Arbitrase pada Perdagangan Kripto (Crypto Arbitrage)

Perdagangan arbitrase pada aset kripto atau crypto arbitrage adalah sebuah strategi untuk mengambil keuntungan dari perbedaan harga antara satu bursa (exchange) ke bursa lainnya. Hal ini disebabkan karena crypto exchange menilai cryptocurrency secara berbeda, sehingga ada peluang bagi arbitrase untuk mendapatkan profit dari perbedaan harga crypto. Caranya cukup sederhana, Anda membeli mata uang kripto di suatu bursa pada harga lebih rendah dan menjualnya di bursa lain pada harga lebih tinggi.

Yang perlu diperhatikan adalah bahwa perdagangan arbitrase crypto bergantung pada volume perdagangan dan kecepatan transaksi. Dengan kata lain, strategi trading seperti ini harus dieksekusi dengan cepat dan tepat. Invesnesia akan membahas lebih jauh tentang arbitrase mata uang kripto di dalam artikel ini.

Memahami Apa Itu Arbitrase Mata Uang Kripto (Crypto Arbitrage)

apa itu arbitrase crypto atau crypto arbitrage

Perdagangan crypto arbitrage adalah sebuah strategi yang menghasilkan profit dengan cara memanfaatkan perbedaan harga aset kripto di bursa (exchanges) yang berbeda. Ini dilakukan dengan membeli suatu mata uang digital di satu exchange pada harga murah dan dengan cepat menjual aset tersebut di exchange lain dengan harga lebih mahal.

Pedagang arbitrase kripto (arbitrageur) biasanya memantau setiap perbedaan harga dari aset kripto yang sama melalui bursa yang berbeda. Dalam kasus Bitcoin di atas, Binance dan OKEx adalah dua bursa yang berbeda. Kedua bursa tersebut bisa saja menampilkan harga yang berbeda untuk suatu aset. Meskipun begitu, biasanya, perbedaan harga tidak terlalu signifikan.

Faktor yang menyebabkan perbedaan harga di sejumlah bursa karena volume perdagangan sehingga adanya pergeseran tingkat penawaran dan permintaan. Konsep arbitrase pada mata uang kripto (crypto arbitrage) pada dasarnya sama seperti arbitrase valuta asing. Pedagang valas memanfaatkan perbedaan nilai kurs suatu mata uang di sejumlah bank-bank internasional. Dalam konteks arbitrase pada cryptocurrency, pedagang memanfaatkan perbedaan harga suatu aset kripto di beberapa bursa kripto.

Cara Kerja Perdagangan Arbitrase di Pasar Crypto

Dengan meningkatnya popularitas Bitcoin, sejumlah bursa cryptocurrency juga ikut tumbuh. Namun, pasar crypto jauh dari homogen, ada celah terhadap perbedaan harga. Harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) mungkin berbeda secara signifikan di sejumlah platform crypto exchanges pada saat tertentu, sehingga ada peluang untuk perdagangan arbitrase (arbitrage trading).

Sebagai contoh, Anda membeli Bitcoin (BTC) di Binance pada harga $60.000 per keping koin dan menjualnya di OKEx pada harga $60.100. Dengan kata lain, ada selisih keuntungan sebesar $100 per koin. Jika Anda hobi bertualang untuk melakukan arbitrase segitiga (triangular arbitrage) lintas batas di tiga bursa yang menawarkan harga berbeda untuk Bitcoin (BTC), Anda bahkan bisa menghasilkan keuntungan kecil dalam waktu singkat.

Secara umum, arbitrase segitiga (triangular arbitrage) adalah strategi perdagangan dengan memanfaatkan peluang untuk menukar tiga mata uang asing di bursa, lalu menukarnya kembali ke mata uang asli dalam waktu singkat. Konsep triangular arbitrage paling umum dilakukan untuk valuta asing. Meskipun begitu, konsep triangular arbitrage juga bisa digunakan sebagai strategi mencari profit pada perdagangan kripto.

