Cara Menghitung Return Saham, Panduan Lengkap!

Bagaimana cara menghitung return saham perusahaan Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)? Ini pasti menjadi pertanyaan mahasiswa dan peneliti yang sedang menyelesaikan penelitian bidang manajemen keuangan, khususnya membahas stock return. Bagaimanapun juga, return saham adalah elemen penting untuk menilai tingkat keuntungan (profit) dari investasi saham, sehingga investor perlu memahami cara menghitung return saham.

Pada kesempatan ini, invesnesia akan menggunakan beberapa referensi tentang rumus return saham atau cara menghitung return saham suatu perusahaan. Ini mencakup mencari nilai return saham harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Untuk mengawali pembahasan, Anda perlu memahami terlebih dahulu apa itu saham dan pengertian return saham.

Baca juga: Cara Menghitung Harga Wajar Saham

Apa Itu Saham

Banyak para ahli mendefinisikan tentang saham. Secara umum, saham adalah surat berharga (efek) yang menjadi bukti kepemilikan suatu pihak (individu dan/atau kelompok) terhadap perusahaan (emiten). Singkatnya, jika Anda punya saham suatu perusahaan, seperti saham Telkom (TLKM), saham BRI (BBRI), saham BCA (BBCA), atau saham Unilever (UNVR), Anda resmi disebut sebagai pemegang saham alias pemilik perusahaan.

Tentu saja, porsi kepemilikan ditentukan oleh jumlah saham yang dimiliki. Untuk menjadi pemegang saham mayoritas, Anda harus memiliki sebagian besar saham perusahaan, dalam hal ini misalnya 51%. Pembahasan lengkap dan detail tentang saham, silakan baca di sini: 1001 Hal Wajib Dipahami tentang Saham.

Apa Itu Return Saham

gambar cara menghitung return saham

Membahas pengertian saham, selalu ada kaitannya dengan return saham. Apa itu return saham? Pengertian return saham atau stock return adalah tingkat imbal hasil (profit atau keuntungan) dari aktivitas investasi saham. Keuntungan dari saham ada dua jenis, yaitu capital gain dan dividen (dividend).

Singkatnya, capital gain adalah peningkatan modal yang disebabkan dari kenaikan harga saham. Jadi, capital gain diperoleh ketika Anda menjual saham di harga yang lebih tinggi dari harga beli di awal. Sedangkan dividen adalah bagian dari profit (laba perusahaan) yang didistribusikan kepada pemegang saham. Biasanya, dividen dibagiakan sekali setahun. Namun, ada juga pembagian dividen dua kali setahun, biasanya berupa dividen interim. Baca tentang saham lebih lengkap di sini ya, 1001 Hal Wajib Dipahami tentang Saham.

Rumus Return Saham Konsep Capital gain (Loss)

Anda sudah paham definisi saham dan pengertian return saham. Selanjutnya, sebelum mengetahui cara menghitung return saham, Anda wajib mengetahui rumus return saham. Untuk jenis saham biasa (common stock), rumus return saham dengan konsep capital gain (loss) dapat dihitung dengan formula sebagai berikut.

R = (Pt – Pt-1) / Pt-1

Keterangan:

R = return

Pt = Harga saham periode t

Pt-1 = Harga saham periode t-1

Menghitung Return Saham dengan Konsep Capital Gain (Loss)

Mencari return saham perusahaan Tbk dengan menggunakan konsep capital gain (loss), rumus yang digunakan yaitu R = (Pt – Pt-1) / Pt-1.

Berikut invesnesia berikan contoh perhitungan return saham konsep capital gain (loss) untuk berbagai periode, yang paling umum yaitu periode harian, bulanan, dan tahunan. Untuk periode mingguan tidak kami gunakan. Namun, cara mencarinya tidak jauh berbeda.

#1. Menghitung Return Saham Harian

Langkah pertama yang perlu dilakukan sebagai cara menghitung return saham harian yaitu mencari dan mengetahui harga saham perusahaan dalam periode harian. Meskipun jumlah hari perdagangan saham setiap tahun berbeda-beda, itu tidak menjadi masalah.

Untuk melihat histori harga saham perusahaan, silakan cari dan download melalui yahoo finance.

