Consumer Goods: Pengertian, Contoh Produk, Perusahaan, FMCG

Apa itu barang konsumsi (consumer goods)? Pengertian consumer goods adalah produk yang ditujukan untuk dikonsumsi oleh konsumen akhir. Dengan kata lain, produk barang konsumsi tidak dimanfaatkan untuk diprosuksi kembali. Barang konsumsi juga dapat disebut barang konsumen.

Perusahaan consumer goods adalah bisnis yang melakukan produksi untuk menghasilkan barang konsumsi yang ditujukan untuk konsumen akhir. Dengan kata lain, perusahaan ini adalah produsen yang tergolong ke dalam industri manufaktur.

Sektor bisnis consumer goods memiliki subsektor tertentu. Sebagai contoh, mengacu pada perusahaan consumer goods di bursa efek Indonesia (BEI), sektor consumer goods terdiri dari sebagai berikut:

  1. Subsektor makanan dan minuman;
  2. Subsektor rokok;
  3. Subsektor farmasi;
  4. Subekstor peralatan rumah tanggal (RT);
  5. Subsektor kosmetik dan keperluan RT; dan lainnya.

Mengenal Consumer Goods

Consumer goods

Barang konsumen atau consumer goods adalah hasil produksi dari perusahaan manufaktur untuk dikonsumsi oleh konsumen akhir. Di dalam rantai produksi, barang konsumsi menjadi hasil akhir sehingga juga disebut sebagai produk akhir.

Dengan kata lain, produk di sini mengacu pada “barang produksi” yang dihasilkan dari olahan bahan mentah, kemudian menjadi barang setengah jadi atau barang dalam proses (work in process), dan menjadi barang siap dikonsumsi (barang jadi).

Dalam proses produksi, produsen akan melibatkan tenaga kerja, mesin, bahan baku, dan lainnya – ini kemudian disebut barang produsen. Setiap barang produsen tidak langsung dijual kepada konsumen, melainkan digunakan dalam proses produksi dan akan menjual kepada pelanggan dalam bentuk hasil produksi.

Jenis-jenis Consumer Goods

Setidaknya adak 3 (tiga) jenis consumer goods adalah (1) barang tahan lama, (2) barang tidak tahan lama, dan (3) layanan atau jasa.

Barang tahan lama

Durable goods atau barang tahan lama adalah jenis barang konsumsi (consumer goods) dengan rentang umur panjang atau pemanfaatan dalam waktu lama, katakanlah lebih dari 1 tahun. Contoh durable goods adalah televisi, AC, kulkas, mobil, mesin, rumah, dan sejenisnya.

Barang tidak tahan lama

Nondurable goods atau barang tidak tahan lama adalah jenis barang konsumen dengan rentang usia singkat atau digunakan dalam jangka pendek atau sesegera mungkin agar tidak melewati masa expired. Contoh nondurable goods adalah produk makanan dan minuman.

Jasa atau layanan

Jasa atau layanan adalah barang yang tidak berwujud tetapi dapat dirasakan manfaatnya oleh konsumen. Meskipun barang konsumsi atau consumer goods di BEI mengarah pada sektor manufaktur, dalam konsep yang lebih luas itu juga bisa mengarah pada layanan atau jasa. Contoh produk jasa adalah perbaikan elektronik, pangkas rambut, laundry, dan lainnya.

Contoh Produk Consumer Goods

Produk consumer goods atau barang konsumsi adalah jenis produk yang dibeli oleh pelanggan untuk tujuan konsumsi. Ini termasuk ke dalam barang akhir atau produk akhir yang telah melalui proses produksi. Rata-rata produk ini mudah ditemukan di toko ritel, supermarket, toko kelontong, dan wholesale, dan pasar tradisional.

Contoh produk barang konsumsi adalah makanan, minuman, dan pakaian. Secara lebih luas, contoh consumer goods dapat berupa kosmetik, peralatan mandi, obat-obatan, dan semua produk yang digunakan untuk tujuan konsumtif pribadi dan tidak untuk diproduksi atau dijual kembali. Barang seperti kayu tidak dapat disebut barang konsumsi karena masih dapat diolah menjadi kursi, meja, furnitur, dan lainnya.

Consumer Goods dan Capital Goods

Ingatlah bahwa barang konsumsi adalah untuk kepentingan konsumtif dari pelanggan. Ketika mereka membeli barang, lalu mengonsumsinya sendiri, barang tersebut adalah consumer goods. Sementara itu, barang modal atau capital goods adalah barang yang digunakan untuk diproduksi kembali, biasanya dalam rangka menjalankan bisnis atau usaha. Contoh capital goods seperti mesin, kendaraan, komputer, dan lainnya.

Mungkin ada sedikit kebingungan, ketika sebuah produk atau barang secara teoretis merupakan barang konsumsi, katakanlah makanan dan minuman, tetapi juga digunakan sebagai barang modal dalam bisnis. Apakah barang tersebut dapat dikatakan consumer goods atau capital goods? Kami cenderung mengatakan bahwa secara fungsional, barang tersebut adalah capital goods. Apapun barang yang dibeli dan dikonsumsi sendiri atau untuk pemakaian habis, itu adalah barang konsumsi.

Fast Moving Consumer Goods (FMCG)

FMCG adalah singkatan dari fast moving consumer goods. Dalam bahasa Indonesia, arti FMCG adalah barang konsumen bergerak cepat. Pengertian fast moving consumer goods atau FMCG adalah segmen barang konsumsi yang tidak tahan lama atau nondurable goods dan digunakan untuk konsumsi jangka pendek. Contoh produk FMCG dapat ditemukan pada makanan dan minuman, termasuk misalnya rokok.

