Prinsip Ekonomi (Principles of Economics)

Berbicara tentang prinsip ekonomi (economic principles), maka pahami terlebih dahulu apa itu ekonomi? Padasarnya, ekonomi adalah suatu ilmu yang menjelaskan bagaimana mengelola sumber daya ekonomi (economic resources) yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas. Sumber daya ekonomi dapat mengacu pada sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), sumber daya kewirausahaan (entrepeneurship), dan sumber daya modal (capital).

Mengapa mengelola sumber daya ekonomi penting? Karena jumlahnya yang terbatas. Bagaimana jika tidak mampu mengelola sumber daya ekonomi? Maka akan menciptakan masalah ekonomi yang disebut “kelangkaan (scarcity). Jika terjadi kelangkaan, maka kebutuhan masyarakat tidak akan terpenuhi. Itulah pentingnya mengelola sumber daya ekonomi dengan efisien dan efektif.

Contoh sederhana, dalam pemanfaatan sumber daya waktu. Kita memahami bahwa waktu adalah sumber daya terbatas. Kita tidak dapat melakukan banyak hal dalam satu waktu. Kita harus memilih apakah malam hari digunakan untuk main games, melanjutkan bisnis, atau berkumpul dengan keluarga. Oleh karena itu, kita harus mengelola resources dengan baik untuk mencapai tujuan. Nantinya, ini juga berkaitan dengan opportunity cost.

Singkatnya, opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya karena hilangnya kesempatan untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Dengan kata lain, seseorang akan mengambil suatu peluang dan secara bersamaan akan meninggalkan peluang lainnya. Biaya peluang muncul karena sumber daya ekonomi terbatas sehingga seseorang harus memilih sesuatu dengan kebutuhan.

Kembali ke contoh awal, pada malam hari, apa yang akan Anda pilih: main games, melanjutkan bisnis, atau berkumpul dengan keluarga? Ketika Anda memilih salah satu, maka Anda akan kehilangan alternatif kegiatan lain, maka muncul biaya peluang. Untuk membuat suatu pilihan, maka setiap orang akan menggapainya sesuatu dengan kebutuhan. Ingat, kebutuhan tidak selalu tentang uang, tetapi juga bisa tentang kesempatan, kebahagiaan, dan seterusnya. Maka, setiap orang akan memilih sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing.

Pada kesempatan ini, kami akan menyajikan 10 prinsip ekonomi dari Gregory Mankiw untuk memberikan pemahaman lebih jelas kepada Anda tentang apa itu ekonomi. (Sumber: Principles of Microeconomics: Seventh Edition).

Gambar Prinsip Ekonomi

1. Orang-orang Menghadapi Pengorbanan

Prinsip ekononi pertama yaitu setiap orang menghadapi pengorbanan (people face trade-offs). Prinsip ini menggambarkan bahwa ketika seseorang memilih sesuatu, maka ada hal lain yang dikorbankan. Sebagai contoh sederhana, ketika Anda lulus SMA, Anda akan memilih untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi atau langsung bekerja? Contoh lain, Anda akan memilih untuk bekerja atau berwirausaha? Jadi, setiap pilihan yang diambil akan mengorbankan pilihan lainnya.

Dalam contoh kasus ekonomi, misalnya seperti kebijakan pemerintah untuk membolehkan swasta mengeksplorasi sumber daya alam negara. Di satu sisi, itu bertujuan untuk menghasilkan pendapatan bagi negara (berupa pajak/non pajak) yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat. Di sisi lain, ada yang dikorbankan, yaitu sumber daya alam yang terbatas akan semakin berkurang. Contoh lain, ketika pemerintah berutang untuk pembangunan negara, maka untuk membayar utang, pemerintah akan menagih pajak (mungkin dengan jumlah yang lebih besar) kepada rakyat.

