Pengertian Pasar Uang: Fungsi, Tujuan, Instrumen, Mekanisme, Pelaku

Pasar keuangan atau financial markets adalah tempat terjadinya transaksi berbagai instrumen keuangan dengan melibatkan berbagai pihak. Ada dua jenis pasar keuangan, yaitu pasar modal (capital market) dan pasar uang (money market). Pada kesempatan ini, invesnesia akan membahas apa itu pasar uang – mulai dari pengertian, fungsi, tujuan, instrumen atau produk, pelaku (pihak-pihak), dan mekanisme pasar uang.

Pengertian Pasar Uang

Gambar Pasar Uang

Apa itu pasar uang? Menurut Kidwell et al (2012), pasar uang adalah tempat di mana bank komersial dan bisnis menyesuaikan likuiditas dengan cara meminjam (borrowing), memberi pinjaman (lending), dan investasi (investing) untuk jangka waktu yang relatif singkat. Sedangkan menurut KBBI, pasar uang adalah pasar abstrak untuk mempertemukan permintaan (demand) dan penawaran (supply) dana dalam jangka pendek (< 360 hari) dari pihak pemodal dan pencari modal.

Gambaran Umum Pasar Uang

Menurut Choudhry (2001), pasar uang adalah salah satu pasar terbesar dan teraktif di dunia, khususnya dalam volume perdagangan. Pasar uang menyediakan berbagai jenis surat berharga yang memiliki jangka waktu 1 – 12 bulan sehingga menimbulkan kewajiban atau utang jangka pendek.

Utang pasar uang (money market debt)  merupakan bagian penting dari pasar keuangan global karena memberikan fasilitas bagi kelancaran industri perbankan dan menyediakan modal kerja bagi perusahaan. Keragaman produk pasar uang memberikan kesempatan dan peluang bagi pengguna untuk kemungkinan pendanaan.

Instrumen pasar uang memungkinkan emiten, baik organisasi keuangan maupun korporasi, untuk mengumpulkan dana bersifat jangka pendek dengan tingkat suku bunga yang relatif rendah. Pihak seperti pemerintah menerbitkan obligasi (Treasury bills), perusahaan menerbitkan surat berharga (seperti comercial papers), dan bank yang menerbitkan tagihan dan sertifikat deposito.

Pada saat yang sama, investor tertarik berinvestasi di pasar uang karena instrumen atau produk yang ditawarkan sangat likuid dan memiliki risiko kredit yang relatif rendah. Misalnya, obligasi pemerintah atau Treasury bills. Di negara mana pun, Treasury bills atau T-Bills adalah instrumen dengan risiko paling rendah, namun imbal hasil (return) yang dihasilkan juga lebih rendah dari instrumen utang.

Jika dilihat dari jenis mata uang, pasar uang (money market) terbagi menjadi dua jenis, yaitu pasar domestik dan pasar valuta asing (valas). Pasar uang dapat disebut efisien jika mampu melakukan transfer uang (dana) dari unit surplus ke unit defisit dalam jumlah (nominal) besar dengan waktu yang relatif singkat dan biaya yang sangat rendah.

Fungsi Pasar Uang

Setelah memahami pengertian pasar uang beserta gambaran umumnya, lalu apa fungsi pasar uang (money market)? Di dalam kegiatan ekonomi, pasar uang memiliki peran yang sangat penting. Menurut Direktorat Riset Ekonomi & Kebijakan Moneter, ada lima (5) fungsi pasar uang, yaitu sebagai berikut.

  • Fungsi likuiditas
  • Fungsi Kebijakan
  • Fungsi Informasi
  • Akumulasi Kekayaan
  • Alokasi Kekayaan

#1. Fungsi Likuiditas

Fungsi pasar modal yang pertama yaitu sebagai likuiditas, baik bagi investor (sebagai pemilik dana) maupun bagi pengusaha (peminjam dana). Bagi investor, kelebihan kas (uang tunai) yang dimiliki lebih baik disimpan di instrumen pasar uang seperti deposito dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) agar bisa memperoleh pendapatan jangka pendek. Sementara bagi pengusaha, pasar uang dapat dijadikan sebagai sumber modal jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan bisnis.

