Cara Beli Cryptocurrency 2021 & Tips Investasi

Sentimen positif sedang membanjiri mata uang kripto atau cryptocurrency. Pasalnya, awal tahun 2021 menjadi titik puncak yang mana sebagian besar harga cryptocurrency naik secara signifikan, bahkan ada yang mencapai level harga tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH). Misalnya seperti harga Bitcoin (BTC) yang sempat menyentuh Rp 850 jutaan per 1 keping.

Selain itu, Dogecoin (DOGE) juga mencapai ATH, bahkan harga DOGE sempat mengalami kenaikan 800% dalam hitungan hari. Banyak pelaku pasar meyakini mata uang digital baru ini adalah masa depan untuk sistem keuangan dan perbankan. Lalu, bagaimana cara beli cryptocurrency untuk investasi jangka panjang yang aman dan menguntungkan?

Panduan Cara Investasi Cryptocurrency untuk Pemula

cryptocurrency

Secara umum, proses untuk investasi mata uang kripto (cryptocurrency) hampir sama dengan instrumen keuangan lainnya. Setidaknya ada empat (4) tahapan yang harus dilakukan, yaitu (1) proses memilih perusahaan cryptocurrency exchange (broker crypto), (2) proses pendaftaran di exchange, (3) melakukan setoran awal/deposit, dan (4) melakukan proses pembelian crypto. Untuk lebih rinci, berikut panduan cara beli cryptocurrency 2021.

1. Pilih Perusahaan Crypto Exchange

Perusahaan cryptocurrency exchange ibaratkan broker yang menjadi perantara bagi pelaku pasar dalam bertransaksi. Sama seperti halnya broker forex atau broker saham. Broker crypto ini lebih sering disebut sebagai cryptocurrency exchange. Saat ini ada 13 perusahaan crypto exchange Indonesia yang sudah memiliki izin dan terdaftar di Bappebti. Namun, kamu juga dapat menggunakan crypto exchange luar negeri, seperti Binance.

Binance adalah crypto exchange yang paling banyak digunakan oleh pelaku pasar. Bahkan, Binance menjadi platform perdagangan mata uang kripto terbaik dari segi volume dan nilai transaksi. Hal ini mengindikasikan bahwa investor mata uang digital mempercayai aplikasi Binance sebagai tempat perdagangan jual beli cryptocurrency. Selain itu, Binance juga menyediakan berbagai jenis koin sehingga kamu bisa membeli berbagai macam crypto, seperti Bitcoin, Dogecoin, Ethereum, Bitcoin Cash, Cardano, Polkadot, dan sebagainya.

Namun, saat ini juga banyak beredar platform penipu yang mengatasnamakan exchange atau broker tertentu. Agar tidak terjebak penipuan investasi, ada baiknya kamu berhati-hati dalam memilih crypto exchange. Kamu bisa baca di sini: Tips Aman Memilih Crypto Exchange.

2. Lakukan Pendaftaran Online

Setelah memilih perusahaan crypto exchange, selanjutnya yaitu melakukan pendaftaran. Pada kesempatan ini, invesnesia akan memberikan contoh panduan investasi cryptocurrency dengan mendaftar melalui aplikasi Binance.

  • Langkah pertama, download aplikasi Binance di AppStore atau Playstore.
  • Langkah kedua, pilih menu Register. Silakan isi alamat email aktif dan password Pastikan untuk membuat kombinasi password akun yang tidak mudah dideteksi oleh orang lain.
  • Langkah ketiga, tahap security verification dan proses verifikasi melalui email. Setelah itu, klik submit.
  • Langkah keempat, lakukan verifikasi indentitas (indentity verification). Silakan ikuti perintah atau instruksi yang telah ditentukan.
  • Langkah terakhir yaitu menunggu proses penerimaan verifikasi.

3. Lakukan Deposit Dana

Jika proses verifikasi akun Binance berhasil, langkah selanjutnya yaitu melakukan setoran dana. Cara deposit di Binance tidak terlalu sulit, silakan ikuti tahapan berikut ini.

