Review Fetch.ai (FET) 2021

Fetch.ai adalah salah satu proyek crypto yang berfokus untuk memaksimalkan smart contract, dengan membangun dan menerapkan fitur software cerdas yang mampu bekerja sama untuk menyediakan layanan terbaik kepada banyak pihak. Meskipun saat ini adalah era digital dan internet, faktanya ada sistem dan layanan yang kurang terorganisir. Buktinya, kita harus menggunakan sejumlah layanan dan menggunakan secara berlebihan.

Dengan kombinasi artificial intelligence (AI) dan teknologi blockchain, Fetch.ai mencoba mengoptimasi layanan dan jaringan di seluruh penjuru dunia dengan mengoordinasikan entitas secara terpisah di dalam sistem. Ini adalah proyek yang cukup brilian dan sangat menarik untuk melihat seperti apa dampaknya terhadap kehidupan nyata. Untuk mengenal mata uang kripto ini lebih lanjut, berikut invesnesia sajikan review Fetch.ai (FET) 2021.

Apa Itu Fetch.ai (FET)?

mengenal apa itu fetch.ai FET

Fetch.ai adalah jaringan berbasis blockchain untuk pembelajaran mesin terdesentralisasi (decentralized machine learning) dengan akses terbuka. Ide ini dibuat untuk memungkinkan pengembangan dan pertumbuhan ekonomi digital dengan memaksimalkan kinerja dan kecerdasan mesin atau teknologi, tanpa ada campur tangan manusia. Jaringan menghubungkan perangkat dan layanan ke Internet of Things (IoT), sementara juga memfasilitasi keterlibatan agen lain, seperti orang-orang.

Fetch.ai menciptakan infrastruktur yang relevan dan dapat mendukung pengembangan ekonomi digital terdesentralisasi berdasarkan artificial intelligence (AI). Jaringan akan menghubungkan orang, perangkat, dan layanan, yang memungkinkan berbagi data dan kerja sama.

Lingkungan ekonomi Fetch.ai terdiri dari supplier dan konsumen, sementara ekonomi berputar pada agen dan ekosistem yang berbeda dengan berbagai macam kasus penggunaan dan tujuan. Dalam hal variasi kasus penggunaan, tim pengembang Fetch.ai menegaskan bahwa jaringan bisa merevolusi kenbanyakan industri dan sektor.

Berkat penggunaan AI, Fetch.ai adalah platform yang akan menghadirkan solusi untuk masalah real sehari-hari dengan menawarkan decentralized machine learning dan berbagi data (data sharing). Sejumlah sektor yang bisa dioptimalkan oleh Fetch.ai adalah supply chain, smart city, smart parking, transportasi, energi, smart homes, pembelajaran kolektif, transportasi, banyak lagi kasus penggunaan lainnya.

Cara Kerja Fetch.ai

Untuk mengembangkan infrastruktur untuk ekonomi otonom berbasis AI, jaringan Fetch.ai terdiri dari tiga elemen utama:

  1. Agen Ekonomi Otonom (Autonomous Economic Agents/AEA)
  2. Kerangka Kerja Ekonomi Terbuka (the Open Economic Framework)
  3. Fetch Smart Ledger

Ketiga komponen ini akan menciptakan keseluruhan jaringan, yang juga didukung oleh machine learning dan AI.

Agen Ekonomi Otonom (AEA) mewakili organisasi, individu, perangkat, dan layanan, yang akan bertindak atas nama mereka di jaringan. AEA diciptakan sebagai warga digital di dalam ekosistem Fetch.ai dan mampu untuk belajar dari kesalahan sebelumnya, sehingga dapat memberikan solusi yang lebih efisien dan sanggup meningkatkan kinerja sistem secara keseluruhan melalui AI. Agen terkoneksi ke sumber data dan lingkungan perangkat keras (hardware) dan memanfaatkan sifat prediktif dari sistem Fetch.ai.

