Apa Itu Biaya Overhead – Contoh Perhitungan Overhead Pabrik

Memahami overhead cost atau biaya overhead adalah penting untuk menghitung setiap pengeluaran yang melekat di dalam proses produksi. Ketika berbicara tentang apa itu biaya overhead, orang-orang akan langsung berpikir tentang pabrik dan manufaktur. Pabrik atau factory adalah bangunan dengan peralatan dan perlengkapan lengkap untuk memproduksi barang.

Manufaktur adalah proses produksi, yang akan menghasilkan barang untuk dikonsumsi. Biaya overhead selalu berkaitan dengan pabrik dan manufaktur. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan biaya overhead? Apa saja jenis, komponen, dan contoh biaya overhead? Bagaimana rumus dan cara menghitung biaya overhead pabrik?

Pengertian Biaya Overhead

gambar-biaya-overhead-pabrik

Apa itu biaya overhead? Pengertian biaya overhead dapat mengacu pada biaya yang berkaitan dengan proses bisnis rutin tetapi tidak berkaitan langsung dengan proses produksi (barang dan jasa). Berbeda dengan biaya operasional (operational costs), biaya overhead justru tidak dapat dilacak ke dalam biaya satuan (unit cost).

Sebaliknya, overhead mampu menunjukkan pendapatan secara komprehensif dalam aktivitas bisnis perusahaan dan membantu dalam menentukan biaya produk secara keseluruhan dan harga jual produk. FYI, biaya unit atau unit cost merupakan total biaya per unit dari produk yang dihasilkan, diperoleh dari total biaya produksi dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi.

Sedangkan biaya produk secara keseluruhan dihasilkan dari biaya produksi langsung ditambah biaya overhead, kemudian dibagi dengan jumlah unit produksi. Melalui perhitungan ini, nantinya dapat menjadi dasar untuk menentukan harga produk.

Untuk memahami biaya overhead, Anda harus paham terlebih dahulu apa itu biaya produksi. Singkatnya saja, biaya produksi adalah semua biaya yang terlibat di dalam proses produksi. Biaya produksi terdiri dari 3 (tiga) komponen utama, yaitu (1) biaya bahan baku langsung, (2) biaya tenaga kerja langsung, dan (3) biaya overhead pabrik.

Menurut para ahli, misalnya Carter (2009), biaya produksi dapat pula disebut sebagai biaya pabrik atau biaya manufaktur. Dari penjelasan tentang biaya produksi, maka biaya overhead adalah bagian dari biaya produksi yang secara tidak langsung berkaitan dengan proses menghasilkan produk.

Baca juga:

Mengapa Biaya Overhead Penting?

Sebagaimana yang telah dijelaskan, biaya overhead adalah semua pengeluaran yang secara tidak langsung berkaitan dengan proses penciptaan produk, baik untuk produk barang maupun jasa. Lalu, apa pentingnya biaya overhead? Ini berguna untuk menentukan dengan tepat terkait penentuan biaya dan harga produk atau layanan yang dihasilkan secara menyeluruh, sehingga perusahaan dapat memproyeksi target keuntungan (profit). Yang pasti, biaya overhead bertujuan untuk membantu perusahaan dalam proses penganggaran atau budgeting – estimasi pendapatan (revenue) dan beban (expenses) selama periode waktu tertentu di masa depan, biasanya akan dievaluasi kembali secara periodik.

Jenis Biaya Overhead

Biaya overhead setiap bisnis dan industri akan berbeda. Kita memahami ada banyak perusahaan di berbagai sektor bisnis. Sebagai contoh, untuk perusahaan Tbk atau go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesai (BEI), setidaknya ada 9 sektor industri. Jadi, untuk jenis-jenis biaya overhead, khususnya spesifikasi komponen biaya, akan berbeda untuk setiap perusahaan. Namun secara umum, ada tiga jenis biaya overhead, yakni: (1) biaya tetap, (2) biaya variabel, dan (3) biaya semi variabel.

  • Biaya overhead tetap (fixed overhead costs)

Biaya overhead tetap adalah biaya yang dikeluarkan rutin setiap bulan (konstan) dan tidak berubah sama sekali meskipun terjadi perubahan volume atau tingkat aktivitas bisnis. Contoh biaya overhead tetap seperti beban gaji, sewa, pajak, paket layanan, beban bunga, depresiasi aset, dan lainnya.

  • Biaya overhead variabel (variable overhead costs)

Biaya overhead variabel adalah biaya yang dapat meningkat dan menurun tergantung pada tingkat aktivitas bisnis. Ketika bisnis sedang bergairah kemudian volume produksi meningkat, maka biaya overhead variabel akan meningkat. Sebaliknya, ketika bisnis lesu dan volume produksi menurun, maka biaya overhead variabel menurun. Contoh biaya overhead variabel seperti biaya bahan baku langsung, biaya iklan dan pemasaran, biaya pengiriman, dan lainnya.

