15 Tips Sukses Investasi Reksa Dana bagi Pemula

Sebelum membahas tips sukses investasi reksa dana, invesnesia akan menyampaikan beberapa hasil survei mandiri yang telah dilakukan. Ketika invesnesia bertanya kepada masyarakat, apakah mereka tertarik untuk berinvestasi? Sebagian besar menjawab tertarik. Artinya, masyarakat paham bahwa investasi adalah keniscayaan dan cara terbaik mempersiapkan kesejahteraan di masa depan. Akan tetapi, ketika masyarakat ditanya: mau investasi di mana? Mereka agak kebingungan, namun secara umum mereka lebih banyak menjawab investasi deposito dan investasi emas. Apakah mereka salah? Tidak, deposito dan emas termasuk instrumen investasi yang bagus untuk pemula. Namun, apakah investasi deposito dan investasi emas adalah yang terbaik untuk pemula? Mari kita bahas.

Baca juga: Bahas Tuntas Reksa Dana Konvensional dan Syariah, Dijamin Lengkap!

Jika investasi terbaik dlihat dari tingkat risiko, maka deposito dan emas memiliki risiko yang lebih kecil reksa dana. Namun, itu sebanding dengan tingkat keuntungan (return) yang dihasilkan. Ya, investasi reksa dana akan jauh lebih menguntungkan dari deposito dan emas. Meskipun profit reksa dana lebih baik dari deposito dan emas, bukan berarti reksa dana punya risiko tinggi. Produk reksa dana memiliki risiko rendah, hanya saja risiko reksa dana tidak lebih rendah dari produk deposito dan emas. Sebenarnya, imbal hasil yang diperoleh dari investasi reksa dana sebanding dengan risikonya. Dengan kata lain, risiko dan return reksa dana adalah seimbang (balance).

Kekurangan deposito terletak dari ketidakmampuannya dalam melawan inflasi karena suku bunga deposito terbatas di kisaran rata-rata 5% per tahun. Investasi deposito juga dikenakan potongan pajak dan tidak cocok untuk investasi jangka panjang. Sedangkan investasi emas, kekurangannya terletak pada imbal hasil (return) yang paling rendah dibandingkan produk investasi lain, yaitu di bawah 4% per tahun. Emas akan lebih tepat digunakan untuk dana darurat dan investasi ketika terjadi krisis ekonomi. Kenapa? Itu karena emas bersifat likuid, tahan dari berbagai sentimen eksternal, tahan inflasi, dan termasuk aset yang paling aman. Intinya, investasi emas hanya cocok untuk melindungi aset dari penurunan nilai (value). Lalu, bagaimana dengan investasi reksa dana?

Reksa Dana Banyak Keunggulan

Gambar Investasi Reksadana
Gambar reksadana (mutual funds)

Investasi reksa dana memiliki keuntungan yang lebih tinggi dari deposito dan emas, bisa di atas 10% per tahun. Selain itu, reksa dana memiliki jenis produk yang bermacam-macam. Sebagai contoh, reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap (utang), reksa dana campuran, reksa dana saham (efek), dan reksa dana indeks. Dengan variasi produk yang banyak, masyarakat pemula bisa memilih sesuai dengan profil risiko masing-masing. Tidak hanya itu, investor juga bisa memilih investasi reksa dana syariah yang kesyariahannya sudah dijamin oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Baca juga: Kenapa Reksa Dana Cocok untuk Pemula? Ini Jawabannya!

Perlu kamu ketahui, reksa dana adalah wadah berkumpulnya dana/modal dari masyarakat. Kemudian, dana tersebut dikelola oleh pihak profesional yang ahli di bidang investasi, yaitu Manajer Investasi (MI). That’s why investasi reksa dana tergolong rendah risiko karena dikelola oleh ahli yang memiliki pengalaman dalam bidang investasi. Jadi, produk reksa dana sangat cocok untuk pemula yang belum paham dunia investasi, memiliki keterbatasan waktu, informasi, serta akses dalam membeli produk. Daftar dan beli reksa dana juga bisa secara online, lho! Kamu pun juga bisa beli reksa dana dengan modal kecil mulai Rp 100 ribu! Nah, jika kamu tertarik dengan produk reksa dana, berikut ini invesnesia berikan tips dan cara sukses investasi reksa dana bagi pemula.

