Tips & Cara Investasi Saham Online: Panduan Daftar, Beli, Jual

Mau merdeka secara finansial di masa depan? Investasi adalah jalan terbaik! Ya, dengan investasi, kamu bisa melipatgandakan aset keuangan. Salah satu instrumen investasi yang paling menguntungkan dalam jangka panjang adalah saham. Bagaimana cara investasi saham untuk pemula di 2020? Nah, pada kesempatan kali ini, invesnesia akan mengupas tuntas bagaimana memulai investasi saham secara online: mulai dari cara daftar saham, cara beli saham, dan cara jual saham. Selain itu, invesnesia juga akan memberikan tips belajar saham yang benar, dan cara agar untung dari saham.

Pahami Dulu Apa Itu Saham

Gambar Saham

Pengertian saham adalah suatu bentuk surat berharga (efek) sebagai bukti kepemilikan terhadap emiten/perusahaan. Jadi, jika kamu punya saham suatu perusahaan, artinya kamu punya hak kepemilikan dalam perusahaan tersebut. Ya, kamu bisa dikatakan sebagai bagian dari pemilik perusahaan. Makna “kepemilikan” di sana dapat mengacu pada menempatkan modal di dalam perusahaan. Dengan kata lain, jika kamu ingin menjadi pemilik saham perusahaan, kamu harus menanamkan modal di perusahaan tersebut. Kamu bisa mulai investasi saham dengan modal kecil, seperti modal 1 juta atau batas minimal modal investasi saham yaitu 100 ribu. Dengan dana segitu, kamu sudah bisa menjadi pemegang saham minoritas perusahaan.

Keuntungan dalam Saham

Setidaknya ada dua (2) jenis keuntungan (return) investasi saham, yaitu capital gain dan dividen. Singkatnya begini, capital gain adalah jenis keuntungan di mana modal kamu meningkat karena harga saham naik. Ketika kamu menjual saham di atas harga beli, maka itu disebut keuntungan kenaikan modal/aset (capital gain). Sedangkan dividen adalah bagian dari laba bersih (net income) perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Umumnya dividen dibagikan sekali setahun, meskipun ada beberapa perusahaan yang membagikan dividen dua kali setahun.

Kerugian dalam Saham

Secara umum, ada dua (2) jenis kerugian atau risiko (risk) dalam saham, yaitu capital loss dan likuidasi. Kebalikan dari capital gain, arti capital loss yaitu kerugian modal di mana aset saham yang kamu miliki berkurang disebabkan harga saham yang turun. Ketika kamu menjual saham di bawah harga beli, maka itu disebut kerugian modal (capital loss). Selain itu, risiko saham dapat berupa likuidasi, terjadi ketika perusahaan mengalami bangkrut. Risiko likuidasi terjadi karena investor membeli saham perusahaan yang bermasalah, tidak bagus, atau tidak sehat secara finansial.

Selain kedua risiko tersebut, kerugian saham lainnya bisa berupa tidak adanya pembagian dividen disebabkan perusahaan tidak mampu mencetak laba (mengalami kerugian). Ingat, dividen adalah bagian dari laba bersih perusahaan sehingga ketika perusahaan tidak mampu meraih laba/keuntungan bisnis, tentu saja mereka tidak akan membagikan dividen. Kemudian, delisting bisa juga menjadi risiko dalam saham. Secara hemat, delisting artinya go-private, terjadi ketika emiten ke luar dari bursa efek karena alasan tertentu. Jadi, emiten yang awalnya adalah perusahaan publik berubah menjadi private.

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Transaksi Saham

Bagi pemula, cara investasi saham yang baik yaitu dengan mengenal siapa saja pihak-pihak yang terlibat dalam pasar saham. Dengan begitu, kamu bisa mengerti bagaimana mekanisme pasar saham. Nah, kalau diurut satu per satu, sebenarnya ada banyak sekali pihak atau lembaga yang terlibat dalam pasar saham. Namun, ada beberapa pihak yang wajib kamu ketahui tugas dan fungsinya, yaitu sebagai berikut.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Apa itu Otoritas Jasa Keuangan? Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan lembaga independen yang melakukan pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, hingga penyidikan terhadap lembaga (jasa) keuangan di Indonesia, mencakup sektor perbankan, industri keuangan non-bank (INKB), dan pasar modal. Nah, saham sendiri merupakan salah satu produk dari pasar modal Indonesia, selain obligasi (surat utang), reksa dana, exchange traded fund (ETF), dan derivatif.

