7 Jenis Investasi Jangka Pendek Terbaik, Aman & Menguntungkan

Punya uang tunai (kas) berlebih dan ingin digunakan untuk investasi jangka pendek? Tentu saja bisa. Namun, untuk memperoleh keuntungan (profit), kamu harus memilih produk investasi terbaik dan juga harus menyesuaikan dengan tujuan investasi kamu. Pada artikel ini, invesnesia akan menyajikan secara lengkap informasi tentang apa itu investasi jangka pendek, apa saja contoh produknya, dan bagaimana strategi atau tips investasi yang tepat. Informasi di artikel ini akan sangat membantu kamu dalam menentukan pilihan mana produk investasi jangka pendek terbaik di 2020.

Baca juga: Produk Investasi Syariah Cocok untuk Gaji < Rp 5 Juta

Pengertian Short Term Investment

Gambar Investasi

Apa itu investasi jangka pendek (short term investment)? Secara umum, pengertian investasi jangka pendek adalah jenis investasi yang bersifat sementara, likuid, atau relatif mudah dikonversi menjadi kas (tunai). Berapa jangka waktu untuk investasi jangka pendek? Banyak sekali pandangan; ada yang mengatakan di bawah 5 tahun, ada juga pendapat yang mengatakan di bawah 3 tahun dan yang paling ketat yaitu di bawah 1 tahun. Invesnesia sendiri berpendapat bahwa investasi periode jangka pendek yaitu investasi dengan tenor maksimal 2 tahun (24 bulan).

Kenapa demikian? Karena untuk menganalisis kinerja aset keuangan secara full, sulit jika hanya mengandalkan time frame 2 tahun. Dengan kata lain, riset yang dilakukan dalam periode 2 tahun tidak bisa menggambarkan kinerja suatu aset keuangan. Umumnya, dalam melakukan penelitian keuangan, para peneliti minimal menggunakan periode waktu 3 tahun – 5 tahun. Oleh karena itu, invesnesia menganggap investasi jangka pendek memiliki periode maksimal 24 bulan.

Jenis investasi dengan tenor atau periode < 2 tahun adalah produk investasi yang sangat likuid. Karena sifatnya yang likuid (mudah dicairkan), tak heran jika investasi jangka pendek disebut sebagai tempat persinggahan sementara untuk kelebihan uang tunai. Perlu kamu catat, dalam memilih instrumen investasi jangka pendek, harus disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko investor. Kenapa? Karena tidak semua produk investasi jangka pendek cocok untuk setiap investor.

Contoh Jenis Investasi Periode Jangka Pendek

Ada beberapa produk investasi yang secara umum bisa dimiliki dalam jangka pendek, seperti deposito, SBI, saham, reksa dana, obligasi, emas, dan peer-to-peer (P2P) lending. Berikut rincian penjelasannya.

  1. Deposito, yaitu uang tunai nasabah yang disimpan di dalam rekening bank dan nasabah berhak atas imbal hasil dengan bunga (%) tertentu, tergantung kebijakan masing-masing Bank. Tenor deposito Bank rata-rata di bawah 1 tahun (12 bulan), dan maksimal 2 tahun (24 bulan).
  2. Sertifikat Bank Indonesia (SBI), yaitu surat berharga yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) sebagai bukti pengakuan utang. Umumnya, periode SBI yaitu < 1 tahun, misalnya periode 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan. Suku bunga yang ditetapkan biasanya mengacu pada BI rate pada saat itu.
  3. Saham, yaitu surat berharga sebagai tanda kepemilikan terhadap suatu perusahaan. Investor yang memiliki saham berhak atas keuntungan berupa dividen dan capital gain (jika harga saham naik). Tidak ada batas waktu jatuh tempo untuk kepemilikan saham. Investor bebas menjual saham kapan pun. Baca juga: Panduan Investasi Saham bagi Pemula.
  4. Reksa Dana, yaitu tempat berkumpulnya dana dari pemilik modal, kemudian dikelola dan diinvestasikan kembali oleh Manajer Investasi ke berbagai instrumen keuangan. Reksa dana punya banyak jenis, salah satunya yaitu reksa dana saham. Khusus untuk reksa dana saham, investor bebas menjual kapan pun, sama seperti kepemilikan saham. Baca juga: Panduan Investasi Reksa Dana bagi Pemula.
  5. Obligasi, yaitu surat utang yang diterbitkan oleh korporasi dan/atau pemerintah. Obligasi memiliki jatuh tempo > 1 tahun. Pemegang obligasi berhak atas keuntungan berupa kupon/bunga (%) dengan persentase tertentu, umumnya di atas bunga deposito.
  6. Emas, yaitu jenis investasi konvensional yang sudah ada sejak zaman dahulu. Emas adalah produk investasi yang bisa digunakan untuk jangka pendek atau jangka panjang. Namun, emas yang disarankan untuk kebutuhan investasi yaitu jenis emas batangan, bukan emas perhiasan. Baca juga: Panduan Investasi Emas bagi Pemula.
  7. P2P Lending, yaitu layanan keuangan yang mempertemukan pemilik dana (pemberi pinjaman) dan penerima pinjaman dengan menggunakan platform elektronik (berupa aplikasi) dan memanfaatkan akses internet. Sebagai pemilik dana, kamu nantinya akan mendapatkan keuntungan berupa bunga pinjaman. Jangka waktu atau tenor p2p lending umumnya di bawah 12 bulan.

