Mulai Trading CFD (Forex, Saham AS, Gold, Kripto, Indeks)

Hasilkan jutaan hingga miliaran rupiah dari investasi dan trading online!

Cara trading online yang paling efisien adalah dengan memilih instrumen contracts for differences (CFD), yang mencakup CFD forex, CFD gold, CFD saham AS, CFD komoditas, dan CFD indeks. Melalui instrumen CFD, Anda bisa mendapat eksposur ke banyak pasar dan aset!

CFD atau contracts for difference merupakan produk derivatif yang memungkinkan investor dan trader untuk berspekulasi pada harga-harga berbagai aset-aset populer seperti saham, indeks, forex, crypto, komoditas, dan energi.

Melalui CFD, trader dan investor berpotensi mendapatkan keuntungan dua arah, baik saat harga aset naik maupun turun.

Tertarik mengenal apa dan bagaimana cara trading CFD? Simak ulasan berikut ini!

Apa Itu CFD Trading?

Trading CFD memungkinkan Anda untuk berspekulasi baik saat harga suatu aset naik maupun turun, tanpa harus benar-benar memiliki aset tersebut.

Dengan kata lain, CFD trading adalah metode spekulasi terhadap harga aset yang mendasarinya (underlying assets). Underlying assets ini dapat berupa forex, saham luar negeri, indeks, komoditas, crypto, emas, dan lainnya.

Pada saat trading CFD, Anda tidak benar-benar memiliki underlying assets tersebut, melainkan hanya mendapat eksposur pada pergerakan harganya saja. Anda hanya berspekulasi dari naik turunnya harga aset. Aktivitas ini sama sekali legal dan diregulasi secara global, serta juga diatur di Indonesia oleh Bappebti.

Bahkan, satu-satunya cara yang resmi (legal) untuk berinvestasi atau membeli saham Amerika (AS) bagi investor lokal yaitu melalui CFD. Ini karena investor asing tidak diperbolehkan mengakses pasar saham AS secara langsung.

Contracts for difference pada dasarnya merupakan produk derivatif keuangan yang melibatkan “kontrak” antara Anda (sebagai trader/investor) dan broker. Aktivitas trading CFD difasilitasi oleh perusahaan pialang atau broker CFD melalui aplikasi atau platform trading online yang mereka dukung.

Beberapa broker CFD terbaik menawarkan ribuan pasar/aset untuk diperdagangkan dalam bentuk derivatif seperti CFD. Aset-aset yang dilibatkan dalam perdagangan CFD dapat mencakup saham, indeks, forex, gold, kripto, komoditas, dan lain-lain.

Daftar Broker Forex dan CFD Terkemuka

Sebagian besar broker CFD biasanya juga merupakan broker forex. Kenapa? Karena instrumen derivatif CFD dan forex relatif memiliki karakteristik yang sama. Melalui broker tersebut, Anda dapat trading forex murni dan trading CFD forex, serta CFD saham luar negeri/saham AS, CFD kripto, CFD gold, CFD komoditas, dan CFD indeks.

Berikut daftar broker forex dan CFD terbaik yang direkomendasikan untuk trader Indonesia:

1. OctaFX: Broker Forex & CFD Terpercaya di Asia

ketentuan trading menarik dari Octa broker

Kunjungi OCTA

Kelebihan

  • Diatur dengan baik oleh SVGFSA
  • Tiga jenis akun dengan spread mulai 0,6 pip dan komisi $0
  • Akun Demo
  • Akun Islami
  • Instrumen: forex & CFD dalam saham, indeks, logam mulia, komoditas, energi, dan crypto
  • Aplikasi Copytrading untuk menyalin strategi trading dari trader pro
  • Leverage hingga 1:500
  • Ukuran lot minimum 0,01 hingga 500 lot
  • Deposit minimum $25
  • Bonus deposit 50%
  • Scalping
  • Multi-platform (MT4, MT5, dan aplikasi OctaBroker)

Kekurangan:

  • Tidak diatur oleh Bappebti Indonesia

2. FxPro: Broker Forex & CFD Paling Bereputasi di Dunia

review FxPro broker

Kunjungi FxPro

Kelebihan:

