Investasi Reksa Dana Syariah − Modal Rp 10 Ribu untuk Pemula!

Masyarakat sudah semakin sadar betapa pentingnya berinvestasi. Ya, investasi adalah cara terbaik  menyelamatkan kehidupan di masa depan. Banyak instrumen dan produk investasi terbaik di tahun 2020. Reksa dana syariah adalah salah satu investasi terbaik yang bagus dan cocok untuk pemula. Kenapa? Karena investasi reksa dana syariah aman, halal, dan tidak butuh modal besar. Ya, investasi reksa dana syariah bisa dilakukan dengan modal kecil Rp 10 ribu! Reksa dana syariah juga sangat bagus untuk jangka panjang karena memiliki tingkat risiko yang relatif kecil.

Pada kesempatan ini, invesnesia akan menyajikan makalah atau materi reksa dana syariah lengkap untuk pemula. Pada bab awal, kamu akan diberikan penjelasan tentang apa itu reksa dana. Misalnya, apa pengertian reksa dana syariah, prinsip dan karakteristik reksa dana syariah. Kemudian, apa saja manfaat reksa dana syariah, jenis reksa dana syariah, dan contoh produk reksa dana syariah. Pada bagian akhir, kamu akan diberikan tips, panduan, dan cara investasi reksa dana syariah dengan modal kecil Rp 10 ribu. Bahkan, investasi reksa dana syariah bisa dilakukan secara online melalui aplikasi. Menarik! Nah, bagi pemula, silakan jadikan materi reksa dana syariah ini sebagai referensi investasi.

Pengertian Reksa Dana Syariah

Gambar Reksadana Syariah

Well, apa itu reksa dana syariah (sharia mutual funds)? Pengertian reksa dana syariah secara umum yaitu wadah atau tempat menghimpun dana investor, kemudian dana dikelola oleh Manajer Investasi (MI) dan diinvestasikan ke beragam aset atau produk syariah. Contoh instrumen aset syariah adalah saham syariah, obligasi syariah (sukuk), dan produk pasar uang syariah. Konsep reksa dana syariah berbeda dengan reksa dana konvensional, perbedaan utamanya terletak pada mekanisme, prinsip, dan karakteristik produk. Singkatnya, reksa dana syariah adalah investasi yang taat pada hukum syariat Islam. Selain itu, reksa dana syariah tidak hanya memikirkan profit semata, melainkan juga perspektif investasi bertanggung jawab sosial (socially responsible investement). Jadi, produk reksa dana syariah terbaik bagi siapa pun yang tertarik investasi halal.

Apakah reksa dana syariah aman? Tentu saja, aman. Reksa dana syariah adalah salah satu produk syariah di Pasar Modal Indonesia, selain saham syariah, sukuk, ETF syariah, EBA syariah, dan DIRE syariah. Semua produk yang terdaftar di Pasar Modal Indonesia adalah legal karena mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagaimana yang diketahui, OJK adalah pihak yang bertugas dalam pengaturan dan pengawasan terhadap seluruh aktivitas jasa keuangan (financial service) di Indonesia, mencakup Pasar Modal, Perbankan, dan Industri Keuangan Non-Bank (INKB). Oleh karena itu, reksa dana syariah jauh dari investasi bodong (penipuan).

Perkembangan Reksa Dana Syariah

Produk reksa dana syariah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dari tahun ke tahun. Di tahun 2010, jumah reksa dana syariah hanya 48 produk. Pada tahun 2019, jumlah reksa dana syariah sudah meningkat lebih dari 500% menjadi 256 produk. Sedangkan di per Juni 2020, jumlah reksa dana syariah yang beredar bahkan sudah mencapai 282 produk. Berikut datanya.

Gambar jumlah reksa dana syariah yang beredar di Indonesia

Prinsip Reksa Dana Syariah

Apakah reksa dana syariah dijamin halal? Produk reksa dana syariah adalah halal karena dikelola dengan sistem dan prinsip syariah yang sesuai dengan ketentuan OJK. Berdasarkan POJK. No 19/POJK.04/2015, reksa dana syariah yang dimaksud dalam UU Pasar Modal dan pelaksanannya tidak bertentangan dengan sistem atau Prinsip Syariah di Pasar Modal. Jadi, penerbitan reksa dana syariah wajib memenuhi prinsip-prinsip syariah. Prinsip syariah di pasar modal yaitu akad, pengelolaan, dan portofolio investasi tidak bertentangan dengan prinsip syariat yang telah diatur dalam peraturan OJK terkait Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal.

Selain itu, produk reksa dana syariah juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Untuk kamu ketahui, DPS adalah perwakilan dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI). Tugas DPS adalah melakukan pengawasan terhadap kegiatan kelembagaan keuangan syariah agar memenuhi ketentuan, aturan, dan prinsip syariah dari Fatwa DSN MUI. Berikut contoh Proses Pengelolaan Reksa Dana Syariah.