Self Regulatory Organization (SRO)

Dalam struktur pasar modal Indonesia, ada istilah SRO atau Self Regulatory Organization yang merupakan regulator yang memiliki kewenangan dalam penerapan aturan di pasar modal. SRO di pasar modal Indonesia yaitu: Bursa Efek Indonesia/BEI, Kliring Penjamin Efek Indoensia/KPEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia/KSEI, dan Securities Investment Protection Fund (SIPF).

Bursa Efek Indonesia (BEI)

Secara umum, tugas pokok Bursa Efek Indonesia (BEI) di pasar modal yaitu sebagai berikut:

  • Menyelenggarakan perdagangan efek (surat berharga) secara teratur, wajar, dan efisien.
  • Menyediakan sistem dan sarana prasarana untuk mengawasi kegiatan Anggota Bursa (AB).
  • Melakukan penyusunan anggaran tahunan dan penggunaan laba, serta melaporkan kepada OJK.

Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI)

Tugas pokok Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) di pasar modal Indonesia yaitu sebagai berikut:

  • Melakukan aktivitas kliring.
  • Menjamin transaksi di bursa efek secara teratur, wajar, dan efisien.
  • Menjamin proses penyerahan efek, uang, atau aset keuangan.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)

Umumnya, tugas pokok Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di pasa modal Indonesia yaitu sebagai berikut:

  • Menyediakan jasa kustodian.
  • Melakukan penyelesaian transaksi efek secara teratur, wajar, dan efisien.
  • Mengamankan proses pembukuan atau pindah tangan efek dari suatu pihak ke pihak lain.

Securities Investment Protection Fund (SIPF)

Tugas pokok SIPF atau Penyelenggara Dana Perlindungan Pemodal/Investor yaitu menyelenggarakan dan mengelola uang atau dana perlindungan para pemodal. Lembaga ini sudah memiliki izin usaha dari OJK untuk melakukan perlindungan dana. Apa itu Dana Perlindungan Pemodal? Itu merupakan total keseluruhan aset dari investor yang dilindungi agar tidak hilang.

Perusahaan Efek

Perusahaan efek di pasar modal Indonesia merupakan Anggota Bursa (AB) yang menjalankan aktivitas bisnis tertentu. Anggota Bursa (AB) menurut fungsinya terbagi menjadi tiga bagian:

  1. Perantara Pedagang Efek/PPE (Broker Dealer). Tugas PPE berfokus pada transaksi efek (surat berharga), seperti saham dan obligasi. Produk seperti saham dan obligasi bisa diperdagangkan melalui bursa yang diselenggarakan oleh BEI dan bisa juga diperdagangkan di luar bursa, atau disebut juga transaksi Over the Counter/OTC.
  2. Penjamin Emisi Efek/PEE (Underwriter). Tugas PEE berfokus untuk membantu pihak emiten/perusahaan dalam melaksanakan proses penawaran umum perdana atau Initial Public Offering/IPO. Tugas underwriter contohnya membuat kontrak IPO, menjamin transaksi penjualan efek, dan hal-hal terkait IPO lainnya.
  3. Manajer Investasi (MI). Tugas MI berfokus pada pengelolaan instrumen/produk reksa dana. Tugas pokok MI yaitu mengelola dana dari nasabah/investor dengan cara menginvestasikan dana tersebut ke berbagai efek. Jadi, kinerja suatu reksa dana sangat bergantung pada kemampuan MI dalam mengelola dana. Karena dikelola oleh MI sebagai profesional, maka investasi reksa dana memiliki risiko yang lebih kecil daripada saham. Berapa minimal modal investasi reksa dana? Hanya Rp 10 ribu. Jika kamu tertarik, bisa baca lengkap materi reksa dana secara gratis di sini: Materi Reksa Dana untuk Pemula.

