Modal Ventura: Pengertian, Karakteristik, & Daftar Perusahaan

Ada banyak jenis pembiayaan yang tersedia sebagai fasilitas keuangan bagi perusahaan untuk mengejar pertumbuhan bisnis dan peningkatan nilai perusahaan. Bank masih menjadi pilihan paling populer untuk pembiayaan utang (debt financing). Namun, ini sama sekali berbeda dengan modal ventura (venture capital) yang merupakan lembaga pembiayaan ekuitas (equity financing). Lalu, apa itu modal ventura? Bagaimana cara kerja modal ventura? Perusahaan seperti apa yang diberikan pendanaan? Apa saja daftar perusahaan modal ventura di Indonesia terbaru 2021?

Pengertian Modal Ventura

gambar modal ventura

Secara umum, modal ventura adalah salah satu sumber pendanaan ekuitas bagi perusahaan melalui investasi yang dilakukan oleh investor (individu atau institusi). Bagi perusahaan, mereka akan memperoleh sejumlah dana untuk membiayai aktivitas bisnis, sedangkan modal ventura (venture capital) sebagai investor akan memperoleh sejumlah kepemilikan saham terhadap perusahaan. Ini diharapkan akan terjadi peningkatkan nilai perusahaan di masa depan. Dengan kata lain, ini merupakan investasi jangka panjang bagi modal ventura.

Perusahaan modal ventura adalah badan usaha ekuitas swasta yang menyuntik pendanaan atau penyerahan modal tunai kepada perusahaan (bisnis) yang berpeluang tumbuh di masa depan. Perusahaan seperti apa yang dapat didanai oleh modal ventura? Biasanya venture capital cenderung berinvestasi pada perusahaan kecil yang potensial. Namun, modal ventura belakangan ini juga melakukan ekspansi dengan investasi ke perusahaan rintisan (start-up).

Lalu, bagaimana exit strategy yang dilakukan modal ventura untuk mengonversi hasil investasi mereka? Ada beberapa opsi, seperti Initial Public Offering (IPO), merger dan akuisisi, dan dijual ke investor strategis lain yang lebih besar.

Karakteristik Modal Ventura

Bagaimanapun, modal ventura berperan penting dalam membantu pertumbuhan perusahaan. Ada setidaknya (2) dua karakteristik modal ventura (venture capital) yang paling umum, yaitu investasi pada high risk high return bisnis dan investasi untuk jangka panjang.

High Risk High Return

Salah satu karakteristik modal ventura adalah berinvestasi untuk tingkat imbalan tinggi (high return) yang mana risiko tinggi (high risk) secara otomatis menyertainya. Ini sangat umum dalam prinsip investasi yang populer disebut high risk high return. Modal ventura (venture capital) akan melihat potensi perusahaan dengan teknologi dan produk yang potensial, tetapi belum tentu menghasilkan keuntungan. Ketika itu gagal, maka kegagalan bisa sangat tinggi. Ketika itu berhasil, keuntungan bisa melebihi target.

Sebagai contoh, salah satu perusahaan modal ventura asal Amerika Serikat, Accel Partners pada tahun 2005 berinvestasi di Facebook sebesar $12,7 juta dengan imbalan 10% saham ekuitas. Ini merupakan salah satu kesuksesan besar dari Accel Partners karena pada tahun 2010, mereka menjual sebagian saham pada harga sekitar 500 juta USD. Accel Partners juga menghasilkan high return lebih $9 miliar saat Facebook go publik pada tahun 2012.

Investasi Jangka Panjang

Karakteristik lainnya dari modal ventura adalah investasi jangka panjang (long-term investment). Bukan tanpa alasan, perusahaan rintisan atau startup biasanya akan membutuhkan 5 – 10 tahun untuk menjadi perusahaan matang dan dalam periode tersebut. Tak jarang, mereka justru lebih banyak bakar uang alias burn money untuk menjangkau pasar lebih luas sambil berharap mampu menghasilkan laba.

Ketika perusahaan startup kehabisan bensin (baca: dana) untuk membiayai operasional, dan masa pakai modal ventura berakhir, perusahaan akan mencari investor baru (berharap memperoleh investor besar) untuk menyuntikkan dana segar. Sayangnya, tidak semudah itu untuk menggaet investor baru apalagi yang besar. Ketika startup dinilai tidak lagi relevan atau tidak memiliki prospek yang bagus, atau tidak sebanding dengan risiko yang dihadapi, jalan terburuk adalah startup gulung tikar alias bangkrut.