Kerangka Kerja Ekonomi Terbuka (OEF) adalah lapisan jaringan untuk menciptakan konektivitas dan kapasitas maksimum bagi interaksi antara AEA. OEF menjadi lapisan (wadah) untuk semua data dan informasi yang digunakan agen yang disimpan dan didukung oleh AI. Agen sumber informasi dari lapisan OEF dan node mendapatkan hadiah token untuk mediasi mereka antara AEA dan OEF.

Sementara itu, Fetch Smart Ledger adalah struktur inovatif berbasis blockchain yang mengombinasikan distributed ledger technology (DLT) dan grafik asiklik terarah (directed acyclic graph). Di sinilah semua transaksi di jaringan berkumul dan diproses melalui sharding.

Sejarah Fetch.ai

Fetch.ai adalah proyek yang didirikan pada tahun 2017 oleh tim yang berbasis di Cambridge, Inggris. Humayun Sheikh, Toby Simpson, dan Thomas Hain adalah para pendiri (founders) dari Fetch.ai. Sheikh menjabat sebagai CEO, Simpson menduduki posisi COO, dan Hain memegang posisi Chief Science Officer (CSO).

Ide utama dari proyek crypto ini yaitu menciptakan lingkungan otonom yang bisa menghubungkan banyak elemen – organisasi, individu, perangkat, dan layanan – melalui satu jaringan yang di-support machine learning dan AI. Karena menyediakan kombinasi teknologi secara inovatif, Fetch.ai memiliki banyak kasus penggunaan dan diharapkan berdampak positif untuk banyak sektor industri.

Keunikan Fetch.ai

Keunikan Fetch.ai adalah berkat kombinasi inovatif dari berbagai teknologi, seperti DLT, DAG, AI, smart contract, dan machine learning. Hal ini yang membuat Fetch.ai memiliki beragam kasus penggunaan. Fetch.ai adalah salah satu proyek berbasis blockchain yang langka karena menggunakan AI untuk meningkatkan solusi ekonomi digital yang diwakili oleh jaringan.

Ini memungkinkan pengguna untuk membuat, menyebarkan, dan melatih agen dengan berbagai tujuan, dan mengembangkan ekonomi digital terdesentralisasi yang tumbuh dengan jaringan. Fetch.ai adalah jaringan multi-utilitas berkat keunggulan dari kombinasi teknologi yang digunakannya, sehingga bisa menemukan aplikasi atau platform inovatif untuk berbagai sektor industri.

Value dari Fetch.ai (FET)

Pada dasarnya, nilai intrinsik atau value dari Fetch.ai adalah berkat teknologi, kapasitas teknis, kasus penggunaan, dan keseluruhan elemen proyek. Selain itu, nilai intrinsik Fetch.ai juga berasal dari token asli multigunanya, FET.

Token FET dapat digunakan untuk mengaktifkan dan memberi penghargaan kepada operator node, serta untuk membuka kunci semua operasi di jaringan. Token FET juga menjadi alat atau metode pembayaran utama di jaringan.

Selain itu, FET adalah koin kripto yang cukup populer di sejumlah bursa atau crypto exchanges. Karena menjadi komoditas digital, FET dapat menjadi instrumen investasi dengan mengharapkan kenaikan harga di masa depan. Apalagi proyek Fetch.ai dianggap inovatif dan punya fundamental yang bagus, ini diharapkan menjadi katalis untuk kenaikan harga pasar FET crypto coin.

Data Teknis Fetch.ai (FET)

Berapa jumlah koin Fetch.ai (FET) yang beredar? Saat ini ada 746.113.681 FET yang beredar. Sama seperti sebagian besar cryptocurrency lainnya, Fetch.ai memiliki jumlah persediaan token terbatas. Pasokan token terbatas membuat FET menjadi aset yang langka dan ini akan menguntungkan dan mencegah token terdevaluasi oleh inflasi. Harga koin FET hari ini (5/10/21) adalah $0,75 per keping dengan market cap $561 juta.

