Cara Investasi Saham Syariah 2021

Pertanyaan tentang bagaimana cara investasi saham syariah 2021 semakin melonjak. Ini tidak terlepas dari kebutuhan terhadap produk atau instrumen investasi syariah dan potensi keuntungan atau profit (return) yang terkandung di dalamnya. Kita menyadari bahwa pertumbuhan investor saham di Indonesia sangat signifikan. Berdasarkan data terbaru dari salah satu Self Regulatory Organization (SRO), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat bahwa jumlah investor di pasar modal melalui Single Investor Identification (SID) yang tercatat pada KSEI mencapai 9,3 juta investor per 15 Juni 2021.

Ini membuktikan bahwa tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia, salah satunya pada instrumen saham. Pada dasarnya, saham adalah salah satu produk pasar modal Indonesia, yang diperdagangkan di bursa saham, diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), dan diregulasi oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK). Apakah investasi saham haram? Tentu saja tidak. Investasi saham adalah halal asalkan memenuhi persyaratan dan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Ini kemudian lahir apa disebut sebagai saham syariah.

Berinvestasi saham di pasar modal syariah merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan kekayaan (wealth) secara perlahan tapi pasti, dengan cara yang halal. Apalagi, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, lebih dari 270 juta jiwa yang sebagian besar atau mayoritas adalah Muslim. Hal inilah yang membuat produk atau instrumen saham syariah menjadi potensial. Dari sisi negara, semakin banyak investor di pasar modal syariah, semakin besar penerimaan pajak.

Kami akan membahas lebih dalam pada artikel ini tentang beberapa hal yang mungkin bermanfaat untuk masyarakat khususnya yang ingin memulai investasi saham di pasar modal syariah. Artikel ini setidaknya akan menjawab beberapa pertanyaan berikut:

  • Apa itu saham syariah?
  • Apa itu pasar modal syariah? Apa saja produk atau instrumen yang ada di dalamnya?
  • Bagaimana cara investasi saham syariah untuk pemula? Berapa modal yang diperlukan untuk membeli saham syariah? Bisakah dengan modal Rp 100 ribu?
  • Bagaimana tips dan cara memilih saham syariah yang menguntungkan?
  • Ada berapa jumlah perusahaan yang masuk daftar saham syariah terbaru 2021 di Bursa Efek Indonesia (BEI)? Apa contoh saham syariah dengan fundamental bagus dan cocok untuk investasi jangka panjang?

Sejumlah pertanyaan di atas yang akan kami jawab dengan pembahasan yang lengkap dan detail di dalam artikel ini. Jadi, rugi jika Anda melewatkan materi cara investasi saham syariah 2021 ini. Oleh karena itu, pastikan membaca artikel ini sampai tuntas, ya.

Apa Itu Saham Syariah?

gambar saham syariah

Kami sebenarnya telah membahas secara lengkap terkait pengertian saham syariah, jenis saham syariah, syarat dan kriteria saham syariah, dan daftar saham syariah terbaru 2021 di artikel sebelumnya. Silakan baca di sini: Memahami Saham Syariah secara Komprehensif.

Di sini akan kami jelaskan kembali secara ringkas saja. Jadi, saham syariah adalah surat berharga (efek) berupa saham yang tidak melanggar prinsip syariat Islam. Di pasar modal syariah Indonesia, perusahaan yang termasuk dalam saham syariah akan tercatat pada Daftar Efek Syariah (DES). Ketika Anda beli dan investasi di saham syariah, Anda dianggap sebagai pemegang saham dan investor saham syariah.

Dalam berinvestasi saham syariah, investor biasanya akan melihat pada indeks saham – kumpulan saham dengan kriteria tertentu. Salah satu indeks saham di pasar modal adalah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Diluncurkan pada tanggal 12 Mei 2011, ISSI adalah indeks komposit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

ISSI menunjukkan kinerja pasar saham syariah secara komprehensif. Konstituen ISSI adalah semua daftar saham syariah di BEI dan masuk kategori DES yang diterbitkan OJK. Dengan kata lain, BEI tidak menyeleksi saham syariah, melainkan OJK.

Apa Itu Pasar Modal Syariah

Sebelum memahami cara investasi saham syariah, rasanya perlu bagi pemula untuk mengenal apa itu pasar modal syariah. Mengacu pada UU No. 8 Tahun 1995, pasar modal adalah kegiatan yang berkaitan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek (Surat Berharga), Perusahaan Publik dengan Efek yang diterbitkan, serta lembaga dan profesi yang berhubungan dengan Efek.

