Pendapatan (Revenue) & Pendapatan Nasional (National Income)

Mempelajari studi atau materi pendapatan nasional (national income) sangat penting untuk siapa pun, khususnya mahasiswa ekonomi dan akuntansi. Pasalnya, pendapatan nasional dapat mencerminkan kondisi perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia. Selain itu, wirausahawan juga perlu belajar tentang konsep pendapatan nasional karena, itu akan berdampak pada kebijakan pemerintah terkait industri atau sektor bisnis. Oleh karena itu, pada artikel atau makalah ini, kami akan menyajikan rangkuman materi pendapatan nasional. Namun, ada baiknya kamu memahami apa yang dimaksud dengan pendapatan (revenue).

Pengertian Pendapatan

Di dalam ilmu ekonomi, pendapatan (revenue) adalah penghasilan (income) yang diterima dari pelanggan atas penjualan produk (barang dan jasa). Selain itu, di dalam akuntansi, pendapatan dapat mengacu pada sejumlah pemasukan (uang) yang dihasilkan dari kegiatan operasional bisnis inti perusahaan, termasuk diskon dan potongan untuk barang dagangan yang dikembalikan. Dengan kata lain, ini merupakan jenis pendapatan kotor (bruto) atau penjualan kotor (gross sales).

Memahami Pendapatan Perusahaan

Secara lebih simpel, pendapatan (revenue) adalah sejumlah uang yang dibawa ke dalam perusahaan dari aktivitas bisnis yang dijalankan. Pendapatan juga dapat disebut sebagai penjualan (sales). Di dalam laporan keuangan (financial statements) perusahaan Tbk yang telah go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagian perusahaan menggunakan istilah revenue, sebagian lagi memakai istilah sales untuk total pemasukan perusahaan.

Yang terpenting, revenue dan sales adalah total uang yang diterima dari kegiatan bisnis, sebelum dikurangi harga pokok penjualan (HPP) atau beban pokok penjualan. Beberapa perusahaan juga menggabungkan kedua, misalnya, di dalam laporan laba rugi PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), mereka menggunakan pemasukan perusahaan dengan istilah “penjualan dan pendapatan usaha” (sales and revenue), seperti contoh berikut.

contoh laporan laba rugi AKRA
Laporan Laba Rugi AKRA

Metode Menghitung Pendapatan Perusahaan

Ada berbagai cara untuk menghitung pendapatan perusahaan, bergantung pada metode akuntansi (accounting method) yang digunakan. Ada diaAkuntansi akrual (acrual accounting) akan mencakup penjualan (sales) yang dilakukan secara kredit sebagai pendapatan (revenue) untuk barang atau jasa yang dikirimkan ke pelanggan. Penting juga untuk memeriksa laporan arus kas (cash flow statement) untuk menilai seberapa efisien perusahaan mengumpulkan uang yang terhutang.

Di sisi lain, akuntansi kas (cash accounting), hanya akan menghitung penjualan (sales) sebagai pendapatan (revenue) saat pembayaran telah diterima perusahaan. Uang tunai yang dibayarkan ke perusahaan dikenal sebagai “tanda terima” atau “receipt”. Ada kalanya, perusahaan menerima sebuah tanda terima (receipt) tanpa pendapatan. Sebagai contoh, jika pelanggan membayar di muka untuk layanan yang belum diberikan atau barang yang tidak terkirim, aktivitas ini mengarah pada receipt tetapi bukan pendapatan.

Pendapatan di Laporan Laba Rugi

Pendapatan dikenal sebagai baris teratas (top line) karena muncul pertama kali pada laporan laba rugi perusahaan. Sedangkan pendapatan bersih (net income) dikenal sebagai bottom line yaitu pendapatan (revenue) yang telah dikurangi semua biaya (expenses). Investor saham biasanya akan memperhatikan total pendapatan dan laba bersih yang diperoleh perusahaan secara terpisah untuk menentukan kesehatan bisnis. Ada kalanya pendapatan naik setiap tahun, tetapi laba bersih turun. Kejadian ini pasti disebabkan oleh beban (expenses) yang naik lebih besar.

