Mengenal Konsep Opsi Saham serta Kelebihan & Kekurangannya

Saham telah lama menjadi pilihan investasi yang populer di seluruh dunia. Investor dapat memiliki saham suatu perusahaan melalui perdagangan publik. Namun, ada juga instrumen yang dikenal sebagai opsi saham yang memiliki karakteristik unik dalam perdagangan saham. Artikel ini akan mengajak Anda memahami esensi opsi saham serta kelebihan dan kekurangannya.

Apa Itu Opsi Saham?

Opsi saham adalah kontrak antara dua pihak yang memberi hak kepada pembeli opsi untuk membeli atau menjual aset yang mendasari kontrak pada waktu dan harga yang telah disepakati sebelumnya. Penting untuk diingat bahwa karena opsi merupakan hak, pembeli tidak wajib untuk melaksanakannya. Opsi hanya akan dilakukan jika pembeli melihat peluang keuntungan.

Sejarah opsi saham dimulai pada abad ke-18 di Eropa dan Amerika, dengan pasar opsi menghadapi tantangan terkait aturan yang ambigu dan risiko korupsi. Namun, terobosan besar terjadi pada tahun 1973 dengan didirikannya Chicago Board Options Exchange (CBOE) oleh Chicago Board of Trade.

Jenis-jenis Opsi Saham

Opsi saham terbagi menjadi dua jenis utama:

  1. Call Option (Opsi Beli): Kontrak yang memberi pembeli hak (namun tidak wajib) untuk membeli saham pada harga tertentu (strike price) dan pada tanggal tertentu. Call option umumnya diambil jika pembeli mengharapkan harga saham naik.
  2. Put Option (Opsi Jual): Kontrak yang memberi pembeli hak (namun tidak wajib) untuk menjual saham pada harga tertentu sebelum tanggal kadaluwarsa. Put option lebih cocok digunakan jika pembeli mengantisipasi penurunan harga saham.

Jenis Opsi Saham yang Umum Digunakan

Beberapa jenis opsi saham yang sering ditemui meliputi:

  1. Exchange Traded Option (ETO): Opsi saham yang diperdagangkan seperti saham biasa, namun penjualan ETO dilakukan melalui bursa, seperti Chicago Board Options Exchange. ETO dijamin oleh lembaga kliring, yang berperan dalam menjamin kesesuaian transaksi.
  2. Over the Counter Option: Opsi saham ini ditawarkan untuk pemegang modal yang mencari kontrak yang tidak standar. Jenis ini tidak melalui lembaga kliring dan memiliki risiko terkait kebangkrutan dan ketidakpastian kondisi kontrak.
  3. Opsi Saham Karyawan: Diterbitkan oleh perusahaan sebagai bentuk insentif atau penghargaan untuk karyawan. Opsi ini tidak dapat dijual atau dipindah tangankan, tetapi karyawan memiliki hak untuk menggunakan opsi tersebut dengan membeli saham perusahaan.

Tipe-tipe Opsi Saham

Tipe-tipe opsi saham yang umum diantaranya:

  • Opsi Tipe Amerika: Dapat dilaksanakan kapan saja selama periode kontrak berlaku.
  • Opsi Tipe Eropa: Hanya dapat dilaksanakan pada tanggal jatuh tempo kontrak.
  • Opsi Tipe Bermuda: Dapat dilaksanakan pada tanggal jatuh tempo atau sebelumnya.
  • Opsi Bersyarat (Barrier Option): Hanya dapat dilaksanakan jika memenuhi syarat tertentu pada aset acuan.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Opsi Saham

Beberapa faktor yang mempengaruhi harga opsi saham meliputi:

  1. Permintaan dan Penawaran: Jika banyak investor tertarik membeli, harga opsi cenderung naik.
  2. Pergerakan Harga Saham Acuan: Kenaikan harga saham acuan dapat meningkatkan harga opsi.
  3. Volatilitas Harga: Saham yang bergejolak cenderung memiliki opsi dengan premi lebih tinggi.
  4. Jangka Waktu Kontrak: Semakin lama kontrak, semakin tinggi harga opsi.

Keuntungan dan Risiko Opsi Saham

Keuntungan opsi saham meliputi:

  1. Lindung Nilai: Opsi dapat melindungi nilai dari fluktuasi harga, terutama bagi perusahaan yang membutuhkan lindung nilai terhadap risiko pasar.
  2. Potensi Keuntungan Tinggi: Opsi memberi peluang untuk keuntungan besar dengan biaya awal yang terbatas.
  3. Biaya Awal Terjangkau.

Risiko opsi saham meliputi:

  1. Kompleksitas Struktur: Opsi memiliki karakteristik yang kompleks, membuatnya sulit dipahami oleh beberapa investor.
  2. Potensi Risiko Kerugian: Opsi memiliki tanggal kadaluwarsa, dan jika harga tidak sesuai ekspektasi, opsi bisa berakhir tidak menguntungkan.

Pandangan Akhir

Tutupnya Layanan Opsi Saham di BEI Mulai Januari 2022, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan layanan kontrak opsi saham (KOS) pada mekanisme perdagangan Jakarta Option Trading System (JOTS).

Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan layanan KOS. BEI berencana melakukan pengembangan lebih lanjut pada produk KOS, termasuk aspek infrastruktur dan spesifikasi kontrak, dengan dukungan dari berbagai instansi.

Opsi saham menjanjikan peluang besar, tetapi juga membawa risiko. Penting bagi investor untuk memahami konsep dan karakteristik opsi sebelum terlibat dalam perdagangan semacam itu.

Scroll to Top