Lengkap! Cara Membaca Candlestick Pattern (Pola Chart Teknikal)

Memahami cara membaca candlestick pattern adalah salah satu keterampilan paling berharga dari trader. Pola candlestick atau juga mengacu pada grafik candlestick banyak digunakan untuk mewakili harga perdagangan aset di pasar crypto, saham, forex, komoditas, dan lainnya. Baik Anda mengambil pendekatan investasi jangka pendek maupun jangka panjang, mengetahui cara membaca candlestick chart menjadi sangat penting. Artikel ini akan menjelaskan apa itu candlestick pattern, elemen di dalamnya, cara membaca polanya, dan memahami pola dasar untuk melihat sinyal & indikasi pergerakan harga tertentu. Saat menguasi ini, Anda akan dengan mudah membaca candlestick 1 menit, dan interval waktu lainnya.

Apa Itu Candlestick Pattern?

Pada awalnya, candlestick chart (atau candlestick pattern) berasal dari Jepang sekitar tahun 1700-an yang digunakan untuk melacak pergerakan harga pasar harian beras. Ratusan tahun kemudian, grafik candlestick diadopsi secara global, dan sekarang menjadi populer di pasar keuangan seperti Wall Street, yang juga menjalar ke pasar keuangan lainnya. Meskipun candlestick chart ini paling umum digunakan dalam perdagangan saham, ini juga diadopsi ke pasar crypto.

Pada dasarnya, candlestick chart pattern adalah salah satu alat analisis teknikal (technical analysis) untuk melihat sentimen pasar. Pola candlestick dapat menjelaskan harga tertinggi (high price), harga terendah (low price), harga pembukaan (open price), dan harga penutupan (close price) suatu instrumen aset keuangan.

Memahami Komponen & Aspek Candlestick Chart

Cara membaca candlestick pattern sangat mudah ketika Anda memahami komponen atau aspek-aspek utama grafik candlestick tersebut. Coba perhatikan gambar berikut ini.

Gambar 1. Grafik Candlestick Pattern

1. Warna Candlestick

Bagian tubuh setiap candlestick identik dengan dua jenis warna, yakni hijau dan merah. Warna candlestick hijau menunjukkan pergerakan harga selama periode tertentu adalah positif. Sedangkan warna candlestick merah berarti pergerakan harga negatif. Sebagai informasi, candlestick chart pattern asli dari Jepang menggunakan warna putih (positif) dan hitam (negatif). Skema ini masih digunakan dan bisa ditemukan pada platform dan pasar tertentu. Ada lebih banyak warna yang juga dapat ditemukan, seperti biru dan merah.

2. Interval atau Periode Waktu Candlestick

Setiap grafik candlestick mewakili periode waktu tertentu (periode perdagangan). Pengaturan default biasanya interval harian (daily), tetapi juga banyak alternatif interval waktu berbeda yang dapat digunakan. Contoh periode waktu candlestick lebih rendah adalah grafik satu menit, lima menit, 15 menit, 30 menit, satu jam, dan seterusnya. Sementara itu, contoh interval candlestick lebih tinggi yang biasanya digunakan yakni satu hari (daily), satu minggu (weekly), dan satu bulan (monthly). Setiap trader umumnya menggunakan periode candlestick tertentu (lebih sering mengombinasikan beberapa interval), dan ini juga tergantung strategi perdagangan masing-masing.

3. Open, Close, High, dan Low pada Candlestick

Grafik candlestick yang terdiri dari warna hijau (positif) dan merah (negatif), dan masing-masingnya dapat menjelaskan harga pembukaan (open price), harga penutupan (close price), harga tertinggi (high price), dan harga terendah (low price) pada periode waktu perdagangan tertentu. Gambar 2 berikut ini bisa menjelaskan lebih detail:

High, Low, Open, dan Close Candlestick
Gambar 2. Harga Open, Close, High, dan Low pada Candlestick

Seperti yang terlihat, tubuh candlestick warna hijau dan merah menjelaskan secara berbeda khususnya untuk harga open dan close. Untuk candlestick hijau, open price selalu di bawah close price; sebaliknya untuk candlestick merah, open price selalu di atas close price.

Memahami Pola Candlestick pada Grafik Harga

Anda mungkin ingin mengetahui apa saja jenis-jenis candlestick pattern dan bagaimana cara membaca candlestick pattern pada grafik harga suatu aset pada periode tertentu. Berikut penjelasannya.