Gambar proses pengelolaan reksadana syariah

Dewan Pengawas Syariah (DPS) adalah lembaga dengan wewenang untuk mengkaji, menggali, dan merumuskan prinsip hukum syariat dalam bentuk Fatwa Ulama. Kemudian, itu dijadikan sebagai pedoman dalam setiap aktivitas di lembaga keuangan syariah dan menyetujui efek-efek yang sesuai dengan nilai & prinsip syariah. Pedoman itu selanjutnya digunakan oleh komite investasi dalam merancang tujuan, kebijakan, dan strategi investasi yang dieksekusi oleh tim investasi dalam bentuk portofolio efek/surat berharga yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam.

Jenis Reksa Dana Syariah

Sebelum investasi reksa dana syariah, kamu harus tahu terlebih dahulu apa saja macam dan jenis reksa dana syariah. Dengan begitu, kamu bisa memilih dan membeli produk reksa dana syariah terbaik yang sesuai dengan preferensi pribadi. Ada 10 jenis reksa dana syariah yang perlu kamu ketahui, yaitu sebagai berikut.

  1. Reksa Dana Syariah Pasar Uang. Manajer Investasi menginvestasikan dana 100% ke produk pasar uang syariah dan/atau produk keuangan pendapatan tetap syariah yang ada di Indonesia dalam jangka waktu kurang dari satu tahun.
  2. Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap. Manajer Investasi menginvestasikan 80% dari total aset reksa dana syariah (Nilai Aktiva Bersih/NAB) ke produk syariah pendapatan tetap, sisanya 20% diinvestasikan ke produk syariah pasar uang.
  3. Reksa Dana Syariah Campuran. Manajer Investasi menginvestasikan maksimal 79% dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau Net Asset Value (NAV) ke berbagai aset keuangan syariah, mencakup saham syariah, sukuk, dan produk syariah pasar uang.
  4. Reksa Dana Syariah Saham. Manajer Investasi menginvestasikan minimum 80% dari NAB ke instrumen saham syariah.
  5. Reksa Dana Syariah Indeks. Manajer Investasi menginvestasikan dana ke indeks saham syariah, seperti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII), dan indeks syariah lainnya.
  6. Reksa Dana Syariah Terproteksi. Manajer Investasi menginvestasikan dana dengan komposisi minimum 70% ke efek syariah pendapatan tetap di Indonesia dan luar negeri, sisanya 30% diinvestasikan ke saham syariah yang diperdagangkan di luar negeri.
  7. Reksa Dana Syariah Berbasis Efek Luar Negeri. Reksa dana jenis ini menempatkan dana pada Efek Syariah Luar Negeri yang diterbitkan (published) oleh penerbit dari negara yang menjadi anggota (member) International Organization of Securities Commissions (IOSCO). Efek syariah tersebut telah ditandatangani secara utuh (full signatory) oleh pihak yang dikenal sebagai Multilateral Memorandum of Understanding Concerning Consultation and Coorperation and the Exchange of Information (IOSCO MMOU). Biasanya, nilai investasi awal untuk Efek Syariah Luar Negeri tersebut yaitu minimum 10.000 Dollar atau Rp 145 juta rupiah (kurs 14.500).
  8. Reksa Dana Syariah Berbasis Sukuk. Manajer Investasi menempatkan dana minimum 85% ke efek atau produk syariah berupa sukuk, baik sukuk negara (Surat Berharga Syariah Negara/SBSN) maupun surat berharga syariah komersial lain dengan jatuh tempo > 1 tahun.
  9. Reksa Dana Syariah KIK dengan UP yang Diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Jeni ini reksa dana syariah kontrak investasi kolektif (KIK) dengan unit penyertaan (UP) diperdagangkan di Exchange Traded Fund (ETF) akan menempatkan NAB pada efek ekuitas syariah. UP dari reksa dana syariah ini bisa ditransaksikan di bursa efek tanpa perantara Manajer Investasi.
  10. Reksa Dana Syariah KIK Penyertaan Terbatas. Reksa dana syariah jenis ini akan menempatkan dana ke efek (surat berharga) yang berkaitan dengan proyek dalam negeri. Sebagai contoh, proyek sektor infrastruktur, sektor riil, dan seterusnya. Reksa dana syariah ini biasanya ditawarkan kepada pihak tertentu saja, umumnya kepada Pemodal/Investor Profesional dengan kuota maksimal 50 orang. Jadi, 50 investor tersebut dianggap memiliki pengetahuan analisis keuangan dan investasi yang baik, serta memahami risiko dari produk investasi tersebut. Reksa dana syariah KIK penyertaan terbatas juga tidak boleh ditawarkan melalui penawaran umum dan pemakaian dana maksimal 10% diivestasikan ke produk pasar uang syariah.

