Cara Membuat Trading Plan: Saham, Crypto, dan Forex

Sebelum membahas cara membuat trading plan, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa pasar cryptocurrency, pasar saham, dan pasar forex adalah tempat perdagangan aset dengan volatilitas tinggi. Di satu sisi, ini artinya peluang untuk mendapatkan keuntungan (return). Di sisi lain, ini mengindikasikan adanya risiko yang tidak kecil. Karena crypto, saham, dan forex adalah instrumen aset dengan fluktuasi tinggi, penting bagi trader dan investor untuk memiliki rencana perdagangan alias trading plan.

Dengan memiliki trading plan yang baik, Anda bisa terhindar dari FOMO, punya kebijakan sendiri, berani mengambil keputusan strategis, dan pastinya memaksimalkan profit serta meminimalkan risiko trading. Setiap trader yang punya trading plan akan memahami kapan waktu beli dan jual aset kripto. Trading plan juga mempertimbangkan seperti apa toleransi risiko, trading style, dan target profit dari setiap trader.

Bagi pemula, mungkin Anda masih bingung bagaimana cara membuat trading plan yang ideal. Tapi jangan khawatir, invesnesia akan memandu dan membantu untuk menggali lebih dalam potensi diri Anda sehingga diharapkan dapat membuat rencana perdagangan secara efektif.

Apa Itu Trading Plan?

Cara Membuat Trading Plan Saham, Crypto, Forex

Secara umum, trading plan adalah sebuah kerangka kerja (framework) yang digunakan sebagai landasan untuk membuat rencana dan kebijakan trading aset keuangan, mencakup tujuan trading, strategi trading, fokus utama trading, langkah-langkah pelaksanaan trading, kebijakan trading, dan seterusnya.

Secara umum, tujuan trading plan adalah untuk membuat arah yang jelas terkait perdagangan. Ini menguraikan bagaimana Anda sebagai trader menemukan aset crypto, saham, dan forex terbaik, kapan melakukan pembelian, kapan harus menjual, seberapa besar dana yang dibutuhkan, dan sebagainya. Dengan kata lain, trading plan akan menjadi “aturan” bagi diri Anda sendiri saat berdagang.

Tidak sedikit trader pemula merasakan kekhawatiran besar terhadap keputusan mereka. Hal ini karena mereka tidak memiliki trading plan yang efektif atau sama sekali tidak memilikinya. Tanpa adanya trading plan, Anda akan mudah “digiring” oleh pasar dan bisa-bisa terjebak FOMO.

Ketika Anda masih bingung dan bertanya-tanya, misalnya tentang “apa aset yang bagus untuk investasi”, “kapan waktu beli dan jual”, dan “berapa dana yang diperlukan”, “apa yang harus dilakukan saat harga saham, forex, dan crypto turun, itu artinya Anda belum punya rencana trading. Ini akan sangat berbahaya. Anda berpotensi besar untuk gagal dan kehilangan aset yang tidak sedikit.

Apa Pentingnya Trading Plan?

Sebelumnya juga telah disampaikan sedikit tentang manfaat trading plan. Sebenarnya, ada banyak sekali keuntungan memiliki trading plan untuk aset crypto, forex, dan saham, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Punya Aturan dan Tujuan
  2. Belajar Disiplin
  3. Menghindari Penyesalan
  4. Memaksimalkan Profit
  5. Meminimalkan Risiko
  6. Mengelola Emosi

#1. Punya Tujuan dan Aturan

Sebagaimana yang diketahui, trading plan adalah blueprint alias kerangka kerja dalam melakukan aktivitas perdagangan, baik saham cryptocurrency, maupun forex. Saat punya trading plan, Anda akan bertindak sesuai dengan tujuan sendiri, tanpa peduli seperti apa keputusan orang lain. Ini menjadi penting agar Anda terhindar dari FOMO yang akan menjerumuskan Anda ke jurang.

Selain itu, manfaat trading plan adalah sebagai aturan yang membuat Anda, bagaimanapun, berusaha untuk tidak melanggar. Perlu dicatat, aturan tidak selalu kaku, Anda dapat membuat secara fleksibel alias memungkinkan terjadinya penyesuaian. Terkadang, trading plan awal tidak selalu berjalan baik sehingga butuh penyesuaian. Akan tetapi setidaknya, dengan adanya trading plan, Anda punya pedoman yang kuat.