  • Diatur oleh FCA UK, CySEC, FSCA, dan SCB
  • Partnership dengan McLaren F1 dan Monaco Yacht Club
  • 105+ awards dan penghargaan broker terbaik dari Financial Times (2010 – 2019)
  • Instrumen: forex dan CFD dalam crypto, logam, futures, energi, indeks, dan saham
  • Akun Standard menawarkan kondisi terbaik: spread stabil di 1,2 pips tanpa komisi
  • Minimal deposit $50 pada akun Standard
  • Zero spread via akun Pro dan Raw+
  • Multi-platform (MT4, MT5, cTrader, aplikasi FxPro)
  • Mobile app FxPro (iOS dan Android) telah di-download lebih 5 juta pengguna (rating 4,7/5)
  • Leverage maksimum 1:2000
  • Free swap
  • Ukuran lot minimum 0,01 dan tanpa maksimum

Kekurangan:

  • Tidak teregulasi Bappebti Indonesia

3. Finex: Broker Forex & CFD Terbaik #1 di Indonesia

finex adalah broker forex terbaik di Indonesia

Kunjungi Finex

Finex menempati posisi #1 sebagai broker forex dan derivatif terbaik di Indonesia. Perusahaan pialang berjangka ini didirikan pada tahun 2012 dan diregulasi serta berlisensi Bappebti, JFX (Jakarta Futures Exchange), dan Kliring Berjangka Indonesia.

Finex menjadi satu-satunya broker resmi di Indonesia dengan standar internasional yang menawarkan ketentuan trading menguntungkan.

Kelebihan:

  • Spread terendah mulai 0,5 pips
  • Deposit kecil mulai $10 USD atau Rp100 ribu
  • Dukungan platform MetaTrader 5 (MT5) dan aplikasi Finex Trading
  • 78 instrumen trading (forex, saham, indeks, energi, emas XAUUSD, dll)
  • Volume trading minimum mulai 0,01 lot
  • Leverage hingga 1:500
  • Komisi hanya $1, paling rendah di antara pialang berjangka Indonesia lainnya

Kekurangan:

  • Belum tersedia instrumen crypto

4. JustMarkets: Broker Forex & CFD Terpopuler di Asia

JustMarkets adalah broker terbaik Asia, Afrika, dan Indonesia

Kunjungi JustMarkets

Kelebihan:

  • Teregulasi CySEC dan FSA
  • Puluhan penghargaan internasional
  • Jutaan klien dari lebih 150 negara
  • Akun Standard dengan kondisi yang mantap: spread mulai 0,1 pip tanpa komisi
  • Akun Demo
  • Instrumen: forex & CFD dalam logam mulia, saham, indeks, komoditas, energi, dan kripto
  • Leverage maksimum 1:3000
  • Bebas swap
  • Ukuran lot minimum 0,01 hingga 500 lot
  • Deposit minimum $1
  • Welcome Bonus 30 USD
  • Multi-platform (MT4 dan MT5)

Kekurangan:

  • Tidak teregulasi di Bappebti Indonesia

5. Exness: Broker Forex & CFD dengan Ketentuan Trading Terbaik

Kunjungi Exness

Kelebihan:

  • Diatur oleh FCA UK dan CySEC
  • Akun Standard dengan kondisi terbaik: spread 0,3 pip tanpa komisi
  • Akun Zero dan Raw Spread untuk menikmati spread 0 pip
  • Akun Demo
  • Instrumen: forex & CFD dalam saham & indeks global, logam mulia, energi, komoditas, dan aset kripto
  • Leverage 1:unlimited
  • Bebas swap
  • Ukuran lot minimum 0,01
  • Minimal deposit $10
  • Multi-platform (MT4, MT5, dan aplikasi Exness Trade)

Kekurangan:

  • Tidak terdaftar di Bappebti Indonesia
  • Akun Standard Cent tidak terintegrasi dengan MT5

Karakteristik Trading CFD

Karakteristik atau ciri-ciri instrumen CFD yang membedakan dirinya dengan instrumen keuangan non-derivatif adalah sebagai berikut:

1. Fitur Buy (Long) dan Sell (Short)

Jika misalnya Anda trading saham, Anda hanya diperbolehkan membuka posisi pembelian (buy) atau long di awal, kemudian menutup posisi dengan jual (sell) untuk memperoleh peluang profit. Namun, dalam trading CFD saham, misalnya, Anda dapat membuka posisi sell (short) di awal dan menutup posisi dengan buy (long).