#2. Fungsi Kebijakan

Bagi pemerintah, pasar uang dapat dijadikan sarana kebijakan khususnya terkait kebutuhan perekonomian. Sebagai contoh, produk surat berharga pemerintah atau yang diterbitkan bank sentral seperti SBI dapat berfungsi sebagai alat kontrol likuiditas dan stabilitas nilai tukar mata uang. Dengan kata lain, manfaat adanya fungsi kebijakan penerbitan SBI dapat menjaga perekonomian secara makro.

#3. Fungsi Informasi

Fungsi pasar uang selanjutnya yaitu sebagai sarana informasi. Maksudnya, perkembangan pasar uang bisa memberikan manfaat berupa informasi bagi pelaku-pelaku di pasar uang, seperti perbankan, perusahaan, pemerintah, dan otoritas moneter – terkait arah kebijakan, kondisi moneter, preferensi, dan tingkah laku peserta pasar uang. Selain itu, informasi pasar uang juga memberikan gambaran mengenai kondisi dan prospek ekonomi domestik dan luar negeri.

#4. Akumulasi Kekayaan

Bagi masyarakat, pasar uang adalah wadah yang tepat untuk meningkatkan aset (kekayaan) atau disebut juga sebagai akumulasi kekayaan (accumulation of wealth). Imbal hasil (keuntungan) dari aktivitas investasi sangat bergantung pada produk pasar uang yang dipilih, apakah deposito, SBI, commercial papers, Treasury bills, atau lainnya.

Jika kamu adalah investor dengan profil risiko risk averse atau tidak terlalu menyukai risiko, memilih instrumen (produk) pasar uang adalah pilihan yang tepat. Investasi di pasar uang juga dapat dilakukan secara langsung ke bank, atau melalui reksa dana pasar uang (lebih menguntungkan karena bebas pajak). Inilah bisa menjadi keunggulan dan manfaat pasar uang. Baca juga: 12 Alasan Investasi Reksa Dana adalah Investasi Terbaik.

#5. Alokasi Kekayaan

Selain dapat digunakan sebagai sarana akumulasi kekayaan, pasar uang juga berfungsi sebagai alokasi kekayaan atau allocation of wealth. Konsep alokasi kekayaan lebih berfokus pada diversifikasi aset yang dimiliki investor. Investasi di pasar uang dapat dijadikan sebagai lindung nilai (hedging) yang sering kali dijadikan strategi manajemen risiko untuk meminimalkan risiko investasi.

Misalnya, investor berinvestasi pada instrumen pasar modal, seperti saham – yang notabene memiliki risiko relatif tinggi. Nah, untuk meminimalkan risiko aset keuangan (finansial assets), investor dapat membentuk portofolio dengan berinvestasi di instrumen yang rendah risiko – seperti produk pasar uang. Dengan begitu, diharapkan dapat menghasilkan keseimbangan untuk meminimalkan risiko aset.

Tujuan Pasar Uang

Secara umum, tujuan pasar uang dapat dilihat dari dua perspektif, yaitu bagi pemilik dana dan peminjam dana. Bagi pemilik dana, tujuan investasi di pasar uang yaitu untuk mendapatkan keuntungan dari suku bunga, membantu pihak yang membutuhkan modal, dan sebagai sarana hedging. Sedangkan bagi peminjam dana, pasar uang dapat dijadikan sebagai wadah untuk memenuhi kebutuhan likuiditas, modal kerja (bisnis), dan kebutuhan jangka pendek lainnya.