Gambar Reksa Dana

Istilah Umum dalam Saham

Salah satu cara investasi saham yang benar yaitu dengan memahami apa saja istilah umum dalam saham. Tujuannya, agar kamu tidak kebingungan dalam melakukan transaksi/perdagangan saham. Berikut beberapa istilah umum dalam transaksi saham.

  • Lot = satuan ukuran dalam saham, 1 lot senilai dengan 100 lembar saham.
  • Buy = beli saham
  • Sell = jual saham.
  • Take profit = waktunya jual saham untuk mengamankan keuntungan.
  • Stop loss = waktunya jual saham agar terhindar dari kerugian yang lebih besar.
  • Kode saham = kode suatu emiten di bursa, terdiri dari 4 huruf, contoh: BBCA, BBRI, TLKM, dll).
  • Trendline saham = tren atau kencenderungan pergerakan harga saham, terdiri dari jenis: uptrend (tren naik), sideways (tren datar), dan downtrend (tren turun).
  • IHSG = Indeks Harga Saham Gabungan, cerminan harga saham di bursa efek.

Masih banyak istilah lainnya, selengkapnya bisa kamu baca di artikel ini, ya: Materi Saham untuk Pemula.

Cara Memulai Investasi Saham Online untuk Pemula

Bagaimana cara investasi saham untuk pemula? Sebenarnya, proses investasi saham bukan perkara yang sulit. Proses investasi saham bisa dilakukan secara mudah dan cepat karena sudah memakai sistem online, bahkan itu bisa dilakukan melalui smartphone atau PC. Nah, ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan ketika ingin investasi saham. Diawali dengan proses daftar saham online dan offline, buka rekening saham beserta deposit/top up sejumlah dana, melakukan proses pembelian saham hingga proses penjualan saham. Berikut penjelasan lebih detail.

Langkah Pertama, Daftar Saham Online & Offline di Sekuritas (Broker)

Intinya begini, investor hanya bisa membeli saham melalui perantara perusahaan sekuritas atau broker saham. Itulah kenapa langkah pertama dalam investasi saham yaitu melakukan pendaftaran di sekuritas. Proses pendaftaran bisa dilakukan dengan dua cara: sistem online atau offline. Ada beberapa perusahaan sekuritas atau broker saham yang menyediakan platform daftar saham secara online, ada juga yang belum. Untuk daftar secara offline, kamu tinggal mengunjungi perusahaan sekuritas terkait. Nantinya, kamu akan diminta mengisi formulir pendaftaran dan formulir pembukaan rekening efek (Rekening Dana Nasabah/RDN). Selain itu, kamu juga diminta menyediakan berkas/dokumen pribadi, seperti KTP, cover buku tabungan, dan NPWP (jika ada). Daftar saham gratis, kamu hanya perlu mengeluarkan biaya penggantian meterai.

Perusahaan sekuritas terbaik bisa kamu lihat di sini: Daftar Perusahaan Sekuritas Terbaik di Indonesia. Kamu bisa memilih salah satu sekuritas yang tersedia di kota kamu masing-masing.

Langkah Kedua, Lakukan Deposit di Rekening Dana Investor (RDI)

gambar aplikasi trading saham

Setelah melengkapi dokumen, mengisi form pendaftaran, dan form pembukaan RDN/RDI, selanjutnya kamu diminta melakukan deposit ke rekening efek/RDN tersebut. Rekening efek atau disebut juga RDN/RDI adalah rekening baru atas nama nasabah khusus untuk efek saham. Jadi, rekening bank dan rekening saham terpisah, ya. Nah, dalam proses pendaftaran tersebut, kamu nantinya akan diberikan akses log in ke aplikasi trading saham milik perusahaan sekuritas. Untuk mengetahui ID dan password log in ke aplikasi jual beli saham tersebut, kamu bisa mengecek di email masuk (email yang kamu daftarkan dalam form pendaftaran). Pada email masuk (inbox) tersebut, tertera informasi lengkap terkait akun saham kamu.