Apa contoh pendapatan di dalam laporan laba rugi? Yang perlu diketahui, jika berbicara pendapatan (revenue) di dalam laporan laba rugi, maka itu akan mengacu pada “semua penghasilan yang berasal dari aktivitas bisnis inti perusahaan”. Di sana ada kata “bisnis inti” – maksudnya, ketika perusahaan bergerak di sektor manufaktur, maka semua penghasilan dari proses manufaktur tersebut akan menjadi pendapatan. Namun, jika perusahaan memperoleh pemasukan lain di luar aktivitas bisnis inti, itu tidak masuk ke dalam pendapatan, melain masuk ke kelompok “keuntungan (gains)”. Agar lebih mudah mengerti, coba perhatikan gambar berikut.

Unsur atau Komponen di dalam laporan laba rugi

Gambar di atas menunjukkan empat komponen di laporan laba rugi, yaitu (1) revenue, (2) expenses, (3) gains, dan (4) losses. Singkatnya, revenue dan expenses yaitu terdiri dari pendapatan dan beban yang berasal dari kegiatan bisnis inti perusahaan. Sedangkan gains dan losses terdiri pendapatan dan beban yang berasal dari luar aktivitas inti perusahaan. Nah, untuk mengetahui contoh pendapatan perusahaan, kamu bisa langsung mengecek di laporan Catatan Atas Laporan Keuangan perusahaan. Karena setiap perusahaan bergerak di industri berbeda, maka jenis pendapatan yang diterima bisa berbeda.

Pengertian Pendapatan Nasional

Gambar pendapatan nasional

Apa itu pendapatan nasional (national income)? Secara umum, pengertian pendapatan nasional adalah total nilai output dari semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam periode keuangan satu tahun – mencakup pembayaran untuk semua sumber daya, seperti dalam bentuk upah (wages), bunga (interest), sewa (rent), dan keuntungan (profits). Dengan kata lain, pendapatan nasional berasal dari nilai bersih dari semua aktivitas ekonomi negara dalam periode satu tahun yang dinilai dalam bentuk uang.

Konsep Pendapatan Nasional

Pada dasarnya, pendapatan nasional adalah istilah yang tidak pasti dan sering kali digunakan secara bergantian dengan dividen nasional (national dividend), pengeluaran nasional (national output), dan pengeluaran nasional (national expenditure). Konsep pendapatan nasional dapat dipahami dengan memahami definisi pendapatan nasional – telah dibahas sebelumnya. Memahami bagaimana proses pendapatan nasional adalah titik awal ekonomi makro. Ada dua jenis pandangan untuk mendefinisikan pendapatan nasional, yaitu secara tradisional dan modern.

1. Pandangan Tradisional

Menurut Marshall: “Tenaga kerja (labor) dan modal (capital) suatu negara yang bertindak atas sumber daya alamnya (resources) setiap tahun menghasilkan agregat bersih tertentu dari komoditas, material dan non-material termasuk jasa dari semua jenis. Ini adalah pendapatan (revenue) atau pendapatan tahunan bersih (net annual income) yang sebenarnya dari negara atau dividen nasional.”

Sayangnya, pengertian pendapatan nasional yang ditetapkan oleh Marshall dikritik atas beberapa dasar. Karena kategori barang dan jasa yang bervariasi, perkiraan yang benar sangat sulit. Sebab, ada kemungkinan terjadi penghitungan ganda, sehingga pendapatan nasional tidak bisa diperkirakan dengan tepat.

Sebagai contoh, suatu produk berjalan dalam pasokan dari produsen ke distributor ke grosir ke pengecer dan kemudian ke konsumen akhir. Jika pada setiap pergerakan komoditas diperhitungkan maka nilai pendapatan negara akan meningkat.