Pada dasarnya, modal ventura (venture capital) tidak terdesak dengan keuntungan jangka pendek yang dihasilkan perusahaan. Itulah sebabnya modal ventura berinvestasi untuk jangka panjang, masa pakai bisa mencapai 10 tahun. Hal ini memungkinkan startup untuk dapat membiayai operasional tanpa harus menanggung beban utang, hanya perlu ditukar melalui ekuitas atau kepemilikan saham.

Mengapa Startup Mencari Pendanaan Modal Ventura

Bagi perusahaan rintisan, modal ventura adalah pembiayaan yang paling ideal dan menarik. Penawaran dari modal ventura tentu saja tidak dapat dilakukan oleh pembiayaan utang yang dilakukan bank. Dalam hal ini, bank sangat bertumpu pada kinerja historis perusahaan yang tercermin dari laporan keuangan, seperti neraca dan laporan laba rugi, untuk menetukan kelayakan pembiayaan. Bank juga mewajibkan agunan, sementara perusahaan rintisan tidak memiliki total aset yang cukup sebagai jaminan. Berbeda dengan perusahaan mapan yang memiliki aset tetap yang memadai.

Nah, modal ventura umumnya menggunakan metrik atau indikator tertentu dalam memberikan pendanaan kepada perusahaan. Mereka sangat bertumpu pada manajemen perusahaan, seperti founder atau co-founders, kemudian diikuti dengan produk yang ditawarkan dan ukuran pasar. Mereka memahami bahwa perusahaan digerakkan oleh sumber daya manusia (SDM). Melalui orang-orang kredibel, kreatif, dan inovatif, diharapkan akan tercipa produk yang sulit ditolak pasar, alias menciptakan competitive advantage, seperti contoh pada Facebook yang saat ini berhasil menjadi market leader di sektornya.

Jenis Pendanaan Modal Ventura

Jenis modal ventura dapat diklasifikasikan dalam 3 (tiga) tahapan pembiayaan bisnis, yaitu (1) pembiayaan tahap awal, (2) pembiayaan ekspansi, dan (3) pembiayaan akuisisi.

1. Pembiayaan Tahap Awal

Jenis pembiayaan modal ventura ini, disebut juga early stage financing, terdiri dari tiga sub divisi, yakni:

  1. Pembiayaan benih (seed financing) adalah pembiayaan sejumlah kecil untuk memenuhi syarat pinjaman awal.
  2. Pembiayaan awal (startup financing) adalah pembiayaan untuk mengembangkan produk dan layanan.
  3. Pembiayaan tahap pertama (first stage financing) adalah pembiayaan untuk menjalankan aktivitas bisnis secara penuh.

2. Pembiayaan Ekspansi

Ini merupakan jenis pembiayaan tahap kedua, juga disebut sebagai pembiayaan mezzanine adalah jenis pembiayaan kepada perusahaan untuk kegiatan ekspansi bisnis dengan sistem hibrida dari pembiayaan utang dan ekuitas.

3. Pembiayaan Akuisisi

Pembiayaan akuisisi adalah jenis pendanaan untuk tujuan akuisisi perusahaan lain sehingga dapat meningkatkan ukuran perusahaan (firm size) dan skala ekonomi melalui pembelian.

Daftar Perusahaan Modal Ventura di Indonesia

Ada puluhan perusahaan modal ventura di Indonesia yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berikut contoh kami sediakan 10 contoh perusahaan modal ventur di OJK yang menyampaikan laporan keuangan (financial statements) tercepat dan terlengkap periode Mei 2021.

  1. PT Sarana Kalsel Ventura
  2. PT Sarana Sultra Ventura
  3. PT Sarana Kalteng Ventura
  4. PT Sarana Papua Ventura
  5. PT Sarana Sulut Ventura
  6. PT Sarana Surakarta Ventura
  7. PT Capital Global Ventura
  8. PT Central Capital Ventura
  9. PT Sarana NTB Ventura
  10. PT Sarana Bali Ventura

Sedangkan contoh modal ventura syariah di Indonesia yang terdaftar di OJK yaitu sebagai berikut:

  1. PT PNM Ventura Syariah
  2. PT Amanah Ventura Syariah
  3. PT Persada Ventura Syariah

Well, itulah materi lengkap tentang apa itu modal ventura, bagaimana karakteristiknya dan contoh daftar perusahaan modal ventura di Indonesia. Sementara itu, contoh modal ventura (venture capital) terbesar di dunia yaitu seperti Intel Capital, Bessemer Venture, Tiger Global Management, Accel Partners, Sequoia Capital, New Enterprise Associates dan lainnya. Indikator modal ventura kapital dilihat dari investment to exit ratio.

error: Content is protected !!