Catatan Atas Laporan Keuangan

Kelima jenis laporan di atas sejatinya saling keterkaitan satu sama lain, termasuk yang akan dibahas pada artikel ini, yaitu catatan atas laporan keuangan. Invesnesia akan menyajikan mulai dari pengertian (definisi), fungsi, tujuan, komponen (unsur), bentuk format, dan contoh catatan atas laporan keuangan perusahaan, baik untuk perusahaan jasa maupun perusahaan dagang.

Pengertian Catatan Atas Laporan Keuangan

Contoh Gambar Catatan Atas Laporan Keuangan Perusahaan

Disebut juga sebagai pengungkapan catatan kaki, notes to financial statements atau catatan atas laporan keuangan adalah sebuah laporan yang menyajikan informasi tambahan di luar angka-angka yang terdapat di dalam laporan keuangan keuangan utama. Dengan kata lain, catatan ini menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dalam laporan keuangan.

Catatan atas laporan keuangan sangat diperlukan karena tidak semua informasi keuangan relevan dapat dikomunikasikan dalam bentuk jumlah (angka-angka), baik yang ditunjukkan maupun tidak ditampilkan di halaman laporan keuangan. Catatan ini disyaratkan dengan prinsip pengungkapan penuh atau full disclosure principle.

Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle)

Menurut Griffin (2015), di dalam catatan atas laporan keuangan, prinsip pengungkapan penuh (full disclosure principle)  mensyaratkan bahwa informasi yang dapat memengaruhi pertimbangan pembaca (pengguna) laporan harus diungkapkan di dalam laporan keuangan. Kenapa demikian? Karena beberapa variabel tidak dapat direfleksikan dalam bentuk angka-angka, tetapi bisa diungkapkan dalam bentuk catatan tambahan.

Griffin (2015) juga menyebutkan bahwa setelah tanggal neraca (balance sheet) diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan, terdapat banyak kewajiban kontingensi (contingent liabilities) dan peristiwa material.

Selain itu, rincian kebijakan akuntansi, utang, komitmen masa depan, transaksi material lainnya (seperti transaksi antara perusahaan induk dan anak perusahaan, atau transaksi antara manajemen dan pemilik utama), dan peristiwa nonkeuangan yang dapat memengaruhi operasi masa depan – semuanya harus disajikan dalam catatan.

Fungsi Catatan Atas Laporan Keuangan

Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya bahwa ada banyak informasi di dalam laporan keuangan yang tidak dapat diungkapkan dalam bentuk jumlah (angka-angka) sehingga dibutuhkan informasi tambahan dalam bentuk catatan. Nah, setidaknya ada beberapa fungsi catatan atas laporan keuangan yang memiliki peran sangat penting, yaitu sebagai berikut.

  • Bagi seorang analis keuangan (financial analyst), catatan atas laporan keuangan berfungsi sebagai sumber informasi tambahan terkait operasi dan posisi keuangan perusahaan yang dianggap sebagai bagian integral (tak terpisahkan) dari laporan keuangan.
  • Informasi tambahan di dalam catatan atas laporan keuangan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi stakeholders dalam pengambilan keputusan strategis.
  • Memberikan pemahanan bagi pengguna (pembaca) laporan keuangan khususnya terkait metode akuntansi yang digunakan dan estimasi yang dibuat manajer perusahaan dalam mengukur dan melaporkan jumlah akuntansi dan setiap perubahan jumlahnya.

Tujuan Catatan Atas Laporan Keuangan

Selain memiliki berbagai fungsi penting, catatan atas laporan keuangan juga memiliki tujuan. Apa itu? Jadi, tujuan utama catatan atas laporan keuangan adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban dari manajemen perusahaan terhadap stakeholders dengan menyajikan informasi keuangan secara jelas, transparan, dan mudah dipahami.

Isu-Isu di dalam Catatan Atas Laporan Keuangan

Ada beberapa masalah yang dibahas di dalam catatan atas laporan keuangan perusahaan. Menurut Griffin (2015), catatan atas laporan keuangan setidaknya mencakup beberapa isu seperti berikut ini.

