Decentralized Finance, DeFi Adalah: Cara Kerja, Manfaat, Contoh

Apa itu DeFi? DeFi adalah singkatan dari decentralized finance. Arti decentralized finance adalah keuangan terdesentralisasi. Berbeda dengan keuangan tradisional, katakanlah bank, tidak ada yang memimpin layanan DeFi. Bahkan, tidak ada sama sekali pihak yang terlibat dalam transaksi keuangan terdesentralisasi.

DeFi mengadopsi kontrak pintar atau smart contract yang merupakan seperangkat aturan terprogram. Tugas smart contract adalah menerima dan membayar uang (dana) dan menyesuaikan dengan perubahan pasar, sesuai kondisi. Tidak mau kalah dari bank tradisional, layanan DeFi memiliki peran penting dalam perekonomian karena menyediakan fasilitas seperti berikut ini:

  • Pinjaman (Lending)
  • Peminjaman (Borrowing)
  • Perdagangan jual beli (Trading)
  • Pendanaan (Funding)
  • Derivatif (Derivatives)
  • Asuransi (Insurance)

Latar Belakang Kemunculan DeFi

Decentralized Finance DeFi

Pegawai keuangan telah menggunakan teknologi untuk mempermudah pekerjaan mereka selama beberapa dekade. Mereka telah merangkul kemajuan seperti komputerisasi pasar saham. Pegawai keuangan tahun 1980-an juga cepat mengadopsi sistem pesan elektronik.

Dengan sistem ini, pekerja layanan keuangan terus membuat pekerjaan mereka menjadi lebih sederhana dan lebih efisien. Tidak peduli seberapa banyak pekerja mengadopsi teknologi, orang yang menggunakan sistem keuangan tradisional selalu mengalami masalah.

Pada tahun 2021, kita harus menunggu berjam-jam dengan divisi customer support bank untuk menyelesaikan setiap masalah. Layanan pelanggan yang lambat menjadi salah satu masalah yang dihadapi saat menggunakan bank tradisional.

Teknologi memang tidak selalu bisa menyelesaikan masalah ini. Bank juga memanfaatkan teknologi untuk mempercepat komunikasi mereka dengan pelanggan dan juga antar sesama pekerja. Namun, mereka juga membutuhkan banyak pihak untuk memverifikasi dan menyetujui transaksi manual.

Selain itu, bank dapat mengambil keputusan yang tidak menguntungkan, atau mungkin melakukan penipuan karena semua kekuatan untuk pengambilan keputusan berfokus di tangan beberapa orang terpilih. Dengan kata lain, bank adalah sistem terpusat. Di situlah decentralized finance atau DeFi masuk.

Mengenal Apa Itu Decentralized Finance (DeFi)

DeFi adalah kependekan dari “decentralized finance.” Istilah DeFi dapat mengacu pada aplikasi berbasis blockchain yang melakukan transaksi keuangan tanpa perantara dan mengadosi sistem kontrak pintar. Aplikasi crypto DeFi akan memotong perantara, dan memberikan ruang kontrol lebih banyak kepada pengguna, memberikan fleksibilitas tinggi, transaksi lebih cepat, dan biaya (fee) lebih kecil.

Manfaat dan keunggulan inilah yang membuat salah satu analis keuangan, Steve Fernandez menyebutkan pada sebuah artikel bahwa “DeFi akan Membunuh Industri Perbankan.”

DeFi adalah istilah baru yang mungkin tidak dipahami secara universal dengan cara dan perspektif yang sama. Setiap orang memiliki ruang luas dalam menafsirkan dan memberikan jawaban secara berbeda tentang “Apa itu DeFi”. Ketika berbicara tentang mata uang kripto (cryptocurrency), maknanya sering kali berkembang.

Menurut interpretasi paling liberal, kebanyakan smart contract yang berjalan di blockchain adalah aplikasi DeFi. Meskipun begitu, sebagian besar aplikasi DeFi menangani berbagai pekerjaan seperti pinjaman, investasi dalam crypto dan derivatif, manajemen aset, dan asuransi.

Cara Kerja DeFi

Cara kerja DeFi adalah bekerja terlebih dahulu dengan mengumpulkan informasi dari blockchain, kemudian bertindak berdasarkan informasi tersebut dengan menggunakan aturan yang ditetapkan oleh smart contract.

Blockchain adalah database yang memungkinkan users untuk melihat, mengakses, dan verifikasi informasi yang mereka unggah atau masukkan ke dalamnya. Blockchain berbagi data di beberapa komputer yang disebut sebagai node.

Pengaturan node terdesentralisasi akan membuat data di blockchain tidak bisa diubah. Setelah pengguna memasukkan data ke blockchain, tidak seorang pun yang bisa mengubahnya.

Blockchain dapat merekam informasi seperti data logistik dan informasi terkait transaksi keuangan. Tidak hanya itu, data di blockchain juga relatif mudah diakses.

Smart contract adalah program komputer yang menjalankan aktivitas tergantung pada apakah kondisi ekonomi tertentu terpenuhi atau tidak. Kontrak pintar dapat dianggap seperti mesin penjual otomatis. Ketika mesin tersebut menerima uang, itu merespons dengan mengeluarkan soda.

Manfaat DeFi

Untuk menggunakan aplikasi DeFi, setiap orang tidak lagi perlu membutuhkan broker atau pialang, termasuk juga riwayat kredit. Anda juga tidak memerlukan ID pemerintah. Aplikasi DeFi benar-benar tersedia untuk umum di blockchain dan dapat digunakan oleh siapa pun tanpa “penjaga gerbang” yang sering ditemukan di bank dan perusahaan investasi.