2. Biaya atas Sesuatu adalah Apa yang Anda Serahkan untuk Mendapatkannya

Setiap orang menghadapi trade-off sehingga dalam membuat keputusan akan membutuhkan perbandingan biaya dan manfaat dari tindakan alternatif. Namun, dalam banyak kasus, biaya suatu tindakan tidak sejelas yang mungkin pertama kali muncul. Pertimbangkan keputusan untuk kuliah. Manfaat utamanya adalah pengayaan intelektual dan kesempatan kerja yang lebih baik seumur hidup. Tapi berapa biayanya? Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda mungkin tergoda untuk menjumlahkan uang yang Anda keluarkan untuk biaya sekolah, buku, indekos, dan lainnya.

Namun jumlah ini tidak benar-benar mewakili apa yang Anda serahkan untuk menghabiskan empat tahun di perguruan tinggi. Ada dua masalah dengan perhitungan ini. Pertama, ini mencakup beberapa hal yang sebenarnya bukan biaya kuliah. Bahkan jika Anda berhenti sekolah, Anda membutuhkan tempat untuk tidur dan makanan untuk makan. Indekos adalah biaya kuliah hanya sejauh harganya lebih mahal di perguruan tinggi daripada di tempat lain. Kedua, kalkulasi ini mengabaikan biaya terbesar untuk kuliah — waktu Anda.

Ketika Anda menghabiskan satu tahun mendengarkan ceramah, membaca buku teks, dan menulis makalah, Anda tidak bisa menghabiskan waktu itu untuk bekerja. Bagi kebanyakan mahasiswa, penghasilan yang mereka berikan untuk berkuliah adalah biaya pendidikan terbesar mereka. Biaya peluang (opportunity cost) dari suatu barang adalah apa yang Anda berikan untuk mendapatkan barang itu.

Saat membuat keputusan, pengambil keputusan harus menyadari biaya peluang yang menyertai setiap tindakan yang mungkin dilakukan. Faktanya, mereka biasanya begitu. Atlet perguruan tinggi yang dapat menghasilkan jutaan jika mereka putus sekolah dan bermain olahraga profesional sangat menyadari bahwa biaya peluang untuk masuk perguruan tinggi sangat tinggi. Tidaklah mengherankan jika mereka seringkali memutuskan bahwa manfaat pendidikan perguruan tinggi tidak sebanding dengan biayanya.

3. Orang-orang Rasional Berpikir untuk Margin (Profit)

Para ekonom berasumsi bahwa setiap orang adalah rasional. Orang yang rasional secara sistematis dan sengaja melakukan yang terbaik untuk mencapai tujuan dari kesempatan yang tersedia. Saat Anda mempelajari ekonomi, Anda akan menemukan perusahaan yang memutuskan berapa banyak pekerja yang akan dipekerjakan dan berapa banyak produk yang akan diproduksi dan dijual untuk memaksimalkan keuntungan.

Anda juga akan bertemu dengan individu yang memutuskan berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk bekerja dan, barang dan jasa apa yang harus dibeli dengan pendapatan yang dihasilkan untuk mencapai tingkat kepuasan maksimal. Orang rasional tahu bahwa keputusan dalam hidup jarang hitam dan putih tetapi biasanya melibatkan nuansa abu-abu.

Membandingkan Manfaat Marginal dan Biaya Marginal

Orang rasional sering mengambil keputusan dengan membandingkan manfaat marginal dan biaya marginal. Misalnya, Anda mempertimbangkan untuk menelepon seorang teman di ponsel Anda. Anda memutuskan bahwa berbicara dengannya selama 10 menit akan memberi Anda keuntungan yang Anda hargai sekitar $ 7. Layanan telepon seluler Anda dikenakan biaya $ 40 per bulan ditambah $ 0,50 per menit untuk panggilan apa pun yang Anda buat.

Anda biasanya berbicara selama 100 menit sebulan, jadi total tagihan bulanan Anda adalah $ 90 ($ 0,50 per menit x 100 menit, ditambah biaya tetap $ 40). Dalam keadaan ini, haruskah Anda menelepon? Anda mungkin tergoda untuk bernalar sebagai berikut: “Karena saya membayar $ 90 untuk 100 menit menelepon setiap bulan, rata-rata satu menit di telepon berharga $ 0,90. Jadi panggilan 10 menit biayanya $ 9. Karena biaya $ 9 itu lebih besar daripada keuntungan $ 7, Anda akan mengabaikan panggilan tersebut.”

