Pengertian, Jenis, Syarat, & Daftar Saham Syariah Terbaru

Saham syariah adalah salah satu produk atau instrumen pasar modal syariah Indonesia. Saham dianggap sebagai instrumen keuangan yang menarik. Pasalnya, saham mampu memberikan keuntungan (return) yang lebih tinggi dibandingkan instrumen keuangan lainnya, ditambah lagi dengan risiko saham yang relatif bisa dikontrol. Sedangkan saham syariah sendiri adalah jawaban bagi masyarakat muslim Indonesia yang ingin berinvestasi secara halal. Lalu, sebenarnya apa itu saham syariah? Apa saja jenis, syarat, dan daftar saham syariah di Indonesia? Untuk lebih jelas, berikut penjelasannya.

Pengertian Saham Syariah

gambar saham syariah

Apa itu saham syariah? Pengertian saham syariah dapat mengacu pada suatu surat berharga (efek) berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan peraturan atau prinsip syariah di pasar modal. Konteks definisi saham syariah juga bisa merujuk pada pengertian saham syariah secara umum yang diatur di dalam undang-undang dan/atau peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Umumnya, suatu perusahaan (emiten) wajib memenuhi standar dan kriteria tertentu sehingga saham perusahaannya dapat disebut sebagai saham syariah.

Syarat dan Kriteria Saham Syariah

Setelah memahami pengertian saham syariah, lalu apa saja jenis saham syariah di pasar modal Indonesia? Setidaknya ada dua (2) jenis atau kriteria saham syariah yang diakui di pasar modal, yaitu sebagai berikut:

  1. Saham yang memenuhi kriteria dan standar syariah sesuai Peraturan Nomor II.K.1 tentang Kriteria & Penerbitan Daftar Efek Syariah (DES).
  2. Saham yang tercatat sebagai saham syariah oleh perusahaan (emiten) syariah sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17/POJK.04/2015.

Lalu, apa saja kriteria suatu perusahaan dapat dikatakan sesuai dengan prinsip syariah? Berikut penjelasannya.

#1. Kegiatan Bisnis Emiten Tidak Bertentangan dengan Prinsip Syariah

Syarat saham syariah pertama dari OJK yaitu kegiatan bisnis perusahaan tidak berlawanan dengana ketentuan syariah. Berikut beberapa kriteria bisnis emiten yang dilarang atau tidak termasuk syariah.

  1. Bisnis yang mengandung perjudian (gambling) dan permainan yang setara dengan itu.
  2. Perdagangan yang tidak sesuai syariah, seperti transaksi perdagangan tanpa adanya penyerahan barang/jasa dan perdagangan dengan permintaan & penawaran fiktif (palsu).
  3. Bisnis jasa keuangan ribawi, seperti bank konvensional dan perusahaan pembiayaan konvensional yang sama-sama berbasis bunga.
  4. Jual beli risiko yang mengandung gharar (ketidakpastian) dan/atau maisir (judi), seperti halnya asuransi konvensional.
  5. Melakukan produksi, distribusi, perdagangan, hingga menyediakan barang/jasa yang haram dari segi zatnya (hram li-dzatihi), bukan dari segi zatnya (haram lighairihi), dan yang mengandung mudarat atau merusak moral.
  6. Melakukan transaksi suap (risywah).

#2. Perusahaan (Emiten) yang Tidak Memenuhi Standar Rasio Keuangan

Jadi, tidak hanya bisnis perusahaan saja yang harus sesuai ketentuan syariah, melainkan juga rasio keuangannya. Berikut ini ada setidaknya dua (2) kriteria rasio keuangan perusahaan yang dapat dikatakan tidak melanggar prinsip syariah.

  1. Total utang (debt) berbasis bunga dibandingkan total aset (asset) perusahaan, tidak lebih dari 45%, atau
  2. Total pendapatan tidak halal (bunga, judi, dll) dibandingkan total pendapatan bisnis perusahaan (revenue) secara keseluruhan, tidak lebih dari 10%.

#3. Masuk ke Dalam Daftar Efek Syariah (DES)

Singkatnya, semua saham perusahaan di pasar modal yang sesuai kriteria syariah, baik yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun yang tidak tercatat, pasti akan dimasukkan ke dalam Daftar Efek Syariah (DES). Nah, DES sendiri diterbitkan secara berkala oleh OJK, tepatnya pada Mei dan November setiap tahunnya. Kategori DES sendiri bisa mengacu pada dua (2) hal, yaitu:

  1. Perusahaan yang secara terang-terangan (eksplisit) mengatakan sebagai perusahaan syariah.
  2. Perusahaan yang tidak secara eksplisit mengatakan sebagai perusahaan syariah, namun memiliki produk yang sesuai standar atau kriteria syariah.

Peraturan tentang Saham Syariah

Mungkin ada beberapa di antara kamu yang ingin tahu tentang peraturan saham syariah. Nah, berikut ini ada beberapa fatwa dan regulasi terkait efek syariah di pasar modal Indonesia.

Daftar Saham Syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Perlu kamu ketahui bahwa di pasar modal Indonesia ada yang disebut sebagai indeks saham. Singkatnya, pengertian indeks saham adalah suatu kumpulan saham dengan kriteria dan indikator tertentu yang dipilih dengan menggunakan metodologi tertentu dan dievaluasi secara berkala. Nah, salah satu indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berisi semua saham syariah yaitu Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Jadi, bagi kamu yang ingin melihat daftar semua perusahaan yang masuk kategori saham syariah, maka kamu bisa melihatnya di ISSI. Berikut ini daftar saham syariah di ISSI terbaru.

Saham Syariah Terbaik, Cocok untuk Pemula dan Investasi Jangka Panjang

Setelah memahami pengertian saham syariah, kriteria, dan peraturan, kamu mungkin bertanya-tanya: apa saham yariah terbaik 2020 yang bagus untuk pemula dan investasi jangka panjang? Secara singkat, pemula sangat disarankan membeli saham perusahaan Blue Chip atau perusahaan yang menjadi market leader di sektornya, punya brand yang populer, dan fundamental yang bagus. Namun, tidak semua perusahaan Blue Chip termasuk saham syariah.

Apa contoh saham Blue Chip yang non syariah? Sebagai contoh, perusahaan bank: BCA dan BRI. Kedua perusahaan tersebut dapat disebut saham Blue Chip namun tidak syariah. Nah, berikut ini invesnesia berikan contoh saham syariah terbaik yang masuk kategori Blue Chip.

  1. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
  2. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  3. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
  4. PT Astra Internasional Tbk (ASII)
  5. PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR)

Simpulan

Well, itulah penjelasan tentang saham syariah, mulai dari pengertian saham syariah, jenis, kriteria, syarat, hingga contoh saham syariah terbaik dan bagus untuk investasi. Semoga informasi singkatnya ini bisa memberikan gambaran komprehensif kepada kamu semua tentang saham syariah. Jika informasi ini berguna, jangan lupa share, ya.

Daftar Pustaka

edusaham.com

idx.co.id

ojk.go.id

Penting: Mohon mencantumkan sumber invesnesia.com jika mengutip sebagian atau seluruh isi artikel.

Tag: pengertian saham syariah, jenis saham syariah, kriteria dan syarat saham syariah. Daftar perusahaan syariah atau daftar saham syariah di Indonesia terbaru.

error

Bagikan postingan ini, jadi bagian untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

error: Content is protected !!