Hedging Adalah: Pengertian, Cara Kerja, Contoh Strategi, Keputusan

Arti hedging adalah lindung nilai, apa maksudnya? Invesnesia telah menyediakan materi hedging untuk memberikan pemahaman tentang apa itu hedging. Mulai dari pengertian, cara kerja, contoh strategi, dan keputusan hedging.

Pengertian Hedging

hedging

Apa itu hedging? Hedging adalah lindung nilai: sebuah strategi di dalam keuangan yang digunakan untuk memproteksi aset dan portofolio investasi dari risiko (risk). “Lindung nilai” sering diartikan sebagai cara meminimalkan risiko.

Hedging memiliki konteks luas, dapat digunakan pada berbagai jenis instrumen, meskipun paling umum diaplikasikan sebagai strategi investasi. Sebagai contoh, hedging dilakukan untuk mengurangi kerugian dan “kehilangan nilai” atas suatu investasi, dengan cara mendapatkan keuntungan dari investasi lain, alih-alih hanya mengandalkan satu instrumen saja.

Di dalam konteks aset rill atau non keuangan, hedging dapat berupa asuransi. Sebagai contoh, ketika aset berharga (rumah, kendaraan, pabrik, bangunan, dll) mengalami risiko tertentu, asuransi berperan sebagai hedging. Ketika risiko terjadi, Anda tidak benar-benar kehilangan “nilai aset” sepenuhnya; hedging membantu melindungi nilai aset tersebut.

Yang perlu dicatat bahwa hedging adalah bagian dari strategi manajemen risiko (risk management strategy). Strategi hedging tidak akan menghilangkan risiko investasi, tetapi membantu melindungi nilai investasi. Jadi, jangan pernah berpikir bahwa hedging dapat menghapus risiko.

Cara Kerja Hedging

Hedging adalah faktor “keseimbangan” yang membantu menetralisir risiko. Dalam hal ini, hedging paling sering digunakan dalam derivatif. Singkatnya, derivatif merupakan kontrak yang peluang keuntungan (kenaikan nilai) tergantung kinerja aset yang mendasarinya (underlying assets).

Sebagai contoh, ketika Anda membeli sebuah saham dengan harapan harganya akan naik, ternyata harga saham turun, maka Anda akan mengalami penurunan nilai investasi. Insiden tersebut dapat diminimalkan dengan strategi hedging, yaitu misalnya dengan membeli opsi (option).

Opsi adalah sebuah kontrak/perjanjian yang memungkinkan investor untuk membeli dan menjual saham pada harga yang telah ditentukan (disepakati) dalam jangka waktu tertentu. Ketika investor menggunakan “put option”, mereka memiliki peluang mendapatkan keuntungan dari setiap penurunan harga saham.

Jadi, ketika investasi saham tidak berjalan dengan semestinya, instrumen derivatif seperti option dapat berperan sebagai hedging, khususnya membeli pada sisi yang berlawanan.

  • Beli saham = berharap harga naik, akan tetapi ketika harga saham turun, terjadi kerugian.
  • Opsi jual atau put option = berharap harga turun, ketika harga underlying assets (dalam hal ini saham) turun, terjadi profit.

Sebagai contoh, Anda membeli saham A dan juga melakukan put option pada saham A. Ketika harga saham A turun, nilai investasi Anda akan berkurang. Akan tetapi, Anda memiliki put option yang mana ketika harga saham turun, Anda justru mendapatkan keuntungan. Jadi, ada dua sisi berlawanan yang digunakan sebagai strategi meminimalkan risiko untuk aset yang indentik.

Lalu, bagaimana cara hedging dengan jenis aset yang berbeda? Ini disebut sebagai diversifikasi, yaitu membeli beberapa aset berbeda. Sebagai contoh, Anda beli saham dan juga beli obligasi. Karena saham adalah aset yang fluktuatif, obligasi dapat berperan sebagai hedging karena termasuk aset yang stabil (menghasilkan pendapatan tetap).

