Depresiasi Adalah – Metode & Cara Menghitung Penyusutan Aset

Secara sederhana, arti depresiasi adalah sesuatu yang menurun, terkikis, atau hal-hal yang dapat menyebabkan berkurangnya nilai atau manfaat dari sesuatu. Depresiasi (depreciation) juga dikenal sebagai penyusutan, biasanya terjadi pada aset, sehingga disebut juga depresiasi aset. Di dalam laporan keuangan, total akumulasi penyusutan (juga amortisasi) dapat ditemukan pada bagian Catatan Atas Laporan Keuangan.

Pada artikel ini, kami akan menjelaskan banyak hal tentang apa itu depresiasi. Mulai dari pengertian depresiasi, apa yang dimaksud dengan beban penyusutan dan akumulasi penyusutan. Kemudian, apa saja jenis metode depresiasi, dan bagaimana formula atau cara menghitung depresiasi dengan beragam metode tersebut. Berikut materi atau makalah depresiasi.

Pengertian Depresiasi (Depreciation Definition)

apa itu depresiasi dalam akuntansi

Apa itu depresiasi? Istilah lain dari depresiasi yaitu penyusutan. Menurut KBBI, “depresiasi adalah turunnya nilai atau terjadi penyusutan nilai, seperti pada mata uang”. Depresiasi juga dapat didefinisikan sebagai kehilangan manfaat, biasanya terjadi karena adanya pemanfaatan terhadap sesuatu tersebut. Namun, pengertian depresiasi dalam akuntansi dapat mengacu pada metode alokasi biaya pada aset berwujud (tangible assets) yang dilakukan secara sistematis dan rasional selama masa manfaat aset (Griffin, 2015).

Depresiasi dalam Akuntansi

Dalam akuntansi, penyusutan atau depresiasi adalah proses alokasi biaya, bukan penilaian. Penyusutan adalah cara alokasi biaya aset berwujud (tangible assests) secara sistematis dan rasional selama masa guna aset. Menurut AICPA (American Institute of Certified Public Accountants) dalam Griffin (2015), definisi depresiasi adalah sebagai berikut:

“Sebuah sistem akuntansi dengan tujuan untuk mendistribusikan biaya nilai dasar lainnya dari aset modal berwujud, dikurangi sisa (jika ada) untuk selama estimasi masa manfaat unit (mungkin merupakan kelompok aset) secara sistematis dan rasional. Ini adalah proses alokasi, bukan penilaian. Penyusutan untuk tahun tersebut adalah bagian dari total biaya berdasarkan sistem yang dialokasikan untuk tahun tersebut. Meskipun alokasi bisa dengan tepat memperhitungkan setiap kejadian selama tahun tersebut, hal ini tidak dimaksudkan sebagai pengukuran pengaruh dari semua kejadian tersebut (AICPA, 1961).”

Meskipun depresiasi adalah beban bisnis dan tercermin pada laporan laba rugi, depresiasi atau penyusutaan juga memengaruhi neraca. Akun neraca, yang disebut akumulasi penyusutan, digunakan untuk mengakumulasi beban penyusutan yang diakui pada aset tetap.

Mengapa Perlu Dilakukan Depresiasi?

Mengapa perlu dilakukan depresiasi atau penyusutan? Karena kebanyakan aset tidak akan mampu bertahan dalam waktu selamanya (kecuali tanah). Selain itu, penyusutan harus dilakukan untuk melihat jumlah laba bersih (net profit) perusahaan untuk setiap periode akuntansi. Penyusutan juga berfungsi untuk mencocokkan biaya aset dengan pendapatan yang dihasilkan atas penggunaan aset, atau bisa juga menyesuaikan dengan usia manfaat aset.

Depresiasi atau penyusutan dapat menunjukkan berapa banyak nilai aset yang telah digunakan dan berapa banyak nilai manfaat aset yang tersisa. Di satu sisi, penyusutan pada aset dapat mengurangi pendapatan perusahaan. Di sisi lain, perusahaan dapat memaksimalkan pendapatan dari penggunaan aset yang produktif.

