Review Dash (DASH) 2021

Meskipun dimulai sebagai garpu keras atau hard fork Bitcoin (atau lebih spesifik lagi, fork dari hard fork Bitcoin), Dash adalah cryptocurrency yang berakar pada inovasi dan termasuk salah satu “altcoin” pertama yang membedakan dirinya dari crypto lainnya dengan peningkatan unik pada algoritme hashing dan pengenalan Masternodes. Dash juga merupakan Organisasi Otonom Terdesentralisasi/ Decentralized Autonomous Organization (DAO), yang berarti bahwa penggunanya merupakan orang yang bertanggung jawab untuk menentukan perubahan di masa depan pada cara jaringan beroperasi.

Apa Itu Dash (DASH)?

Crypto Dash

Awalnya dikenal sebagai Xcoin dan Darkcoin, Dash (DASH) pertama kali diluncurkan oleh Evan Duffield sebagai fork dari Litecoin – yang merupakan fork dari protokol Bitcoin – pada Januari 2014 untuk mengatasi kelemahan Bitcoin dengan waktu transaksinya (115 TPS~2014) dan privasi. Dash memang dirancang untuk melindungi anonimitas pengguna (users) dengan algoritme X11 sambil menawarkan transaksi dengan kecepatan lebih tinggi dengan menggunakan Masternodes.

Das populer untuk algoritma X11 yang aman dan dua fitur populer, InstantSend dan PrivateSend. InstantSend memungkinkan users untuk mentransfer DASH tanpa menunggu transaksi dikonfirmasi di blockchain Dash. PrivateSend memungkinkan pengguna untuk mengaburkan transaksi dengan mengirimkannya dalam urutan khusus sehingga mempersulit pengamat yang mencoba melacak transaksi Dash.

Cara Kerja Dash

DASH menggunakan jaringan dua tingkat (two-tier network) yang memungkinkan penambang (miners) dan Masternodenya berjalan secara bersama-sama. Satu lapisan didukung oleh penambang yang bersaing untuk membuat blok baru (new block) dan mengamankan blockchain. Penambang mempertahankan riwayat transaksi blockchain Dash, sekaligus mencegah pengeluaran ganda (double spending).

Lapisan lainnya dikendalikan oleh Masternodes, yaitu pengguna di dalam jaringan yang mengambil beberapa fungsi penambang dengan mempertaruhkan 1000 DASH. Masternodes membantu penambang dengan memesan dan memverifikasi transaksi

Satu perbedaan utama antara Dash dan Bitcoin adalah bahwa Dash memiliki waktu blok rata-rata 2,5 menit (dibandingkan dengan 10 menit) dan penambang hanya menerima 45% dari DASH yang dicetak di setiap blok (bukan 100% pada Bitcoin). Dash menggunakan token utilitas DASH sebagai salah satu metode pembayaran untuk biaya di Jaringan Dash. Itu digunakan untuk mempertaruhkan (staking) dalam sistem Masternode Dash sehingga memungkinkan pengguna untuk membantu mengamankan jaringan dengan memperoleh imbalan (rewards).

Sejarah Dash: Siapa Pendiri Dash (DASH)?

Evan Duffield mendirikan Dash pada tahun 2014 sebagai “Xcoin” sebelum berganti nama menjadi “Darkcoin” – kemudian berganti nama menjadi DASH pada tahun 2015 untuk lebih mewakili platformnya sebagai “digital cash.” Duffield mengklaim bahwa semua ini berawal dari sebuah hobi – yang mana dia menciptakan kode hanya dalam satu akhir pekan.

Duffield mengundurkan diri pada bulan Desember 2017, kemudian menyerahkan operasi protokol ke Dash Core Group. DASH adalah salah satu mata uang kripto/cryptocurrency alternatif pertama yang dikembangkan bersama Bitcoin (BTC) dan telah sangat menonjol di ruang blockchain selama beberapa tahun terakhir.

Keunikan Dash

Dash menggunakan algoritma X11 untuk menambang. Ini adalah kombinasi dari 11 fungsi hash yang berbeda sehingga sangat aman – peretas butuh menyelesaikan 11 masalah yang berbeda untuk menyelesaikan aksi kejahatan. Selain itu, Dash juga menggunakan fitur yang mengesankan seperti pengiriman pribadi dan pengiriman instan. Saat ini Dash memiliki lebih dari 5000 Masternode, menjadikannya salah satu jaringan terbesar di dunia. Dash telah mendanai beberapa proyek komunitas seperti feature-length documentary dan the Dash Force News Team.