  • Biaya overhead semi variabel

Biaya overhead semi-variabel adalah biaya dengan karakteristik atau berada di antara biaya overhead tetap dan variabel. Biaya semi variabel pada dasarnya memiliki tarif tetap, namun dengan fluktuasi aktivitas bisnis, biaya ini dapat berubah. Contoh biaya semi variabel seperti komisi penjualan, penggunaan utilitas air dan listrik, dan biaya layanan tertentu.

Contoh Biaya Overhead

Invesnesia akan ambil contoh biaya overhead pabrik. Sebuah perusahaan pabrik roti ingin menghasilkan produk makanan berupa roti, dan membutuhkan bahan baku seperti mentega, telur, gula, susu, garam, dan tepung. Perusahaan juga membutuhkan tenaga kerja (labors) untuk membantu proses produksi, baik dalam proses manual maupun dengan mesin dan peralatan.

Dalam proses bisnis, perusahaan ternyata mengeluarkan biaya yang tidak berkaitan langsung dengan proses produksi (penciptaan produk). Inilah kemudian yang dapat menjadi contoh biaya overhead pabrik roti, seperti biaya sewa, biaya administrasi, biaya utilitas, biaya asuransi, biaya penjualan (sales) dan pemasaran (marketing), dan biaya pemeliharaan dan reparasi. Kemudian, yang tidak termasuk biaya overhead yaitu biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung.

Rincian contoh biaya overhead yang paling umum untuk setiap bisnis, yaitu sebagai berikut.

1. Sewa (Rent)

Sewa adalah biaya yang dikeluarkan untuk penggunaan fasilitas tempat bisnis beroperasi. Biaya sewa dapat dibayarkan dalam periode bulanan dan tahunan, tergantung perjanjian dengan pemilik properti. Apakah pabrik dapat disewa? Tentu saja bisa. Untuk bisnis kecil, tempat untuk memproduksi produk biasanya dilakukan dengan menyewa. Ketika pebisnis memutuskan tidak menyewa tetapi beli bangunan, maka akan muncul biaya penyusutan (depresiasi).

2. Biaya administrasi

Biaya administrasi adalah biaya rutin yang dikeluarkan perusahaan terkait gaji karyawan, biaya persediaan dan perawatan kantor, biaya pajak, biaya audit, biaya hukum, biaya hiburan, dan sebagainya. Jenis biaya overhead ini tidak berkaitan langsung dengan produksi atau proses penciptaan keuntungan melalui produk, tetapi biaya administrasi dibutuhkan untuk mendukung aktivitas bisnis secara umum. Untuk memaksimalkan keuntungan, biaya administrasi semestinya dapat diminimalkan.

3. Utilitas

Secara umum, utilitas adalah layanan dasar untuk mendukung fungsi utama bisnis. Contoh biaya utilitas yaitu air, listrik, internet, dan telepon. Biaya utilitas sulit untuk dihilangkan karena menjadi dasar aktivitas operasional bisnis, tetapi saah satu jenis biaya overhead ini dapat diminimalkan, misalnya dengan mengambil paket layanan tertentu atau negosiasi dengan penyedia layanan.

Baca selengkapnya: Apa Itu Utiliitas

4. Asuransi

Asuransi (insurance) adalah biaya untuk melindungi diri dari kerugian finansial. Perusahaan dapat memilih berbagai jenis pertanggungan asuransi, menyesuaikan dengan risiko yang potensial merugikan bisnis. Sebagai contoh, ketika perusahaan memiliki properti, mereka dapat mengambil asuransi kebakaran, banjir, kerusakan, pencurian, dan sebagainya. Selain itu, ada pula asuransi kewajiban profesional, seperti firma hukum dan akuntan yang digunakan untuk melindungi bisnis. Contoh asuransi lainnya: kesehatan, jiwa, dan sebagainya.

5. Sales dan Marketing

Biaya overhead penjualan dan pemasaran adalah biaya untuk memasarkan produk perusahaan kepada pelanggan potensial. Contoh biaya overhead ini termasuk materi promosi, iklan berbayar, upah tenaga penjualan, pameran dagang, dan komisi untuk staf penjualan. Agar perusahaan dapat bersaing dengan kompetitor, biaya sales dan marketing perlu dianggarkan dengan tepat.

6. Perbaikan dan Maintanance

Biaya perbaikan dan pemeliharaan (maintanance) dapat dilakukan seperti pada mesin dan peralatan perusahaan. Biaya overhead ini dapat ditemukan untuk pabrik atau bisnis yang membutuhkan banyak aset tetap (fixed assets). Baca juga: Apa Itu Aset atau Aktiva

Cara Menghitung Biaya Overhead

Apakah biaya overhead hanya untuk pabrik atau manufaktur saja? Tidak. Perusahaan jasa (layanan), perusahaan dagang, atau perusahaan lainnya juga memiliki biaya overhead tersendiri. Untuk dapat membedakan setiap beban dan biaya bisnis, Anda perlu memahami konsep dan jenis-jenis biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam proses bisnis.