Aset yang Mengalami Depresiasi

Penyusutan pada aset dapat mengacu pada jenis aset tetap berwujud (tangible fixed assest) yang digunakan dalam operasi bisnis, seperti properti, pabrik, peralatan, mesin, dan kendaraan, atau juga sering disebut Property, Plant, dan Equipment (PP&E). Jenis aktiva tersebut memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun tetapi tidak akan bertahan selamanya. Aset berupa tanah (land) dpaat menjadi aset tetap berwujud yang tidak mengalami depresiasi, justru terjadi apreasiasi nilai pasar.

Pencatatan Depresiasi

Di dalam neraca (balance sheet), perolehan aset tetap yang dilakukan perusahaan dicatat berdasarkan biaya historis. Nilai aset yang tercatat dihasilkan dari biaya historis dikurangi akumulasi penyusutan. Yang dimaksud dengan akumulasi penyusutan adalah jumlah semua depresiasi yang tercatat pada aset hingga tanggal tertentu. Setelah nilai aset tercatat dikurangi semua beban penyusutan (depresiasi), itu kemudian disebut sebagai nilai sisa. Kata kunci: biaya historis; nilai aset tercatat; akumulasi penyusutan; dan nilai sisa.

Penyusutan atau depresiasi dicatat dalam akun perusahaan melalui jurnal penyesuaian, biasanya dicatat pada setiap akhir periode akuntansi. Namun, untuk peralatan dan fasilitas dalam manufaktur, jurnal penyesuaian untuk penyusutan akan melibatkan akun buku besar, yaitu beban penyusutan (depreciation expenses) dan akumulasi penyutusan (accumulated depreciation).

Sebagai contoh, pencatatan depresiasi untuk mesin sebesar $5000 per tahun selama periode 5 tahun. Perusahaan hanya menyediakan laporan keuangan tahunan per 31 Desember, sehingga jurnal penyesuaian untuk setiap tahun adalah beban penyusutan di sisi debit sebesar $5000 dan akumulasi penyusutan di sisi kredit sebesar $5000.

Jenis Metode Depresiasi atau Penyusutan

Menurut Griffin (2015), ada sejumlah metode yang dapat digunakan untuk mengalokasikan biaya aset selama masa penggunaannya. Jika sebuah aset diharapkan memiliki nilai pada akhir umur ekonomisnya, nilai yang diharapkan – mengacu pada nilai sisa (residual value) – tidak disusutkan; justru sebaliknya, aset tersebut akan disusutkan ke nilai sisa. Metode depresiasi atau penyusutan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Penyusutan garis lurus (straight-line depreciation). Ini merupakan metode penyusutan yang mengalokasikan biaya (dikurangi nilai sisa) secara seragam (jumlah yang sama setiap periode) sepanjang umur ekonomis aset.
  2. Depresiasi dipercepat (accelerated depreciation). Ini merupakan metode depresiasi yang mengalokasikan biaya aset (dikurangi nilai sisa) sedemikian rupa sehingga akan lebih banyak penyusutan yang dikenakan pada tahun-tahun awal umur aset. Alternatif lain dari metode akselerasi yang tersedia, mencakup: (a) Metode saldo menurun, yaitu menetapkan tarif konstan atau tetap pada jumlah yang menurun (biaya yang tidak didepresiasi). (b) Metode jumlah angka tahun, yaitu tingkat penurunan pada dasar penyusutan aset, yang mana tingkat ini adalah rasio sisa tahun dibagi jumlah tahun.

Metode yang dipercepat akan menghasilkan beban penyusutan lebih tinggi pada tahun-tahun sebelumnya, relatif terhadap straight-line depreciation. Akibatnya, metode dipercepat (accelerated depreciation) menghasilkan laba yang dilaporkan lebih rendah pada tahun-tahun sebelumnya, relatif terhadap straight-line depreciation, tetapi juga properti, pabrik, dan peralatan bersih yang lebih rendah di tahun-tahun sebelumnya.