A, C.Pigou juga mendefinisikan pendapatan nasional, yaitu “Bagian dari pendapatan objektif masyarakat, termasuk tentunya pendapatan yang berasal dari luar negeri yang dapat diukur dengan uang”. Meskipun definisi Pigou menghindari kesalahan penghitungan ganda dan memasukkan pendapatan dari luar negeri, itu terjadi kecacatan karena hanya barang dan jasa yang dapat diukur dalam bentuk uang yang dimasukkan dalam pendapatan nasional.

Lebih lanjut, menurut Pigou, jasa seorang perempuan sebagai perawat akan dimasukkan dalam pendapatan nasional tetapi dikecualikan ketika dia bekerja di rumah untuk merawat anak-anak karena dia tidak menerima gaji untuk itu.

2. Pandangan Modern

Definisi pendapatan nasional (national income) berdasarkan pandangan modern menurut Simon Kuznets  yaitu “output bersih komoditas dan jasa yang mengalir sepanjang tahun dari sistem produktif negara di tangan konsumen akhir”.

Padahal, dalam salah satu laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pendapatan nasional ditetapkan berdasarkan sistem estimasi pendapatan nasional sebagai produk nasional neto (PNN) atau dalam istilah bahasa Inggris Net National Product (NNP). Ada berbagai konsep yang berkaitan dengan pendapatan nasional yaitu sebagai berikut:

#1. Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) berkaitan dengan produk dari faktor-faktor produksi yang digunakan dalam batas-batas politik, yaitu di dalam wilayah domestik. Ini didefinisikan sebagai ukuran total arus barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu perekonomian selama periode waktu tertentu, biasanya satu tahun. Semua nilai produk perantara tidak termasuk (dikecualikan). Jadi hanya nilai pasar produk akhir yang dimasukkan untuk menentukan PDB.

Untuk menghitung PDB/GDP, bisa menggunakan dua pendekatan, yaitu (1) Pendekatan Pengeluaran dan (2) Pendekatan Pendapatan.

#Rumus PDB dengan Pendekatan Pengeluaran

PDB = PDB = C + I + G + (X – M)

Keterangan: C = consumtion, I = investment, G = government spending, X = expor, M = impor

#Rumus PDB dengan Pendekatan Pendapatan

PDB = w + r + i + p

Keterangan: w = wages, r = rent, i = interest, p = profit

#2. Produk Nasional Bruto (PNB)

Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP) adalah ukuran total arus barang dan jasa pada nilai pasar yang dihasilkan dari produksi saat ini selama satu tahun di suatu negara, termasuk pendapatan bersih dari luar negeri. Cara menghitung atau rumus PNB yaitu sebagai berikut.

Rumus PNB = PDB + Pendapatan bersih dari luar negeri (X – M), di mana X = Ekspor, M = Impor

Jika nilai (X – M) negatif maka PDB > PNB

#3. Produk Nasional Neto (PNN)

Produk Nasional Neto atau Net National Product (NNP) dianggap sebagai ukuran sebenarnya dari produk atau pendapatan nasional suatu negara. PNN dapat didefinisikan sebagai PNB dikurangi depresiasi atau tunjangan konsumsi modal.

Rumus PNN = PNB – Depresiasi

Tidak seperti PDB dan PNB, PNN juga dapat dikategorikan sebagai:

  • NNPmp (net national product at market price) atau PNN dengan harga pasar adalah nilai bersih barang dan jasa akhir yang dievaluasi dengan harga pasar selama satu tahun di suatu negara.
  • NNPfc (net national product at factor cost) atau PNN dengan harga faktor adalah output bersih yang dievaluasi dengan harga faktor, mencakup pendapatan yang diperoleh dengan faktor-faktor produksi melalui partisipasi dalam proses produksi seperti upah dan gaji, keuntungan sewa, dst. NNPfc juga dapat disebut pendapatan n

NNPmp = NNPfc – S + (IT+ GS)

NNPfc = NNPmp + S – (IT+ GS)

Keterangan:

S = subsidies

IT = indirect tax

GS = surpluses from government enterprises

Biasanya, NNP harga pasar (NNPmp) lebih tinggi daripada NNP biaya faktor (NNPfc) karena pajak tidak langsung melebihi subsidi pemerintah. Namun, NNPmp bisa lebih kecil dari NNPfc ketika subsidi pemerintah melebihi pajak tidak langsung.