Berikut contoh menghitung return saham perusahaan secara harian (daily) sampel pada salah satu saham BUMN yang terdaftar di BEI, yaitu Telkom (TLKM) tahun 2019.

menghitung return saham harian
Sumber: yahoo finance (2021), data diolah

Catatan: harga saham yang digunakan yaitu “Close”.

Pada gambar di atas, terlihat data historis harga saham TLKM periode harian (daily) selama tahun 2019. Contoh mencari return saham tanggal 2 Januari 2019, formula yang digunakan yaitu R = (Pt – Pt-1) / Pt-1 atau (harga saham 2 Januari – harga saham 1 januari) / harga saham 1 januari, maka diperoleh hasil 0,0053. Anda bisa melanjutkan perhitungan return saham hari berikutnya. Sedangkan untuk mencari return saham tanggal 1 januari 2019, maka Pt-1 yang digunakan yaitu harga saham 31 Desember 2018.

#2. Menghitung Return Saham Bulanan

Mencari return saham bulanan (monthly) juga tidak jauh berbeda. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengetahui harga saham perusahaan dalam periode bulanan (monthly). Berikut sampel harga saham Telkom (TLKM) tahun 2019 dalam bulanan.

menghitung return saham bulanan
Sumber: yahoo finance (2021), data diolah

Catatan: harga saham yang digunakan yaitu “Close”.

Pada gambar di atas, tampak data historis harga saham TLKM periode bulanan (monthly) selama tahun 2019. Contoh mencari return saham bulan ke-2 (baca: Februari) tahun 2019, formula yang digunakan yaitu R = (Pt – Pt-1) / Pt-1 atau (harga saham bulan kedua – harga saham bulan pertama) / harga saham bulan pertama, maka diperoleh hasil -0,0103. Anda bisa melanjutkan perhitungan untuk bulan berikutnya. Sedangkan untuk mencari return saham bulan pertama (baca: Januari) tahun 2019, maka Pt-1 yang digunakan yaitu harga saham bulan terakhir tahun 2018, yaitu Desember 2018.

Catatan: Pastikan menggunakan harga saham akhir bulan, bukan awal bulan.

#3. Menghitung Return Saham Tahunan

Mencari return saham tahunan (yearly) jauh lebih sederhana. Anda hanya butuh mencari dan mengetahui harga saham akhir tahun setiap perusahaan (konteks: tanggal terakhir perdagangan saham bulan Desember). Rumus yang digunakan masih sama, yaitu (Pt – Pt-1) / Pt-1. Sebagai contoh, Anda ingin mencari return saham tahun 2019, formula menghitungnya yaitu (harga saham penutupan tahun 2019 – harga saham penutupan tahun 2018) / harga saham penutupan tahun 2018.

Catatan: Pastikan menggunakan harga saham akhir tahun, bukan awal tahun.

Rumus Return Saham Total dengan Melibatkan Dividen

Jika sebelumnya adalah perhitungan return saham dengan formula atau rumus (Pt – Pt-1) / Pt-1 alias tanpa dividen, maka bagaimana cara menghitung return saham total yang melibatkan dividen?

Menurut Jogiyanto (2017), rumus return saham total dapat diformulasikan sebagai berikut:

Return saham = capital gain (loss) + Yield

Keterangan:

  • Capital gain (loss) adalah selisih dari harga saham saat ini dengan harga saham periode yang lalu.
  • Rumus capital gain (loss) = (Pt – Pt-1) / Pt-1.
  • Yield adalah persentase penerimaan kas (cash) secara periodik atas harga investasi periode tertentu. Dalam konteks saham, yield adalah persentase dividen terhadap harga saham periode sebelumnya. Dengan demikian, return total dapat diformulasikan sebagai berikut: (Pt – Pt-1 + Yield) / Pt-1.
  • Pada konteks saham biasa (common stock) yang membayarkan dividen secara periodik sebesar Dt per lembar, maka yield dapat dihitung dengan: Dt / Pt-1. Dengan demikian, return total dapat diformulasikan sebagai berikut:

R = (Pt – Pt-1 + Dt) / Pt-1

Keterangan:

R = return saham

Pt = Harga saham periode t

Pt-1 = Harga saham periode t-1

Dt = yield, diperoleh dari Dt (dividen per lembar) dibagi Pt-1.

