Download Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang, Lengkap!

Bagi kamu yang sedang membutuhkan contoh laporan keuangan perusahaan dagang, kamu bisa download secara gratis di artikel ini. Ada banyak sekali perusahaan dagang di Indonesia, mulai dari perusahaan yang berbentuk privat maupun yang sudah tbk atau go public. Untuk membatasi populasi, invesnesia akan mengambil sampel laporan keuangan perusahaan tbk (go public) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Apa Itu Perusahaan Dagang?

Gambar Perusahaan Dagang

Sebelum invesnesia menyajikan contoh laporan perusahaan dagang di Indonesia, ada baiknya kamu memahami definisi perusahan dagang terlebih dahulu. Secara umum, pengertian perusahaan dagang adalah suatu badan usaha yang menjalankan aktivitas membeli barang dagangan dari pemasok (suppliers) dan menjualnya kembali kepada pelanggan tanpa mengubah bentuk barang. Agar memperoleh keuntungan, perusahaan dagang menjual produk di harga yang lebih tinggi dari harga beli (awal).

Ada beberapa jenis atau bentuk perusahaan dagang, yang paling populer yaitu grosir (whosale) dan pengecer (retail). Namun, perusahaan distributor juga dapat dikatakan sebagai perusahaan dagang. Lalu, seperti apa karakteristik perusahaan dagang? Berikut penjelasannya.

  1. Perusahaan dagang membeli produk barang dagangan untuk dijual kembali kepada pelanggan.
  2. Barang dagangan yang telah dibeli tidak diubah bentuknya (tidak diproses) terlebih dahulu. Dengan kata lain, seperti apa bentuk awal produk, seperti itu juga yang akan dijual – tidak ada poses produksi.
  3. Sumber pendapatan berasal dari penjualan barang – selisih harga beli dan harga jual.
  4. Biaya untuk memperoleh barang dagangan akan dilaporkan sebagai harga pokok penjualan (HPP) atau cost of goods sold (COGS).
  5. Barang dagangan yang belum terjual akan menjadi persediaan barang dagangan yang kemudian dilaporkan sebagai aktiva lancar di dalam neraca.

Dari pengertian dan karakteristik di atas, maka intinya adalah perusahaan dagang tidak melakukan produksi barang, melainkan hanya menjual saja. Kemudian, produk yang dijual yaitu berbentuk barang, bukan jasa. Inilah yang menjadi perbedaan perusahaan dagang dengan perusahaan jasa dan perusahaan manufaktur.

Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Ketika berbicara tentang laporan keuangan, maka akan mengacu pada lima (5) komponen, yaitu (1) neraca, (2) laporan laba rugi, (3) laporan perubahan modal, (4) laporan arus kas, dan (5) catatan atas laporan keuangan. Bentuk format laporan keuangan yang lebih lengkap (detail), kamu bisa berpedoman pada laporan keuangan perusahaan tbk atau go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, laporan perusahaan di BEI juga telah melalui proses audit.

Jadi, contoh laporan keuangan perusahaan dagang di sini, yaitu laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang telah go public yang terdaftar di BEI. Sampel yang digunakan yaitu semua perusahaan di BEI yang secara khusus bergerak di subsektor grosir dan retail. Laporan keuangan yang digunakan yaitu per 30 Desember 2019. Silakan download contoh laporan keuangan perusahaan dagang berikut ini.

Baca juga: Download Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

#1. Perusahaan Dagang – Grosir (Whosale)

