Cara Investasi & Trading Online untuk Pemula 2022/2023

Hi, calon investor dan trader! Jika Anda berencana ingin memulai investasi dan trading online di berbagai instrumen keuangan terpopuler seperti:

  • Reksa dana (mutual funds)
  • Saham (stock)
  • Mata uang kripto (cryptocurrency)
  • Valuta asing (foreign exchange atau forex)
  • Contract for difference (CFD)
  • Emas XAUUSD

Panduan berikut ini akan membantu Anda untuk memahami semua hal yang diperlukan sebelum memulai investasi dan trading online.

Investasi atau Trading?

Pertama-tama Anda harus menentukan: apakah ingin melakukan investasi atau trading online karena keduanya memiliki perbedaan mendasar.

  • Investasi artinya Anda menempatkan modal ke instrumen keuangan untuk jangka panjang. Dengan kata lain, setelah Anda membeli aset, Anda tidak akan menjualnya segera. Periode investasi bisa dalam jangka pendek seperti 1 tahun, jangka menengah sekitar 2 – 3 tahun, dan jangka panjang di atas 3 tahun.
  • Trading artinya Anda melakukan perdagangan atau jual beli aset untuk jangka pendek (umumnya kurang dari 1 tahun), seperti kurun waktu harian, mingguan, atau bulanan.

Instrumen yang Bagus untuk Investasi dan Trading

Ada banyak aset atau instrumen keuangan yang dapat dipilih untuk investasi dan trading online. Namun, beberapa yang paling populer yaitu sebagai berikut:

  1. Reksa dana – wadah untuk menghimpun (mengumpulkan) dana dari masyarakat pemodal (investor), dana tersebut kemudian dikelola oleh badan hukum yang disebut manajer investasi (MI). Lalu, MI akan menginvestasikan kembali dana milik pemodal ke berbagai instrumen: saham, deposito, obligasi, dan lainnya. Gambar Reksa Dana
  2. Saham – surat berharga (efek) yang menjadi bukti kepemilikan suatu pihak secara sah terhadap perusahaan. Siapa pun yang memiliki saham , baik dalam jumlah besar maupun kecil, mereka resmi disebut sebagai pemegang saham. investasi saham
  3. Forex – mata uang asing (valas) yang, dalam konteks trading, dapat disebut perdagangan mata uang asing berpasangan (currency pairs). Misalnya, EUR/USD, GBP/USD, dan sebagainya. EUR/USD artinya Anda membeli Euro (EUR) dan saat bersamaan menjual dolar AS (USD). Trading forex menggunakan sistem dua arah: bisa menghasilkan profit dari kenaikan dan penurunan harga. Gambar Trading Forex
  4. Cryptocurrency – aset digital yang dapat tergolong komoditas (diperdagangkan di bursa kripto atau crypto exchange) dan berfungsi sebagai alat pembayaran. Sebagai komoditas, aset kripto legal di Indonesia, tetapi dilarang sebagai alat pembayaran.
  5. Contract for Difference (CFD) – sistem perdagangan melalui perjanjian (kontrak) antara pengguna (investor) dan broker CFD atas instrumen aset tertentu tanpa harus memiliki aset yang mendasarinya (underlying assets). Sistem trading CFD artinya Anda hanya memperdagangkan pergerakan harga suatu aset, tanpa memilikinya secara “real”. CFD dapat berupa CFD saham, CFD crypto, CFD komoditas (emas, minyak, dll), dan CFD Indeks. Trading CFD juga menyediakan perdagangan dua arah.
  6. Emas XAUUSD – Trading logam mulia emas dilakukan melalui pasangan XAU/USD. XAU/USD merupakan jenis pasangan mata uang. XAU adalah simbol dari emas, sementara USD adalah dolar AS. Jadi, trading emas XAUUSD artinya Anda berinvestasi emas sebagai mata uang. Harga emas XAUUSD akan mengacu pada harga logam mulia. Keunggulan trading XAUUSD yaitu Anda dapat memiliki eksposur ke emas tanpa harus membeli dalam bentuk fisik. Ini akan memudahkan investor untuk jual beli emas online dan menghasilkan keuntungan lebih cepat dari kenaikan harga.

Semua instrumen di atas pada dasarnya dapat digunakan untuk investasi dan trading. Akan tetapi, reksa dana lebih cocok sebagai instrumen investasi. Berikut rincian lebih lanjut:

  • Reksa dana – cocok untuk investasi
  • Forex – cocok untuk trading
  • Saham – cocok untuk trading dan investasi
  • Crypto – cocok untuk trading dan investasi
  • CFD – cocok untuk trading dan investasi
  • XAUUSD – cocok untuk trading dan investasi

Dimana Tempat Berinvestasi dan Trading?