Untuk membandingkan perusahaan, penting juga untuk memahami apakah perusahaan menggunakan metode penyusutan yang berbeda karena pilihan metode deperesiasi memengaruhi neraca (melalui nilai aset tercatat) dan laporan laba rugi (melalui beban penyusutan).

Rumus dan Cara Menghitung Depresiasi dengan Berbagai Metode

Menurut CFI (Corporate Finance Institute), ada beberapa jenis beban penyusutan atau depresiasi dengan formula yang berbeda untuk menentukan book value dari aset. Metode penyusutan yang paling umum yakni:

  1. Garis lurus
  2. Saldo menurun ganda
  3. Unit produksi
  4. Jumlah digit tahun

Beban penyusutan atau depresiasi adalah pengurangan nilai aset yang terjadi dari waktu ke waktu akibat adanya penggunaan dan penurunan nilai manfaat aset.

1. Metode Garis Lurus

Konsep depresiasi metode garis lurus adalah yang paling umum digunakan, di mana jumlah beban bernilai sama setiap tahun selama usia ekonomis (manfaat) aset. Formula atau rumus metode penyusutan garis lurus dapat dikalkulasikan sebagai berikut:

Beban Penyusutan = (Biaya – Nilai sisa) / Masa manfaat

2 Metode Saldo Menurun Ganda

Konsep depresiasi metode saldo menurun ganda akan menghasilkan jumlah beban lebih besar pada tahun-tahun sebelumnya dibandingkan tahun-tahun berikutnya dari usia manfaat aset. Metode depresiasi ini menunjukkan fakta bahwa aset akan lebih produktif pada tahun-tahun awal daripada tahun-tahun selanjutnya.

Selain itu, metode ini juga mengasumsikan bahwa aset akan kehilangan lebih banyak nilai pada beberapa tahun awal penggunaan, misalnya seperti kendaraan mobil. Faktor penyusutan untuk metode penyusutan saldo menurun ganda yaitu dua kali lipat dari metode biaya garis lurus. Rumus atau formula untuk menghitung metode penyusutan saldo menurun ganda adalah sebagai berikut.

Beban Penyusutan Berkala = Nilai buku awal x Tingkat penyusutan

3 Metode Produksi

Metode depresiasi unit produksi akan menyusutkan nilai aset berdasarkan jumlah jam atau jumlah unit yang akan diproduksi melalui penggunaan aset tersebut selama masa ekonominya. Perhitungan metode penyusutan produksi adalah sebagai berikut.

Beban Penyusutan = (Jumlah unit diproduksi / Umur dalam jumlah unit) x (Biaya – Nilai sisa)

4 Metode Jumlah Angka Tahun

Metode jumlah angka tahun adalah salah satu metode depresiasi dipercepat. Jumlah beban akan lebih lebih tinggi pada tahun-tahun awal, sedangkan pada tahun-tahun akhir (masa manfaat aset) akan memiliki jumlah beban yang lebih rendah. Perhitungan depresiasi dengan metode jumlah angka tahun adalah sebagai berikut.

Beban Penyusutan = (Sisa usia / Jumlah digit tahun) x (Biaya – Nilai sisa)

Contoh soal atau kasus perhitungan, silakan baca di sini.

Simpulan

Well, itulah materi tentang apa itu depresiasi atau penyusutan dalam akuntansi. Pada dasarnya, depresiasi adalah elemen penting yang menunjukkan penurunan dan sisa nilai ekonomis atau masa manfaat dari suatu aset. Depresiasi dapat menunjukkan laba bersih yang mampu dihasilkan perusahaan. Asumsi dari depresiasi yaitu bahwa aset tidak bertahan selamanya sehingga perlu dilakukan pengurangan nilai atau kegunaan. Namun, ini terkecuali untuk aset tetap berwujud berupa tanah. Sementara itu, cara mencari total akumulasi penyusutan (termasuk amortisasi) perusahaan dapat ditemukan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan.

error: Content is protected !!