Lebih rinci, jika Anda berpikir harga saham NVIDIA berpotensi anjlok, Anda dapat bertaruh (berspekulasi) terhadap penurunan harga saham NVIDIA melalui CFD, yaitu dengan cara membuka posisi sell (short) di awal. Jika prediksi Anda benar, Anda akan mendapatkan keuntungan dari penuruhan harga saham NVIDIA. Inilah karakteristik unik yang menjadi kelebihan trading CFD.

Namun, penting untuk diingat bahwa baik “membeli (buy) atau long” maupun “menjual (sell) atau short” dapat menghasilkan kerugian jika Anda salah memprediksi pergerakan harga aset. Untuk meminimalkan risiko, Anda harus mengambil langkah-langkah manajemen risiko yang efektif.

2. Fitur Leverage

Leverage, atau mengacu pada daya ungkit, menjadi salah satu fitur utama dalam trading CFD. Anda dapat membayangkan leverage sebagai “utang atau pinjaman dana dari broker” agar Anda dapat membuka posisi perdagangan lebih tinggi tanpa membutuhkan modal besar.

Misalnya, jika memiliki modal trading $10 dan mengambil leverage 1:30, Anda dapat berspekulasi atau membuka posisi trading hingga senilai $300.

Jadi, pada dasarnya, leverage dalam trading CFD memungkinkan Anda mendapatkan eksposur pasar penuh dengan deposit awal kecil, yang disebut margin. Dengan kata lain, Anda hanya perlu membayar sebagian kecil dari biaya posisi perdagangan sebagai margin, untuk mendapatkan eksposur terhadap nilai penuh dari perdagangan tersebut.

Penting untuk diingat bahwa potensi keuntungan dan kerugian akan diperbesar saat Anda menggunakan leverage karena akan dihitung berdasarkan ukuran penuh posisi Anda – bukan hanya margin.

Ingatlah bahwa Anda akan membuka posisi yang diungkit dengan margin: persyaratan margin CFD dapat bervariasi tergantung pada pasar yang Anda minati dan tidak semua pasar memiliki tingkat margin yang sama.

Sebagai contoh, broker memerlukan deposit sebesar 5% dari ukuran posisi total pada indeks saham populer seperti FTSE 100, atau 20% pada saham teratas seperti Amazon, Tesla, dan NVIDIA.

3. Harga CFD Bergerak Sejalan dengan Pasar atau Aset yang Mendasarinya

Trading CFD dirancang untuk meniru perdagangan setiap pasar yang mendasarinya dengan cukup akurat. Ini termasuk pasar saham, forex, crypto, komoditas, energi, dan indeks. Harga CFD hanya dipengaruhi oleh pergerakan pasar atau aset yang mendasarinya (underlying assets).

Sebagai contoh, katakanlah harga saham Amazon (AMZN) yang terdaftar di Nasdaq bergerak di level $125,60. Maka, harga CFD saham Amazon di platform broker CFD berkisar di sekitar level tersebut, misalnya $125,65.

Beberapa harga aset memiliki spread yang mengelilinginya, sementara perdagangan CFD lainnya akan dikenai komisi, yang semuanya tergantung pada pasar mana yang Anda perdagangkan dan broker CFD yang dipilih.

Apakah CFD Trading Cocok untuk Semua Investor?

Trading CFD cocok untuk Anda yang mencari cara untuk trading pasar yang naik atau turun dan ingin membuka posisi menggunakan margin. Namun, instrumen derivatif ini sangat berisiko, dan Anda bisa mengalami kerugian melebihi jumlah deposit awal Anda.

Kebanyakan broker CFD menawarkan akun demo gratis kepada semua trader yang ingin berlatih sebelum membuka akun live. Mereka juga memberi Anda akses ke alat pendidikan untuk para trader.

Secara umum, CFD trading lebih ideal untuk trader tingkat menengah dan pro (berpengalaman), sementara itu trader pemula perlu belajar cara trading CFD terlebih dahulu. Saat pemahaman dan pengalaman Anda meningkat, Anda dapat mulai membuka akun CFD di broker tepercaya.