Ketersediaan universal menegaskan bahwa aplikasi DeFi dapat memberikan manfaat berupa fasilitas layanan keuangan kepada semua orang yang tidak memiliki akses ke layanan perbankan. Tercatat, lebih dari 1,7 miliar orang di negara berkembang tidak dapat mengakses layanan bank, mengacu pada hasil studi the World Bank’s Global Partnership untuk Inklusi Keuangan, tahun 2021.

Layanan bank tradisional lambat, memaksa sejumlah transaksi memakan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu untuk diselesaikan. DeFi adalah solusinya, transaksi bahkan diselesaikan dalam hitungan menit. Inilah alasan mengapa DeFi akan membunuh perbankan.

Bank tradisional dan broker atau perusahaan pialang menyimpan uang nasabah di rekening. Mereka menggunakan dana nasabah sebagai jaminan, dan meminjamkan (menyalurkan) kepada orang lain dan mengantongi bunga. Salah satu manfaat aplikasi decentralized finance adalah Anda akan memegang dan mengontrol dana Anda sendiri.

Dalam sistem investasi secara tradisional, nasabah harus mempercayai penasihat investasi dan manajer keuangan untuk mengelola investasi Anda. Sedangkan dengan DeFi, Anda akan membuat keputusan sendiri tentang bagaimana uang Anda diinvestasikan.

Bank memiliki jam kerja terbatas, sedangkan blockchain selalu terbuka untuk bisnis.

Semua jenis mata uang kripto dapat berpartisipasi dalam aplikasi DeFi selama mereka menjalankan kontrak pintar. Bitcoin tidak menjadi platform yang baik untuk DeFi, tetapi Wrapped Bitcoin (WBTC) yang diimplementasikan pada blockchain Ethereum merupakan pemain utama di antara token DeFi.

Contoh DeFi (Decentralized Finance)

Salah satu contoh layanan DeFi paling utama saat ini adalah Uniswap, yaitu pertukaran mata uang terdesentralisasi (decentralized exchange). Cara kerja Uniswap adalah dengan menghubungkan pemberi pinjaman dengan pihak yang membutuhkan pinjaman, mereka bertukar mata uang kripto satu sama lain.

Manfaat: pemberi pinjaman (lenders) dan peminjam (borrowers) terhubung tanpa pihak ketiga, seperti bankir atau broker. Lenders memperoleh bunga atas aset yang mereka pinjamkan. Contoh protokol DeFi lainnya adalah Aave dan Compound – sama-sama menawarkan layanan serupa.

Contoh DeFi besar lainnya adalah Yearn Finance yang merupakan layanan dengan mengkhususkan diri dalam cara terbaru untuk menghasilkan bunga pada cryptocurrency yang disebut sebagai pertanian hasil (yield farming). Yearn Finance (YFI) menggunakan protokol otomatis untuk melakukan investasi dan menjual berbagai mata uang kripto.

Contoh DeFi lainnya yaitu Kyber Network, mengkhususkan dirinya sebagai protokol yang ramah developers dan dapat bertindak sebagai jembatan antara dua aplikasi berbeda.

Contoh DeFi selanjutnya yaitu RealT, adalah platform khusus untuk DeFi dengan fokus pada real estat. RealT memungkinkan setiap investor untuk menggunakan pertukaran terdesentralisasi (decentralized exchange) untuk berinvestasi di properti.

Momentum DeFi

Di seluruh dunia, pengusaha inventif menciptakan aplikasi baru untuk teknologi keuangan terdesentralisasi. Inilah salah satu alasan mengapa nilai total yang dikunci dalam kontrak DeFi meledak dari $1 miliar pada Mei 2020 sampai melebihi $88 miliar pada Mei 2021. Kapitalisasi pasar (market cap) koin DeFi mencapai $140 miliar pada bulan yang sama dengan nilai total pinjaman DeFi terutang hampir $10 miliar.

DeFi digambarkan sebagai pasar yang masih dalam masa pertumbuhan. Akan tetapi, ratusan dApps dan platform DeFi saat ini sedang digunakan oleh jutaan orang. Artinya, ini pertumbuhan yang pesat.

Sebagian orang berpikir DeFi adalah aplikasi pembunuh yang akan menghancurkan lembaga keungan konvensional seperti bank. Beberapa orang melihat DeFi sebagai teknologi khusus yang diperjuangkan oleh “libertarian” dengan kepala di atas awan.

Satu hal mungkin yang disetujui semua orang bahwa DeFi adalah aplikasi teknologi blockchain yang paling menarik, terlebih semenjak peluncuran Bitcoin. Decentralized finance mungkin juga berubah atau berevolusi menjadi kategori aplikasi yang menarik crypto ke arus utama.

Simpulan

DeFi adalah teknologi mutakhir yang terhubung dengan blokchain dan smart contract. DeFi telah merevolusi cara layanan keuangan bekerja. Secara umum, layanan decentralized finance adalah jauh lebih transparan, bertenaga, cepat, tanpa batas, dan lebih efisien daripada centralized finance seperti perbankan. Keuangan terdesentralisasi (DeFi) dianggap sebagai opsi paling menguntungkan dan memiliki prospek bagus di masa depan. Jika sektor perbankan tidak bergegas dan sektor DeFi terus meningkatkan performa dan layanan, bukan mustahil perbankan secara perlahan-lahan ditinggalkan.

Leave a Comment

error: Content is protected !!