Sedangkan yang dimaksud dengan pasar modal syariah adalah aktivitas – sebagaimana diatur di dalam UU No. 8 Tahun 1995 tentang pasar modal – yang secara spesifik tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Dengan kata lain, pasar modal syariah merupakan bagian dari sistem pasar modal secara komprehensif alias tidak menjadi sistem yang terpisah dari akarnya. Inilah yang menyebabkan kegiatan di pasar modal syariah secara teoretis dan praktik tidak jauh berbeda dari pasar modal konvensional. Perbedaan utamanya hanya produk dan mekanisme transaksi yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Produk Pasar Modal Syariah

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa saja instrumen atau produk pasar modal syariah? Setidaknya ada tiga (3) instrumen, yaitu (1) saham syariah, (2) sukuk atau obligasi syariah, dan (3) reksa dana syariah. Anda sudah jelaskan sebelumnya tentang pengertian saham syariah. Sementara itu, sukuk adalah bukti kepemilikan (sertifikat) atas suatu proyek atau asset.

Perbedaan utama sukuk dan obligasi yaitu prinsip kepemilikan efek. Obligasi adalah surat utang, sedangkan sukuk adalah bukti kepemilikan bersama. Pendaanaan dari obligasi bebas untuk semua proyek, sedangkan sukuk atau obligasi syariah terbatas hanya untuk proyek yang halal.

Sedangkan reksa dana syariah secara konsep tidak berbeda dengan reksa dana konvensional. Perbedaan utamanya ada pada pemilihan instrumen dan mekanisme investasi yang tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam.

Baca juga:

Panduan Investasi Saham Syariah

Kita masuk ke pembahasan utama: bagaimana cara investasi saham syariah? Perlu Anda pahami bahwa investasi saham dapat dilakukan secara online melalui broker saham atau perusahaan sekuritas. Dengan kata lain, proses berinvestasi harus melalui perantara. Broker saham nantinya akan menyediakan platform berupa aplikasi trading saham online syariah yang menjadi platform transaksi jual beli saham online. Untuk lebih jelas, berikut proses investasi saham syariah di bursa efek.

Tahap pertama, pendaftaran di broker saham

Sebagaimana yang telah disinggung, investasi saham secara umum dilakukan melalui perantara broker saham (sekuritas), termasuk berinvestasi saham di pasar modal syariah. Jika Anda bingung dalam memilih broker saham yang bagus untuk pemula, silakan baca di sini: Kriteria dan Daftar Broker Saham Terbaik di Indonesia.

Setiap broker saham atau sekuritas pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun satu hal yang pasti, proses pendaftaran dapat dilakukan secara online dan offline. Beberapa dokumen atau berkas yang menjadi syarat dalam proses registrasi yaitu:

  • Formulir pendaftaran
  • Formulir pembukaan rekening dana nasabah (RDN)
  • KTP
  • NPWP (jika ada)
  • Buku tabungan

Selain itu, setiap broker saham biasanya telah menyediakan aplikasi trading saham online syariah tersendiri yang dapat download via Google PlayStore dan AppStore.

Tahap kedua, proses deposit dana

Setoran awal atau deposit uang menjadi syarat wajib agar akun dan rekening dana nasabah (RDN) atau rekening dana investor (RDI) Anda aktif. Proses deposit sangat mudah, Anda hanya perlu menyetorkan uang ke nomor RDN/RDI Anda. Setelah melakukan deposit, Anda akan diberikan berupa ID dan password melalui email sehingga Anda memiliki akses masuk atau log in ke dalam aplikasi online trading yang disediakan. Lalu, berapa modal awal untuk memulai investasi saham syariah? Modal minimal yaitu Rp 100 ribu. Akan tetapi, setiap broker saham memiliki kebijakan tersendiri terkait minimal deposit.

Tahap ketiga, proses pembelian (buy)

Proses dan cara membeli saham syariah via aplikasi online trading biasanya sudah disediakan oleh broker saham melalui buku panduan teknis. Anda bisa membaca dan memahami buku panduan tersebut terlebih dahulu. Namun secara ringkas, berikut cara beli saham syariah via aplikasi trading saham online:

  1. Pilih menu Stock Order.
  2. Klik menu “Buy”.
  3. Pilih perusahaan yang masuk kriteria saham syariah. Anda bisa mencari melalui nama perusahaan dan/atau kode perusahaan. Misalnya, Anda akan membeli salah satu saham syariah terbaik di BEI, yaitu Telkom Indonesia. Anda dapat mengetik PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau juga bisa mengetik dengan kode saham “TLKM”.
  4. Order buy atau masukkan jumlah pembelian saham: beli saham di harga berapa dan berapa jumlah lot. Ingatlah bahwa 1 lot saham setara 100 lembar saham. Pembelian saham hanya bisa dilakukan per lot, bukan per lembar. Contoh, modal awal Anda untuk investasi saham syariah Rp 3 juta. Anda ingin membeli saham Telkom (TLKM) pada harga IDR 3.000 per lot. Dengan modal Rp 3 juta, Anda bisa memiliki 10 lot saham TLKM.
  5. Setelah rincian pembelian saham diisi, Anda tinggal mengeksekusi dengan klik perintah “Buy”.