1. Bullish Pattern

Pola bullish atau bullish pattern adalah jenis candlestick pattern yang secara historis menghasilkan pergerakan ke atas setelah selesai terbentuk.

a. Bullish Pennant Pattern

Bullish pennant pattern adalah jenis pola candlestick kelanjutan yang terbentuk saat terjadi pergerakan besar ke atas, dan ini diikuti oleh periode konsolidasi dengan garis tren konvergen (Gambar 3).

Gambar 3. Bullish Pennant Pattern

Jika pola ini terkonfirmasi, ada potensi harga akan melanjutkan pergerakan ke atas atau uptrend.

b. Falling Wedge Pattern

Falling wedge pattern adalah jenis pola candlestick dengan sinyal pembalikan (reversal) yang terbentuk saat garis tren konvergen ke bawah (Gambar 4).

Gambar 4. Falling Wedge Pattern

Garis tren (trend line) – yang ditarik di atas harga tertinggi (high) dan di bawah harga terendah (low) – mulai tampak menyatu saat pergerakan harga yang sedang turun mulai kehilangan momentum. Ini memberikan indikasi bahwa pembeli mulai masuk kembali ke pasar untuk memperlambat laju penurunan. Sinyal ini juga sering terjadi penembusan harga di atas garis tren atas sebelum garis saling bertemu.

2. Bearish Pattern

Pola bearish atau bearish pattern adalah jenis pola candlestick yang sebelumnya menghasilkan pergerakan harga turun setelah selesai terbentuk.

a. Head and Shoulders

Head and shoulders adalah jenis pola grafik candlestick yang menunjukkan indikasi pembalikan (reversal) yang muncul sebagai garis dasar (dikenal sebagai garis leher/neckline) bersama dengan tiga puncak (three peaks), puncak luar (disebut bahu/shoulders) tingginya dekat dan puncak tengah (disebut head) merupakan yang tertinggi (Gambar 5).

Gambar 5. Head and Shoulders

Candlestick pattern yang berbentuk head and shoulders biasanya digunakan untuk melihat sinyal reversal harga yang akan datang. Perlu dicatat bahwa pola ini hanya lengkap jika terjadi penutupan di bawah garis dasar. Ini bisa menjadi indikasi kuat untuk pembalikan arah, dan biasanya menjadi tren turun (downtrend).

b. Rising Wedge Pattern

Rising wedge pattern adalah jenis pola grafik candlestick dengan indikasi pembalikan (reversal) yang dibedakan oleh garis tren konvergen ke atas (Gambar 6).

Gambar 6. Rising Wedge Pattern

Garis tren – yang ditarik di atas tertinggi dan di bawah posisi terendah – tampak mulai saling menyatu saat pergerakan ke atas mulai kehilangan momentum. Ini menjadi sinyal bahwa laju pertumbuhan (apresiasi) harga sedang diperlambat. Seringkali juga terdapat penembusan harga di bawah garis tren bawah sebelum garis saling bertemu.

Cara Menggambar Candlestick Chart

Sekarang Anda sudah paham apa itu grafik candlestick dan apa saja jenis-jenis pola candlestick. Lalu, bagaimana cara menggambar candlestick chart tersebut? Dalam hal ini, Anda membutuhkan platform yang menyediakan tools untuk menggambar grafik pergerakan harga aset untuk melihat sinyal dari candlestick pattern tertentu. Salah satu platform terbaik untuk menggambr grafik candlestick adalah TradingView. Platform ini menyediakan banyak tools, seperti trend line (horizontal, vertikal, dll), indikator teknikal (fibonacci, moving average, bollinger bands, dll), dan banyak lagi.

Pandangan Akhir

Jadi pada dasarnya, cara membaca candlestick pattern adalah dengan memahami apa itu candlestick, apa saja elemen di dalamnya (warna, periode waktu, dan open, close, high, dan low price), dan apa saja jenis candlestick pattern. Dengan menguasi semua ini, Anda bisa dengan mudah menggambar grafik candlestick sendiri dan melihat sinyal atau indikasi dari pola candlestick tertentu. Ini bisa dilakukan untuk berbagai aset perdagangan, mencakup crypto, saham, forex, komoditas, dan lainnya. Penggunaan candlestick pattern dapat disesuaikan dengan periode waktu tertentu. Misalnya, membaca candlestick 1 menit akan menunjukkan pergerakan harga lebih detail, dan cocok untuk perdagangan jangka sangat pendek. Sementara untuk jangka panjang, minimal menggunakan interval harian (daily).

Leave a Comment