Data Teknis lainnya

Sebagai elemen ketiga dari sistem Fetch.ai, Fetch Smart Ledger adalah lapisan yang dapat memantau fungsi agen di jaringan. Inti dari sistem ini adalah token FET asli, yang digunakan untuk mendaftar di jaringan, sebagai metode pembayaran utama, dan sebagai insentif untuk operator node.

Token FET adalah satu-satunya alat tukar nilai di jaringan yang mendukung platform machine learning berbasis AI. FET juga dapat dipertaruhkan untuk keamanan jaringan, dan dengan mempertaruhkan (staking) FET, pengguna bisa menggunakan semua fitur jaringan. Pada awalnya, FET diluncurkan sebagai token ERC-20 tetapi kemudian diubah menjadi token asli dengan peluncuran mainnet.

Kasus Penggunaan Fetch.ai

Fetch.ai adalah lingkungan blockchain yang didukung AI yang membangun ekonomi digital terdesentralisasi dalam satu buku besar (ledger). Pengguna dapat membuat agen ekonomi yang bertindak atas nama individu, organisasi, perangkat, dan layanan. Semua agen akan terhubung dan dapat melakukan transaksi atau berkomunikasi satu sama lain.

FET dan Fetch.ai secara bersamaan digunakan untuk merevolusi dan meningkatkan kasus penggunaan di berbagai sektor industri dengan memanfaatkan AI dan kapasitas agen sehingga dapat belajar dari kesalahan masa lalu. Teknologi Fetch.ai sangat relevan untuk banyak industri, mencakup sektor populer seperti decentralized finance (DeFi), transportasi, rantai pasokan, infrastruktur, sistem kereta api, dan banyak lagi.

Sistem Keamanan Jaringan Fetch.ai

Fetch.ai diamankan melalui versi Proof of Stake (PoS) berdasarkan mekanisme konsensus Tendermint Cosmos dalam kombinasi dengan AI dan DAG. Jaringan juga menggunakan privasi diferensial untuk melindungi privasi pengguna sambil menjaga platform tetap terdesentralisasi dan transparan.

Jaringan Fetch.ai menggunakan kriptografi dan teori permainan untuk mekanisme konsensus yang bebas dari sensor. Kombinasi protokol PoS dan teknologi lainnya akan mengamankan koneksi dan komunikasi di jaringan, sementara node memvalidasi transaksi di buku besar.

Mekanisme Konsesus Fetch.ai

Meskipun testnet Fetch.ai berjalan pada konsensus Proof of Work (PoW), jaringan saat ini menggunakan Proof of Stake (PoS) dengan versi yang ditingkatkan berdasarkan implementasi Cosmos Tendermint.

Versi Fetch.ai disebut juga sebagai slot Proof of Stake (sPoS) dan membatasi jumlah node yang beroperasi di jaringan. sPOS mampu mengurangi beban komputasi konsensus dan memungkinkan investor kecil untuk ikut berpartisipasi dengan mendelegasikan kepemilikan saham mereka ke validator.

Node penghasil blok akan dipilih oleh Decentralized Random Beacon, yang menyediakan aplikasi kontrak pintar dengan pseudorandomness yang relatif kuat sambil juga mempertahankan protokol terhadap serangan penolakan layanan terdistribusi.

Prospek Fetch.ai (FET) di Masa Depan

Fetch.ai adalah lingkungan blockchain dengan akses terbuka yang inovatif. Tujuan Fetch.ai yaitu untuk merevolusi berbagai sektor industri dengan menggabungkan AI, machine learning, dan DLT. Dengan perkembangan teknologi yang cepat, ini akan membawa inovasi ke sejumlah industri dan meningkatkan kasus penggunaan.

Fetch.ai mampu menciptakan ekonomi yang terdesentralisasi yang demokratis di mana pengguna dapat saling berinteraksi dan terhubung dengan organisasi, pengguna lain, perangkat, dan layanan. Ini adalah proyek unik yang menghubungkan AI dan teknologi blockchain untuk menyediakan ekonomi digital cerdas terbaru. Dengan keunggulan kompetitif ini, prospek cerah dianggap akan berpihak pada cryptocurrency FET di masa mendatang.

error: Content is protected !!