  • Langkah pertama, silakan log in ke akun Binance.
  • Langkah kedua, klik pilihan “deposit” yang ada pada menu “Home”. Binance menyediakan dua metode deposit, yaitu menggunakan Crypto dan Fiat. Sebagai contoh, kami akan melakukan deposit melalui Crypto (dengan IDRT atau Rupiah Token).
  • Langkah ketiga, pilih menu IDRT. Lalu, akan muncul dua pilihan, yaitu (1) ERC20 dan (2) BEP2. Sebagai contoh, kami menggunakan BEP2.
  • Langkah keempat, copy address untuk “IDRT Deposit Address” dan “IDRT Deposit Memo”.
  • Langkah kelima, silakan download aplikasi PINTU di Appstore atau Playstore. Perlu kamu ketahui, PINTU adalah aplikasi crypto exchange Indonesia yang sudah terdaftar Bappebti. Namun untuk menggunakannya, kamu perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Prosesnya sangat mudah, seperti pendaftaran pada umumnya.
  • Langkah keenam, setelah mendaftar di platform PINTU, kemudian cari menu “Rupiah Token”, lalu pilih dan klik menu “Kirim”.
  • Langkah ketujuh, silakan pilih Binance Chain (IDRTB BEP-2).
  • Langkah kedelapan, silakan masukkan alamat “IDRT Deposit Address” yang telah di-copy sebelumnya pada akun Binance. Caranya, klik Tempel. Lalu, klik perintah “Gunakan Alamat Ini”.
  • Langkah kesembilan, silakan masukkan alamat “IDRT Deposit Memo” yang telah di-copy atau disalin sebelumnya dari aplikasi Binance. Lalu, klik lanjutkan.
  • Langkah terakhir, silakan masukkan nominal setoran atau deposit. Misalnya deposit Rp 1 juta. Nah, karena proses menggunakan IDRT, maka biasanya akan dikenakan biaya transfer, sekitar Rp 500. Kamu tinggal kembali ke akun Binance untuk mengecek apakah dana sudah berhasil ditransfer dari akun PINTU.

4. Saatnya Beli Cryptocurrency!

Setelah melakukan deposit dan, saldo di akun Binance tersedia, kamu sudah bisa melakukan jual beli mata uang kripto (cryptocurrency), baik untuk tujuan trading jangka pendek maupun investasi jangka panjang.

Pada tampilan aplikasi Binance, tersedia lima menu utama, yaitu Home, Markets, Trades, Futures, dan Wallets.

Gambar Aplikasi Binance

Sebelum bertransaksi untuk beli crypto, tentukan terlebih dahulu aset kripto yang akan dibeli. Salah satu kelebihan platform Binance yaitu menyediakan berbagai jenis aset kripto sehingga kamu tidak hanya bisa beli Bitcoin (BTC), melainkan juga bisa membeli cryptocurrency potensial lainnya. Sebagai contoh, kami ingin membeli Binance Coin (BNB).

Karena deposit menggunakan IDRT, maka kamu hanya bisa memilih aset kripto dengan kutipan IDRT. Misalnya, BTC/IDRT, BNB/IDRT, dan sebagainya. Dalam hal ini, kami memilih BNB/IDRT.

Setelah itu, kamu akan diarahkan ke menu “Trades” untuk melakukan transaksi jual beli. Berikut tampilannya.

Gambar Platform Binance

Menu Trades terdiri dari berbagai informasi, yaitu sebagai berikut.

  1. Buy dan Sell – pilihan untuk membeli atau menjual crypto.
  2. 3333821 – merupakan harga BNB/IDRT per keping pada saat itu, yaitu Rp3.333.821.
  3. Amount (BNB) – merupakan informasi jumlah kepingan koin BNB yang akan dibeli.
  4. 25%, 50%, 75%, 100% – pilihan nominal pembelian mata uang kripto dalam bentuk persentase. Sebagai contoh, bila memilih 25%, artinya kamu membeli BNB sebanyak 25% dari modal yang tersedia di akun Binance.
  5. Total (IDRT) – pilihan nominal pembelian mata uang kripto dalam dalam nominal rupiah.
  6. Buy BNB – menu untuk melakukan eksekusi pembelian cryptocurrency, dalam hal ini Binance Coin (BNB).