Keunggulan Trading CFD

Berikut adalah kelebihan trading CFD dibandingkan produk atau instrumen keuangan lainnya:

  • Leverage: karena CFD adalah produk yang melibatkan leverage (daya ungkit), modal awal Anda hanya perlu digunakan sebagian kecil dari nilai posisi Anda.
  • Fleksibilitas: karena Anda bisa melakukan pembelian (long) atau penjualan (short) dengan CFD, Anda bisa trading terlepas dari arah pergerakan pasar.
  • Jam trading yang lebih panjang: Anda bisa trading di beberapa pasar di luar jam perdagangan reguler. Namun, ingatlah bahwa harga pembukaan pasar mungkin berbeda dari harga di luar jam perdagangan.
  • Hedging: ini dapat menjadi strategi yang memberi kesempatan kepada Anda untuk mengimbangi sebagian kerugian terhadap keuntungan Anda.

Contoh Cara Kerja Trading CFD

Katakanlah Anda tertarik untuk trading CFD saham perusahaan XYZ. Harga saham XYZ saat ini adalah $100 per saham. Anda ingin membuka posisi trading CFD untuk 100 saham XYZ menggunakan leverage 1:10. Ini berarti broker Anda memungkinkan Anda trading dengan leverage sepuluh kali dari jumlah uang yang Anda miliki.

Dalam trading saham konvensional, jika Anda ingin membeli 100 saham XYZ, Anda harus mengeluarkan $10,000 (100 saham x $100).

Namun, dengan trading CFD dan leverage 1:10, Anda hanya perlu menempatkan margin sebesar 10% dari nilai total posisi, yaitu $1,000 (10% x $10,000). Inilah contoh bagaimana leverage memungkinkan Anda mendapatkan eksposur pasar yang lebih besar dengan modal awal yang lebih kecil.

Sekarang, mari kita lihat dua skenario:

Skenario 1: Harga Saham Naik

Jika harga saham XYZ naik menjadi $110 per saham, Anda memutuskan untuk menutup posisi Anda. Keuntungan yang Anda peroleh dihitung berdasarkan selisih antara harga beli dan harga jual, dikalikan dengan jumlah saham dan faktor leverage.

  • Harga Beli: $100
  • Harga Jual: $110
  • Jumlah Saham: 100
  • Keuntungan = ($110 – $100) x 100 = $1,000

Dalam skenario ini, Anda mendapatkan keuntungan $1,000 dari investasi awal Anda sebesar $1,000, menghasilkan keuntungan 100%.

Skenario 2: Harga Saham Turun

Jika harga saham XYZ turun menjadi $90 per saham, Anda memutuskan untuk menutup posisi Anda. Kerugian Anda dihitung dengan cara yang sama:

  • Harga Beli: $100
  • Harga Jual: $90
  • Jumlah Saham: 100
  • Kerugian = ($90 – $100) x 100 = -$1,000

Dalam skenario ini, Anda mengalami kerugian $1,000, yang merupakan 100% dari investasi awal Anda sebesar $1,000.

Penting untuk diingat bahwa meskipun leverage dalam trading CFD memungkinkan potensi keuntungan yang lebih besar, ia juga meningkatkan risiko kerugian Anda.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami risiko tersebut dan menggunakan strategi manajemen risiko yang tepat saat trading CFD dengan leverage.

Berbagai Aspek Penting dari CFD Trading

Mau sukses trading CFD (Contracts for Difference)? Pastikan Anda memahami elemen-elemen berikut ini:

1. Leverage

Trading CFD memungkinkan Anda untuk mendapatkan eksposur pasar yang jauh lebih besar dengan modal awal yang kecil. Namun, leverage juga meningkatkan risiko kerugian Anda secara proporsional. Pastikan Anda memahami bagaimana leverage bekerja dan selalu menggunakan manajemen risiko yang bijaksana.

2. Spekulasi Harga

Dalam trading CFD, Anda tidak membeli atau memiliki underlying assets. Sebaliknya, Anda berspekulasi tentang pergerakan harga aset tersebut. Anda dapat memilih untuk ‘membeli’ (long) jika Anda memprediksi harga akan naik, atau ‘menjual’ (short) jika Anda memprediksi harga akan turun.

3. Diversifikasi

CFD memungkinkan Anda untuk trading berbagai jenis aset, termasuk saham, indeks, forex, kripto, dan komoditas. Ini memberi Anda kesempatan untuk diversifikasi portofolio trading Anda dan mengambil keuntungan dari berbagai peluang pasar.