Produk & Instrumen Pasar Uang

Ada banyak produk atau instrumen pasar uang yang menawarkan return menarik dengan tingkat risiko yang relatif kecil. Berikut ini contoh instrumen pasar uang yang paling populer.

  1. Sertifikat Deposito
  2. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
  3. Surat Berharga Komersial (SBK)
  4. Pinjaman Aksep atau Aksep Bank (Banker’s Acceptances)
  5. Treasury Bills

#1. Sertifikat Deposito (Certificate of Deposit)

Pengertian Sertifikat Deposito adalah tanda terima dari bank untuk simpanan yang telah ditentukan jangka waktu dan tingkat suku bunganya. Nasabah yang menempatkan sejumlah uang di rekening bank berhak atas imbal hasil (return) berupa bunga (%). Umumnya, bunga deposito berkisar antara 4 – 6% per tahun. Jangka waktu simpanan deposito secara teoretis yaitu maksimal 1 tahun, namun dalam praktiknya, tenor depostio bisa sampai 2 tahun. Bunga deposito biasanya lebih kecil dari kupon obligasi.

#2. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

Pengertian Sertifikat Bank Indonesia (SBI) adalah salah satu produk pasar uang berupa surat berharga sebagai bukti pengakuan utang yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral. Tujuan penerbitan SBI biasanya untuk mengontrol jumlah uang beredar, mencegah inflasi, dan menjaga stabilitas nilai tukar. Jangka waktu SBI lebih singkat dari deposito, yaitu < 1 tahun, misalnya periode 1, 3, 6, 9, atau 12 bulan. Tingkat suku bunga SBI akan mengacu pada BI Rate (BI 7-Day Repo Rate).

#3. Surat Berharga Komersial (SBK)

Surat Berharga Komersial (SBK) atau lebih populer disebut sebagai commercial paper (CP) adalah surat promes tanpa jaminan (unsecured promissory note) yang diterbitkan oleh perusahaan yang memiliki bisnis besar (Kidwell et al, 2012). Di Amerika, SBK juga disebut IOU.

Pada bulan September 2017, Bank Indonesia (BI) menerbitkan aturan tentang SBK di pasar uang dengan tujuan untuk mengaktifkan kembali instrumen tersebut sebagai pembiayaan jangka pendek oleh perusahaan non-bank. Ketentuan SBK telah tertuang di dalam dalam Peraturan Bank Indonesia atau PBI No. 19/9/PBI/2017 yaitu tentang Penerbitan & Transaksi SBK di Pasar Uang. PBI tersebut telah berlaku sejak 4 September 2017, sedangkan aturan terkait pendaftaran SBK telah diberlakukan sejak 2 Januari 2018.

Dengan adanya PBI SBK, diharapkan bisa melengkapi instrumen pasar uang sehingga pelaku ekonomi memiliki alternatif instrumen pendanaan selain kredit perbankan. Bagi perusahaan besar yang bonafide, membiayai kegiatan bisnis dengan menerbitkan commercial paper (CP) jauh lebih murah dan efisen dibandingkan dengan pinjaman atau kredit bank.

Sebagai contoh di Amerika Serikat, perusahaan penerbit CP bisa dengan cepat dan efisien dalam menghimpun dana dengan biaya pendaftaran yang relatif murah pada Securities Exchange Commission (SEC). Selain itu, penjualan CP juga dapat dilakukan secara langsung dan melaui independent dealers. Bagi investor, CP bisa menjadi alternatif investasi dengan imbal hasil yang kompetitif.

#4. Aksep Bank (Banker’s Acceptances)

Menurut Choudhry (2001), akseptasi bankir atau aksep bank adalah janji tertulis yang dikeluarkan oleh peminjam dana kepada bank untuk membayar kembali dana yang telah dipinjam. Bank pemberi pinjaman meminjamkan dana dan sebagai gantinya menerima penerimaan bankir. Penerimaan akseptasi dapat dinegosiasikan dan bisa dijual di pasar sekunder.