Ketika harga saham turun, Anda mengalami kerugian, dan nilai investasi berkurang. Namun, itu dapat diminimalkan dengan mendapatkan keuntungan dari investasi obligasi. Dengan demikian, kerugian yang terjadi pada saham dapat ditutupi dengan keuntungan dari obligasi.

Contoh Strategi Hedging

Ada beberapa contoh strategi hedging yang dapat digunakan. Sebelumnya juga telah dijelaskan terkait pembelian saham dan option, dan juga strategi diversifikasi. Itu dapat menjadi contoh strategi hedging. Sementara itu, contoh lainnya dari strategi hedging adalah average down. Investor saham paling populer dengan strategi ini.

Secara sederhana, average down adalah strategi membeli unit aset (seperti saham) dalam jumlah lebih banyak saat harga turun. Ini dilakukan ketika pada awalnya investor membeli saham di harga tertentu, kemudian terjadi penurunan signifikan. Investor melakukan average down sehingga menghasilkan harga rata-rata. Ketika harga saham naik pada titik awal, investor akan mendapatkan keuntungan.

Sebagai contoh, Anda membeli saham BBRI sebanyak 100 lot pada harga Rp3.000,- per lembar. Ternyata, harga saham BBRI turun menjadi Rp2.000,- per lembar. Lalu, Anda melakukan average down dengan membeli misalnya 100 lot pada harga Rp2.000,- per lembar.

Dengan demikian, Anda memiliki 200 lot saham BBRI pada harga Rp2.500,- yang dihasilkan dari (3.000 + 2.000) / 2. Ketika harga BBRI kembali ke harga awal pembelian yaitu Rp3.000,- per lembar, Anda akan menghasilkan keuntungan.

Selain itu, contoh strategi hedging adalah staying in cash atau menyediakan uang tunai. Ya, ini akan sangat powerfull ketika terjadi situasi seperti krisis yang membuat harga aset turun. Dengan memiliki uang tunai, Anda bisa membeli aset tersebut pada harga murah atau saat harga turun. Ini juga sering disebut sebagai cash is king.

Keputusan Hedging

Karena hedging merupakan bagian dari manajemen risiko, keputusan hedging adalah sangat penting dilakukan untuk melindungi nilai aset atau investasi. Investor pemula biasanya menggebu-gebu untuk mendapatkan return saham semaksimal mungkin, namun mengabaikan risiko.

Ini sangat berbahaya, apalagi untuk instrumen aset yang volatil, seperti saham, forex, dan cryptocurrency. Sementara itu, investor berpengalaman hampir pasti menggunakan strategi hedging. Bagi mereka, keputusan hedging adalah sesuatu yang bijaksana dan cara paling aman untuk melindungi aset mereka.

Selain itu, keputusan hedging biasanya juga tergantung pada jumlah nilai investasi suatu investor. Semakin besar nilai investasi, semakin besar pula pertimbangan hedging. Bagi investor ritel dengan modal relatif kecil, mereka mungkin akan mengabaikan hedging dan berfokus pada imbal hasil maksimal.

Mereka sering kali sangat agresif karena berpikir bahwa jika terjadi risiko, mereka hanya kehilangan sebagian kecil dari aset mereka. Namun, investor institusional dengan hedge fund besar yang dimiliki, mereka pastinya akan berfokus bagaimana melindungi nilai aset.

Simpulan

Pada dasarnya, hedging adalah sebuah strategi untuk melindungi nilai suatu aset. Anda pastinya dapat menggunakan hedging forex, hedging saham, hedging cryptocurrency, atau hedging pada instrumen investasi lainnya. Ingatlah bahwa di dalam investasi, kemarau setahun bisa dihapus sekejap dengan hujan sehari. Artinya, keuntungan investasi yang dihasilkan begitu banyak dapat hilang sekejap dengan sekali terjadi kerugian. Di sinilah pentingnya manajemen risiko, seperti menggunakan hedging.

Leave a Comment

error: Content is protected !!