4. Risiko Tinggi

Meskipun potensi keuntungan besar, trading CFD melibatkan risiko yang tinggi. Anda bisa kehilangan seluruh investasi Anda atau lebih jika pasar bergerak melawan prediksi Anda. Oleh karena itu, hanya investasikan dana yang Anda mampu untuk kehilangan.

5. Manajemen Risiko

Penggunaan stop-loss dan take-profit adalah strategi manajemen risiko yang penting dalam trading CFD. Stop-loss memungkinkan Anda menetapkan batasan kerugian maksimal sebelum posisi Anda ditutup otomatis. Take-profit memungkinkan Anda mengunci keuntungan pada tingkat tertentu.

6. Pendidikan dan Praktik

Pelajari sebanyak mungkin tentang trading CFD sebelum Anda memulai. Sebagian besar broker menawarkan akun demo yang memungkinkan Anda berlatih trading dengan uang virtual sebelum menggunakan uang sungguhan. Gunakan kesempatan ini untuk memahami cara pasar bergerak dan mengembangkan strategi trading Anda.

7. Pilih Broker CFD dengan Bijak

Pilih broker CFD yang tepercaya dan diatur. Pastikan mereka memiliki reputasi baik, menawarkan kondisi trading yang adil, dan menyediakan layanan pelanggan yang baik.

8. Perencanaan Keuangan

Tentukan tujuan investasi dan batasan risiko Anda sebelum memulai trading CFD. Jangan biarkan emosi mempengaruhi keputusan trading Anda. Gunakan rencana trading yang terukur dan patuhi itu.

9. Perhatikan Biaya Trading

Ketahui semua komponen biaya terkait dengan trading CFD, termasuk spread, komisi, dan biaya overnight (jika ada). Pahami bagaimana biaya ini dapat memengaruhi hasil trading Anda.

Lebih Lanjut tentang Trading CFD

Apa itu CFD trading

Apa itu trading CFD? Secara umum, contract for difference atau CFD adalah salah satu produk derivatif yang berupa kontrak (perjanjian) antara Anda sebagai klien dan broker (penyedia platform trading). Kontrak inilah kemudian yang menjadi objek yang diperdagangkan dengan harga yang telah disepakati antara pembeli dan penjual.

Derivatif adalah produk turunan dari aset yang mendasarinya (underlying assets) di mana pergerakan harga derivatif ini akan mengacu pada harga underlying assets. Nah, underlying assets ini dapat berupa saham, forex, cryptocurrency, komoditas, dan indeks.

Jadi, bentuk objek yang diperdagangkan ini terdiri berbagai jenis kontrak yang di dalamnya bisa mencakup beragam jenis instrumen, termasuk saham, forex, cryptocurrency, komoditas, dan indeks. Oleh karena itu, CFD juga dapat terdiri dari CFD saham, CFD crypto, CFD forex, CFD komoditas, dan CFD Index.

Sebagai contoh, jika Anda melakukan trading CFD saham, maka yang diperdagangkan adalah kontrak (antara Anda dan broker) yang mana objeknya saham di bursa. Harga saham pada CFD akan selalu mengacu pada harga saham di bursa, mungkin ada sedikit perbedaan harga, namun tidak begitu signifikan.

Perbedaan utamanya, ketika Anda beli saham secara langsung di bursa efek (seperti melalui sekuritas), Anda akan memiliki kepemilikan fisik atas saham perusahaan tersebut. Jika Anda beli CFD saham, Anda tidak mendapatkan kepemilikan fisik atas saham perusahaan, melainkan hanya berupa kontrak (dengan broker CFD). Dengan kata lain, Anda CFD saham hanya memperdagangkan harga.

Apakah trading CFD bisa menghasilkan keuntungan dari penurunan harga juga? Nah, inilah salah satu kelebihan CFD sebagai produk derivatif, di mana trader dan investor tidak hanya bisa menghasilkan profit dari kenaikan harga aset, tetapi juga dari penurunan harga. Inilah kemudian yang disebut sebagai perdagangan dua arah (two-way trading).

Perdagangan Dua Arah di CFD

Jika Anda pernah mencoba trading forex di berbagai broker forex, Anda pasti juga menemukan perdagangan dua arah. Nah, trading CFD juga memungkinkan hal itu terjadi.

Secara umum, perdagangan dua arah adalah sistem yang memungkinkan trader untuk mengambil posisi beli (long) dan jual (short).

