Strategi Trading Forex Aman, Simple, Menguntungkan

Banyak pemula yang mengeluh bahwa trading forex sulit sehingga sering mengalami kerugian (loss) dan susah mendapat profit konsisten. Tak sedikit pula yang menyerah dan berhenti trading forex ketika rugi terus-menerus. Ini sebenarnya disebabkan oleh trader itu sendiri yang mungkin belum memiliki pengalaman dan pengetahuan (knowledge) tentang teknik serta strategi trading forex terbaik.

Salah satu kunci kesuksesan trading online adalah sabar dan menikmati setiap proses. Trader forex yang sukses pasti juga pernah melewati masa-masa sulit dan tak jarang juga kehilangan modal lebih banyak. Hanya saja, mereka tetap bertahan dan yakin bahwa itu semua bagian dari proses belajar trading forex.

Untuk mendapatkan profit (return) secara konsisten dan mampu meminimalkan risiko kerugian, trader pemula Indonesia wajib menguasai teknik atau strategi trading forex. Setiap trader boleh saja menggunakan trading plan tersendiri. Yang terpenting jangan asal nyemplung serta berharap profit datang dari langit. Jelas, itu adalah spekulasi tanpa dasar, dan sangat tidak dianjurkan. Berikut beberapa strategi forex trading terbaik yang aman, sederhana (simple), dan menguntungkan.

1. Tentukan Trading Styles

Gambar Forex

Inilah teknik atau strategi trading forex pertama yang bisa membantu Anda untuk menghasilkan profit konsisten. Setiap trader biasanya punya teknik atau gaya (style) sendiri dalam melakukan trading online. Secara umum, ada tiga trading styles terpopuler, yaitu scalping, day trading, dan swing trading.

  1. Teknik scalping. Gaya trading ini biasanya digunakan untuk aktivitas trading jangka waktu sangat pendek, biasanya dalam hitungan menit atau jam, yang pasti eksekusi pada hari yang sama. Seorang scalper, sebutan untuk trader yang menggunakan gaya scalping, biasanya mencari keuntungan dengan memaksimalkan volatilitas harga. Selain itu, target profit yang diharapkan juga tidak besar, maksimal 2 – 3%, tetapi dengan frekuensi yang lebih sering. Scalper juga menerapkan stop loss yang sangat ketat. Teknik trading ini sangat berisiko sehingga tidak disarankan untuk trader forex pemula. Baca juga: Broker Forex yang Bagus untuk Scalping dengan Spread Rendah, cek di sini.
  2. Teknik day trading. Gaya trading ini membuka dan menutup posisi perdagangan pada hari yang sama atau intraday. Periode waktu atau time frame yang digunakan sedikit lebih panjang daripada scalping. Meskipun seorang day trader, sebutan untuk trader yang menggunakan gaya day trading, juga melakukan trading secara intraday, misalnya beli di sesi 1 dan jual di sesi 2, day trader akan mencari keuntungan yang lebih besar daripada scalper dengan frekuensi yang lebih sedikit.
  3. Teknik swing trading. Gaya trading ini melakukan aktivitas trading jangka menengah, bisa mingguan atau bulanan, namun biasanya < 30 hari. Swing trader, sebutan bagi trader yang menggunakan strategi swing trading, biasanya akan lebih bersabar dalam mencari momentum open posisi. Selain itu, swing trader juga sering melakukan pembelian buy on weakness atau saat harga berada di level support. Swing trading style dianggap lebih aman dan rendah risiko sehingga cocok untuk trader pemula Indonesia.

2. Ikuti Tren Pergerakan Harga (Follow the Trend)

Salah satu istilah umum di dalam trading yang juga sangat populer yaitu trend following atau trend trading. Apa itu trend trading? Secara ringkas, trend trading adalah metode perdagangan untuk mengambil keuntungan dengan menganalisis momentum pergerakan harga ke suatu arah tertentu. Ketika harga forex bergerak ke satu arah secara keseluruhan, seperti naik (uptrend), datar (sideways), atau turun (downtrend), itu disebut tren atau trendline. Berikut penjelasan lebih rinci terkait tren harga.

#1. Tren Naik (Uptrend)

Secara umum, tren naik (uptrend) adalah suatu pergerakan harga yang secara agregat (menyeluruh) cenderung bergerak naik ke atas. Hal ini biasanya ditandai dengan adanya sederatan “puncak (peak)” dan “lembah (trough)” yang bergerak meninggi. Berikut contoh gambar grafik pergerakan harga forex yang sedang uptrend.

