Akumulasi Penyusutan Adalah: Cara Menghitung dan Contoh Soal

Ketika perusahaan ingin melakukan alokasi biaya sebuah Aset, maka perlu dilakukan alokasi ke dalam beban penyusutan. Sementara itu, akumulasi penyusutan adalah komponen penting yang dapat menunjukkan total biaya aset sejak aset digunakan. Anda akan memahami lebih jauh tentang akumulasi penyusutan di artikel ini, seperti pengertian, contoh soal akumulasi penyusutan aset, dan cara menghitung akumulasi penyusutan, sampel pada peralatan kantor dan kendaraan.

Pengertian Akumulasi Penyusutan

akumulasi penyusutan

Apa itu akumulasi penyusutan (accumulated depreciation)? Akumulasi penyusutan adalah total biaya dari aset tetap berwujud (gedung, kendaraan, mesin, peralatan, dll) yang telah dialokasikan ke dalam beban penyusutan sejak aset tersebut digunakan.

Akumulasi penyusutan merupakan akun kontra aset (contra-asset) – sebuah akun negatif yang digunakan untuk mengimbangi saldo di akun aset terkait (aset yang mengalami depresiasi). Setiap kali beban penyusutan dicatat, jumlah beban yang sama juga akan dikreditkan ke akun akumulasi penyusutan.

Ini akan menunjukkan biaya aset dan total penyusutan hingga saat ini, sekaligus memperlihatkan nilai buku bersih sebuah aset di dalam neraca atau balance sheet. Di dalam financial modeling, analis keuangan biasanya membuat jadwal penyusutan suatu aset untuk melacak total penyusutan selama masa guna aset.

Cara Menghitung Akumulasi Penyusutan

Cara menghitung akumulasi penyusutan adalah dengan mencatat beban penyusutan suatu aset tetap dari tanggal akuisisi sampai tanggal penyesuaian.

Meskipun begitu, penting bagi perusahaan untuk memeriksa perhitungan jumlah depresiasi secara langsung yang dicatat di dalam buku besar umum selama masa manfaat aset.

Ini bertujuan untuk memastikan bahwa perhitungan yang sama juga digunakan untuk mencatat setiap transaksi penyusutan yang mendasarinya.

Contoh Akumulasi Penyusutan

Untuk memahami apa itu akumulasi penyusutan, berikut ini invesnesia berikan contoh soal akumulasi penyusutan berbagai jenis aset tetap. Sebagai sampel, invesnesia akan mengambil contoh akumulasi penyusutan peralatan dan kendaraan.

Contoh Akumulasi Penyusutan Peralatan

Contoh soal: Perusahaan A ingin membeli sebuah peralatan kantor dengan harga Rp 50 juta. Itu kemudian dicatat di dalam akun aset tetap peralatan. Setelah diestimasi, usia manfaat peralatan adalah 5 tahun dan tidak memiliki nilai residu atau nilai sisa.

Pertanyaan:

  1. Berapakah beban penyusutan setiap tahun?
  2. Berapakah saldo kredit Akumulasi Penyusutan setelah 4 tahun?
  3. Berapakah nilai buku peralatan kantor setelah 4 tahun?
  4. Bagaimana ayat jurnal penyesuaian penyusutan peralatan kantor secara tahunan?
  5. Bagaimana pencatatan akuntansi setelah masa aset berakhir?

Jawab:

  1. Beban penyusutan peralatan adalah Rp 10 juta per tahun
  2. Setelah masa pakai 4 tahun, saldo kredit akumulasi penyusutan peralatan adalah Rp 40 juta.
  3. Nilai buku peralatan kantor setelah 4 tahun yaitu Rp 10 juta, dihasilkan dari Rp 50 juta – Rp 40 juta.
  4. Ayat jurnal penyesuaian peralatan kantor pada setiap akhir tahun adalah di sisi debit dicatat sebagai beban penyusutan peralatan kantor sebesar Rp 10 juta; dan di sisi kredit dicatat sebagai akumulasi penyusutan peralatan kantor sebesar Rp 10 juta.
  5. Setelah masa manfaat peralatan kantor habis, maka dilakukan penghapusan aset dan akumulasi penyusutan. Pencatatan akuntansinya adalah di sisi debit dicatat sebagai Akumulasi Penyusutan sebesar Rp 50 juta; dan di sisi kredit dicatat sebagai Aset (Peralatan Kantor) sebesar Rp 50 juta.