#1. Punya Tujuan Investasi

Memiliki tujuan investasi adalah hal penting yang akan menjadi pondasi. Apa tujuan kamu investasi reksa dana? Pertanyaan ini tidak akan sulit untuk dijawab jika kamu sudah memiliki rencana (planning) yang matang untuk jangka waktu tertentu. Ketika kamu memiliki tujuan yang jelas, kamu akan tahu ke mana arah investasi ke depan. Kamu juga pasti akan menyiapkan strategi khusus agar investasi reksa dana bisa menguntungkan. So, pastikan kamu mempersiapkan diri dengan memiliki tujuan investasi yang jelas. Jangan hanya sekadar coba-coba, nanti hasil investasi malah tidak optimal.

#2. Perbanyak Referensi

Sebelum melakukan investasi reksa, ada baiknya kamu membekali diri dengan belajar dan memperbanyak referensi. Banyak sekali referensi yang bisa kamu gunakan, contoh salah satunya yaitu artikel-artikel yang ada di blog invesnesia ini. Selain itu, mungkin kamu juga bisa membeli beberapa buku reksa dana terbaik, baik terbitan lokal maupun luar negeri. Jika ingin lebih praktis, kamu bisa belajar dari pengalaman investasi reksa dana orang lain. Dari mereka, kamu akan mendapatkan tips dan cara investasi reksa dana yang lebih teknis yang mungkin tidak ada di buku. So, intinya kamu harus membekali diri dengan literasi yang cukup untuk mendapatkan hasil investasi maksimal.

#3. Tentukan Jangka Waktu Investasi

Menentukan jangka waktu investasi reksa dana juga tidak kalah penting. Reksa dana berbeda dengan deposito yang jangka waktu investasi terbatas dan telah ditentukan periodenya, seperti periode 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 8 bulan, 12 bulan, hingga 36 bulan. Sedangkan investasi reksa dana tidak terbatas waktu. Nah, di sini sangat penting bagi kamu untuk menentukan berapa lama akan berinvestasi reksa dana. Apakah 1 sampai 3 tahun atau di atas 5 tahun. Kamu bisa menyesuaikan jangka waktu investasi dengan tujuan keuangan kamu.

#4. Kenali Biaya-biaya dalam Reksa Dana

Investor pemula disarankan untuk mengenali apa saja biaya-biaya dalam reksa dana. Kenapa? Agar bisa mengerti seperti apa proses atau mekanisme investasi reksa dana. Sebagai contoh, harga acuan suatu reksa dana adalah NAB per unit penyertaan (UP) atau sering disingkat NAB/UP. Nah, investor pemula harus tahu bagaimana pembentukan harga NAB/UP tersebut. Singkatnya, NAB adalah nilai aktiva bersih atau total nilai investasi suatu produk reksa dana. Sedangkan NAB/UP dihasilkan dari NAB dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang beredar sehingga dihasilkan harga reksa dana (NAB/UP). Total NAB merupakan nilai bersih investasi setelah dikurangi biaya-biaya operasional, seperti biaya bank kustodian, biaya pengelolaan, dan lainnya. Selain itu, kamu juga harus tahu berapa biaya pembelian (subscription fee), biaya pengalihan unit (switching fee), dan biaya penjualan (redemption fee) reksa dana.

#5. Pahami Profil Risiko Pribadi

Investasi tidak bisa lepas dari risiko (risk) karena tidak ada satu pun investasi yang benar-benar bebas risiko. Begitu juga dengan investasi reksa dana yang mengandung sejumlah risiko. Nah, itulah pentingnya kamu mengenali seperti apa profil risiko kamu. Apakah kamu seorang investor yang agresif (risk seeker), moderat (risk neutral), atau konservatif (risk averse). Kenapa mengenali profil risiko pribadi sangat penting? Itu nantinya terkait dengan produk reksa dana yang kamu pilih. Ya, masing-masing produk reksa dana memiliki tingkat risiko yang beragam. Ingat, kamu yang mengenal dirimu lebih baik dari orang lain.

#6. Pilih Produk yang Tepat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa reksa dana terdiri berbagai jenis produk. Ada reksa dana pasar uang (PU), reksa dana pendapatan tetap (PT), reksa dana saham, reksa dana campuran, dan reksa dana indeks. Masing-masing jenis produk reksa dana memiliki tingkat risiko yang berbeda-beda. Oleh karena itu, produk reksa dana yang tepat adalah yang sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko kamu. Nah, selain reksa dana konvensional, sebenarnya kamu juga bisa memilih reksa dana syariah. Untuk reksa dana syariah, efek yang dipilih harus memenuhi syarat syariah. Contoh, reksa dana syariah berinvestasi pada produk bank syariah, sukuk, dan efek syariah lainnya. Reksa dana syariah tidak berinvestasi pada bank konvensional, obligasi, dan perusahaan dengan bisnis yang bertentangan dengan syariah.