Ketika Anda memprediksi harga suatu aset akan naik, Anda dapat open posisi belu (long); dengan kata lain, Anda mengharapkan harga akan naik lebih tinggi sehingga Anda akan mendapatkan profit

Sebaliknya, ketika Anda yakin bahwa harga aset diprediksi akan turun, Anda dapat mengambil posisi jual (short); dengan kata lain, Anda mengharapkan harga akan turun lebih dalam untuk mendapatkan profit.

Karena CFD trading mencakup berbagai instrumen keuangan dari underlying assets, sehingga Anda dapat melakukan trading dua arah untuk CFD saham, CFD crypto, CFD forex, CFD komoditas, dan CFD indeks.

Sebagai contoh, saham Aaple (AAPL) yang terdaftar di bursa Nasdaq, Amerika Serikat diterpa isu negatif, sehingga pasar memprediksi harga saham AAPL akan segera turun dalam satu bulan ini. Alih-alih khawatir dengan penurunan harga, Anda justru dapat memanfaatkan penurunan harga saham AAPL tersebut untuk mendapatkan keuntungan, yaitu melalui CFD saham.

Melalui CFD saham, dengan memilih saham AAPL, Anda bisa mengambil posisi sell (short) yang mana jika harga saham Aaple benar-benar turun, Anda justru menghasilkan keuntungan dari depresiasi harga tersebut. Inilah kemudian salah satu alasan mengapa derivatif (seperti CFD) dapat menjadi sarana lindung nilai (hedging).

Apa Itu Hedging dan Kaitannya dengan CFD

Secara umum, lindung nilai atau hedging adalah strategi investasi untuk mengimbangi potensi kerugian (loss) dari aktivitas investasi di instrumen lain. Dengan melakukan hedging, investor dapat meminimalkan risiko investasi dengan maksimal.

Lalu, apa hubungan antara CFD dan hedging? Pada dasarnya, karena contract for difference/CFD merupakan instrumen derivatif, yang memungkinkan perdagangan dua arah untuk mendapatkan profit dari penurunan harga, maka CFD menjadi alat (tool) untuk hedging. Apa maksudnya?

Sebagai contoh, katakanlah Anda investasi saham secara murni di bursa efek, misalnya dengan membeli saham Apple (AAPL). Anda ingin berinvestasi dalam jangka panjang dan tidak berencana ingin menjual saham AAPL dalam jangka pendek. Akan tetapi, Anda khawatir dengan fluktuasi harga saham AAPL yang dapat menyebabkan depresiasi harga, sehingga jika itu terjadi, portofolio investasi Anda akan memerah.

Untuk mengantisipasi dan mengimbangi fluktuasi jangka pendek ini, Anda melakukan hedging sebagai sarana menjaga posisi Anda untuk tetap tenang dengan penurunan harga saham AAPL. Caranya dengan mengambil posisi short pada CFD saham.

Jadi, ketika harga saham AAPL anjlok, di satu sisi nilai investasi saham (murni) Anda di bursa akan turun, namun di sisi lain Anda menghasilkan keuntungan dari CFD saham karena memasang posisi short (keuntungan diperoleh dari penurunan harga). Dengan demikian, posisi portofolio Anda dapat menjadi lebih seimbang.

Leverage atau Perdagangan Margin pada CFD

Perdagangan margin atau dengan menggunakan leverage menjadi salah satu fasilitas yang tersedia dalam trading CFD. Secara sederhana, leverage adalah dana pinjaman (utang) yang disediakan oleh broker kepada pengguna (trader) untuk membuka posisi lebih tinggi. Sebagai contoh, leverage dengan rasio 1:10 menunjukkan bahwa Anda dapat melipatgandakan modal sepuluh kali dengan bantuan utang.

Sebagai contoh, katakanlah Anda punya modal awal $100 di akun trading CFD, modal awal ini dapat disebut “initial margin.” Anda ingin membeli CFD saham senilai $600. Anda memutuskan untuk menggunakan leverage 1:10. Dengan demikian, Anda hanya perlu membelanjakan (mengeluarkan uang) sebesar $60, sehingga dana Anda yang tersedia di akun CFD adalah $40.