Langkah Ketiga, Proses Pembelian Saham

Sudah punya akses log in? Langkah selanjutnya yaitu men-download aplikasi trading saham sekuritas. Kamu bisa download di PlayStore. Jika sudah, maka saatnya membeli saham. Upss, sebelum itu, ada baiknya kamu membaca dan memahami buku panduan penggunaan aplikasi trading yang berisi informasi terkait menu dan fitur yang tersedia di aplikasi trading saham tersebut. Tujuannya, agar kamu tidak kebingungan dalam beli saham online. Berikut langkah-langkah dan cara beli saham online:

  • Cari menu Stock Order.
  • Kemudian pilih menu “Buy”.
  • Silakan ketik atau pilih saham perusahaan yang ingin kamu beli, bisa dicari berdasakan kode saham atau dengan mengetik nama perusahaan.
  • Tentukan berapa lot saham yang ingin kamu beli. Pastikan saldo saham kamu mencukupi karena setiap saham emiten punya harga yang berbeda-beda.
  • Setelah itu, konfirmasi pembelian dengan klik tombol “Buy”. Selesai.
  • Yang perlu diperhatikan dalam membeli saham perusahaan yaitu timing (kapan harus membeli saham). Itu jauh lebih penting dari sekadar mengetahui cara beli saham. Jadi “timing beli saham” yaitu di harga berapa kamu sebaiknya membeli saham. Di sinilah kamu perlu belajar materi analisis saham, khususnya analisis teknikal. Pembahasan analisis saham bisa kamu baca di BAB Tips Belajar Saham untuk Pemula, ada di bagian akhir artikel ini.

Langkah Keempat, Proses Penjualan Saham

Proses dan cara investasi saham tidak hanya tentang cara beli saham, tetapi juga cara jual saham. Hampir sama dengan proses beli saham, berikut proses jual saham secara melalui aplikasi trading saham online.

  • Cari menu Stock Order.
  • Pilih menu Sell. Kamu hanya bisa menjual saham perusahaan yang telah kamu beli sebelumnya.
  • Nah, isikan berapa lot saham yang ingin kamu jual.
  • Jika sudah, klik tombol Sell. Selesai.
  • Sama seperti cara beli saham, proses jual saham juga mestinya dilakukan pada timing yang tepat sehingga kamu bisa mendapatkan profit.

Tips Agar Untung dalam Saham

Instrumen saham sejatinya adalah investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang. Namun, bukan berarti saham bebas risiko. Bagaimana cara untung dari saham dan meminimalkan risiko investasi? Mudah saja, kamu tinggal belajar materi saham, setelah itu langsung praktik. Terjun ke dunia saham tanpa bekal pengetahuan, maka kamu dianggap sedang berspekulasi dan berjudi. Saham adalah ilmu yang dapat dipelajari sehingga kunci sukses dalam investasi saham yaitu harus banyak belajar. Jika sudah belajar dasar-dasar saham bahkan materi saham yang lebih dalam, selanjutnya kamu tinggal praktik!

Dengan praktik, kamu akan melalui banyak proses: bisa untung dan mungkin lebih sering rugi. It’s ok, itu bagian dari memperkaya pengalaman. Seiring dengan berjalannya waktu, kamu pasti bisa mendapatkan “feel” dari trading saham sehingga memperoleh keuntungan dari saham tidak lagi menjadi hal yang sulit. Oleh karena itu, jika mau untung dan sukses dalam saham bersegeralah untuk belajar dan praktik. Bagaimana cara belajar saham yang benar dan efektif agar bisa meraih keuntungan? Berikut invesnesia sajikan 10 strategi investasi saham.