  • Kebijakan dan praktik akuntansi yang signifikan — kebijakan akuntansi yang paling penting untuk menggambarkan kondisi dan hasil keuangan perusahaan harus diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan.
  • Pajak penghasilan — informasi terperinci tentang pajak penghasilan saat ini dan pajak tangguhan perusahaan. Informasi tersebut dibagi berdasarkan tingkat — federal, negara bagian, lokal, dan/atau asing.
  • Program pensiun dan program pensiun lainnya — catatan yang berisi informasi khusus tentang aset dan biaya program, dan menunjukkan seberapa besar program tersebut kelebihan atau kekurangan dana.
  • Opsi saham — yang diberikan kepada pejabat dan karyawan, termasuk metode akuntansi untuk kompensasi berbasis saham dan pengaruh metode tersebut terhadap hasil yang dilaporkan.
  • Kepemilikan properti, pabrik, dan peralatan
  • Pola kematangan penerbitan obligasi
  • Ketidakpastian yang signifikan — misalnya, proses pengadilan yang menunggu keputusan
  • Rincian masalah modal saham

Komponen Catatan Atas Laporan Keuangan

Secara umum, komponen (unsur) di dalam catatan laporan keuangan perusahaan hampir sama, tak terkecuali untuk perusahaan dagang, perusahaan jasa, dan perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk lebih jelas, berikut item atau komponen catatan atas laporan keuangan perusahaan.

  1. Umum (General) – menyajikan informasi sebagai berikut:
    • Pendirian Perusahaan (Establishment of the Company)
    • Penawaran Umum Efek Perusahaan (Public Offering of the Company’s Shares)
    • Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasi (Completion of the Consolidated Financial Statements)
    • Entitas Anak (Subsidiaries)
    • Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (Associates and Joint Ventures)
    • Manajemen Kunci dan Informasi Lainnya (Key Management and Other Information)
  1. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi yang Signifikan (Summary Of Significant Accounting Policies) – menyajikan informasi sebagai berikut:
    • Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi (Basis of Preparation of the Consolidated Financial Statements)
    • Prinsip-prinsip Konsolidasi (Principles of Consolidation)
    • Kombinasi Bisnis dan Goodwill (Business Combinations and Goodwill)
    • Entitas Anak Asing (Foreign Subsidiary)
    • Investasi pada Entitas Asosiasi (Investment in Associates)
    • Investasi pada Ventura Bersama (Investment in Joint Ventures)
    • Kas dan Setara Kas (Cash and Cash Equivalents)
    • Persediaan (Inventories)
    • Beban Dibayar Di Muka (Prepaid Expenses)
    • Aset Tetap (Fixed Assets)
    • Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (Impairment of Non-Financial Assets)
    • Aset Tak Berwujud (Intangible Assets)
    • Sewa (Leases)
    • Beban Ditangguhkan (Deferred Charges)
    • Biaya Pinjaman (Borrowing Costs)
    • Pendapatan dan Beban (Revenue and Expenses)
    • Perpajakan (Taxation)
    • Provisi (Provisions)
    • Imbalan Kerja Karyawan (Employee Benefits)
    • Transaksi dengan Pihak Berelasi (Transactions with Related Parties)
    • Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali (Business Combination of Entities Under Common Control)
    • Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing (Foreign Currency Transactions and Balances)
    • Instrumen Keuangan (Financial Instruments)
    • Pengukuran Nilai Wajar (Fair Value Measurement)
    • Laba Per Saham Dasar (Basic Earnings Per Share)
    • Informasi Segmen (Segment Information)
  1. Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi Akuntansi Signifikan (Significant Accounting Judgments, Estimates and Assumptions) – menyajikan informasi sebagai berikut ini:
    • Pertimbangan (Judgments)
    • Estimasi dan Asumsi (Estimates and Assumptions)
  1. Kas dan Setara Kas (Cash and Cash Equivalents)
  2. Investasi Jangka Pendek (Short-Term Investments)
  3. Piutang Usaha (Accounts Receivable)
  4. Persediaan (Inventories)
  5. Uang Muka dan Jaminan (Advances and Deposits)
  6. Investasi Jangka Panjang (Long-Term Investments)
  7. Aset Tetap (Fixed Assets)
  8. Kombinasi Bisnis, Goodwill dan Aset Tak Berwujud (Business Combination, Goodwill And Intangible Assets)
  9. Utang Bank Jangka Pendek dan Cerukan (Short-Term Bank Loans and Overdraft)
  10. Utang Trust Receipts (Trust Receipts Payable)
  11. Utang Usaha (Accounts Payable)
  12. Beban Akrual dan Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek (Accrued Expenses And Short-Term Employee Benefits Liability)
  13. Perpajakan (Taxation)
  14. Utang Jangka Panjang (Long-Term Debts)
  15. Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan (Liabilities for Employee Benefits)
  16. Kepentingan Nonpengendali (Non-Controlling Interests)
  17. Modal Saham (Capital Stock)
  18. Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-In Capital)
  19. Dividen Kas dan Cadangan Umum (Cash Dividends and General Reserves)
  20. Laba Per Saham Dasar (Basic Earnings Per Share)
  21. Penjualan (Neto Net Sales)
  22. Beban Pokok Penjualan (Cost Of Goods Sold)
  23. Beban Penjualan dan Distribusi dan Umum dan Administrasi (Selling and Distribution and General and Administrative Expenses)
  24. Penghasilan Operasi Lain (Other Operating Income)
  25. Beban Operasi Lain (Other Operating Expenses)
  26. Penghasilan Keuangan (Finance Income)
  27. Beban Keuangan (Finance Expenses)
  28. Informasi Segmen (Segment Information)
  29. Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi (Balances and Transactions with Related Parties)
  30. Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan (Fair Value of Financial Instruments)
  31. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan (Financial Risk Management Objectives and Policies)
  32. Perjanjian dan Komitmen Signifikan (Significant Agreements and Commitments)
  33. Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing (Assets and Liabilities in Foreign Currencies)
  34. Standar Akuntansi yang Telah Diterbitkan Namun belum Berlaku Efektif (Accounting Standards Issued But Not Yet Effective)
  35. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan (Events After The Reporting Period)