Keempat, proses penjualan (sell)

Investasi saham bukan hanya tentang “buy” saja melainkan juga tentang “sell”. Cara jual saham syariah dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini.

  1. Pilih menu Stock Order.
  2. Klik menu “Sell”.
  3. Pilih saham yang ingin dijual. Catatan: Anda tidak bisa menjual saham yang tidak Anda miliki alias belum dibeli sebelumnya.
  4. Isi jumlah lot saham yang akan dijual.
  5. Eksekusi dengan klik perintah “Sell”.

Well, itulah cara investasi saham syariah 2021 yang dapat dilakukan melalui aplikasi trading saham syariah online yang disediakan oleh broker saham.

Tips Untung dalam Investasi Saham Syariah

Bagi pemula, ada yang lebih penting dari sekadar memahami proses investasi saham syariah di pasar modal syariah. Apa itu? Itu berkaitan dengan cara investasi saham yang menguntungkan. Ya, tujuan investasi adalah profit atau return saham. Untuk menghasilkan return saham (capital gain dan dividen), Anda harus punya ilmu pengetahuan dan strategi investasi saham. Jangan khawatir, berikut kami sajikan tujuh (7) tips investasi saham syariah yang menguntungkan.

Baca juga: Cara Menghitung Keuntungan Saham (Return Saham).

1. Tentukan Tujuan

Setiap investor harus dan wajib memiliki tujuan dalam berinvestasi saham syariah. Setiap investor mungkin memiliki tujuan berbeda, itu tidak masalah, yang penting Anda tahu alasan mengapa harus investasi saham syariah. Misalnya, Anda investasi saham syariah untuk mempersiapan finansial atau keuangan yang lebih baik di masa depan. Anda juga bisa investasi saham syariah sebagai persiapan untuk pendidikan anak, dan alasan lainnya.

2. Kenali Profil Risiko

Ada tiga jenis investor saham dalam menghadapi risiko saham (risk), yang kemudian disebut sebagai profil risiko atau risk profile. Pertama, investor yang menyukai risiko alias risk seeker. Kedua, investor yang netral dalam menghadapi risiko alias risk neutral. Ketiga, investor yang tidak menyukai risiko alias risk averse. Ketika mengenali profil risiko, Anda akan memilih saham syariah yang tepat. Bagi pemula, ada baiknya Anda mengawali diri sebagai risk averse dan/atau risk neutral. Dalam kasus ini, Anda bisa memilih perusahaan atau saham syariah yang memiliki fundamental bagus.

3. Fokus pada Fundamental

Analisis fundamental saham adalah tentang mengukur kinerja perusahaan secara internal, namun biasanya berfokus pada kinerja keuangan perusahaan. Dalam hal ini, investor biasanya menggunakan rasio keuangan tertentu untuk menilai kesehatan perusahaan, misalnya seperti Return on Assets/ROA dan Return on Equity/ROE.

4. Fokus pada Saham Syariah Undervalued

Ini menjadi salah satu cara investasi saham syariah yang menguntungkan. Saham undervalued adalah saham yang valuasi atau nilai pasar (market value) saat ini masih dianggap “murah” dan berpotensi meningkat di masa depan. Untuk menilai harga saham murah atau mahal, rasio keuangan yang biasanya digunakan rasio nilai pasar (market value ratios) seperti Price Earning Ratio/PER dan Price to Book Value/PBV. Semakin kecil nilai PER atau PBV, saham perusahaan dianggap semakin murah. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya yaitu kinerja keuangan dan prospek bisnis perusahaan yang bagus.

5. Fokus pada Saham Syariah Bluechip

Saham blue chip dapat didefinisikan sebagai saham yang matang: konsisten mencetak laba (profit), punya brand yang kuat, menjadi market leader, konsisten membagikan dividen (dividend payout), dan nilai kapitalisasi pasar (market cap) yang besar. Beberapa contoh saham syariah Blue Chip yaitu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk alias TLKM; PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR); dan PT Astra Internasional Indonesia Tbk (ASII). Ingatlah bahwa saham perbankan konvensional tidak masuk jenis saham syariah.