1. Tentukan Tujuan Investasi

Setiap investor pasti memiliki tujuan investasi saham yang berbeda-beda. Tidak ada masalah karena setiap investor punya rencana masing-masing. Yang menjadi masalah yaitu ketika kamu investasi saham tanpa mengetahui tujuannya untuk apa. Oleh karena itu, pastikan kamu memiliki tujuan investasi yang jelas dan konsisten. Sebagai contoh, kamu investasi saham agar kemudian hari bisa beli rumah, atau bisa punya modal untuk menikah, atau punya modal untuk bisnis sektor riil, dan seterusnya. Selain itu, tentukan juga berapa budget untuk investasi saham. Perlu kamu ingat, uang atau dana untuk investasi haruslah “dana nganggur” atau bukan dana untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

2. Tentukan Jangka Waktu Investasi

Setelah mengetahui tujuan investasi, selanjutnya kamu bisa menentukan berapa lama periode dalam investasi saham. Kenapa ini penting? Sekali lagi, agar kamu punya tujuan yang jelas dalam berinvestasi dan belajar memegang teguh komitmen tersebut dari awal hingga akhir. Sebagai contoh, kamu ingin membuka bisnis dan mengumpulkan modal dari investasi saham. Kamu punya target, dalam tiga (3) tahun, modal bisnis bisa terkumpul dari hasil keuntungan saham. Nah, selama periode tersebut, tentu kamu harus memilih saham perusahaan yang tepat sehingga tujuan investasi bisa tercapai.

3. Kenali Profil Risiko Pribadi

Salah satu pertimbangan memilih saham perusahaan yaitu dengan mengenali profil risiko pribadi atau cara kamu dalam menghadapi risiko. Ada tiga jenis profil risiko investor, yaitu sebagai berikut:

  • Investor agresif, artinya berani menghadapi risiko karena berharap bisa meraih keuntungan yang lebih besar. High risk – high return.
  • Investor moderat, artinya mau menghadapi risiko tapi tidak mau yang terlalu besar (risiko menengah). Keuntungan yang diperoleh juga tidak kecil dan tidak besar.
  • Investor konservatif, artinya tidak begitu suka menghadapi risiko, atau istilahnya main aman. Tidak terlalu menghadapkan return tinggi, yang penting bisa untung sudah lebih dari cukup.

Dari ketiga profil risiko tersebut, kamu jenis investor yang mana? Ini penting sekali kamu pahami karena akan berdampak pada perusahaan yang kamu pilih.

4. Belajar Analisis Saham: Analisis Fundamental & Analisis Teknikal

Inilah cara investasi saham yang benar, yaitu belajar analisis saham. Kenapa harus belajar analisis saham? Seperti yang telah disinggung sebelumnya, saham adalah produk investasi yang dapat dipelajari, berbeda dengan judi. Jadi, salah satu cara belajar saham yaitu dengan menguasi teknik analisis. Tujuannya tidak lain agar investor bisa meraih keuntungan maksimal dalam saham. Secara umum, ada dua jenis analisis dalam saham, yaitu analisis fundamental dan analisis tekniknal.

Sederhananya, analisis fundamental bertujuan untuk melihat kinerja perusahaan yang tercermin dari laporan keuangan atau rasio keuangan perusahaan. Dengan memahami analisis fundamental, kamu bisa menilai mana perusahaan yang sehat (menguntungkan) dan mana perusahaan yang sakit (merugikan). Sedangkan analisis teknikal berfokus pada tren pergerakan harga saham dalam kurun waktu tertentu. Dengan memahami analisis teknikal, kamu akan tahu kapan waktu (timing) yang tepat dalam beli dan jual saham. Kamu sangat disarankan untuk menggali lebih detail terkait kedua analisis saham tersebut.

5. Fokus pada Saham Blue Chip

Apa itu saham blue chip? Singkatnya, saham blue chip adalah saham terbaik di bursa. Nah, kata “terbaik” di sana dapat umumnya mengacu pada fundamental perusaaan. Untuk lebih jelas, berikut ciri-ciri atau karakteristik saham blue chip.

  • Konsisten mencetak laba, bahkan terus bertumbuh setiap tahun.
  • Memiliki brand yang populer, dikenal di kalangan konsumen/masyarakat.
  • Memiliki jumlah aset yang besar dengan tinggkat utang yang relatif kecil.
  • Menjadi market leader di sektornya.
  • Mampu bertahan di saat terjadi resesi atau krisis ekonomi.
  • Konsisten membagikan dividen.
  • Tingkat volatilitas harga saham stabil.
  • Masuk ke dalam kategori indeks papan utama.
  • Nilai kapitalisasi pasar (market cap) yang besar.
  • Masuk ke dalam saham lapis satu atau first liner, saham dengan kapitalisasi pasar > 10 triliun.