Manfaat Pendapatan Nasional

Mengapa penting memahami data pendapatan nasional suatu negara? Setidaknya, ada sepuluh alasan dan manfaat pendapatan nasional yang dapat digunakan oleh banyak pihak dalam mengambil keputusan, kebijakan, atau untuk kepentingan tertentu.

1. Kebijakan Ekonomi

Angka pendapatan nasional adalah alat penting dari analisis dan kebijakan ekonomi makro. Estimasi pendapatan nasional adalah ukuran paling komprehensif dari aktivitas ekonomi agregat dalam suatu perekonomian. Dari perkiraan seperti itu, pemerintah dapat mengetahui hasil agregat ekonomi sehingga bisa menetapkan kebijakan ekonomi masa depan untuk pembangunan.

2. Perencanaan Ekonomi

Statistik pendapatan nasional adalah alat paling penting untuk perencanaan ekonomi jangka panjang dan pendek. Suatu negara tidak mungkin menyusun rencana tanpa memiliki pengetahuan sebelumnya tentang tren pendapatan nasional. Pemerintah Indonesia juga memperhatikan perkiraan pendapatan nasional sebelum merumuskan rencana lima tahun. Perkiraan masa depan tentang kegiatan produktif di berbagai sektor ekonomi bergantung pada data neraca pendapatan nasional tersebut. Data yang berkaitan dengan produk, pengeluaran, investasi pendapatan, ekspor, perpajakan, dll., akan menjadi dasar perencanaan dan peramalan ekonomi secara ilmiah.

3. Struktur Ekonomi

Statistik pendapatan nasional akan memberikan gagasan terkini tentang struktur ekonomi. Ini memungkinkan pemerintah untuk mengetahui kepentingan relatif dari berbagai sektor ekonomi dan kontribusinya terhadap pendapatan nasional. Angka-angka ini menunjukkan sektor bisnis apa yang mendominasi perekonomian, apakah pertanian, pertambangan, manufaktur, keuangan, dan sebagainya. Ini menunjukkan bagian mana dari output yang digunakan untuk konsumsi modal, investasi asing dan, oleh karena itu, tidak tersedia untuk konsumsi.

Selain itu, ini juga akan menunjukkan bahwa jika produk saat ini atau kelebihannya digunakan untuk konsumsi yang mencolok, maka tingkat kepuasan yang tinggi saat ini menimbulkan biaya yang sangat besar untuk memperlambat pembangunan ekonomi. Dengan demikian, data ini memberikan analisis yang berguna tentang struktur perekonomian. Dari studi ini kita mempelajari berapa banyak pendapatan yang dihasilkan oleh berbagai sektor dan subsektor dan berapa banyak yang dibelanjakan, ditabung, dikenakan pajak atau diinvestasikan.

4. Kesenjangan Inflasi dan Deflasi

Angka pendapatan nasional dan produk nasional memungkinkan kita untuk memahami kesenjangan inflasi dan deflasi. Untuk kebijakan anti-inflasi dan deflasi yang akurat dan tepat waktu, kita memerlukan perkiraan pendapatan nasional secara teratur. Jika pengeluaran yang diharapkan melebihi output yang tersedia pada tingkat harga terbaik, ini menunjukkan kesenjangan inflasi yang lebih besar dan sebaliknya. Kesenjangan inflasi dan deflasi ini juga diukur dari jumlah tabungan yang siap dimiliki masyarakat dan besaran pajak yang bersedia dikenakan oleh pemerintah.