Investor yang membeli aksep bank dapat menagih pinjaman pada hari pembayaran jatuh tempo. Jika peminjam gagal bayar, investor memiliki bantuan hukum kepada bank yang melakukan penerimaan pertama. Aksep bank juga dikenal sebagai wesel (bills of exchange), tagihan bank (bank bills), tagihan perdagangan (trade bills), atau tagihan komersial (commercial bills).

#5. Treasury Bills (T-Bills)

Menurut Choudhry (2001), Treasury bills atau T-bills adalah surat utang dari pemerintah yang bersifat jangka pendek, sering kali jatuh tempo dalam tiga bulan. Misalnya, jika ada tagihan yang dikeluarkan pada 10 Januari, maka jatuh tempo pada 10 April. Tagihan jatuh tempo satu bulan dan enam bulan juga dapat diterbitkan, tetapi jarang terjadi di pasar Inggris.

Pada saat jatuh tempo, pemegang T-Bills akan menerima nilai nominal tagihan tersebut dengan menyerahkannya kepada Bank Sentral. Di Inggris, sebagian besar tagihan semacam itu menggunakan mata uang Pound Sterling (£) tetapi juga bisa dalam mata uang Euro (€).

Menurut Kidwell et al (2012), Treasury bills adalah kewajiban (utang) yang diterbitkan langsung oleh pemerintah Amerika Serikat dan karenanya dianggap tidak memiliki risiko gagal bayar. Mereka dijual mingguan dan memiliki jangka waktu antara 3 bulan hingga 1 tahun. Lembaga keuangan, perusahaan, dan individu membeli sekuritas ini untuk tujuan likuiditas dan keamanan utang pokok.

Menurut Choudhry (2001), Treasury bills Amerika Serikat (US Treasury bills) adalah salah satu instrumen surat berharga (utang) yang paling likuid dan paling transparan di dunia. Departemen Keuangan menerbitkan tagihan pada lelang mingguan setiap hari Senin, terdiri dari tagihan 91 hari dan 182 hari. Setiap minggu keempat, Departemen Keuangan juga menerbitkan tagihan 52 minggu sehingga ada banyak tagihan T-Bills yang terhutang pada satu waktu. Bunga yang diperoleh dari Treasury bills tidak akan dikenakan pajak pendapatan negara bagian dan lokal.

Pelaku-Pelaku di Pasar Uang

Pelaku Pasar Uang

Siapa saja pihak-pihak atau para pelaku di pasar uang? Secara umum, para pelaku utama dari kegiatan di pasar uang, yaitu sebagai berikut:

  1. Bank Komersial – memiliki tiga peran, sebagai lembaga perantara untuk proses permintaan dan penawaran dana (uang), sebagai dealer di pasar over-the-counter (OTC) untuk produk derivatives, dan sebagai pemberi jasa fee base income.
  2. Pemerintah – pemerintah pusat dan daerah membutuhkan dana talangan (bridging funds) dengan jumlah yang besar untuk membiayai proyek-proyek pemerintah.
  3. Perusahaan – perusahaan swasta non-bank biasanya membutuhkan instrumen pasar uang untuk memenuhi kebutuhan bisnis.
  4. Money Market Mutual Funds (MMMFs) – beroperasi dalam bentuk perusahaan broker untuk kelompok reksa dana. MMMFs atau juga disebut money market funds (MMF) adalah reksa dana yang diinvestasikan 100% pada instrumen pasar uang jangka pendek. Investor dapat berpartisipasi dalam portofolio yang lebih beragam daripada berinvestasi secara mandiri.
  5. Brokers dan Dealers – pihak-pihak yang memasarkan produk perbankan, baik di pasar perdana maupun pasar sekunder.
  6. Bank Sentral – salah satu pelaku utama di pasar uang karena memiliki tanggung jawab dan tugas untuk menjaga stabilitas moneter melalui pengendalian jumlah likuiditas di pasar uang.