Gambar Uptrend
Gambar pergerakan harga pasangan mata uang EUR/USD yang sedang uptrend via aplikasi Metatrader 4.

Seperti yang dapat dilihat, grafik (chart) pergerakan harga forex untuk pasangan mata uang EUR/USD pada time frame daily menunjukkan tren naik yang ditandai sederetan puncak dan lembah yang bergerak naik ke atas.

Penting: Untuk menggunakan strategi trading forex follow the trend pada kondisi harga yang sedang uptrend, Anda dapat mengambil posisi buy. Hal ini diasumsikan bahwa dalam jangka waktu tertentu, harga forex akan terus meningkat, sesuai dengan tren yang sedang berlangsung. Agar lebih aman, Anda juga bisa melakukan buy on weakness (BOW) atau beli di harga rendah, yaitu open posisi buy ketika harga forex berada di area lembah.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan buy on breakout (BOB), yaitu ketika pergerakan harga berhasil menembus titik atau batas tertinggi dari puncak. Namun, strategi BOB butuh kecermatan khususnya dalam hal validitas. Misalnya, jika harga sudah membentuk satu puncak, biasanya harga akan bergerak konsolidasi (mencari arah pergerakan baru). Nah, pada masa konsolidasi, jika harga mendekati dan menembus puncak pertama, maka di sana bisa dilakukan BOB. Tetap waspada dengan false breakout.

#2. Tren Mendatar (Sideways)

Secara umum, tren mendatar (sideways) adalah suatu pergerakan harga yang secara agregat cenderung bergerak mendatar, tidak naik dan tidak pula menurun. Hal ini biasanya ditandai dengan adanya sederatan puncak dan lembah yang konsisten bergerak di area mendatar. Berikut contoh gambar grafik pergerakan harga forex yang sedang sideways.

Gambar Sideways
Gambar pergerakan harga pasangan mata uang USD/CHF yang sedang sideways menggunakan aplikasi Metatrader 4.

Dapat Anda lihat, grafik (chart) pergerakan harga forex untuk pasangan mata uang USD/CHF pada time frame daily menunjukkan kondisi sideways yang ditandai sederetan puncak dan lembah bergerak di area mendatar, seperti berada di area yang telah ditandai garis putih putus-putus. Dengan kata lain, tidak ada puncak dan lembah yang bergerak lebih tinggi atau lebih rendah. Area pergerakannya cenderung sejajar.

Penting: Pada kondisi sideways, Anda dapat melakukan trading untuk ambil posisi buy dan sell sekaligus. Jika Anda mengambil posisi buy, maka lakukan buy on weakness. Sebaliknya, jika Anda ambil posisi sell, lakukan sell on strength, yaitu open posisi sell ketika harga forex berada di area puncak, dengan asumsi bahwa pergerakan harga akan berbalik arah menurun ke area lembah.

#3. Tren Turun (Downtrend)

Tren menurun (downtrend) adalah suatu pergerakan harga yang cenderung bergerak menurun ke bawah. Hal ini dapat ditandai dengan adanya sederatan puncak dan lembah yang bergerak merendah. Berikut contoh gambar grafik pergerakan suatu harga forex yang sedang downtrend.

Gambar Downtrend
Gambar pergerakan harga pasangan mata uang EUR/GBP yang sedang downtrend menggunakan aplikasi Metatrader 4.

Coba lihat grafik (chart) pergerakan harga forex pada pasangan mata uang EUR/GBP di atas. Pada time frame daily, pergerakan harga menunjukkan downtrend, ditandai dengan sederetan puncak dan lembah yang terus turun ke bawah.

Penting: Untuk menggunakan strategi trading forex follow the trend pada kondisi downtrend, Anda dapat mengambil posisi sell. Dengan asumsi bahwa dalam jangka waktu tertentu, harga forex akan terus menurun, mengikuti arah tren. Anda bisa melakukan sell on strength atau open posisi jual di harga tinggi, yaitu ketika harga forex berada di area puncak. Dengan begitu, Anda diharapkan bisa menghasilkan profit maksimal.

Baca juga: Cara Bermain Forex untuk Pemula

3. Money Management

Strategi trading forex butuh manajemen uang atau money management, yaitu proses mengelola modal di dalam aktivitas trading. Dengan menguasai teknik ini, Anda berpeluang dapat keuntungan konsisten dalam forex. Ada beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan proses manajemen uang, yaitu sebagai berikut.