Ilustrasi: jika kamu membeli BNB/IDRT dengan modal Rp 250 ribu pada harga Rp3.333.821 per keping, maka kamu akan memperoleh sebanyak 0,074 keping BNB.

Cara Beli Cryptocurrency di Binanace

Tips Investasi Cryptocurrency untuk Pemula

Setelah mengetahui proses cara beli cryptocurrency, penting juga untuk memahami seperti apa strategi investasi cryptocurrency yang aman dan menguntungkan khususnya bagi pemula. Setidaknya ada empat (4) tips yang dapat kamu pertimbangkan.

Tips pertama, pilih aset kripto yang memiliki proyek bagus dan bukan hanya sekadar proyek coba-coba. Dilansir money.usnews.com, ada tujuh (7) cryptocurrency terbaik untuk dijadikan instrumen investasi, yaitu, Bitcoin (BTC), Bitcoin Cash (BCH), Litecoin (LTC), Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), Tron (TRN).

Tips kedua, beli mata uang kripto dengan strategi buy on weakness (BOW) – beli pada harga bawah/lemah. Strategi BOW menginstruksikan untuk membeli cryptocurrency di area support, yaitu level harga yang tertahan di area bawah yang kemudian menunjukkan pembalikan arah (naik ke atas). Strategi ini berkaitan erat dengan waktu atau timing membeli.

Kebalikan dari support yaitu resistance, yaitu level harga yang tertahan di area atas yang kemudian menunjukkan pembalikan arah (turun ke bawah). Kesalahan umum pemula yaitu membeli aset di area resistance. Risiko beli di harga resistance yaitu harga aset akan kembali ke bawah (turun) menuju area support. Perlu kamu ketahui, support dan resistance merupakan bagian dari materi analisis teknikal (technical analysis) suatu aset keuangan. Intinya, analisis teknikal menekankan pada timing terbaik dalam membeli dan menjual aset sehingga diharapkan dapat memaksimalkan profit.

Tips ketiga, gunakan money management. Secara ringkas, money management adalah cara mengelola uang dalam kegiatan perdagangan aset. Biasanya, strategi ini bertujuan untuk mengendalikan risiko investasi. Salah satu contoh money management yaitu dengan melakukan cut loss atau stop loss ketika harga aset kripto turun menyentuh level harga tertentu. Tujuannya yaitu untuk membatasi risiko penurunan harga yang lebih dalam.

Tips terakhir, gunakan dana/uang dingin. Pada dasarnya, uang yang digunakan untuk investasi adalah uang dingin atau dana yang tidak dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Sebagai contoh, kamu punya gaji Rp 5 juta sebulan. Total biaya hidup atau pengeluaran bulanan misalnya Rp 3 juta. Dengan begitu, sisanya Rp 2 juta boleh digunakan untuk investasi. Jangan sampai kamu memaksakan diri untuk berinvestasi lebih dari Rp 2 juta. Otomatis itu akan mengganggu kebutuhan pokok. Satu hal lagi, jangan pernah menggunakan utang/pinjaman untuk investasi. Itu sangat dilarang!

Happy Investing!

Setelah memahami cara beli cryptocurrency dan tips investasi aset kripto yang aman dan menguntungkan, tahap selanjutnya yaitu menikmati kegiatan dan hasil investasi. Karena tujuannya investasi jangka panjang, maka kamu tidak perlu khawatir dengan fluktuasi harga cryptocurrency. Ketika kamu yakin dengan aset kripto yang dipilih, mudah-mudahan itu akan memberikan return terbaik. Selain itu, pastikan juga untuk tidak menempatkan semua modal kamu di aset kripto. Cara investasi terbaik yaitu dengan diversifikasi – berinvestasi di berbagai instrumen keuangan. Jika kamu punya modal investasi Rp 100 juta, kamu bisa diversifikasi ke saham, reksa dana, obligasi, forex, dan cryptocurrency. Intinya, jangan menempatkan semua dana investasi ke dalam satu jenis aset keuangan saja.

error: Content is protected !!