Lalu, bagaimana cara menghitung biaya overhead untuk menentukan biaya produk secara keseluruhan?

  1. Identifikasi biaya overhead perusahaan atau biaya tidak langsung (indirect costs) dalam proses penciptaan produk. Setiap perusahaan memiliki jenis biaya overhead tertentu. Anda dapat memulai dengan membuat rincian dari biaya overhead tetap, biaya overhead variabel, dan biaya overhead semi variabel.
  2. Jumlahkan semua biaya overhead yang telah diidentifikasi.
  3. Identifikasi jumlah biaya langsung (direct cost) untuk menghasilkan produk, seperti biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
  4. Totalkan semua biaya langsung.
  5. Jumlahkan biaya overhead (indirect cost) dan biaya langsung (direct cost).
  6. Hasil penjumlahan overhead + biaya langsung, lalu dibagi dengan jumlah unit produk yang dihasilkan.

Contoh soal atau kasus perhitungan overhead pabrik roti

Anda sudah dijelaskan bagaimana rumus atau langkah-langkah cara menghitung biaya overhead untuk menentukan harga jual produk. Kita ambil contoh kasus overhead pabrik roti.

Diketahui:

  • Biaya langsung (direct costs) = Rp 250 juta
  • Biaya overhead = Rp 30 juta
  • Jumlah unit roti yang dihasilkan = 70 ribu roti

Biaya produk = (250 juta + 30 juta) / 70 ribu

Biaya produk = 280 juta / 70 ribu = Rp 4 ribu per unit

Dengan demikian, biaya produk untuk satu unit roti yaitu Rp 4 ribu. Itu hanya perhitungan sederhana. Jelas, untuk menentukan harga produk yang ideal, Anda dapat menggunakan strategi penetapan harga. Salah satunya strategi penetapan harga paling populer yaitu markup pricing yaitu dengan menaikkan harga pada biaya produksi dengan persentase keuntungan (profit) yang ingin dicapai.

Sebagai contoh, total biaya untuk menghasilkan 1 unit roti adalah Rp 4 ribu (sudah mencakup overhead dan biaya langsung). Jika Anda menjual roti di harga Rp 4 ribu, maka Anda tidak menghasilkan keuntungan. Kemudian, Anda menggunakan strategi markup, dan ingin mendapatkan keuntungan, misalnya, 25% dari biaya produksi. Dengan demikian, harga produk untuk satu unit roti setelah markup 25% adalah:

Harga produk markup = Biaya produksi per unit + (persentase markup x biaya produksi per unit)

Harga produk markup = 4.000 + (25% x 4.000)

Harga produk markup = 4000 + 1000 = 5000

Dengan demikian, harga jual roti per unit setelah markup 25% yaitu Rp 5 ribu per unit.

Baca selengkapnya: Strategi Penetapan Harga Produk

Simpulan

Pada dasarnya, overhead costs atau biaya overhead adalah unsur penting untuk mengetahui biaya produksi secara komprehensif sehingga pelaku usaha atau perusahaan dapat menentukan keuntungan untuk setiap produk yang dijual. Biaya overhead dapat juga disebut biaya tidak langsung (indirect costs) karena jenis biaya ini memang tidak ada kaitan dalam proses produksi secara langsung, tetapi tetap harus dimasukkan dalam perhitungan biaya produksi.

Berikut beberapa ringkasan tentang apa itu biaya overhead:

  • Biaya overhead adalah semua biaya bisnis rutin perusahaan yang tidak ada kaitan sama sekali dengan proses produksi atau manufaktur secara langsung.
  • Biaya overhead menjadi bagian dari biaya produksi, tetapi tidak langsung berkaitan dalam proses produksi, sehingga dapat dikategorikan sebagai biaya tidak langsung.
  • Biaya overhead dapat bervariasi, tergantung sektor bisnis dan industri di mana perusahaan beroperasi.
  • Biaya overhead bisa berupa biaya tetap (fixed cost), biaya variabel (variable cost), atau terdiri dari keduanya.
  • Biaya overhead akan dilaporkan di dalam laporan keuangan perusahaan, yaitu pada laporan laba rugi.
  • Biaya overhead dapat menjadi acuan terkait penentuan biaya produk secara tepat untuk menghasilkan profit.

Nah, itulah materi pembahasan tentang apa itu biaya overhead, mulai dari pengertian, jenis, contoh, hingga cara menghitung biaya overhead pabrik. Bagi Anda yang memiliki bisnis makanan, minuman, pakaian, bisnis jasa, dagang, atau jenis bisnis apapun, penting untuk mempelajari dan memahami biaya overhead.

error: Content is protected !!