  • Berapa anggaran dana (modal) yang digunakan untuk trading forex?
  • Berapa lot yang diambil untuk open posisi trading?
  • Berapa batas toleransi risiko (stop loss) ketika terjadi penurunan harga forex?
  • Berapa target keuntungan (taking profit) ketika terjadi kenaikan harga forex?
  • Berapa rasio penggunaan leverage?

Pada intinya, money management bertujuan untuk mengendalikan risiko trading. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Tidak penting berapa banyak profit yang dihasilkan, yang paling utama adalah mengelola risiko (risk management). Aktivitas trading juga mengenal “panas setahun akan dihapus oleh hujan sehari”. Itu berarti bahwa sejumlah keuntungan yang telah berhasil diraih bisa saja hilang dalam sekejap ketika tidak mampu mengelola risiko.

4. Analisis Berita

Strategi trading forex yang terakhir yaitu dengan menganalisis berita, istilah lainnya yaitu news straddling, straddle strategy, atau news volatility straddle. Singkatnya, strategi forex trading ini bertumpu pada suatu berita yang dianggap akan memberikan dampak besar pada pergerakan harga forex. Di sanalah kesempatan trader untuk bisa menghasilkan keuntungan pasca rilis berita online.

Untuk menganalisis berita, Anda bisa berfokus pada pasangan mata uang utama (pair mayor), seperti: EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, USD/CHF, AUD/USD, USD/CAD, dan NZD/USD. Selain itu, untuk menjalankan strategi ini, Anda disarankan menggunakan time frime intraday, seperti H1 (1 hour), M30 (30 minutes), M15 (15 minutes), M5 (5 minutes), dan M1 (1 minute). Hal ini diasumsikan bahwa dampak news terhadap pergerakan harga forex akan terlihat dalam jangka waktu pendek, minimal < H1.

5. Persiapkan Strategi Alternatif

Beberapa trader dan investor berpendapat bahwa ketika kita memiliki strategi trading alternatif, itu artinya kita tidak memiliki keyakinan besar terhadap strategi trading utama yang telah dirancang. Itu tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak bisa dimakan mentah-mentah. Beberapa trader biasanya memiliki pandangan, teknik, cara berpikir, visi, dan pertimbangan lainnya. Jadi, mempersiapkan strategi alternatif bukanlah sesuatu yang buruk. Jika rasanya ini merupakan bagian dari preferensi Anda, go ahead.

6. It’s All about Time

Jangan gelisah ketika trading plan atau strategi trading forex yang Anda punya tidak berjalan dengan baik. Jangan gelisah bila kerugian yang dihasilkan lebih besar daripada keuntungan. It’s all about time. Itu semua hanya masalah waktu. Anda harus yakin dan percaya dengan apa yang disebut proses. Tugas Anda adalah berusaha semaksimal mungkin, sisanya adalah takdir. Biarlah waktu yang menjawab semuanya.

#7. Perbanyak Baca dan Belajar

Bagi pemula yang baru pertama kali mengenal atau trading forex, ada baiknya Anda banyak membaca agar memiliki ilmu pengetahuan yang cukup tentang forex. Anda bisa baca gratis di sini: Materi Belajar Forex untuk Pemula. Selain itu, penting juga untuk menambah jam terbang atau praktik sehingga Anda memiliki banyak pengalaman trading yang dapat dijadikan bekal ke depan.

Percayalah, tidak ada kesuksesan yang instan. Jika Anda ingin kaya dari forex, itu sangat mungkin. Akan tetapi, jika Anda ingin kaya dari forex dengan cepat dan dengan modal kecil, itu tidak rasional. Meskipun forex menyediakan leverage yang memungkinkan trader untuk melakukan trading dengan volume lebih tinggi, tetap saja itu bukan jaminan bahwa trader bisa menghasilkan profit besar dengan modal kecil. Justru sebaliknya, bisa saja trader bangkrut dan kehabisan modal.

Ingatlah bahwa strategi trading forex terbaik adalah dengan mengelola risiko sebagai cara paling aman. Trading forex bukan tentang seberapa besar keuntungan yang dihasilkan, tetapi seberapa lama Anda mampu bertahan di pasar yang bergejolak alias tidak kehabisan modal (bangkrut). Trading online ibaratkan lomba lari jarak jauh, seorang pelari bisa saja menggunakan tenaga full di awal, tetapi akan kehabisan stamina di pertengahan hingga akhir sehingga tidak mencapai garis finish. Oleh karena itu, untuk menghasilkan profit konsisten dari forex, Anda butuh teknik dan trading plan yang bagus.