Penjelasan lebih lengkap tentang ke-7 produk investasi jangka pendek di atas, bisa download: klik di sini.

Memilih Produk Investasi Jatuh Tempo Pendek secara Tepat

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tidak semua jenis produk investasi jangka pendek tersebut cocok dimiliki dalam periode waktu yang sama. Sebagai contoh, untuk efek ekuitas seperti saham, secara umum tidak cocok dimiliki kurang dari 1 tahun terlebih jika dana investasi akan dimanfaatkan untuk kebutuhan pensiun di masa tua. Kenapa? Karena pergerakan harga saham sangat volatil atau tingkat fluktuasi harga yang tinggi sehingga sangat berisiko dimiliki dalam jangka pendek di bawah 2 tahun apalagi di bawah 1 tahun.

Contoh lainnya, jika kelebihan uang tunai yang kamu miliki akan digunakan untuk kebutuhan liburan, maka cukup memilih produk investasi yang setidaknya bisa melindungi nilai uang dari inflasi. Oleh karena itu, instrumen yang cocok yaitu deposito, emas, atau obligasi tenor < 1 tahun. Kenapa? Karena ketiga produk investasi jangka pendek tersebut relatif rendah risiko. Jadi ingat, banyak produk investasi yang dapat dimiliki dalam jangka pendek, namun belum tentu cocok untuk semua orang, harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan dana dan profil risiko investor.

Tips Investasi Jangka Pendek

Jadi, ketujuh produk investasi jangka pendek tersebut secara umum adalah investasi terbaik, aman dan menguntungkan. Meskipun kita juga tidak bisa melepaskan diri dari risiko investasi karena tidak ada instrumen investasi tanpa risiko. Prinsip ini harus ditanamkan dengan baik. Nah, seperti yang telah disinggung sebelumnya, meskipun ke-7 produk tersebut adalah yang terbaik, namun belum tentu cocok untuk semua orang. Dengan kata lain, pilih salah satu atau beberapa yang sesuai dengan preferensi kamu. Untuk lebih detail, berikut ada beberapa tips dan strategi investasi yang menguntungkan.

  1. Tentukan tujuan investasi. Kelebihan uang tunai (kas) yang kamu miliki akan digunakan untuk apa? Apakah untuk biaya sekolah anak, biaya pernikahan, biaya liburan, atau sebagainya. Dengan menentukan tujuan investasi, kamu bisa memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan.
  2. Tentukan periode investasi. Setiap instrumen investasi jangka pendek bisa dipilih dengan jatuh tempo tertentu. Nah, dalam memilih periode atau tenor investasi, kamu bisa menyesuaikan dengan tujuan investasi.
  3. Tentukan nominal investasi. Umumnya, investasi jangka pendek dilakukan ketika seseorang memiliki “dana nganggur” atau dana yang tidak terpakai. Nah, apakah kamu akan memasukkan semua ke instrumen investasi atau hanya sebagian saja?
  4. Lunasi utang berbunga tinggi jauh lebih baik dan menguntungkan. Ketika kamu memiliki uang tunai berlebih, namun di saat bersamaan kamu memiliki cicilan dengan bunga yang tinggi, maka lebih baik melunasi utang tersebut terlebih dahulu. Kenapa? Karena imbal hasil investasi jangka pendek rata-rata relatif lebih kecil dari bunga cicilan tersebut sehingga akan menguntungkan jika melunasi utang.
  5. Pastikan sudah memiliki dana darurat. Sah-sah saja semua uang tunai kamu dimasukkan ke produk investasi jangka pendek. Namun, pastikan kamu menyediakan kas untuk dana darurat yang bisa ditarik kapan pun.

Simpulan

Dari penjelasan di atas, apa simpulan yang bisa diambil? Pertama, investasi jangka pendek merupakan jenis investasi sementara dengan periode jatuh tempo yang relatif singkat. Kemudian, investasi jangka pendek umumnya memiliki risiko yang telatif kecil, namun tingkat keuntungan yang dihasilkan juga relatif rendah. Banyak produk investasi yang dapat dipilih dalam periode singkat, namun tidak semua produk tersebut cocok untuk setiap investor, harus disesuaikan dengan tujuan investasi. Jadi, apapun pilihan investasi kamu, pastikan untuk memiliki perencanaan yang matang dan juga pelajari jenis investasi tersebut. Semoga informasi ini berguna sehingga kamu bisa memilih produk yang tepat.

Referensi

idx.co.id

investopedia.com

ojk.go.id

thebalance.com

Penting: Mohon mencantumkan sumber invesnesia.com jika mengutip sebagian atau seluruh isi artikel.

Tag: pengertian investasi jangka pendek, contoh produk, dan tips investasi yang menguntungkan untuk pemula.

error: Content is protected !!