Contoh Akumulasi Penyusutan Kendaraan

Contoh soal: Perusahaan B membutuhkan kendaraan operasional untuk menunjang aktivitas bisnis. Perusahaan membeli 1 unit gran max seharga Rp 160 juta. Setelah diperkirakan, beban penyusutan adalah Rp 30 juta selama 5 tahun.

Pertanyaan:

  1. Berapakah saldo kredit untuk Akumulasi Penyusutan kendaraan setelah 3 tahun?
  2. Berapakah nilai buku kendaraan setelah 3 tahun?
  3. Bagaimana ayat jurnal penyesuaian penyusutan kendaraan secara tahunan?
  4. Bagaimana pencatatan akuntansi saat masa aset berakhir?

Jawab:

  1. Setelah masa pakai 3 tahun, saldo kredit akumulasi penyusutan kendaraan adalah Rp 90 juta.
  2. Nilai buku kendaraan setelah 3 tahun yaitu Rp 70 juta, dihasilkan dari Rp 160 juta – Rp 90 juta.
  3. Ayat jurnal penyesuaian kendaraan pada setiap akhir tahun adalah di sisi debit dicatat sebagai beban penyusutan kendaraan sebesar Rp 30 juta; dan di sisi kredit dicatat sebagai akumulasi penyusutan kendaraan sebesar Rp 30 juta.
  4. Setelah masa manfaat kendaraan habis, maka perlu dilakukan penghapusan aset dan akumulasi penyusutan. Pencatatan akuntansinya yaitu di sisi debit dicatat Akumulasi Penyusutan sebesar Rp 160 juta; dan di sisi kredit dicatat sebagai Aset (Kendaraan) sebesar Rp 160 juta.

Catatan:

  • Nilai buku sebuah aset tidak menggambarkan nilai pasarnya karena penyusutan atau depresiasi hanya sebuah teknik alokasi.
  • Seandainya aset memiliki nilai sisa, lalu dilakukan penjualan aset, maka biaya aset dan akumulasi penyusutan akan dikeluarkan dari akun pada saat tanggal penjualan.
  • Jika misalnya jumlah uang penjualan aset yang dihasilkan lebih besar dari nilai buku, keuntungan akan dicatat. Sebaliknya, jika uang penjualan aset lebih kecil dari nilai buku, kerugian akan dicatat.

Depresiasi vs Amortisasi

Depresiasi atau penyusutan dilakukan untuk aset berwujud (tangible assets), seperti peralatan, gedung, kendaraan, dan sebagainya, kecuali tanah. Sementara itu, amortitasi memiliki konsep yang sama dengan penyusutan, hanya saja itu dilakukan untuk aset tidak berwujud (intangible assets), seperti lisensi, hak paten, merek dagang, dll. Namun, khusus untuk aset sumber daya alam (SDA), seperti tambang, minyak, kayu, dll, maka deplesi adalah istilah yang paling tepat digunakan.

  • Depresiasi = aset berwujud
  • Amortisasi = aset tidak berwujud non SDA
  • Deplesi = aset SDA

Yang perlu dicatat adalah bahwa aset di sini selalu bersifat jangka panjang, bukan jangka pendek. Dengan kata lain, aset yang mengalami penyusutan/depresiasi, amortisasi, dan deplesi adalah aset tetap. Untuk memahami apa itu ASET TETAP, silakan baca di sini.

Simpulan

Pada dasarnya, akumulasi penyusutan adalah elemen penting untuk melihat alokasi beban penyusutan sebuah aset dan menunjukkan nilai buku dari aset tersebut. Ingatlah sebuah asumsi bahwa tidak ada aset yang bertahan selamanya. Meskipun memiliki usia manfaat panjang, dalam hal ini, aset tetap pasti akan kehilangan nilai penggunaan, alias mengalami usang, kerusakaan, dan sejenisnya. Selain itu, cara menghitung akumulasi penyusutan juga bisa dilakukan seperti contoh perhitungan yang dijelaskan

error: Content is protected !!