Sisa modal $40 ini dapat disebut “maintanance margin” yang mana Anda harus mempertahankan nilai maintanance margin pada tingkat tertentu, umumnya 25% dari nilai aset di akun margin Anda. Misalnya, total modal Anda di akun CFD sebesar $100, maka sebesar 25% atau setara $25 harus tetap tersedia untuk mempertahankan posisi perdagangan Anda. Dalam konteks ini, nilai $40 dapat memenuhi syarat.

Jika misalnya terjadi penurunan harga CFD saham yang sebelumnya Anda beli, kemudian maintanance margin berkurang pada tingkat tertentu, misalnya telah mencapai $25 (dari sebelumnya $40), maka Anda akan terkena margin call dari broker. Margin call menjadi sinyal atau instruksi bahwa posisi perdagangan Anda berbahaya karena maintanance margin terus berkurang mendekati batas persyaratan 25%.

Broker, dalam hal ini, mengisyaratkan Anda untuk melakukan tambahan deposit dana di akun CFD Anda untuk menjaga posisi maintanance margin agar tetap bernilai positif atau pada tingkat yang dipersyaratkan. Jika tidak, maka akan terjadi jual paksa, sehingga Anda akan kehilangan semua modal deposit di akun CFD Anda, sekaligus melindungi Anda dari kerugian lebih besar.

Jadi, perdagangan dengan leverage, atau disebut perdagangan margin, di satu sisi membantu Anda untuk menjangkau eksposur tinggi dari perdagangan aset, sehingga berpotensi menghasilkan profit lebih besar dengan modal normal. Akan tetapi di sisi lain, saat terjadi penurunan harga, ini juga akan anjlok lebih cepat (dan besar), sehingga Anda harus tetap menjaga posisi maintanance margin agar tetap pada tingkat yang dipersyaratkan. Oleh karena itu, Anda harus lebih bijaksana dalam menggunakan leverage.

Kelebihan Trading CFD

Sebelumnya telah disinggung cukup jelas tentang apa itu perdagangan contract for difference atau trading CFD dan berbagai fitur atau fasilitas yang menjadi kelebihannya. Nah, berikut ini adalah rincian lebih lanjut tentang keunggulan trading CFD:

  • Menjangkau eksposur tinggi. Dengan membuat akun CFD trading, investor dan trader dapat menikmati berbagai instrumen keuangan seperti saham, cryptocurrency, forex, komoditas, dan index. Meskipun tidak mendapatkan kepemilikan real, investor dan trader bisa menghasilkan profit dari volatiltas harga. Yang perli diingat, harga aset di akun CFD mengacu pada harga real dari underlying assets, sehingga tidak akan terjadi manipulasi harga.
  • Perdagangan dua arah. Perdagangan CFD memungkinkan investor untuk mengambil posisi dua arah (long dan short), sehingga dapat menghasilkan keuntungan baik saat pasar sedang kuat (naik) maupun saat pasar melemah (turun).
  • Sarana hedging. Alih-alih hanya berinvestasi saham di bursa, Anda juga dapat menyeimbangkan portofolio investasi dengan CFD trading sebagai alat untuk hedging. Saat saham di bursa turun yang menyebabkan nilai investasi berkurang, CFD saham dengan mengambil posisi short menjadi sarana hedging yang akan mengompensasi kerugian di bursa. Hal ini karena Anda akan menghasilkan profit dari penurunan harga saham, melalui akun CFD Anda.
  • Leverage. Jika Anda investasi saham murni di bursa melalui sekuritas, Anda akan diberikan fasilitas leverage atau lebih populer dengan margin saham. Sementara pada crypto, fasilitas margin atau leverage juga tersedia di akun futures. Kemudian, pada perdagangan forex melalui broker forex juga tersedia leverage dengan berbagai rasio. Nah, di dalam trading CFD, fasilitas leverage juga tersedia, namun ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai instrumen, termasuk CFD saham, crypto, forex, indeks, dan komoditas.
  • Platform yang canggih. Biasanya, broker yang menyediakan fasilitas akun CFD memiliki platform perdagangan yang canggih dengan fitur unggulan. Ini tentu saja akan memanjakan pengguna dan membantu mereka melakukan trading dengan nyaman.