#7. Pilih Manajer Investasi Terbaik

Tidak bisa dipungkiri, kinerja reksa dana sangat bergantung pada kemampuan Manajer Investasi dalam menempatkan aset. Itulah pentingnya untuk memilih Manajer Investasi (MI) yang sudah memiliki pengalaman dan track record bagus. Di dalam satu perusahaan MI, biasanya mereka menyediakan beberapa produk reksa dana. Untuk menentukan mana produk yang bagus, salah satunya bisa dilihat dari total dana kelolaan (Under Asset Management/AUM) reksa dana. Nilai AUM reksa dana yang besar dapat mengindikasikan produk reksa dana tersebut dipercaya oleh banyak investor sehingga menjadi pilihan utama. Oh ya, pastikan juga MI yang kamu pilih sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

#8. Pelajari Prospektus

Apa itu prosektus reksa dana? Prospektus reksadana adalah sebuah dokumen yang berisi informasi lengkap dari suatu produk reksa dana, mulai dari pembentukan reksa dana hingga informasi penyebarluasan prospektus. Di dalam prospektus juga terdapat formulir pembelian unit penyertaan (UP) reksa dana beserta formulir pembubaran (likuidasi). Meskipun begitu banyak informasi di dalam prospektus, namun ada beberapa poin informasi yang sangat penting diperhatikan ketika memilih produk reksa dana, yaitu sebagai berikut.

  • Manajer Investasi. Pada bagian ini, kamu akan melihat bagaimana pengalaman, track record, dan afiliasi dari Manajer Investasi.
  • Tujuan, Kebijakan, dan Pembatasan Investasi. Bagian ini berisi informasi terkait tujuan dan strategi reksa dana dalam mengalokasikan dana/aset investasi, serta juga batasan dalam investasi, seperti larangan MI dalam melakukan short selling dan margin.
  • Manfaat dan Faktor Risiko Investasi. Bagian berisi informasi terkait keuntungan dan keunggulan dari investasi reksa dana seperti diversifikasi produk, pengelolaan profesional, transparansi, dan pertumbuhan nilai aset. Selain itu, kamu juga akan melihat apa saja risiko investasi reksa dana, seperti penurunan nilai aset (NAB), risiko perubahan tingkat suku bunga, risiko likuiditas, risiko politik dan ekonomi, dan sebagainya.
  • Hak Pemegang Unit Penyertaan. Di sini kamu akan dijelaskan apa saja hak yang kamu miliki sebagai pemegang unit penyertaan reksa dana secara lengkap. Misalnya, hak memperoleh surat konfirmasi transaksi (SKT), hak informasi terkait perkembangan NAB setiap hari, dan laporan akun bulanan reksa dana.
  • Persyaratan & Tata Cara Pembelian, Penjualan Kembali, dan Pengalihan Reksa Dana. Pada bagian ini, kamu akan mengetahui prosedur dan mekanisme transaksi investasi reksa dana.

#9. Pelajari Fund Fact Sheet Reksa Dana

Apa itu fund fact sheet reksa dana? Fund fact sheet adalah sebuah laporan produk reksa dana yang diterbitkan oleh Manajer Investasi. Di dalam fund fact sheet berisi informasi terkait kinerja produk reksa dana, jumlah dana kelolaan, dan portofolio. Biasanya, fund fact sheet hanya terdiri dari 1 halaman karena merupakan ringkasan dari produk reksa dana. Nah, selain prospektus, investor reksa dana juga perlu melihat laporan ini.

#10. Pilih Platform yang Tepat

Mau beli reksa dana di mana? Setidaknya ada tiga (3) alternatif tempat membeli produk reksa dana yang bisa kamu pilih. Pertama, beli reksa dana langsung ke perusahaan Manajer Investasi. Kedua, beli reksa dana melalui Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), seperti pihak Bank (BCA, BRI, BNI, dan Mandiri). Ketiga, membeli reksa dana melalui APERD yang menyediakan platform supermarket reksa dana online, seperti Ipotfund, Bareksa, Tokopedia, dan Bukalapak. Silakan pilih platform investasi yang sesuai dengan keinginan kamu. Mau investasi reksa dana dengan modal minim Rp 10 ribu? Kamu bisa coba daftar dan beli produk melalui supermarket reksa dana online.

