Liabilitas Adalah – Pengertian dan Perbedaan dengan Utang

Memahami liabilitas atau liability merupakan hal yang penting, terlebih bagi suatu entitas bisnis. Liabilitas adalah elemen penting yang dapat menjelaskan risiko keuangan perusahaan. Itulah pentingnya mengindentifikasi jenis liabilitas agar dapat membantu perusahaan mengelola risiko keuangan. Istilah liabilitas memang sangat familer digunakan apalagi dalam laporan keuangan. Tertarik mengenal apa itu liabilitas secara komprehensif dan apa perbedaan liabilitas dengan utang? Untuk lebih lengkap, berikut invesnesia sajikan makalah atau materi tentang liabilitas.

Definisi Liabilitas

liabilitas

Apa itu liabilitas (liability)? Menurut para ahli, liabilitas adalah kemungkinan pengorbanan manfaat ekonomi (economic value) di masa depan yang timbul dari kewajiban saat ini, yang mana suatu entitas mentransfer aset atau memberikan jasa kepada entitas lain di masa depan akibat dari transaksi masa lalu (Griffin, 2015). Pengertian liablitas tersebut mengacu dalam konteks bisnis dan keuangan. Sedangkan liabilitas atau kewajiban juga bisa mengacu pada konteks lain, seperti hukum, dan sebagainya.

Baca juga: Analisis Cash Flow

Perbedaan Liabilitas dan Utang

Liabilitas (liability) dan utang (debt) adalah istilah yang sangat familier didengar. Liabilitas dan utang pada awalnya memiliki arti yang sama, meskipun juga memiliki perbedaan dalam konteks tertentu. Dalam konteks keuangan misalnya, liabilitas adalah tanggung jawab keuangan, sedangkan utang dapat mewakili liabilitas, tetapi tidak semua utang adalah liabilitas.

Lebih jauh, utang (debt) adalah sejumlah uang yang dipinjam dari suatu entitas dengan perjanjian waktu tertentu, biasanya akan melibatkan bunga (interest) yang dihitung dalam bentuk persentase dari pokok utang. Di dalam bisnis, utang dapat meningkatkan produktivitas apabila digunakan untuk membangun struktur modal (capital structure) atau dikelola dengan baik. Sebaliknya, utang dapat memberikan nilai negatif pada entitas jika digunakan dengan tidak tepat. Itu bisa mengurangi pendapatan dan keuntungan.

Liabilitas memiliki konteks jauh lebih luas – dapat diartikan sebagai kewajiban, utang, dan segala sesuatu yang mengambil uang dari Anda. Liabilitas dapat mengurangi sesuatu yang bernilai dari Anda, mencakup uang, kedamaian, keamanan, kebahagiaan, dan sebagainya. Sesuatu yang berpotensi menjauhkan Anda dari pencapaian tujuan, melemahkan secara finansial dan mental, memberikan pengaruh negatif, menurunkan produktivitas, dapat disebut liabilitas (liability). Menurut kbbi, liabilitas adalah penghambat.

Posisi Liabilitas di Neraca (Laporan Posisi Keuangan)

Liabilitas adalah salah satu elemen penting di dalam laporan posisi keuangan atau balance sheet. Liabilitas menunjukkan tanggungan atau kewajiban keuangan suatu perusahaan terhadap pihak lain. Di satu sisi, penggunaan liabilitas dapat menghasilkan produktivitas lebih besar untuk perusahaan. Di sisi lain, liabilitas dapat mengurangi pendapatan (revenue), kemungkinan paling buruk yaitu kebangkrutan (bankruptcy).

Di dalam neraca (balance sheet), liabilitas berada di sisi kanan, ditemani oleh ekuitas (equity). Tak ayal, liabilitas dan ekuitas menjadi dua hal yang tak terpisahkan. Total liabilitas dan total ekuitas akan mendeskripsikan total aset. Dengan kata lain, Aset = Liabilitas + Ekuitas, atau Liabilitas = Aset – Ekuitas. Liabilitas perusaahan dapat menentukan likuiditas dan struktur modal perusahaan.

Liabilitas dapat menjadi opsi atau alternatif sumber pembiayaan perusahaan selain ekuitas. Dalam konteks ini, liabilitas adalah kewajiban keuangan atau utang. Ini kemudian yang memunculkan istilah debt financing – pembiayaan entitas bersumber dari utang, serta equity financing – pembiayaan bersumber dari ekuitas. Di dalam manajemen keuangan, ini dapat mengacu pada biaya modal atau cost of capital – tentang dari mana sumber pendanaan diperoleh perusahaan untuk kebutuhan jangka panjang operasional bisnis. (Baca juga: Pengertian Ekuitas & Perbedaan dengan Modal).