  1. Reksa dana – investasi reksa dana dilakukan melalui perusahaan manajer investasi (MI). Beberapa contoh MI dengan total dana kelolaan (assets under management/AUM) yang besar yaitu Manulife Aset Manajemen, Bahana TCW Investment Management, dan Mandiri Manajemen Investasi.
  2. Saham – investasi dan trading saham di bursa efek Indonesia (BEI) dilakukan melalui perantara broker saham (perusahaan sekuritas), seperti Mandiri Sekuritas, Indo Premier, Mirae Asset Sekuritas, dan sebagainya. Untuk investasi saham luar negeri, Anda bisa menggunakan broker seperti eToro, Fidelity, dan lainnya.
  3. Cryptocurrency – investasi dan trading crypto dilakukan melalui broker kripto (crypto exchanges), seperti Bybit, Binance, Coinbase, dan lainnya.
  4. Forex – trading forex online dapat dilakukan melalui broker forex, seperti OctaFX, FBS, Weltrade, atau AMarkets.
  5. Contract for difference (CFD) – investasi dan trading CFD dapat dilakukan melalui broker seperti OctaFX, FBS, Weltrade, atau AMarkets. Ini mencakup CFD saham, CFD indeks, CFD komoditas (emas, perak, dll), CFD crypto, CFD mata uang, dan instrumen lainnya.
  6. XAUUSD – investasi emas dalam bentuk pasangan mata uang dapat dilakukan melalui broker online seperti Weltrade, FBS, atau AMarkets.

Rekomendasi Broker untuk Trading dan Investasi

Berikut ini beberapa rekomendasi broker tepercaya yang dapat dipertimbangkan untuk investasi dan trading online di berbagai instrumen aset terpopuler 2022:

1. OctaFX – broker trading forex dan CFD

mengenal broker octafx

OctaFX merupakan broker forex dan trading online CFD (crypto, komoditas, dan indeks saham luar negeri) tepercaya dan resmi, yang diregulasi secara global oleh St. Vincent & the Grenadines Financial Services Authority (SVGFSA).

2. FBS – broker trading forex dan CFD

FBS adalah broker online tepercaya untuk trading online forex (tersedia forex eksotis) dan CFD untuk komoditas (logam dan energi), indeks, saham, dan crypto. Broker ini berada di bawah FBS Markets Inc yang diregulasi oleh otoritas internasional, yaitu IFSC Belize dengan nomor registrasi 119717. FBS sudah sangat berpengalaman yang beroperasi sejak tahun 2009.

3. Weltrade – broker trading forex dan CFD

Weltrade adalah broker yang sudah lama terjun di industri forex sejak tahun 2006 dan lebih lama daripada kebanyakan broker saat ini. Ini berarti bahwa Weltrade terjamin dari aspek pengalaman, tak heran perusahaan ini menawarkan fasilitas terbaik. Weltrade berada di bawah perusahaan Systemgates Ltd yang secara hukum terdaftar resmi di negara Saint Vincent dan Grenadines dengan no registrasi 24513 IBC 2018. Instrumen trading online terpopuler di Weltrade adalah forex, sementara juga menyediakan komoditas, logam, indeks, saham, dan crypto yang berbasis CFD.

4. AMarkets – broker trading forex dan CFD

broker amarkets

AMarkets merupakan broker forex dan CFD (crypto, saham luar negeri, komoditas, indeks, dan ETF) tepercaya dan resmi, yang diregulasi secara global oleh The Financial Comission.

5. Bybit – crypto exchange global

aplikasi Bybit untuk trading crypto

Daftar di Bybit

Bybit adalah salah satu platform crypto exchange terbaik 2022 untuk pengguna Indonesia, yang memberikan kemudahan dan platform yang canggih. Melalui Bybit, Anda dapat memperdagangkan berbagai mata uang kripto teratas di pasar: Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Cardano (ADA), dan banyak lagi. Anda juga bisa menggunakan perdagangan crypto futures dengan fasilitas perdagangan margin atau leverage hingga 100x untuk memaksimalkan potensi keuntungan.

Langkah-langkah Memulai Trading dan Investasi

Apa pun instrumen keuangan yang Anda pilih untuk investasi dan trading online: saham, reksa dana, forex, crypto, atau CFD, proses atau cara memulainya hampir sama, yaitu sebagai berikut:

  1. Pilih broker atau platform. Setiap instrumen keuangan biasanya diakses melalui perantara, dalam hal ini bisa broker, sekuritas, atau lainnya. Jika Anda ingin trading forex sekaligus berinvestasi pada aset kripto, saham luar negeri, dan komoditas emas, Anda bisa menggunakan broker CFD, seperti Weltrade, FBS, AMarkets, atau OctaFX.
  2. Lakukan registrasi. Anda tinggal mengunjungi platform website dari masing-masing broker, atau bisa juga melakukan pendaftaran via aplikasi seluler yang biasanya mendukung perangkat Android dan iOS. Lihat di sini: aplikasi forex terbaik dan aplikasi saham terbaik.
  3. Lakukan deposit. Setoran awal ini menjadi syarat penting agar Anda bisa segera memulai perdagangan. Setiap broker memiliki kebijakan masing-masing terkait minimal deposit perdana ini. Anda bisa mencari tahu lebih lanjut.
  4. Lakukan perdagangan. Setelah akun Anda aktif dan sudah berisi saldo yang mencukupi, Anda bisa segera memulai aktivitas trading dan investasi.