#11. Beli Reksa Dana secara Rutin

Salah satu tips dan cara investasi reksa dana terbaik yaitu dengan membeli produk reksa dana secara konsisten dan rutin. Kamu bisa membeli reksa dana misalnya setiap bulan. Kenapa harus rutin? Agar imbal hasil investasi bisa lebih optimal. Investasi reksa dana secara rutin memang membutuhkan kedisiplinan yang baik. Ini pasti mudah dilakukan bagi investor yang punya tujuan jelas dalam berinvestasi.

#12. Hindari Melakukan Trading

Apa itu trading reksa dana? Trading reksa dana dapat adalah kegiatan transaksi (beli dan jual) reksa dana untuk kepentingan jangka pendek. Motif utama trading yaitu keuntungan dari kenaikan harga reksa dana. Kenapa harus menghindari trading? Pertama, pergerakan harga reksa dana fluktuatif dalam jangka pendek. Kedua, trading akan menyebabkan beban fee transaksi menjadi lebih besar. Inilah pentingnya menentukan tujuan investasi di awal dan membuat perencanaan yang baik.

#13. Lakukan Pengalihan (Switching) jika Diperlukan

Sebenarnya, melakukan pengalihan reksa dana (switching) bukan hal yang dilarang, namun juga tidak akan baik jika over penggunaan. Umumnya, switching dilakukan ketika kinerja suatu produk reksa dana tidak maksimal. Hal ini membuat investor menjual produk reksa dana awal dan hasil penjualannya dialihkan ke produk reksa dana lain yang dianggap lebih menguntungkan. Ada beberapa hal yang harus kamu ketahui tentang pengalihan reksa dana.

Pertama, tidak ada jaminan pengalihan dana ke produk reksa dana yang baru akan memberikan kinerja bagus. Kedua, perpindahan ke produk reksa dana lain akan menimbulkan biaya pengalihan. Ketiga, pengalihan yang dilakukan dengan kuantitas besar dalam jangka waktu pendek akan memengaruhi efektivitas pengelolaan dana oleh MI. Kapan waktu terbaik pengalihan reksa dana? Tidak ada ketentuan pasti, namun setidaknya kamu bisa mengamati kinerja reksa dana minimal dalam 2 tahun. Kemudian, kamu juga harus bisa melihat kondisi pasar (market). Jika pada saat itu market sedang negatif, sehebat apapun MI, tetap akan kesulitan memberikan kinerja positif.

#14. Lakukan Monitoring

Tentu saja kamu harus memantau perkembangan investasi reksa dana kamu, apakah sudah berjalan dengan baik atau belum. Tidak harus monitor setiap hari, kamu bisa mengatur waktu lain jika memang terlalu sibuk dengan pekerjaan. Yang terpenting, kamu harus melakukan kontrol secara berkala. Ingat, bagaimana pun juga aktivitas investasi yang kamu lakukan adalah tanggung jawabmu. Jadi, pastikan kamu memberikan prioritas untuk hal tersebut.

#15. Bersabar untuk Meraih Kesuksesan Investasi

Setelah membuat perencanaan yang baik dan mungkin juga melakukan analisis tertentu, tahap selanjutnya yaitu menunggu hasil. Salah satu kunci sukses investasi reksa dana adalah kesabaran. Banyak investor yang tidak konsisten dengan strategi investasi awalnya sehingga membuat mereka gagal dalam meraih return investasi. Keuntungan dari investasi tidak mungkin bisa diraih secara instan dan singkat. Butuh waktu dan proses. Jadi, pastikan kamu bersabar untuk menanti hasil yang baik.

Simpulan

Setiap orang bisa sukses dari investasi reksa dana asalkan mau berikhtiar. Salah satunya bisa dengan menerapkan 15 tips investasi reksa dana di atas. Setidaknya kamu sudah berusaha dan melakukan yang terbaik. Biarkan proses dan pengalaman investasi yang akan membuat kamu tumbuh dan menjadi matang. Jika saat ini kamu sedang merencanakan untuk berinvestasi, maka langkah selanjutnya yaitu menyegerakan. Dengan begitu, kamu akan melihat bagaimana hasilnya. Semoga informasi ini bisa membantu kamu dalam berinvestasi. Sukses, ya!

Daftar Pustaka

bareksa.com

investopedia.com

money.kompas.com

idx.co.id

Penting: Mohon mencantumkan sumber invesnesia.com jika mengutip sebagian atau seluruh isi artikel.

Tag: Cara investasi reksa dana, tips sukses investasi reksa dana. Investasi reksa dana online bank Mandiri, BNI, BCA, dan BRI. Daftar produk reksa dana Tokopedia, Bukalapak, dan Bareksa.

error: Content is protected !!