Klasifikasi Liabilitas

Setidaknya klasifikasi liabilitas dapat terdiri dari tiga bagian, yakni: liabilitas lancar, liabilitas tidak lancar, dan liabilitas kontijensi.

1. Liabilitas Lancar (Current Liabilities)

Liabilitas lancar atau utang jangka pendek adalah kewajiban jatuh tempo dalam waktu maksimal satu tahun. Contoh utang lancar:

  • utang usaha (accounts payable),
  • utang bunga (interest payable),
  • utang pajak penghasilan (income taxes payable),
  • bills payable,
  • cerukan bank (bank account overdrafts),
  • beban masih harus dibayar (accrued expenses), dan
  • pinjaman jangka pendek (short-term loans).

Liabilitas lancar adalah salah satu komponen penting sebagai metrik atau indikator likuiditas jangka pendek perusahaan, yang digambarkan melalui rasio keuangan tertentu, sebagai berikut.

2. Liabilitas Tidak Lancar (Non-current Liabilities)

Liabilitas tidak lancar (non-current liabilities) atau utang jangka panjang (long-term liabilities) adalah kewajiban jatuh tempo lebih dari satu tahun. Kewajiban ini biasanya dilakukan untuk pembiayaan jangka panjang perusahaan, seperti pembelian aset modal atau investasi pada proyek baru.

Kewajiban jangka panjang merupakan bagian penting dari pembiayaan jangka panjang perusahaan. Perusahaan mengambil utang jangka panjang untuk memperoleh modal langsung guna mendanai pembelian aset modal (capital assets) atau berinvestasi dalam proyek modal baru. Jika tidak sanggup melunasi utang jangka panjang, perusahaan akan dihadapkan dengan krisis leverage (solvabilitas).

Contoh liabilitas jangka panjang:

  • utang obligasi (bonds payable),
  • utang wesel (notes payable),
  • utang pajak tangguhan (deferred tax liabilities),
  • utang hipotek (mortgage payable), dan
  • sewa modal (capital leases).

3. Liabilitas Kontijensi (Contingent Liabilities)

Liabilitas kontinjensi adalah kewajiban yang potensial muncul di masa depan akibat peristiwa masa lalu, kepastian akan terlihat setelah mengetahui peristiwa yang terjadi di masa depan. Seandainya tidak terjadi gugatan di masa depan, tidak ada kewajiban yang timbul. Dalam standar akuntansi, kewajiban kontinjensi hanya akan dicatat ketika kewajiban “kemungkinan besar” terjadi (potensi > 50%). Jumlah kewajiban dapat diperkirakan secara wajar. Contoh liabilitas kontijensi: garansi produk dan gugatan hukum.

Analisis Liabilitas Perusahaan

Liabilitas, juga mengacu pada total utang, dapat digunakan pada rasio keuangan perusahaan, sebagai berikut.

  • Debt to equity ratio (DER) – rasio utang terhadap ekuitas yang menunjukkan komposisi utang dibandingkan ekuitas pemegang saham.
  • Debt to assets ratio (DAR) – rasio utang terhadap aset yang menunjukkan seberapa besar aset suatu entitas dibiayai oleh utang.

Dalam hal ini utang (debt) dapat mengacu pada total liabilitas. Rasio DER dan DAR merupakan beberapa contoh atau bagian dari rasio leverage.

Simpulan

Memahami liabilitas adalah sangat penting untuk mengidentifikasi kewajiban suatu entitas. Pada intinya, pengertian liabilitas dapat mengacu pada kewajiban yang harus dibayar atas transaksi masa lalu. Dalam konteks bisnis, liabilitas mengacu pada kewajiban keuangan atau utang. Total liabilitas perusahaan dapat dilihat di dalam neraca atau balance sheet, tepatnya berada di sisi kanan bersama-sama dengaan ekuitas pemegang saham. Sedangkan di sisi kiri neraca adalah aset. Liabilitas dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori utama, yakni: liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang, dan liabilitas kontijensi. Dalam keuangan, liabilitas dapat digunakan untuk mengukur risiko keuangan perusahaan.

error: Content is protected !!