Memahami Profil Risiko Investor

Dalam memilih instrumen keuangan untuk investasi dan trading online, sangat disarankan bagi pemula untuk mengenali profil risiko. Singkatnya, profil risiko merupakan sikap seseorang dalam menghadapi risiko. Berikut ini beberapa jenis profil risiko investor:

  1. Risk seeker – seseorang yang sangat menyukai risiko. Dalam konteks ini, Anda boleh melakukan trading dan investasi, tetapi lebih prospek dan menjanjikan melakukan trading.
  2. Risk Neutral – seseorang yang bersikap netral terhadap risiko: tidak suka risiko yang telalu tinggi, dan tidak tertarik dengan risiko yang terlalu rendah. Dalam konteks ini, Anda boleh melakukan trading dan investasi secara proporsional.
  3. Risk averse – seseorang yang takut menghadapi risiko. Dalam konteks ini, Anda sebaiknya hanya berinvestasi jangka panjang, tidak disarankan melakukan trading online.

1. Instrumen yang cocok untuk investor risk averse:

  1. Reksa dana – lebih spesifik memilih reksa dana pendapatan tetap dengan alokasi modal 70%.
  2. Saham – lebih spesifik berinvestasi jangka panjang pada saham blue chip atau perusahaan dengan fundamental kuat, seperti market leader di sektornya, market cap besar, brand yang terkenal, konsisten mencetak laba, dan sering membagikan dividen. Alokasi dana sekitar 30%.

2. Instrumen yang cocok untuk investor neutral:

  1. Reksa dana – boleh di berbagai jenis reksa dana dengan alokasi modal sekitar 30%.
  2. Saham – alokasi modal sebesar 30% untuk investasi jangka panjang di saham blue chip.
  3. Cryptocurrency – alokasi 15% untuk berinvestasi dan trading di aset kripto, boleh dikombinasikan di crypto yang mapan seperti Bitcoin dan Ethereum, dan altcoin yang sedang berkembang.
  4. Forex – alokasi dana 15% untuk trading forex, dan bisa memanfaatkan leverage secara terbatas (tidak berlebihan).
  5. CFD – alokasi dana 10% untuk investasi dan trading CFD, dengan penggunaan leverage atau margin tidak berlebihan.

3. Instrumen yang cocok untuk investor risk seeker:

  1. Forex – Alokasi dana sebesar 30% untuk trading forex, dan manfaatkan leverage secara bijaksana.
  2. CFD – Sebesar 25% alokasi dana untuk investasi dan trading CFD dengan penggunaan leverage secara bijaksana.
  3. Saham – Alokasi sebesar 25% untuk investasi dan trading saham, boleh kombinasi untuk beli saham dengan market cap besar, menegah, dan kecil.
  4. Cryptocurrency – Sebesar 20% untuk investasi dan trading kripto, bisa kombinasi di berbagai koin yang sudah mapan dan sedang berkembang.
Profil Risiko Rekomendasi Instrumen Alokasi Dana
Risk Averse Investasi Reksa dana; Saham 70% Reksa dana; 30% Saham
Risk Neutral Investasi dan Trading Reksa dana; Saham; Forex; Crypto; CFD 30% Reksa dana; 30% Saham; 15% Forex; 15% Crypto; 10% CFD
Risk Seeker Investasi dan Trading Saham; CFD; Forex; dan Crypto 30% Forex; 25% CFD; 25% Saham; 20% Crypto

Jenis Keuntungan dan Kerugian

  1. Reksa dana – profit dari reksa dana yaitu dari kenaikan nilai aktiva bersih (NAB), dan kerugiannya ketika NAB menurun.
  2. Saham – keuntungan yang dihasilkan dari saham yaitu dividen dan capital gain, sementara itu kerugian dari saham bisa berupa kebangkrutan, delisting, dan capital loss.
  3. Cryptocurrency – keuntungan yang dihasilkan dari crypto yaitu reward (bunga) dan capital gain, sementara itu kerugian dari kripto bisa berupa capital loss dan kebangkrutan.
  4. Forex – keuntungan dari forex yaitu capital gain, sedangkan risiko kerugian berupa capital loss dan kebangkrutan.
  5. CFD – keuntungan dari CFD yaitu capital gain, sedangkan kerugian berupa capital loss dan kebangkrutan.
  6. XAUUSD – keuntungan trading emas XAUUSD yaitu berupa capital gain, sementara kerugian berupa capital loss.