Value dari Dash

Dash bertindak sebagai pertukaran nilai yang terdesentralisasi (decentralized exchange of value) dan memberikan fasilitas transaksi antara pengguna yang diinvestasikan ke dalam ekosistem. Dash dijadwalkan untuk merilis jaringan ujinya pada tahun 2021 yang akan memungkinkan decentralized app/dApps dan penyimpan nilai lainnya diluncurkan di platform.

DAO Dash menerima 10% dari setiap blok yang berhasil diselesaikan. DAO Dash menggunakan 10% yang diterimanya dari penambangan (mining) untuk diinvestasikan sebagaimana diputuskan oleh tata kelola – menggunakan sistem pemungutan suara yang terdesentralisasi (decentralized voting system). Hal ini memungkinkan komunitas DASH untuk membuat banyak organisasi yang didanai termasuk Dash Core Group, Inc. (DCG), yang selalu mendukung pengembangan berkelanjutan, integrasi, dan proyek lain untuk Dash.

Dash telah melihat adopsi di seluruh dunia dengan beberapa vendor dan pemasok yang memungkinkan transaksi di Dash. Di Venezuela, misalnya, Dash sangat populer dengan lebih dari 40.000 pengguna dompet DASH (DASH wallet) yang berlokasi di sana. Untuk melihat secara lengkap daftar perusahaan yang mendukung DASH, kamu dapat melihat di situs web resminya.

Data Teknis Dash (DASH)

Berapa jumlah pasokan DASH yang beredar? Saat ini DASH memiliki suplai 10.180.374 token yang beredar dengan total suplai maksimum 18.920.000 DASH. Pasokan (persediaan) ini tidak akan pernah meningkat kecuali DASH DAO memilih untuk mengalokasikan hadiah tambahan dari 10% yang dicadangkan untuk proposal anggaran.

Selama 48 jam pertama peluncuran Dash, ada sekitar 2 juta koin yang telah ditambang. Jumlah yang sangat signifikan dan melebihi jadwal emisi yang direncanakan Dash. Pada awalnya Dash hanya bercabang dari Litecoin – mengalami masalah serupa pada peluncurannya karena bug dalam algoritma penyesuaian menjadi kesulitannya. Meskipun terdokumentasi dengan baik bahwa Dash mewarisi bug dari Litecoin, ada spekulasi tentang apakah tambang cepat yang dihasilkan memang dimaksudkan untuk menguntungkan penambang awal atau bukan.

Pengamanan Jaringan Dash

Seperti halnya Bitcoin, Dash menyimpan semua transaksi yang dilakukan di jaringan pada buku besar publik (public ledger). Ini agar jaringan dapat memverifikasi users yang memiliki cukup dana di dompet (wallet) mereka untuk melakukan transaksi. Namun, tidak seperti Bitcoin, Dash menggunakan jaringan dua tingkat di mana penambang dan Masternode berjalan bersama-sama. Ini membuatnya lebih cepat daripada Bitcoin untuk memproses transaksi sambil juga menawarkan keamanan tambahan.

Dengan menggunakan Masternodes untuk mengamankan jaringan, penambang nakal tidak dapat mengalahkan Dash sendiri. Bahkan jika aktor jahat atau penambang nakal berhasil menangkap 51% dari kekuatan penambangan, operator Masternode akan menjaga para penambang agar tetap terkendali. Dengan menggabungkan Masternodes dengan algoritme X11 untuk penambang, Dash menjadi sangat tahan terhadap aktor jahat.

  • Masternodes – node didefinisikan sebagai perangkat komputasi (komputer, telepon, dll.) yang memelihara jaringan. Masternode mengatur hubs dengan persyaratan jaminan tambahan.
  • Penambang (miners) – penambang berperan dalam mengamankan jaringan dan memproses setiap transaksi DASH. Penambang mencapai ini dalam jaringan Dash dengan memecahkan masalah komputasi X11 yang memungkinkan mereka untuk menyatukan blok transaksi.
  • X11 – algoritma hashing yang banyak digunakan – dibuat oleh Evan Duffield, pengembang inti Dash. Algoritma X11 menggunakan beberapa putaran dari 11 hash yang berbeda (blake, bmw, keccak, skein, groestl, jh, luffa, cubehash, simd, echo, shavite), sehingga menjadikannya sebagai salah satu hash kriptografi paling aman dan lebih canggih yang digunakan oleh cryptocurrency