5. Kebijakan Anggaran

Pemerintah modern mencoba menyusun anggarannya dalam kerangka data pendapatan nasional dan mencoba merumuskan kebijakan antisiklikal sesuai dengan fakta yang diungkapkan oleh perkiraan pendapatan nasional. Bahkan kebijakan perpajakan dan pinjaman dibuat sedemikian rupa untuk menghindari fluktuasi pendapatan nasional. Di era keuangan fungsional ini pemerintah melakukan intervensi secara langsung dengan menghasilkan anggaran defisit atau surplus untuk mengendalikan depresi atau inflasi. Data pendapatan nasional yang berkaitan dengan pajak, pengeluaran, utang, dan lain-lain dengan jelas menunjukkan bahwa pemerintah tidak dapat diam menjadi penonton terhadap situasi ekonomi yang berfluktuasi dan harus melakukan intervensi melalui kebijakan anggaran.

6. Belanja Nasional

Studi pendapatan nasional mendeskripsikan bagaimana pengeluaran nasional dibagi antara pengeluaran konsumsi dan pengeluaran investasi. Ini memungkinkan kita untuk memberikan depresiasi yang wajar untuk menjaga persediaan modal komunitas. Penyisihan depresiasi yang terlalu liberal dapat berbahaya karena dapat menyebabkan penurunan konsumsi yang tidak perlu. Ini juga menunjukkan investasi bersih domestik yang sebenarnya.

7. Standar Hidup

Studi pendapatan nasional membantu kita membandingkan standar hidup orang-orang di berbagai negara dan orang yang tinggal di negara yang sama pada waktu yang berbeda. Dengan cara ini, kita bisa mengukur kenaikan dan penurunan kesejahteraan masyarakat.

8. Lingkungan Internasional

Memahami pendapatan nasional penting bahkan dalam lingkup internasional. Pasalnya, perkiraan ini tidak hanya membantu untuk memperbaiki beban pembayaran internasional secara adil di antara negara-negara yang berbeda melainkan juga untuk menentukan langganan dan kuota berbagai negara ke organisasi internasional seperti UNO, IMF, IBRD, dll. Sekali lagi, berdasarkan data pendapatan nasional, negara-negara terbelakang telah mengklaim lebih banyak bantuan dari negara-negara kaya.

9. Pertahanan dan Pembangunan

Perkiraan pendapatan nasional membantu kita membagi produk nasional antara tujuan pertahanan dan pembangunan. Dari angka-angka seperti itu kita dapat dengan mudah mengetahui, berapa banyak yang dapat disisihkan untuk perang oleh penduduk sipil. Peningkatan GNP akan menunjukkan bahwa ketetapan dapat dibuat untuk pertahanan dan pembangunan dan seseorang tidak perlu dikorbankan untuk kepentingan yang lain.

10. Sektor Publik

Angka pendapatan nasional memungkinkan kita untuk mengetahui peran relatif sektor publik dan swasta dalam perekonomian. Jika sebagian besar kegiatan dilakukan oleh negara, kita dapat dengan aman menyimpulkan bahwa sektor publik memainkan peran utama. Oleh karena itu, terlepas dari keterbatasan dan kesulitan konseptual dari data pendapatan nasional dan akun sosial, kepentingannya tidak dapat diabaikan atau diminimalkan dalam ekonomi makro.

Simpulan

Well, itulah materi rangkuman pendapatan nasional. Di awal kamu dijelaskan secara umum apa itu pendapatan (revenue) – mengacu pada konteks kecil yaitu perusahaan. Setelah itu, dilanjutkan pada konteks pendapatan yang lebih besar – mengacu pada pendapatan nasional. Studi ini dapat dijadikan bahan referensi untuk kepentingan penelitian, mengambil kebijakan, atau hanya sekadar belajar untuk memperdalam ilmu pengetahuan. Pada intinya, pendapatan nasional adalah elemen penting dari suatu negara karena mencerminkan kondisi perekonomian bangsa.

error: Content is protected !!