Nah, investor pemula yang mau untung dari saham secara konsisten, maka sangat disarankan memilih perusahaan blue chip. Indikator di atas hanya contoh saja, masih banyak kategori lain yang bisa menjadi karakteristik saham blue chip. Apa contoh saham blue chip? Misalnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Republik Indonesia Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk/Telkomsel (TLKM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Astra Internasional Indonesia Tbk (ASII), dan seterusnya.

6. Saham Second Liner Bisa Menjadi Alternatif

Jika saham blue chip masuk ke dalam saham first linear, maka saham second liner juga bisa menjadi pilihan alternatif kamu dalam berinvestasi. Saham lapis dua atau second liner memiliki kapitalisasi pasar antara Rp 500 miliar sampai Rp 10 triliun. Kenapa saham jenis ini bisa menjadi pilihan investasi? Umumnya, harga saham lapis dua masih lebih “terjangkau” dari saham blue chip. Namun, saham jenis ini hanya alternatif saja karena tidak semua saham lapis dua punya fundamental yang bagus. Kamu masih bisa mencari saham blue chip dengan harga saham yang masih murah. Apalagi sudah banyak saham blue chip yang melakukan pemecahan saham (stock split) sehingga harga saham dapat dijangkau oleh investor ritel (investor individu/non-institusional).

7. Jangan Mendekati Saham Gorengan

Tidak ada pengertian atau definisi pasti terkait saham gorengan. Umumnya, jenis saham gorengan mengacu pada saham dengan kapitalisasi pasar yang paling kecil sehingga tingkat volatilitas harga saham sangat tinggi. Umumnya, saham gorengan berasal dari saham third liner, saham dengan kapitalisasi pasar kecil dari Rp 500 miliar. Meskipun begitu, ada beberapa saham second liner yang menjadi saham gorengan. Oleh karena itu, sebaiknya kamu mengutamakan saham blue chip dalam berinvestasi. Harga saham gorengan sama sekali tidak mencerminkan fundamental atau kinerja perusahaan sehingga akan sulit untuk melakukan analisis. Sebaiknya hindari saja saham gorengan.

8. Konsisten Menambah Aset Saham (Menabung Saham)

Investasi saham yang benar yaitu seperti halnya menabung. Itulah kenapa pihak pasar modal Indonesia (BEI, KPEI, KSEI, sekuritas) bersama pemerintah Indonesia mengampanyekan Yuk Nabung Saham. Tujuannya agar masyarakat menjadikan saham sebagai wadah untuk menabung yang produktif. Cara menabung saham yaitu dengan menyetor sejumlah dana setiap periode tertentu ke dalam saham, misalnya setiap bulan. Itulah kenapa investasi saham bersifat jangka panjang karena selayaknya menanam benih, hasil panen tentu tidak bisa dirasakan dalam semalam, butuh proses.

9. Selamatkan Keuntungan jika Ada Peluang Bagus

Ada kalanya di tengah jalan, saham yang kamu miliki sudah naik cukup tinggi. Apa yang harus dilakukan? Kamu tetap bisa mempertahankan, namun akan jauh lebih menguntungkan jika take profit terlebih dahulu. Sebagai contoh, Januari 2020 kamu investasi atau beli saham BBRI di harga Rp3.000 per lembar sebanyak 50 lot. Di bulan Maret 2020, ternyata harga saham BBRI sudah naik 40% menjadi Rp4.200. Setelah dilakukan analisis teknikal, saham BBRI sudah overbought atau jenuh beli sehingga harga saham berpotensi mengalami koreksi (menurun).

Pada saat itu, kamu bisa taking profit dengan menjual saham BBRI untuk mendapatkan capital gain. Kemudian, hasil keuntungan saham bisa kamu alihkan ke perusahaan blue chip lainnya yang masih berpotensi naik. Kamu juga bisa masuk kembali ke saham BBRI di harga yang lebih murah. Cara investasi saham yang menguntungkan seperti itu. Jadi, bukan berarti kamu beli saham terus membiarkannya begitu saham selama bertahun-tahun kecuali jika kamu benar-benar hanya mengharapkan dividen.