6. Belajar Analisis Teknikal Saham

Analisis teknikal adalah metode menganalisis saham suatu perusahaan berdasarkan histori harga saham. Tujuan analisis teknikal yaitu agar investor paham timing beli dan jual saham yang tepat. Di dalam analisis teknikal, Anda akan mengenal apa yang disebut trendline saham, yaitu uptrend, downtrend, dan sideways. Ketika harga saham dalam jangka waktu (time frame) tertentu tampak bergerak naik, itu disebut uptrend. Sebaliknya, jika bergerak turun, itu disebut downtrend. Kemudian jika harga saham bergerak mendatar (tidak cenderung naik atau turun), disebut sideways. Belilah saham syariah yang sedang uptrend.

7. Review Portofolio Saham Syariah

Saat Anda membeli saham syariah, Anda harus mengecek perkembangan harga saham syariah tersebut dalam periode tertentu, misalnya mingguan (weekly) atau bulanan (monthly). Review portofolio saham penting dilakukan untuk melihat perkembangan investasi saham Anda, apakah berjalan sesuai investment plan atau tidak. Dengan kata lain, ini merupakan proses evaluasi kinerja saham syariah. Anda bebas menggunakan periode waktu kapan pun untuk review portofolio saham. Yang penting, jangan sampai melepaskan begitu saja setelah melakukan pembelian.

Contoh Saham Syariah yang Bagus dan Terbaik

Berbicara tentang contoh saham syariah terbaik di BEI, tentu saja harus ada indikator tertentu. Secara sederhana, saham syariah terbaik dapat mengacu salah satunya pada saham syariah blue chip. Cara lain untuk menilai saham syariah yang bagus yaitu melalui analisis rasio keuangan. Sebenarnya ada banyak cara lain untuk menilai saham yang potensial atau prospek cerah di masa depan. Tergantung metode analisis yang Anda gunakan. Namun setidaknya, berikut contoh saham syariah terbaik versi invesnesia.

  1. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk
  2. PT Unilever Indonesia Tbk
  3. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
  4. PT Astra Internasional Indonesia Tbk (ASII)
  5. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS)

Ada banyak lagi sebenarnya contoh saham syariah yang bagus untuk investasi jangka panjang. Anda dapat melakukan riset sendiri dengan menggunakan metode atau indikator tertentu. Untuk lebih sederhana, Anda bisa memilih saham syariah yang menjadi market leader di sektornya. Itu otomatis menjadi saham yang kuat dan terbaik.

Sistem Online Trading Syariah (SOTS)

Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua broker saham Indonesia khususnya yang menyediakan aplikasi dengan sistem online trading syariah atau SOTS. Berdasarkan data Senarai Perusahaan Bersertifikat yang diterbitkan DSN MUI, berikut daftar perusahaan sistem online trading syariah (SOTS).

No.

Lembaga

Nama Produk

Tanggal Kedaluwarsa

1

PT Indo Premier Sekuritas

IPOT Syariah

28 Maret 2024

2

PT Phintraco Sekuritas

Profits Syariah

01 April 2023

3

PT BRI Danareksa Sekuritas

D’ONE Syariah

19 Januari 2023

4

PT Kresna Sekuritas

Kresna Trader Syariah

19 Januari 2023

5

PT OSO Sekuritas Indonesia

OSO Trader Syariah

15 Januari 2023

6

PT Mandiri Sekuritas

MOST Syariah

08 Januari 2023

7

PT MNC Sekuritas

MNC Trade Syariah

07 November 2022

8

PT Phillip Sekuritas Indonesia

POEMS Syariah

23 Oktober 2022

9

PT Panin Sekuritas Tbk

POST Syariah

22 Oktober 2022

10

PT Henan Putihrai Sekuritas

HPX Syariah

22 Oktober 2022

11

PT BNI Sekuritas

eSmart Syariah

15 Oktober 2022

12

PT FAC Sekuritas Indonesia

FAST Syariah

14 Juli 2022

13

PT Maybank Kim Eng Sekuritas

KE Trade PRO Syariah

26 Mei 2022

14

PT Samuel Sekuritas Indonesia

STAR Syariah

02 Mei 2022

15

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia

HOTS Syariah

12 Maret 2022

16

PT RHB Sekuritas Indonesia

RHB Tradesmart ID Syariah

19 Maret 2021
(Proses Perpanjangan)

Sumber: DSN MUI, 2021

Simpulan

Well, itulah informasi terkait cara investasi saham syariah 2021. Semoga artikel ini bisa menepis keraguan Anda tentang investasi saham di pasar modal syariah. Kami berharap Anda bisa semakin yakin untuk memulai investasi saham, kemudian belajar lebih banyak untuk memaksimalkan keuntungan atau return saham. Yang pasti, keberkahan investasi saham syariah adalah yang lebih utama. Jika artikel ini bermanfaat, silakan di-share, ya. Happy investing!

error: Content is protected !!