Cara Kerja Reksa Dana Syariah

Cara kerja reksa dana syariah yaitu diawali dengan para investor (pemilik modal) menyetorkan uang atau modal kepada perusahaan Manajer Investasi (MI). Kemudian, Manajer Investasi akan mengelola dan menginvestasikan uang tersebut sesuai jenis produk reksa dana syariah yang dipilih. Sebagai contoh, kamu beli reksa dana syariah saham terbaik 2020 dengan harga NAB per unit (NAB/unit) sebesar Rp2.000. Kamu ingin berinvestasi dengan modal awal Rp 100 ribu. Dengan begitu, kamu akan memiliki unit penyertaan (UP) sebanyak 50 unit penyertaan (UP) yang diperoleh dari Rp 100 ribu : Rp2.000 = 50 UP.

Apa itu NAB? Singkatnya begini, NAB atau Nilai Aktiva Bersih adalah total nilai investasi suatu produk reksa dana. Dengan kata lain, NAB adalah nilai keseluruhan modal yang dimiliki investor terhadap suatu produk. Lalu, apa itu NAB/unit penyertaan? NAB/unit adalah harga acuan dari produk reksa dana syariah. Jadi, ketika investor ingin beli reksa dana syariah, harga acuannya adalah NAB/unit. Istilah NAB dalam bahasa Inggris yaitu NAV atau Net Asset Value. NAB juga bisa disebut sebagai AUM atau Asset Under Management.

Manfaat Investasi Reksa Dana Syariah

Sebenarnya, tujuan utama berinvestasi yaitu memperoleh manfaat yang berupa keuntungan (profit). Meskipun begitu, manfaat investasi reksa dana syariah tidak hanya sekadar memperoleh profit saja, tetapi juga mencapai keberkahan. Ya, investasi reksa dana syariah merupakan cara halal dalam mendapatkan keuntungan sehingga diharapkan bisa menggapai keberhakan. Manfaat investasi reksa dana syariah lainnya yaitu nomimal investasi dengan modal kecil, mulai dari Rp 10 ribu. Dengan begitu, masyarakat menengah ke bawah pun juga bisa ikut berinvestasi untuk masa depan. Ditambah lagi dengan hasil keuntungan dari investasi reksa dana syariah yang bebas pajak (tidak dikenakan pajak). Selain itu, investasi reksa dana syariah juga bisa dilakukan secara online, yaitu melalui platform seperti aplikasi atau website. Jadi, nggak buang jauh-jauh kata “ribet” dalam berinvestasi.

Perbedaan Reksa Dana Syariah dan Konvensional

Produk keuangan di Indonesia umumnya memiliki dua jenis, yaitu produk keuangan konvensional dan produk syariah. Begitu juga dengan reksa dana yang terdiri dari reksa dana konvensional dan syariah. Apa perbedaan keduanya? Ada beberapa ciri-ciri atau karakteristik reksa dana syariah yang tidak dimiliki reksa dana konvensional. Pertama, reksa dana syariah diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Kedua, produk yang digunakan pasti masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES). Ketiga, reksa dana syariah memakai prinsip dan sistem investasi sesuai syariat Islam.

Kemudian, reksa dana syariah memakai sistem cleansing, yaitu pembersihan pendapatan (keuntungan) reksa dana syariah yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. Jika kedapatan ada keuntungan yang tidak sesuai syariat, maka hasil keuntungan tersebut akan disalurkan untuk amal. Penghasilan dari reksa dana syariah memang belum sempurna sehingga tidak menutup kemungkinan masuk keuntungan yang tidak sesuai syariah. Jadi, dengan adanya cleansing, reksa dana syariah akan lebih terjaga dari perkara haram. Untuk lebih jelas, berikut tabel perbedaan reksa dana syariah dan reksa konvensional.

Gambar Perbedaan Reksa Dana Konvensional dan Syariah

Contoh Produk Reksa Dana Syariah

Apa sih contoh reksa dana syariah terbaik di Indonesia? Apakah ada reksa dana syariah BNI, BRI, BCA, dan Bank Mandiri? Perlu kamu ketahui, bank tidak memiliki produk reksa dana, baik reksa dana syariah maupun reksa dana konvensional. Bank adalah salah satu Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD). Apa itu APERD? Singkatnya, APERD adalah perusahaan/institusi/pihak yang memasarkan produk reksa dana, bisa berupa Bank, Sekuritas/Perusahaan Efek, Financial Technology (Fintech), dan sebagainya. Lalu, siapa pihak yang punya mengelola produk reksa dana? Reksa dana dikelola oleh Manajer Investasi. Jadi, jika kamu ingin investasi reksa dana syariah terbaik 2020, maka kamu bisa langsungs mengunjungi perusahaan Manajer Investasi atau melalui APERD.