Penggunaan Dash

Dash meluncurkan jaring utamanya pada tahun 2014. Pengguna dapat mengunjungi Situs Web Dash resmi untuk membuat DASH wallet. Setelah dompet berhasil dibuat, pengguna dapat menyetor dan mengelola dana mereka di jaringan Dash. Penggunaan Dash untuk memberikan fasilitas transaksi nilai di jaringan Dash. Selain itu, DASH dapat dipertaruhkan oleh pengguna yang berpartisipasi dalam sistem Masternode untuk hadiah tambahan. DASH juga dapat digunakan sebagai alat investasi spekulatif dan bentuk pembayaran.

Staking DASH

Bagaimana model dari staking Dash? Saat ini Dash mendukung taruhan atau staking melalui model masternode dan penyedia dari pihak ketiga. Rata-rata APY untuk DASH untuk saat ini yaitu berkisar di angka 5,5%. Kapan staking akan dirilis? Staking telah dirilis untuk pengguna DASH yang ingin berpartisipasi dalam sistem masternode. Situs web Dash menawarkan panduan lengkap untuk setiap pengguna yang ingin mempertaruhkan.

Cara Memilih DASH Wallet

Dash memiliki coin atau token yang dapat ditransaksikan di crypto exchanges, yaitu DASH. Saat ini, banyak platform crypto yang juga menyediakan wallet untuk menyimpan DASH. Untuk memilih DASH wallet terbaik, sebenarnya tergantung kebutuhan kamu. Ada beberapa pilihan wallet yang dapat digunakan.

Pertama, hardware wallet atau populer disebut cold wallet – seperti Ledger dan Trezor. Cold wallet menawarkan penyimpanan koin kripto secara offline sehingga dianggap lebih aman, salah satunya dari peretasan. Namun, cold wallet lebih mahal dan mengoperasikannya butuh pengetahuan. Jadi, ini mungkin tidak cocok untuk pengguna pemula.

Opsi kedua, software wallet. Dompet ini lebih mudah digunakan dan biasanya support untuk perangkat smartphone dan dekstop. Namun, lebih disarankan untuk menyimpan coin crypto DASH dalam jumlah kecil.

Opsi terakhir, online wallet atau populer disebut hot wallet. Dari segi kemudahan akses dan fleksibilitas, hot wallet lebih unggul. Namun, jenis dompet ini dianggap lebih rentan dari peretasan dibanding alternatif sebelumnya. Tidak perlu khawatir, kamu tinggal memilih penyedia layanan terbaik yang menawarkan fitur keamanan tinggi. Nah, hot wallet mungkin bisa menjadi pilihan bagi pengguna pemula dan bagi siapa pun yang aktif dalam bertransaksi crypto.

Cara Beli DASH

Koin DASH bisa kamu beli melalui berbagai platform yang menyediakan aset kripto DASH, seperti eToro, Binance, Kraken, Coinbase, Tokocrypto, Indodax, dll. Cara beli DASH sangat mudah, setidaknya ada tiga (3) tahapan, yaitu (1) proses pendaftaran (sign up) di platform crypto yang kamu pilih – biasanya dapat diakses secara online. Kemudian, (2) melakukan setoran uang deposit dengan jumlah minimal sesuai ketentuan platform. Terakhir, (3) transaksi pembelian melalui menu “buy” di platform tersebut. Kamu tentu saja juga dapat menjual koin DASH melalui menu “sell”.

Simpulan

Dash (DASH) adalah aset kripto atau cryptocurrency mapan yang telah menghadapi dan melewati berbagai rintangan. Dash menawarkan proposisi nilai yang sangat unik dalam hal tata kelola – mungkin banyak investor yang suka. Jika kita menambahkan fakta bahwa Dash adalah blockchain yang dapat menampung aplikasi terdesentralisasi (dApps), kita mungkin melihat mengapa mata uang kripto ini sangat populer di kalangan penggemar crypto. Apakah DASH termasuk pesaing Bitcoin? Secara konsep iya. Evan Duffield merancang Dash untuk menangani keputusan dalam desain Bitcoin yang tidak disetujuinya dan untuk menciptakan protokol yang jauh lebih tangguh. Itulah pembahasan atau review Dash. Nah, apakah kamu tertarik untuk menjadi bagian dari pemilik koin DASH?

error: Content is protected !!