  • PT Asia Sejahtera Mina Tbk
  • PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk
  • PT AKR Corporindo Tbk
  • PT Arita Prima Indonesia Tbk
  • PT Berkah Prima Perkasa Tbk
  • PT Bintang Mitra Semestaraya Tbk
  • PT Bintang Oto Global Tbk
  • PT Industri dan Perdagangan Bintr Tbk
  • PT Colorpak Indonesia Tbk
  • PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk
  • PT Dua Putra Utama Makmur Tbk
  • PT Dwi Guna Laksana Tbk
  • PT Enseval Putera Megatrading Tbk
  • PT FKS Multi Agro Tbk
  • PT Evergreen Invesco Tbk
  • PT Himalaya Energi Perkasa Tbk
  • PT Hensel Davest Indonesia Tbk
  • PT Hexindo Adiperkasa Tbk
  • PT HK Metals Utama Tbk
  • PT Indah Prakasa Sentosa Tbk
  • PT Intraco Penta Tbk
  • PT Inter Delta Tbk
  • PT Itama Ranoraya Tbk.
  • PT Darmi Bersaudara Tbk.
  • PT Kobexindo Tractors Tbk
  • PT Perdana Bangun Pusaka Tbk
  • PT Lautan Luas Tbk
  • PT Modern Internasional Tbk
  • PT Multi Indocitra Tbk
  • PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk
  • PT Ancora Indonesia Resources Tbk
  • PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk
  • PT Putra Mandiri Jembar Tbk
  • PT Millennium Pharmacon International Tbk
  • PT Surya Pertiwi Tbk
  • PT Renuka Coalindo Tbk
  • PT Sugih Energy Tbk
  • PT Telefast Indonesia Tbk
  • PT Tigaraksa Satria Tbk
  • PT Tira Austenite Tbk
  • PT Triwira Insanlestari Tbk
  • PT Tunas Ridean Tbk
  • PT United Tractors Tbk
  • PT Wahana Pronatural Tbk
  • PT Wicaksana Overseas Internation Tbk
  • PT Zebra Nusantara Tbk

#2. Perusahaan Dagang – Pengecer (Retail)

Invesnesia memberikan sepuluh (10) link download, yaitu lima (5) untuk perusahaan grosir dan (5) untuk perusahaan ritel. Bagi kamu yang membutuhkan link download laporan keuangan semua perusahaan dagang di atas, kamu bisa langsung mencari di website idx.

Transaksi Keuangan Perusahaan Dagang

Sebelum melihat seperti apa contoh laporan perusahaan dagang, kamu harus tahu apa saja transaksi keuangan dari perusahaan dagang sehingga nantinya kamu bisa membuat laporan keuangan dengan mudah. Ada empat (4) elemen atau komponen yang perlu diperhatikan di dalam transaksi keuangan perusahaan dagang, yaitu sebagai berikut.

  1. Pembelian
  2. Pengeluaran Kas
  3. Penjualan, dan
  4. Penerimaan Kas

#1. Pembelian

Transaksi pembelian di dalam laporan keuangan perusahaan dagang, yaitu hanya meliputi pembelian produk berupa barang dagangan – barang yang dibeli dan dijual kembali kepada customers. Ada beberapa faktor yang memengaruhi transaksi pembelian perusahaan dagang, yaitu sebagai berikut.

1.1. Beban Angkut Pembelian (Purchase Expenses)

Transaksi beban angkut pembelian nantinya akan menambah jumlah (nilai) pembelian. Sedangkan untuk pencatatan pengeluaran beban angkut pembelian bergantung pada syarat dalam penyerahan barang yang telah disepakati, namun yang paling umum digunakan yaitu FOB shipping point dan FOB destination point.

  • Free on Board (FOB) Shipping Point – syarat ini memungkinkan pihak pembeli untuk menanggung biaya angkut pengiriman barang dari gudang penjual (seller’s warehouse) sampai ke gudang pembeli (buyer’s warehouse).
  • Free on Board (FOB) Destination Point – syarat ini memungkinkan pihak penjual untuk menanggung beban angkut pengiriman barang dari gudang penjual (seller’s warehouse) sampai ke gudang pembeli (buyer’s warehouse).

1.2. Potongan Tunai Pembelian (Purchase Discounts)

Transaksi potongan tunai pembelian nantinya akan mengurangi jumlah (nilai) pembelian. Perusahaan akan memperoleh potongan tunai pembelian pada saat (1) membeli barang dagangan secara tunai atau (2) membayar utang dagang sesuai dengan syarat pembayaran yang telah disepakati.