Contoh Catatan Atas Laporan Keuangan

Agar bisa melihat lebih jelas dan lengkap, berikut invesnesia berikan seperti apa format atau contoh catatan atas laporan keuangan perusahaan dagang dan perusahaan jasa. Perusahaan yang menjadi sampel yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (Indofood) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Sebagai informasi, contoh catatan atas laporan keuangan bisa kamu lihat baik di dalam laporan keuangan maupun laporan tahunan (annual report) perusahaan.

Contoh Catatan Atas Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
Catatan Atas Laporan Keuangan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (Sumber: idx.co.id)
Contoh Catatan Atas Laporan Keuangan Perusahaan Jasa
Catatan Atas Laporan Keuangan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Sumber: idx.co.id)

Simpulan

Dari penjelasan di atas, dapat diambil simpulan bahwa catatan atas laporan keuangan (notes to financial statements) adalah laporan yang menyajikan informasi tambahan yang tidak dapat diungkapkan melalui angka-angka. Dengan kata lain, untuk memahami informasi laporan keuangan perusahaan secara komprehensif, catatan ini perlu diperhatikan dengan baik. Sekian materi pembahasan kali ini, semoga bisa menambah wawasan kamu, ya. Terima kasih.

Referensi

Griffin, M.P. (2015). How to Read and Interpret Financial Statements (2th ed.). New York City: American Management Association.

Wahlen, J., Baginski, S., & Bradshaw, M. (2015). Financial Reporting, Financial Statement Analysis and Valuation (8th ed.). Boston: Cengage Learning.

www.idx.co.id

error: Content is protected !!