Retailer yang menjalankan bisnis ritel akan sangat menyukai produk fast moving consumer goods (FMCG) karena lebih cepat dalam perputaran atau turn over barang. Dengan kata lain, barang konsumsi jenis ini akan menghasilkan likuiditas lebih tinggi daripada barang durable goods. Ketika Anda pergi ke toko ritel, barang-barang makanan dan minuman akan lebih cepat habis. Produk FMCG biasanya memiliki harga yang relatif terjangkau.

Contoh Perusahaan Consumer Goods di Indonesia

Karena produk consumer goods apalagi fast moving consumer goods (FMCG) akan bersentuhan langsung dengan konsumen akhir secara intens. Tak jarang, sejumlah konsumen akan mudah mengenali perusahaan yang memproduksinya.

Contoh perusahaan consumer goods yang berstatus perusahaan tertutup misalnya PT Wings Surya (produk populer Wings Food), PT Frisian Flag Indonesia, PT Garudafood, dan lainnya. Sementara itu, contoh perusahaan consumer goods yang berstatus perusahaan Tbk adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Mayora Indah Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, dan lainnya.

Semua contoh perusahaan yang disebutkan juga dapat menjadi contoh perusahaan fast moving consumer goods (FMCG). Sedangkan untuk perusahaan consumer goods terbesar di Indonesia adalah PT Unilever Indonesia Tbk dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Mereka juga menjadi saham consumer goods terbesar dari segi nilai kapitalisasi pasar (market cap).

Baca juga: Daftar Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia

Karena perusahaan barang konsumsi atau consumer goods company berperan sebagai produsen atau perusahaan manufaktur, mereka biasanya menjual produk kepada pelanggan melalui perantara, dalam hal ini adalah distributor. Perusahaan distributor ada yang bermitra dengan produsen secara langsung, ada pula yang independen.

Namun, sebagian besar produsen besar dan mapan, mereka akan memiliki perusahaan distributor sendiri sebagai anak perusahaan atau juga bisa mitra bisnis resmi. Dengan kata lain, mereka hanya mendistribusikan produk non pesaing. Contoh perusahaan distributor adalah PT Distribusindo Raya yang merupakan bagian dari Wing Group.

Contoh Perusahaan Consumer Goods Terbesar di Dunia

Melansir situs consumergoods, berikut ini adalah contoh 30 perusahaan consumer goods terbesar di dunia dari segi pendapatan bersih (net revenue) per tahun 2019.

Peringkat Nama Perusahaan Pendapatan Bersih ($M)
1 Nestle SA $92,085
2 Procter & Gamble $66,832
3 PepsiCo $64,661
4 Unilever N.V. $56,188
5 Anheuser-Busch InBev $54,619
6 Christian Dior $51,607
7 LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton $51,607
8 JBS S.A. $44,587
9 Tyson Foods $40,052
10 Nike Inc. $36,397
11 Imperial Brands PLC $33,641
12 3M Co. $32,765
13 Coca-Cola Co. $31,856
14 L’Oreal $29,687
15 Philip Morris International $29,625
16 Danone $27,168
17 British American Tobacco PLC $26,993
18 Kraft Heinz $26,259
19 Mondelez International $25,938
20 Haier Smart Home Co. $25,755
21 Altria Group $25,364
22 Heineken Holding N.V. $24,765
23 Adidas AG $24,153
24 WH Group Ltd. $22,605
25 Henkel AG $21,931
26 Whirlpool Corp. $21,037
27 Japan Tobacco $20,565
28 Fonterra Cooperative Group $20,438
29 Asahi Group Holdings $19,677
30 BSH Hausgerate* $19,667

The Bottom Line

Barang konsumsi atau consumer goods adalah hasil produk dari perusahaan manufaktur (produsen). Barang konsumsi biasanya akan secara teratur dikonsumsi oleh oleh pelanggan atau konsumen sehingga produk tersebut akan tersedia setiap saat.

Meskipun ini consumer goods merupakan barang akhir untuk dikonsumsi, produsen dalam hal ini tidak secara langsung menjual kepada konsumen akhir. Produsen akan menggunakan perusahaan distributor sebagai perantara dalam distribusi produk. Dalam konteks lebih luas, distributor juga bisa berperan sebagai grosir yang menjual produk kepada retailer atau pengecer. Namun, tidak semua grosir dapat menjadi distributor.

Distributor biasanya hanya menjual produk non pesaing, sedangkan grosir dapat menjual produk berbagai perusahaan yang mungkin saling bersaing. Produk consumer goods, terlebih lagi fast moving consumer goods atau FMCG, akan banyak ditemukan di toko ritel karena memang dalam rantai distribusi, ritel adalah pihak yang langsung menjual produk kepada konsumen akhir.

Tak jarang pula, consumer goods juga disebut convenience goods atau barang-barang yang dijual di toko ritel termasuk ritel terkecil seperti toko kelontong. Produk ini dibutuhkan sehari-hari oleh masyarakat sehingga ketersediaan produk akan teratur dan memiliki perputaran yang relatif cepat. Anda akan menemukan produk barang konsumen paling umum yaitu makanan dan minuman, sabun, rokok, dan lainnya.

error: Content is protected !!