Permintaan Efektif (Effective Demand)

Di dalam ilmu ekonomi, kita mengenal istilah permintaan (demand) yaitu hasrat konsumen untuk membeli suatu produk pada harga/kondisi tertentu di pasar (market). Permintaan sendiri terdiri dari berbagai jenis, seperti permintaan efektif (effective demand), permintaan absolut, dan permintaan potensial. Pada kesempatan ini, kita akan membahas lebih jauh pengertian permintaan efektif dan seperti apa contoh permintaan efektif tersebut.

Definisi Permintaan Efektif

Permintaan efektif (effective demand) adalah jenis permintaan dari masyarakat yang memiliki keinginan dan kemampuan untuk membeli suatu produk pada harga/kondisi apapun. Dengan kata lain, permintaan efektif akan menciptakan transaksi jual beli antara konsumen dengan produsen. Inilah tujuan utama permintaan di dalam ilmu ekonomi. Kata kuncinya adalah adanya keinginan yang didukung oleh kemampuan membeli produk.

Lebih jauh, permintaan efektif menunjukkan jumlah barang yang sebenarnya dibeli konsumen yang didukung oleh kemampuan mereka untuk membayar. Permintaan yang efektif tidak termasuk permintaan laten (latent demand) – di mana kemauan untuk membeli barang mungkin dibatasi oleh ketidakmampuan untuk membelinya – atau kurangnya pengetahuan – atau kurangnya pasokan.

Dalam teori ekonomi makro Keynes, permintaan efektif adalah titik keseimbangan di mana permintaan agregat = penawaran agregat. Pentingnya pandangan Keynes adalah bahwa permintaan yang efektif mungkin tidak cukup untuk mencapai pekerjaan penuh karena pengangguran dan pekerja tanpa pendapatan untuk memproduksi barang yang tidak terjual.

Kurva Permintaan Efektif

Untuk melihat seperti apa hubungan antara suatu produk dan kuantitas yang diminta oleh konsumen, maka dapat dijelaskan melalui kurva permintaan. Berikut contoh kurva permintaan efektif.

Gambar Kurva Permintaan Efektif

Dalam hal ini, konsumen akan bersedia dan mampu membeli 20 unit barang jika harganya $15, atau jika harganya $10, konsumen bersedia membeli 30 unit barang, dan jika harga produk diturunkan lagi hingga $5, konsumen akan membeli lebih banyak barang, yaitu 40 unit.

Permintaan Efektif dalam Teori Umum Keynes

David Ricardo dan John Baptiste Say berpandangan bahwa “Pasokan menciptakan permintaannya sendiri” (ini adalah penyederhanaan Keynes). Dengan kata lain, jika penawaran meningkat, permintaan akan tetap ada. Namun, dalam melihat the Great Depression atau Depresi Hebat, Keynes berpendapat bahwa permintaan efektif bisa jadi kurang dari yang diperlukan untuk mencapai ekuilibrium.

Gambar Kurva Permintaan Efektif Nasional
Sumber: economicshelp.org

Jika permintaan turun, hal itu dapat menciptakan efek pengganda negatif yang menyebabkan sumber daya menganggur. Dalam teori Keynes, tingkat “permintaan agregat efektif” menentukan pendapatan nasional ekuilibrium.

Faktor yang Memengaruhi Permintaan Efektif

Pada bab utama telah dijelaskan lengkap apa saja faktor yang memengaruhi permintaan secara umum. Lebih spesifik, apa faktor yang memegaruhi permintaan efektif (effective demand)? Setidaknya ada tiga elemen, yaitu (1) harga produk. Tidak dapat dipungkiri, harga menjadi salah satu faktor penentu terjadinya permintaan efektif. Sebagaimana yang tampak di kurva permintaan, bila harga produk lebih murah, jumlah permintaan efektif akan lebih banyak. Sebaliknya, semakin mahal harga komoditas, semakin sedikit permintaan efektif.

Faktor selanjutnya yaitu (2) pendapatan konsumen. Permintaan efektif adalah tentang kemauan dan kemampuan. Salah satu indikator kemampuan konsumen yaitu pendapatan atau penghasilan. Secara umum, bila pendapatan konsumen tinggi, kemampuan membeli produk jauh lebih besar. Sebaliknya, bila pendapatan menurun, konsumen akan menahan diri membeli produk. Faktor pendapatan akan menjadi elemen penting dalam terjadinya permintaan efektif.

Terakhir, faktor yang memengaruhi permintaan efektif yaitu (3) ketersediaan kredit. Tidak dapat dipungkiri, fasilitas kredit akan mempercepat dan mempermudah terjadinya transaksi jual beli, khususnya bagi produk dengan jangkauan harga yang relatif tinggi, seperti rumah dan mobil. Jika akses kredit mudah dijangkau, permintaan efektif akan lebih sering terjadi. Sebaliknya, jika akses kredit sulit, seperti bunga kredit mahal, uang muka atau down payment (DP) tinggi, maka lebih sulit terjadi permintaan efektif.

Contoh Permintaan Efektif

Agar lebih memahami tentang permintaan efektif, berikut kami berikan beberapa contoh permintaan efektif dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1. Pemain bola dengan mudah membeli perlengkapan sepakbola ketika tidak terjadi penundaan gaji/upah.

Contoh 2. Siswa dengan orang tua kaya secara efektif menuntut pendidikan di universitas swasta ternama dibandingkan siswa dengan orang tua kurang mampu.

Contoh 3. Beberapa orang kaya di dunia memiliki perilaku mengoleksi mobil mewah sehingga permintaan terhadap mobil mewah tetap tumbuh.

Permintaan Efektif dan Permintaan Turunan

Permintaan efektif akan berdampak pada permintaan turunan (derived demand). Singkatnya, permintaan turunan adalah permintaan terhadap faktor produksi yang bergantung pada produk utama yang dihasilkan. Sebagai contoh, permintaan terhadap kendaraan roda dua meningkat sejak adanya kenaikan tunjangan PPATK. Semenjak itu pula permintaan terhadap bahan bakar minyak (BBM) meningkat. Nah, dari contoh kasus tersebut, yang menjadi permintaan turunan adalah BBM – permintaannya sangat bergantung pada permintaan kendaraan.

Permintaan Efektif Dapat Menggerakkan Perekonomian

Sebagaimana diketahui, permintaan efektif akan mencipatakan transaksi jual beli sehingga akan menggerakkan aktivitas perekonomian. Ketika ekonomi nasional tumbuh mencapai target, maka kesejahteraan masyarakat lebih baik. Coba pertahikan semenjak pandemi virus corona atau Covid-19 melanda dunia, banyak masyarakat kehilangan pekerjaan. Hal itu berdampak pada daya beli terhadap produk. Daya beli yang rendah akan melumpuhkan perekonomian.

error: Content is protected !!