Kekurangan Trading CFD

Perdagangan contract for difference atau CFD trading memiliki segudang keunggulan yang sangat menarik. Akan tetapi, trading CFD juga memiliki sejumlah kekurangan. Sebagai contoh, jika Anda membeli CFD saham, Anda tidak memiliki kepemilikan saham real, sehingga Anda tidak terdaftar sebagai pemegang saham perusahaan. Hal ini karena CFD saham hanya berupa kontrak klien dengan broker yang saling setuju untuk memperdagangan aset mengacu pada harga pada underlying assets. Karena tidak memiliki kepemilikan saham resmi, Anda tidak bisa mendapatkan dividen.

Selain itu, kekurangan trading CFD yaitu adanya sejumlah biaya atau komisi yang diberikan untuk broker atau penyedia platform. Meskipun ini sangat lumrah, penting bagi Anda untuk mengecek atau memastikan apa saja jenis biaya yang ditetapkan oleh platform CFD. Salah satunya misalnya adanya overnight financing, yaitu biaya bunga yang dibebankan kepada trader karena menggunakan fasilitas leverage (perdagangan dengan utang atau pinjaman).

Overnight financing hanya dikenakan jika Anda menahan posisi semalaman atau satu hari penuh, sehingga keesokan harinya tagihan bunga leverage akan ditampilkan. Jika Anda menahan posisi (dengan leverage) selama satu tahun, maka selama itu pula Anda dibebankan bunga. Akan tetapi, tidak semua platform CFD membebankan ini, sehingga perlu bagi Anda untuk mengecek kembali semua biaya yang ditetapkan.

Cara Memulai Trading CFD

Anda telah memahami apa itu CFD trading dengan sistem atau cara kerja beserta kelebihan dan kekurangannya. Jika Anda tertarik untuk memulai membuat akun CFD, berikut ini langkah-langkah untuk memulai perdagangan CFD bagi pemula:

  1. Pilih broker atau platform CFD. Ada banyak pilihan broker CFD terbaik yang diatur dan teregulasi Bappebti dan regulator internasional.
  2. Lakukan pendaftaran. Anda dapat membuat akun dengan melakukan registrasi secara online, bisa via website atau aplikasi mobile yang disediakan (sudah mendukung berbagai perangkat, seperti iOS dan Android).
  3. Lakukan deposit di akun CFD. Setelah punya akun, Anda tinggal menyetorkan modal di akun CFD. Jumlah minimal setoran atau deposit tergantung jenis akun yang dipilih.
  4. Pilih instrumen aset yang ingin dibeli. Ada berbagai pilihan CFD yang paling populer, seperti CFD indeks, CFD saham, CFD mata uang kripto, dan CFD komoditas (emas, logam, dan banyak lagi).

Selain itu, penting bagi Anda untuk memiliki strategi perdagangan, termasuk mengatur berapa modal yang digunakan untuk trading CFD, bagaimana money management yang dilakukan, proses analisis, penggunaan leverage, dan banyak lagi. Pada intinya, Anda harus mempersiapkan diri dengan matang sebelum benar-benar terjun ke dunia CFD trading.

Pandangan Akhir

Well, itulah pembahasan tentang apa itu trading CFD. Pada dasarnya, contract for difference atau CFD adalah produk derivatif yang dapat menjadi pilihan yang terbaik dan menarik serta alternatif perdagangan dengan eksposur tinggi.

Ini karena trading CFD online memungkinkan investor dan trader untuk memperdagangkan derivatif untuk berbagai instrumen aset keuangan yang mendasarinya (underlying assets).

Terlebih lagi, CFD trading juga menawarkan keunggulan lainnya yang tidak dimiliki perdagangan di pasar spot, seperti leverage, perdagangan dua arah, sarana hedging, dan platform trading online yang canggih.

Namun, sebelum membuat akun CFD pastikan Anda sudah mempertimbangkan dengan matang, bukan sekadar hanya ingin profit tanpa memahami risikonya. Trading CFD sering kali digunakan untuk hedging dan berspekulasi.

Ingatlah bahwa cara trading CFD untuk pemula yang paling ideal yaitu memulai dari akun demo atau deposit dengan modal kecil. Selain itu, trading dalam produk derivatif ini memerlukan pemahaman mendalam tentang pasar keuangan terkait dan melibatkan risiko investasi yang signifikan.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset menyeluruh sebelum memulai dan selalu berinvestasi dengan bijak. Ketika Anda sudah memiliki pengetahuan dasar, segera mulai trading (praktik) untuk benar-benar menguasainya, baik melalui akun demo maupun akun real (gunakan modal terkecil).

Scroll to Top