Namun kesimpulan itu salah. Meskipun biaya rata-rata panggilan 10 menit adalah $ 9, biaya marginal — jumlah tagihan Anda akan meningkat jika membuat panggilan tambahan — hanya $ 5. Anda akan membuat keputusan yang tepat hanya dengan membandingkan manfaat marginal dan biaya marginal. Karena keuntungan marginal $ 7 lebih besar daripada biaya marginal $ 5, Anda harus menelepon. Ini adalah prinsip yang pada dasarnya dipahami oleh orang-orang. Pengguna telepon seluler dengan menit tak terbatas, yaitu menit yang gratis di margin, sering kali cenderung melakukan panggilan yang lama dan sembrono.

Keputusan Marginal

Pengambilan keputusan marginal dapat membantu menjelaskan beberapa fenomena ekonomi yang membingungkan, menjadi pertanyaan klasik: Mengapa air begitu murah, sedangkan berlian sangat mahal? Manusia membutuhkan air untuk bertahan hidup, sementara berlian tidak diperlukan; tetapi untuk beberapa alasan, orang bersedia membayar lebih banyak untuk berlian daripada secangkir air. Alasannya adalah bahwa kesediaan seseorang untuk membayar suatu barang didasarkan pada manfaat marginal yang akan dihasilkan oleh unit tambahan dari barang tersebut.

Manfaat marginal, pada gilirannya, bergantung pada berapa banyak unit yang sudah dimiliki seseorang. Air memang penting, tetapi keuntungan marginal dari cangkir ekstra adalah kecil karena air berlimpah. Sebaliknya, tidak ada yang membutuhkan berlian untuk bertahan hidup, tetapi karena berlian sangat langka, orang menganggap manfaat marginal dari berlian tambahan itu besar. Pengambil keputusan yang rasional akan menuntun orang untuk mengambil tindakan hanya jika manfaat marginal dari tindakan tersebut melebihi biaya marginal.

Butuh beberapa waktu untuk membiasakan diri dengan logika berpikir marginal, tetapi studi ekonomi akan memberi Anda banyak kesempatan untuk berlatih.

4. Orang-orang Merespon Insentif

Insentif adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak (seperti prospek hukuman atau hadiah). Karena masyarakat yang rasional akan membuat keputusan dengan membandingkan biaya (cost) dan keuntungan (return), mereka biasanya akan menanggapi insentif. Anda akan melihat bahwa insentif memainkan peran sentral dalam studi ekonomi. Seorang ekonom melangkah lebih jauh dengan menyarankan bahwa seluruh bidang dapat diringkas hanya sebagai “Orang menanggapi insentif. Sisanya adalah komentar.”

Insentif sangat penting untuk menganalisis cara kerja pasar (market). Sebagai contoh, ketika harga apel naik, masyarakat akan memutuskan untuk makan apel lebih sedikit. Pada saat yang sama, pengusaha atau petani kebun apel memutuskan untuk mempekerjakan pekerja lebih banyak dan memanen lebih banyak apel. Dengan kata lain, harga apel yang lebih tinggi di pasar akan memberikan insentif bagi pembeli untuk mengkonsumsi lebih sedikit dan memberikan insentif bagi penjual untuk memproduksi lebih banyak.

Pengaruh harga pada perilaku konsumen dan perilaku produsen sangat penting untuk bagaimana ekonomi pasar mengalokasikan sumber daya yang langka. Pembuat kebijakan publik tidak boleh melupakan insentif: banyak kebijakan mengubah biaya atau manfaat yang dihadapi orang dan, akibatnya, mengubah perilaku mereka. Pajak atas bensin, misalnya, mendorong orang untuk mengendarai mobil yang lebih kecil dan lebih hemat bahan bakar.

Itulah salah satu alasan orang mengendarai mobil kecil di Eropa, yang pajak bensinnya tinggi, daripada di Amerika Serikat, yang pajak bensinnya rendah. Pajak bensin yang lebih tinggi juga mendorong orang untuk berbagi mobil, menggunakan transportasi umum, dan tinggal lebih dekat dengan tempat mereka bekerja. Jika pajak lebih besar, orang akan lebih banyak mengendarai mobil hybrid, dan jika pajak cukup besar, orang akan beralih ke mobil listrik.