Catatan:

  • Dividen merupakan bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham atau investor. Dividen hanya berlaku untuk perusahaan yang berhasil mencetak laba (profitable), sementara itu perusahaan yang rugi tidak mungkin membagikan dividen. Namun perlu dicatat, kebijakan dividen tergantung masing-masing perusahaan, sehingga tidak semua perusahaan yang menghasilkan laba akan membagikan dividen, alias laba ditahan.
  • Capital gain merupakan keuntungan yang dihasilkan dengan menjual aset di harga yang lebih tinggi daripada harga beli.
  • Capital loss merupakan kerugian modal karena menjual aset di harga lebih rendah daripada harga beli. Jika menggunakan leverage atau margin, misalnya pada forex dan CFD, potensi capital loss terbesar yaitu kebangkrutan atau modal habis tidak tersisa.
  • Tidak ada instrumen instrumen keuangan (aset) yang bebas risiko. Investor tidak dapat menghilangkan risiko, tetapi dapat meminimalkannya melalui diversifikasi.
  • Diversifikasi artinya menaruh (menempatkan) modal ke pelbagai instrumen aset, alih-alih hanya satu aset saja. Misalnya, Anda bisa membeli saham, forex, crypto, dan reksa dana, alih-alih hanya beli saham saja.
  • Pahami konsep “high risk high return” yang artinya semakin tinggi risiko yang terkandung dalam suatu instrumen, semakin besar peluang keuntungan; sebaliknya, instrumen dengan risiko rendah juga akan menghasilkan profit kecil.

Apa Itu Leverage?

Dalam dunia trading online, istilah leverage atau perdagangan margin merupakan fasilitas utang yang disediakan oleh broker sehingga trader bisa mencapai volume perdagangan lebih tinggi dari modal awal mereka. Misalnya, modal awal Anda $100, dengan mengambil leverage 1:3 (3 kali), Anda bisa mencapai level perdagangan atau membeli aset hingga $300. Atau, jika Anda ingin membeli aset senilai $90 dengan modal awal $100, cukup bagi Anda untuk membelanjakan sebesar $30, sehingga dana yang tersedia sebesar $70. Perdagangan margin (leverage) tersedia di instrumen forex dan CFD, serta crypto futures.

Perdagangan Dua Arah pada Forex dan CFD

Sebelumnya telah disinggung bahwa trading forex dan CFD sama-sama memungkinkan perdagangan dua arah: artinya Anda bisa menghasilkan keuntungan baik dari kenaikan harga aset maupun dari penurunan harga. Sebagai contoh, jika Anda memprediksi pasangan EUR/USD bakal naik, Anda dapat membuka posisi Buy; sebaliknya, jika EUR/USD diprediksi turun, lakukan open posisi Sell.

Ini juga berlaku pada perdagangan CFD. Misalnya, Anda memprediksi bahwa Bitcoin/USD akan naik, Anda bisa mengambil pilihan Buy; sebaliknya, ketika Bitcoin/USD diprediksi akan anjlok, itu kesempatan besar untuk ambil posisi Sell.

Ketika Anda open posisi Buy, artinya Anda berharap harga aset tersebut naik; jika itu terjadi, Anda akan mengalami floating profit dan jika Anda menjual aset tersebut, barulah Anda akan mendapatkan capital gain. Begitu pun sebaliknya, jika harga tersebut turun, Anda akan mengalami floating loss; jika Anda menjualnya, barulah akan terjadi capital loss.

Ketika Anda open posisi Sell, artinya Anda berharap harga aset tersebut turun; jika itu terjadi, Anda akan mendapatkan profit saat menutup posisi. Begitu pun sebaliknya, saat harga aset tersebut naik, Anda justru akan mengalami kerugian saat menutup posisi.

Pandangan Akhir

Well, itulah semua informasi yang perlu dipahami dengan baik sebagai panduan untuk memulai investasi dan trading online. Sebelum Anda benar-benar terjun, sebaiknya Anda belajar lebih lanjut tentang berbagai instrumen aset atau keuangan yang Anda pilih, seperti crypto, saham, forex, CFD, dan reksa dana.

Kemudian, Anda juga dapat memilih misalnya, ingin mendaftar di broker Weltrade, FBS, AMarkets, atau OctaFX yang sama-sama menawarkan perdagangan forex dan CFD untuk aset kripto, saham luar negeri (Amazon, Tesla, Microsoft, Apple, dan lainnya), indeks saham, komoditas, dan lainnya. Jika Anda berfokus pada trading online, wajib bagi Anda untuk memahami apa itu analisis teknikal, sementara itu untuk tujuan investasi, Anda bisa lebih fokus pada analisis fundamental.