Menghitung Return Saham Total

Agar lebih mudah memahami, berikut contoh cara menghitung return saham total dengan menggunakan rumus menurut Jogiyanto (2017) yaitu R = (Pt – Pt-1 + Dt) / Pt-1.

Dalam kasus ini, invesnesia menggunakan perhitungan return saham harian sampel pada perusahaan go public atau Tbk yang terdaftar di BEI, dalam hal ini yaitu saham Telkom (TLKM) untuk periode tahun 2019. Berikut perhitungannya.

menghitung return saham harian dengan dividen
Sumber: yahoo finance (2021), data diolah

Catatan: harga saham yang digunakan yaitu “Close”.

Anda bisa melihat sendiri bagaimana perbandingan hasil return saham harian dengan formula R = (Pt – Pt-1) / Pt-1 dan formula R = (Pt – Pt-1 + Dt) / Pt-1.

Macam-macam Return Saham

Sebagai informasi tambahan, Anda perlu memahami apa saja jenis return saham. Menurut Jogiyanto (2017) return secara umum dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu: (1) return realisasi atau realized return dan (2) return yang diharapkan atau expected return.

1. Return Realisasi (Realized Return)

Pengertian return realisasi (realized return) adalah imbal hasil (return) yang telah terjadi. Cara menghitung return realisasi yaitu dengan menggunakan data historis. Return realisasi sangat penting karena digunakan sebagai salah satu indikator atau alat ukur kinerja perusahaan. Return realisasi, juga disebut sebagai return historis atau return sesungguhnya, juga dapat menjadi landasan untuk menghitung return ekspektasi (expected return) dan risiko (risk) di masa depan.

2. Return Ekspektasi (Expected Return)

Return ekspekasi atau return yang diharapkan (expected return) adalah imbal hasil (return) yang diharapkan terjadi oleh investor di masa mendatang. Perbedaan realized return dan expected return adalah realized return sudah terjadi sedangkan expected return hanya bersifat prediksi (belum terjadi).

Note: Biasanya, di dalam sebuah penelitian, return saham yang digunakan yaitu realized return atau return yang sesungguhnya. Pada contoh kasus cara menghitung return saham yang dijelaskan sebelumnya, itu termasuk perhitungan dengan realized return. Anda harus bisa memahami konsep ini dengan baik.

Faktor-faktor Yang Memengaruhi Return Saham

Pengujian terhadap return saham atau stock return telah banyak dilakukan oleh peneliti terdahulu, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi stock return. Sebenarnya, ada banyak variabel yang dianggap berpengaruh signifikan terhadap return saham. Ada baiknya Anda membaca artikel-artikel ilmiah untuk melihat bagaimana hasil penelitian terdahulu. Namun, secara umum, faktor-faktor yang memengaruhi return saham bisa berasal dari (1) internal perusahaan dan (2) eksternal perusahaan.

Dari segi (1) internal perusahaan, return saham secara umum dipengaruhi oleh data rasio keuangan perusahaan, seperti:

Dari segi (2) eksternal perusahaan, return saham bisa dipengaruhi oleh hal-hal yang di luar kendali perusahaan, seperti kebijakan pemerintah, data inflasi, pertumbuhan ekonomi negara, kebijakan suku bunga, geopolitik, dan sebagainya.

Simpulan

Well, itulah materi pembahasan tentang cara menghitung return saham. Ada dua metode rumus return saham yang bisa digunakan, yakni rumus (1) R = (Pt – Pt-1) / Pt-1 dan (2) R = (Pt – Pt-1 + Dt) / Pt-1. Perhitungan ini bisa untuk periode harian, bulanan, dan tahunan. Nah, konsep return saham adalah penting dipahami terutama untuk mencari tingkat imbal hasil dari aktivitas investasi saham Anda.

Referensi

Brigham, E. F. and Houston, J. F. (2013). Fundamentals of Financial Management (13th ed.). Mason: South-Western Cengage Learning.

Hartono, Jogiyanto. (2017). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi 10. Yogyakarta: BPFE.

Horne, J. C. V. and Wachowicz Jr, J. M. (2009). Fundamentals of Financial Management (13th ed.). Harlow: Pearson Education Limited.

error: Content is protected !!