#2. Disiplin

Disiplin di dalam trading adalah sesuatu yang tidak mudah. Tidak sedikit trader yang mengambil keputusan irrasional dalam menghadapi situasi dan kondisi tertentu. Trading plan yang telah dibuat akan membantu Anda untuk belajar disiplin, memegang teguh komitmen. Sebagai contoh, ketika di dalam trading plan menjelaskan bahwa batas risiko penurunan harga maksimal adalah 10%, Anda harus disiplin dan itu mesti dilakukan. Jadi, penting untuk mempersiapkan trading plan forex, crypto, dan saham.

#3. Menghindari Penyesalan

Kesalahan umum yang dilakukan pemula adalah membatasi keuntungan dan membiarkan kerugian lebih tinggi. Hal ini terjadi saat trader pemula tidak mengetahui kapan waktu yang ideal untuk membeli dan menjual aset. Namun, saat punya trading plan, Anda akan memiliki kebijakan taking profit dan batas risiko yang jelas saat terjadi kenaikan dan penurunan harga aset crypto, saham, dan forex.

Sebagai contoh, saat terjadi kenaikan harga aset sebesar 2%, dan Anda tidak punya kebijakan taking profit, Anda mungkin akan taking profit sebesar 2%. Ternyata, kenaikan harga tersebut barulah permulaan. Artinya, Anda telah membatasi keuntungan, dan ini akan menciptakan penyesalan.

Selain itu, saat terjadi penurunan harga, katakanlah 5%, karena Anda tidak punya kebijakan terkait batas toleransi risiko, Anda justru membiarkan harga terus menurun hingga lebih besar daripada 5%. Lagi-lagi, ini akan menimbulkan penyesalan.

#4. Memaksimalkan Profit

Tujuan utama trading adalah profit dari capital gain. Trading plan membantu Anda untuk mewujudkannya, meskipun tidak ada jaminan. Namun, ini jauh lebih baik daripada tidak memiliki rencana sama sekali. Sebagai contoh, saat Anda memiliki kebijakan analisis teknikal tertentu, misalnya buy on breakout (BOB), Anda akan membeli aset pada momen tersebut untuk mengejar keuntungan maksimal. Sementara jika tidak punya trading plan, Anda mungkin kebingungan bagaimana cara memaksimalkan keuntungan dari trading saham, crypto, dan forex.

#5. Meminimalkan Risiko

Trading plan membantu Anda untuk meminimalkan risiko trading, misalnya dalam hal terjadi penurunan harga saham, forex, dan cryptocurrency. Seperti yang juga telah dibahas, trading plan akan menuntun Anda untuk mengetahui kapan harus menjual aset saat terjadi penurunan harga. Hal ini akan menghindari Anda dari kerugian yang lebih besar.

#6. Mengelola Rasio dan Emosi

Meskipun pada dasarnya manusia adalah makhluk yang rasional, bukan berarti semua manusia bisa melakukan itu. Tidak sedikit manusia yang lebih dominan rasa emosional daripada rasionalitas. Padahal, di dalam trading, rasionalitas adalah lebih utama dari emosional, karena rasionalitas akan mempertimbangkan indikator/ukuran yang jelas, sementara emosional hanya bersandar pada sentimen semata.

Nah, trading plan dapat membantu Anda untuk berpikir lebih rasional dan meminimalkan emosional. Sebagai contoh, saat harga forex, crypto, dan saham naik signifikan, katakanlah kenaikan 10% dalam hitungan menit. Secara rasional itu sangat berisiko untuk masuk. Karena Anda punya trading plan yang jelas, Anda tidak akan emosional dan tergiur untuk membeli aset yang telah naik tersebut. Akan tetapi, saat Anda emosional, lalu melakukan pembelian karena FOMO, konsekuensinya adalah capital loss yang lebih besar saat harga aset kembali turun.

Panduan Membuat Trading Plan

Cara membuat trading plan untuk setiap orang mungkin saja berbeda. Namun bagi pemula yang baru memulai trading, Anda bisa memanfaatkan panduan berikut ini. Perlu dicatat, tips dan panduan ini tidak bersifat mutlak dan Anda bisa melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan dan preferensi. Berikut langkah-langkah membuat trading plan.