Contoh lainnya, ketika mengemudi, orang-orang rasional akan berpikir keuntungan marginal dan biaya marginal. Akibatnya, mereka mengemudi lebih lambat dan hati-hati karena biaya marginal dengan menambah kecepatan bisa lebih besar karena risiko kecelakaan meningkat. Dalam kondisi jalanan licin, orang-orang rasional pasti mengemudi dengan lebih hati-hati daripada mengemudi di jalan yang kering.

Pada intinya, saat menganalisis kebijakan atau keputusan apa pun, maka harus mempertimbangkan efek langsung dan efek tidak langsung yang bekerja melalui insentif. Jika kebijakan mengubah insentif, maka akan menyebabkan orang mengubah perilakunya. Ketika pembuat kebijakan gagal untuk mempertimbangkan bagaimana kebijakan mereka memengaruhi insentif, mereka seringkali berakhir dengan konsekuensi yang tidak diinginkan.

5. Perdagangan Bisa Membuat Semua Orang Lebih Baik

Setiap negara akan bersaing dari segi produk yang mereka ciptakan. Amerika Serikat dan Cina bersaing dalam produk yang sama. Di satu sisi, Cina mungkinberusaha untuk membuat keunggulan dari segi harga yang lebih murah. Di sisi lain, Amerika Serikat mungkin akan meningkatkan kualitas produk daripada Cina. Tujuan semua ini adalah untuk menciptakan keunggulan komparatif. Inilah alasan kenapa perdagangan dapat mendorong semua orang untuk menjadi yang terbaik dan memiliki spesialisasi di bidang masing-masing.

6. Pasar Merupakan Cara Yang Baik untuk Mengatur Kegiatan Ekonomi

Pengamatan dari Adam Smith yaitu bahwa ketika rumah tangga dan perusahaan berinteraksi di pasar (market) yang dipandu oleh tangan tak terlihat, mereka dapat menghasilkan surplus terbesar bagi perekonomian.

7. Pemerintah Terkadang Dapat Meningkatkan Hasil Ekonomi

Kegagalan pasar terjadi ketika tidak mampu mengalokasikan sumber daya secara efisien. Dengan begitu, pemerintah dapat turun tangan untuk meningkatkan efisiensi dan kesetaraan, seperti mengeluarkan kebijakan tertentu.

8. Standar Hidup Bergantung pada Produksi Suatu Negara

Semakin banyak produk (barang dan jasa) yang diproduksi di suatu negara, itu menandakan semakin tinggi standar hidupnya. Dengan kata lain, ketika masyarakat mengkonsumsi produk lebih banyak dari biasanya, standar hidup mereka telah meningkat.

9. Harga Naik Saat Pemerintah Mencetak Uang Terlalu Banyak

Ketika terlalu banyak uang mengalir dalam perekonomian, permintaan barang dan jasa akan lebih tinggi. Dalam jangka panjang hal ini akan menyebabkan perusahaan menaikkan harga yang akan mengakibatkan terjadinya inflasi.

10. Masyarakat Menghadapi Pertukaran Jangka Pendek antara Inflasi dan Pengangguran

Dalam jangka pendek, ketika harga naik, pemasok (supplier) ingin meningkatkan produksi barang dan jasa. Dengan begitu, mereka perlu mempekerjakan lebih banyak pekerja untuk memproduksi barang dan jasa agar kebutuhan pasar terpenuhi. Mempekerjakan lebih banyak berarti pengangguran yang lebih rendah, sementara inflasi terus berlanjut. Namun, dalam jangka panjang, hal ini tidak terjadi.

Well, itulah penjelasan tentang pengertian, contoh, dan 10 prinsip ekonomi yang dikemukakan oleh salah seorang ahli, Gregory Mankiw. Semoga dengan materi ini, Anda dapat lebih memahami apa itu ekonomi dan kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.

error: Content is protected !!