Mekanisme Pasar Uang

Pasar uang terdiri dari sekumpulan pasar, masing-masing memperdagangkan instrumen keuangan yang sangat berbeda. Tidak ada organisasi formal untuk pasar uang, seperti halnya Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai regulator dan penyelenggara di pasar modal. Sebenarnya, inti dari aktivitas di pasar uang adalah para dealer dan broker yang berspesialisasi dalam satu atau lebih instrumen pasar uang. Dealer membeli sekuritas untuk posisi mereka sendiri dan menjual dari persediaan sekuritas saat perdagangan terjadi.

Transaksi sekuritas diselesaikan secara elektronik atau melalui telepon. Peserta atau pelaku pasar uang terhubung secara elektronik. Pasar uang juga berbeda dari pasar keuangan (financial markets) lainnya karena merupakan pasar grosir dan transaksi yang terjadi begitu besar. Meskipun beberapa transaksi kecil dapat terjadi, namun kebanyakan transaksi di pasar uang melibatkan jumlah uang yang relatif besar.

Transaksi pasar uang disebut juga sebagai transaksi pasar terbuka karena sifatnya yang impersonal dan kompetitif. Sebagai contoh di Amerika Serikat, bank yang memperdagangkan dana federal (federal funds) meminta tawaran dari sejumlah pialang, menjual dengan harga tertinggi, dan membeli dengan harga terendah.

Namun, tidak semua transaksi pasar uang sepenuhnya bersifat terbuka seperti halnya pasar dana federal. Sebagai contoh, bank di pasar uang sering “mengakomodasi” dealer yang merupakan nasabah bank dengan menjual sertifikat deposito agar dapat dinegosiasikan kepada bank, meskipun bank tidak secara aktif mencari dana dengan suku bunga pasar yang berlaku.

Jadi di pasar uang, ada yang memberi, tidak banyak dalam bentuk konsesi harga tetapi dalam bentuk akomodasi. Pusat transaksi pasar uang adalah ruang perdagangan dealer dan broker. Saat pasar buka, setiap ruang ditandai dengan ketegangan dan hiruk pikuk aktivitas. Setiap trader duduk di depan komputer dan telepon yang menghubungkan dealer ke dealer lain dan pelanggan utama mereka.

Selain itu, pembayaran untuk sekuritas yang diperdagangkan di pasar uang semudah melakukan transaksi melalui telepon. Sebagian besar transaksi diselesaikan dengan dana yang tersedia segera, dengan pihak-pihak yang terlibat menginstruksikan Bank Sentral untuk mentransfer dana dari akun rekening bank milik pelanggan ke akun pihak bank lainnya.

Simpulan

Pada dasarnya, instrumen pasar uang adalah tempat yang tepat dijadikan wadah investasi bagi masyarakat pemodal (investor). Sedangkan bagi peminjam dana seperti perusahaan, instrumen pasar uang dapat berfungsi untuk memenuhi likuiditas jangka pendek. Dengan memahami makalah atau materi pasar uang ini, diharapkan bisa menambah pengetahuan pembaca sehingga tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan produk pasar uang di masa depan.

Referensi

Choudhry, M. (2001). The Bond and Money Markets: Strategy, Trading, Analysis. Woburn: Butterworth-Heinemann.

Kidwell, D. S., Blackwell, D. W., Whidbee, D. A., & Sias, R. W. (2012). Financial Institutions, Markets, and Money (11 th ed.). Hoboken: Wiley.

Mahmudi, M. (2005). Pasar Uang Rupiah. Jakarta: Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia (BI).

www.bi.go.id

Penting: Mohon mencantumkan sumber invesnesia.com jika mengutip isi artikel.

Tag: pengertian pasar uang, instrumen pasar uang, pelaku pasar uang, mekanisme pasar uang, fungsi dan tujuan pasar uang.

error: Content is protected !!