  1. Buat Aturan
  2. Buat Jurnal Trading
  3. Lakukan Penyesuaian Aturan

#1. Buat Aturan

Cara membuat trading plan yang terukur adalah dengan menciptakan aturan-aturan tertentu. Ini mungkin akan bersifat teknis, namun setidaknya dibutuhkan agar aktivitas perdagangan crypto, forex, dan saham lebih baik. Untuk membuat aturan, Anda bisa menjawab beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa profil risiko Anda? Ada 3 (tiga) tipe investor dan trader dalam menghadapi risiko, yakni (1) agresif, (2) moderat, dan (3) defensif. Agresif artinya Anda suka dengan risiko, moderat lebih bersifat netral, dan defensif cenderung tidak terlalu suka risiko.
  • Trading style apa yang digunakan? Ada banyak gaya trading yang dapat digunakan, seperti day trading, scalping, swing trading, dan position trading. Dalam memilih trading style, Anda dapat menyesuaikan dengan preferensi dan profil risiko. Untuk pemula, Anda lebih disarankan menggunakan swing trading dan/atau position trading.
  • Bagaimana kebijakan reward dan risiko trading? Anda harus membuat kebijakan terkait reward atau tingkat keuntungan (gain) yang diharapkan dari trading dan berapa batas penurunan harga (toleransi risiko).
  • Bagaimana pengambilan keputusan saat terjadi kondisi atau situasi di luar kendali? Ini berkaitan dengan apa yang disebut risiko sistematis (systematic risk), yakni risiko yang tidak mungkin diminimalkan atau dihilangkan. Contoh, kebijakan suku bunga, tingkat inflasi, pandemi, dan sebagainya; jika kondisi ini terjadi, seperti apa keputusan Anda? Ini perlu dijawab dengan baik, karena bagaimanapun, itu akan memengaruhi pergerakan pasar.
  • Seperti apa kriteria aset yang harus dipilih? Sebelum Anda membeli cryptocurrency, saham, dan forex, Anda mestinya tahu spesifikasi atau jenis aset yang sesuai dengan kriteria Anda. Sebagai contoh, katakanlah kriteria saham yang Anda yakni dengan likuiditas tinggi; artinya Anda bisa berfokus pada saham LQ45.

#2. Buat Jurnal Trading

Ini dapat Anda masukkan sebagai bagian dari cara membuat trading plan. Pada dasarnya, jurnal trading adalah sejenis laporan yang berisi catatan atau dokumentasi aktivitas perdagangan Anda, seperti posisi saat masuk (beli) dan posisi keluar (jual). Dengan adanya jurnal ini, Anda dapat memantau progress trading Anda dari waktu ke waktu yang sangat penting sebagai bahan evaluasi dan pengambilan keputusan di masa depan. Tidak ada format khusus terkait ini, Anda bisa memanfaatkan template dari internet atau buat trading plan di excel secara mandiri, menyesuaikan kebutuhan.

#3. Lakukan Penyesuaian Aturan

Ingatlah bahwa trading plan tidak bersifat mutlak, terkadang kebutuhan Anda juga berubah seiring dengan bertambahnya pengetahuan, pengalaman, dan preferensi. Sebagai contoh, trader pemula mungkin lebih cenderung takut risiko. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya wawasan, trader pemula menjadi lebih ahli sehingga bukan tidak mungkin akan lebih berani mengambil risiko. Dengan demikian, aturan trading awal mungkin tidak lagi relevan, sehingga butuh penyesuaian.

Pandangan Akhir

Pada dasarnya, trading plan adalah tools yang penting dalam menentukan kesuksesan dalam perdagangan aset, baik itu saham, cryptocurrency, maupun forex. Sebenarnya, tidak ada rumus pasti terkait trading plan terbaik; namun yang pasti, trading plan memiliki banyak manfaat, meskipun terkadang tidak berjalan dengan mulus. Cara membuat trading plan di atas hanyalah pandangan sederhana dan tidak bersifat mutlak. Kami berusaha menyederhanakan dengan membuat 3 (tiga) poin utama, yakni (1) buat aturan, (2) buat jurnal trading, dan (3) penyesuaian.

Leave a Comment

error: Content is protected !!