Sebagai contoh, syarat pembayarannya yaitu 3/10, n/60. Angka 3 menunjukkan jumlah potongan (dalam persen), sedangkan 10 menunjukkan waktu pembayaran agar mendapatkan potongan sejak tanggal terjadinya transaksi. Kemudian, n/60 menunjukkan periode atau jangka waktu pelunasan.

Dengan demikian, syarat 3/10, n/60 yaitu potongan sebesar 3% dengan pembayaran yang dilakukan dalam jangka waktu >=10 hari sejak terjadinya transaksi, dengan jangka waktu pelunasan 60 hari.

1.3. Retur Pembelian & Pengurangan Harga

Inilah jenis transaksi di dalam laporan keuangan dagang selanjutnya. Transaksi retur pembelian dan pengurangan harga nantinya akan mengurangi jumlah (nilai) pembelian barang dagangan. Transaksi ini biasanya terjadi ketika barang yang dipesan tidak sesuai dengan pesanan, seperti rusak, tidak sesuai spesifikasi, dan sebagainya. Jika itu terjadi, pihak pembeli dapat mengembalikan barang tersebut kepada penjual. Transaksi ini akan dicatat ke dalam akun retur pembelian dan pengurangan harga.

#2. Pengeluaran Kas

Apa itu pengeluaran kas? Singkatnya, pengeluaran kas adalah transaksi pembayaran yang wajib dilakukan ketika sudah jatuh tempo. Perusahaan yang berutang, akan mengeluarkan sejumlah kas (uang tunai) untung melunasi kewajiban tersebut. Selain itu, pengeluaran kas terjadi ketika perusahaan melakukan pembelian secara tunai, baik untuk barang dagangan maupun upah jasa lainnya. Transaksi ini dapat juga  disebut sebagai aliran kas keluar (cash outflows).

#3. Penjualan

Transaksi pejualan di dalam laporan keuangan perusahaan dagang, yaitu hanya meliputi pejualan produk berupa barang dagangan – barang yang dibeli kemudian dijual kembali kepada customers. Nah, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi transaksi penjualan perusahaan dagang, yaitu sebagai berikut.

3.1. Potongan Tunai Penjualan (Sales Discounts)

Transaksi potongan tunai penjualan nantinya akan mengurangi jumlah (nilai) penjualan. Potongan tunai penjualan akan diberikan pada saat terjadinya (1) penjualan barang dagangan secara tunai (cash) dengan syarat-syarat tertentu, atau (2) juga bisa dengan menerima pelunasan piutang dagang sesuai syarat yang telah disepakati sebelumnya.

3.2. Retur Penjualan dan Pengurangan Harga

Transaksi berupa retur penjualan dan pengurangan harga nantinya akan mengurangi jumlah (nilai) penjualan. Kapan transaksi ini terjadi? Ketika (1) barang dagangan mengalami kerusakan/cacat, umumnya terjadi pada saat distribusi atau pengiriman barang. (2) Barang dagangan tidak sesuai spesifikasi (ekspektasi) yang telah disepakati, maka perusahaan yang menjual barang harus menerima pengembalian barang tersebut.

#4. Penerimaan Kas

Apa itu penerimaan kas? Singkatnya, penerimaan kas adalah transaksi kas masuk (cash inflows) yang terjadi ketika pelanggan membayar utang dagang kepada perusahaan. Selain itu, penerimaan kas juga bisa terjadi ketika perusahaan memperoleh pendapatan bunga, selisih kurs mata uang, dan transaksi di luar kegiatan pokok (inti) perusahaan.

Well, itulah contoh laporan keuangan perusahaan dagang yang dapat kamu download secara gratis. Kamu juga bisa menemukan laporan keuangan perusahaan jenis lainnya di website idx. Misalnya perusahaan jasa atau perusahaan manufaktur. Namun, kamu harus mengolah data tersebut terlebih dahulu dengan memilah setiap sektor industri.

error: Content is protected !!