Metode Arbitrase Kripto (Crypto Arbitrage Methods)

Di dalam perdagangan arbitrase mata uang kripto, ada sejumlah metode yang bisa digunakan untuk mendapatkan keuntungan dari perbedaan harga di sejumlah bursa kripto (crypto exchanges). Beberapa metode perdagangan arbitrase crypto adalah sebagai berikut.

  1. Arbitrase Sederhana (Simple Arbitrage)
  2. Arbitrase Segitiga (Triangular Arbitrage)
  3. DeFi Arbitrage

#1. Simple Arbitrage

Konsep perdagangan arbitrase sederhana adalah dengan membeli aset kripto di satu bursa pada harga tertentu dan menjualnya di bursa lain pada harga tertentu. Untuk mendapat keuntungan, tentu saja Anda harus menjual pada harga lebih tinggi. Tidak ada batasan khusus terkait jumlah posisi (transaksi) yang dilakukan. Tujuan utama dari arbitrase adalah bagaimana memperoleh keuntungan secara cepat di beberapa transaksi secara bersamaan. Konsep simple arbitrage hanya melibatnya dua jenis crypto, katakanlah misalnya BTC dan ETH.

#2. Triangular Arbitrage

Berbeda dari arbitrase sederhana, konsep arbitrase segitiga (triangular arbitrage) melibatkan satu komponen aset tambahan ke dalam persamaaan. Misalnya, Anda menambahkan BNB. Dengan demikian, ada tiga komponen aset, yaitu BTC, ETH, dan BNB. Perlu diketahui, kebanyakan bursa kripto menyediakan pasangan perdagangan (trading pairs), sama seperti valuta asing dengan konsep currency pairs, seperti EUR/USD atau IDR/USD, dan seterusnya.

Dalam hal crypto, trading pairs umumnya mengonversi dana (seperti USD) menjadi BTC, BNB, ETH, XRP, dan sebagainya. Dalam hal ini, Anda akan melihat pasangan mata uang kripto seperti ini: ETH/BTC, atau BNB/ETH, atau XRP/BNB, dan banyak lagi. Skema ini mungkin akan terlihat lebih rumit.

#3. Arbitrase DeFi

Decentralized finance (DeFi) akan menghapus peran perantara untuk berfungsi sebagai protokol keuangan. DeFi, dalam hal ini, mengedepankan penggunaan stablecoin dan smart contract untuk mentransfer nilai suatu aset digital ke pinjaman dan yield farming. Karena DeFi bergantung pada arsitektur berkode, maka ada peluang untuk arbitrase DeFi.

Sebagai contoh, jika platform A menawarkan 8% hasil dari stablecoin, tetapi platform B menawarkan hasil 10%, pedagang bisa mengalihkan dana dari A ke B untuk memperoleh selisih 2% hasil lebih tinggi.

Dalam kasus ini, pedagang bisa juga menggunakan strategi lain ke arbitrase spasial di sejumlah bursa. Ini biasanya melibatkan decentralized exchange (DEX) seperti Uniswap alih-alih menggunakan centralized exchange (CEX) seperti Binance, OKEx, Coinbase, dan sejenisnya.

Konsep yang sama akan berlaku, Anda sebagai pedagang akan memperdagangkan aset digital di seluruh DEX untuk memperoleh profit dari perbedaan tersebut. Namun, perhatikan juga bahwa arbitrase DeFi juga mempertimbangkan biaya gas. Karena biaya gas tidak bisa diubah, margin keuntungan Anda dari arbitrase DeFi pastinya akan bervariasi dari waktu ke waktu.

Pandangan Akhir

Bagaimanapun juga, arbitrase kripto atau crypto arbitrage adalah sebuah cara untuk menghasilkan uang (cuan) di industri cryptocurrency. Meskipun masih banyak cara mendapatkan profit pada perdagangan kripto, metode arbitrase patut dicoba. Jika Anda ingin mendapatkan mata uang kripto gratis, Anda bisa juga mempertimbangkan metode ini: 7 Cara Mudah Mendapatkan Crypto Gratis.

Leave a Comment

error: Content is protected !!