Apa perbedaan beli reksa dana dari Manajer Investasi dan APERD? Jika kamu daftar dan beli reksa dana melalui Manajer Investasi, maka produk reksa dana yang tersedia hanya dari satu Manajer Investasi itu saja. Sedangkan jika kamu daftar dan beli reksa dana melalaui APERD, kamu bisa melihat berbagai produk reksa dana syariah dari berbagai perusahaan Manajer Investasi sekaligus. Ada yang bertanya, bagaimana dengan reksa dana syariah BNI, reksa dana syariah BRI, reksa dana syariah BCA, dan reksa dana syariah Mandiri? Itu artinya produk reksa dana syariah apa saja yang tersedia di masing-masing bank tersebut. Sebagai contoh, produk reksa dana syariah yang dipasarkan oleh BCA yaitu:

  • BNP Paribas Pesona Syariah, yaitu jenis reksa dana syariah saham yang diluncurkan pada 07 Mei 2007, dengan total AUM per 06 Agustus 2020 sebesar Rp642.406.720.000 dan NAB/unit senilai Rp2.117,52.
  • Schroder Syariah Balanced Fund , yaitu jenis reksa dana syariah campuran yang diiterbitkan pada 11 Mei 2009, dengan total AUM per 06 Agustus 2020 sebesar Rp 281.216.240.000 dan NAB/unit senilai Rp2.344,91.

Panduan Beli Reksa Dana Syariah Modal Kecil 10 Ribu

Bagaimana cara investasi reksa dana syariah modal Rp 10 ribu untuk pemula? Kamu bisa membeli reksa dana melalui Bukalapak dana/atau Tokopedia. Bukalapak bekerja sama dengan Bareksa selaku APERD yang kemudian meluncurkan BukaReksa. Jadi, BukaReksa adalah fitur dari Bukalapak yang menyediakan wadah atau sarana investasi reksa dana secara online. Tidak mau ketinggalan, Tokopedia juga bekerja sama dengan Bareksa dengan meluncurkan Tokopedia Reksadana. Nah, investasi reksa dana syariah di Bukareksa dan Tokopedia Reksadana bisa dilakukan secara online melalui aplikasi/website dari kedua marketplace tersebut.

Sebagai panduan dan cara beli reksa dana syariah secara online di Bukalapak dan Tokopedia, silakan baca di artikel kami sebelumnya, klik di sini.

Simpulan

Sebenarnya, proses dan cara investasi reksa dana syariah hampir sama dengan reksa dana konvensional. Bedanya hanya pada pemilihan produk reksa dana saja. Apakah reksa dana syariah lebih baik dari reksa dana konvensional? Tergantung pribadi masing-masing. Hanya saja, investasi reksa dana syariah tidak selalu berbicara tentang keuntungan melainkan juga tentang halal dan berkah. Meskipun begitu, kembali lagi kepada individu masing-masing: prinsip apa yang dianut. Apapun produk reksa dana yang kamu pilih, jangan lupa mempelajari produk yang kamu pilih. Sebagai contoh, kamu bisa membaca prospektus dan fund fact sheet (FFS) dari produk reksa dana syariah. Di sana, kamu akan mengetahui dengan lengkap semua tentang produk reksa dana yang kamu pilih. Selain itu, pastikan juga kamu memiliki perencanaan investasi yang bagus sehingga tujuan investasi bisa tercapai. Well, semoga investasi kamu lancar jaya, ya!

Daftar Pustaka

Firmansyah, L. (2020). Penerapan dan Perkembangan Reksadana Syariah di Indonesia. Vol. 2 (1): 67 – 80.

Hartono, J. (2010). Portfolio Theory and Investment Analysis. 7th ed. Yogyakarta: BPFE.

Pangestuti. F. R. I., Wahyudi. S., & Robiyanto. (2017). Performance Evaluation of Equity Mutual Funds in Indonesia. Vol. 21 (4): 527 – 542.

Soemitra, A. (2010). Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Jakarta: Prenada Media Kencana.idx.co.id

ksei.co.id

ojk.go.id

Penting: Mohon mencantumkan sumber invesnesia.com jika mengutip sebagian atau seluruh isi artikel.

Tag: pengertian reksadana syariah, reksadana syariah adalah, apa itu reksa dana syariah. Jenis reksadana syariah, manfaat dan keunggulan reksadana syariah. Panduan dan cara beli reksa dana syariah untuk pemula dengan modal kecil Rp 10 ribu. Contoh produk reksa dana syariah terbaik 2020. Perbedaan reksadana konvensional dan syariah dan investasi reksa dana syariah yang bagus.

error: Content is protected !!