10. Review Portofolio secara Berkala

Poin ke-10 ini berkaitan dengan poin ke-9. Review portofolio saham sangat penting dilakukan untuk mengecek perkembangan harga saham perusahaan. Jika ada peluang bagus, manfaatkan. Jika strategi investasi kamu tidak berjalan maksimal, itulah penting mengecek atau melakukan review portofolio saham sehingga kamu bisa mengatur strategi alternatif. Ibaratkan berkebun, setelah kamu menanam benih, apa bisa kamu membiarkan tanaman begitu saja? Tentu harus kamu siram dan bersihkan secara rutin sehingga hasil panen bisa maksimal. Begitu pun dalam investasi saham, sudah semestinya kamu mengecek secara berkala portofolio investasi kamu.

Contoh Saham Terbaik yang Bagus untuk Investasi

Bagi pemula atau profesional, memilih saham yang bagus dan menguntungkan adalah hal wajib. Bagi investor berpengalaman, memilih saham terbaik bukan perkara sulit, namun bagi pemula itu masih menjadi pertanyaan. Sebenarnya sudah dijelaskan sebelumnya bahwa saham terbaik adalah saham jenis blue chip karena saham tersebut sudah terbukti memiliki kinerja yang baik. Jadi, untuk investasi saham online jangka panjang, kamu bisa memilih saham blue chip. Berikut contoh daftar saham terbaik yang bisa kamu pertimbangkan. (Note: saham di bawah ini tidak semuanya masuk kategori blue chip).

  • Dari sektor keuangan: Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI).
  • Dari sektor manufaktur: Unilever Indonesia (UNVR), Indofood Sukses Makmur (ICBP), Gudang Garam (GGRM), HM Sampoerna (HMSP), Semen Indonesia (SMGR), dan Astra Internasional Indonesia (ASII).
  • Dari sektor pertanian: Astra Agro Lestari (AALI).
  • Dari sektor infrastruktur: Jasa Marga (JSMR)
  • Dari sektor kesehatan: Kalbe Farma (KLBF)
  • dan seterusnya.

Ini hanya contoh saja, dan tidak semua contoh saham terbaik di atas masuk ke dalam saham blue chip. Yang perlu kamu catat bahwa semua saham blue chip pasti saham terbaik. Meskipun begitu, saham terbaik juga bisa kamu temukan di luar saham blue chip. Dalam proses pemilihan saham, ada baiknya kamu lakukan riset (do some research) secara mandiri dengan memakai analisis fundamental. Segala keputusan investasi (beli jual saham) tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Simpulan

Sebenarnya, dari penjelasan di atas, dapat kamu lihat bahwa proses dan cara investasi saham untuk pemula tidaklah sulit. Aksesnya sangat mudah dan bisa dilakukan secara online melalui aplikasi smartphone kamu masing-masing. Aplikasi trading saham juga sudah tersedia di PlayStore. Yang paling penting dalam investasi saham yaitu bagaimana cara kamu berinvestasi: apakah sudah benar? Hal ini penting dipahami agar investasi saham bisa menguntungkan dalam jangka panjang. Sekali lagi, gunakan analisis fundamental untuk memilih saham terbaik dan gunakan analisis teknikal untuk menentukan kapan harus jual dan beli saham. Kemudian, bagi pemula, pastikan kamu beli saham blue chip karena lebih aman, rendah risiko, dan dianggap paling untung. Kembali lagi, segala keputusan investasi ada di tangan kamu masing-masing. Percaya dengan dirimu sendiri. Happy investing!

Daftar Pusataka

idx.co.id

kpei.co.id

ksei.co.id

ojk.go.id

Penting: Mohon mencantumkan sumber invesnesia.com jika mengutip sebagian atau seluruh isi artikel.

Tag: cara investasi saham online bagi pemula: proses cara beli saham, cara jual saham, dan cara daftar saham. Contoh saham terbaik di bursa efek Indonesia. Aplikasi trading saham milik sekuritas atau broker saham. Cara investasi saham yang menguntungkan.

error: Content is protected !!