6 Faktor yang Memengaruhi Fluktuasi Naik Turun Harga Bitcoin

Bitcoin (BTC) adalah mata uang digital yang dibuat pada tahun 2009 oleh anonim atau sekelompok orang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Sebagai cryptocurrency pertama di dunia, Bitcoin beroperasi pada jaringan terdesentralisasi dengan teknologi blockchain. Ini berarti bahwa Bitcoin tidak dikendalikan oleh pemerintah atau lembaga keuangan mana pun.

Sebagai mata uang digital, harga Bitcoin (BTC) juga mengalami naik turun alias berfluktuasi, sama seperti pergerakan mata uang pada umumnya, komoditas, dan instrumen keuangan populer seperti saham.

Lalu, apa faktor yang menyebabkan fluktuasi harga Bitcoin? Secara umum, volatilitas harga Bitcoin ditentukan oleh penawaran dan permintaan, sentimen pasar, persaingan, peraturan pemerintah, peristiwa separuh, dan spekulasi dan hype.

#1. Penawaran dan Permintaan

beli crypto blue chip bitcoin di bybit
Pergerakan harga Bitcoin di Bybit exchange

Bitcoin adalah aset yang sangat spekulatif dan fluktuatif. Pergerakan naik turun harga mata uang kripto ini juga ditentukan oleh penawaran dan permintaan (supply and demand) di pasar, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Perlu diketahui bahwa jumlah pasokan Bitcoin (BTC) dibatasi hingga 21 juta koin. Ini berarti harga aset digital ini dapat dipengaruhi oleh tingkat permintaan di pasar. Jika ada lebih banyak orang ingin membeli BTC daripada menjualnya, harganya akan naik, dan sebaliknya.

#2. Sentimen Pasar

Tidak seperti aset tradisional seperti saham dan obligasi, harga Bitcoin tidak didukung oleh aset berwujud atau pemerintah mana pun. Ini dianggap akan memberikan goncangan dan sensitivitas yang lebih besar bagi BTC. Pada gilirannya, fluktuasi harga Bitcoin akan dipengaruhi oleh sentimen pasar.

Sebagai contoh, jika ada berita atau spekulasi negatif tentang masa depan Bitcoin atau konspirasi berupa FUD (Fear, Uncertainty, dan Doubt) dari pihak-pihak tertentu, itu akan menciptakan sentimen negatif. Ini dapat menyebabkan orang-orang menjual Bitcoin mereka.

Pada akhirnya, tekanan jual yang tinggi akan mendorong harga BTC turun. Jadi, sentimen pasar benar-benar menjadi salah satu penyebab mengapa harga Bitcoin naik turun.

#3. Kompetisi

Bitcoin menghadapi persaingan dari mata uang kripto lainnya, yang dapat memengaruhi harganya. Jika investor menganggap cryptocurrency lain sebagai peluang investasi yang lebih baik, mereka dapat menjual Bitcoin mereka dan membeli koin kripto lainnya. Pada gilirannya, harga Bitcoin bakal terkoreksi.

#4. Peraturan Pemerintah

Regulasi terkait cryptocurrency oleh pemerintah atau otoritas terkait juga dapat memengaruhi harga Bitcoin. Jika pemerintah melarang atau membatasi penggunaan Bitcoin, itu dapat mengurangi tingkat permintaan Bitcoin dan menyebabkan harganya turun.

Lebih lanjut, berikut ini adalah beberapa poin penting bagaimana regulasi pemerintah dapat memengaruhi harga Bitcoin secara signifikan:

Status Hukum

Status hukum Bitcoin dapat bervariasi dari satu negara ke negara lain. Beberapa pemerintah mengklasifikasikan Bitcoin sebagai mata uang, sementara yang lain melihatnya sebagai komoditas atau aset digital.

Jika pemerintah mengakui Bitcoin sebagai mata uang legal, ini dapat membantu melegitimasi cryptocurrency, yang menyebabkan peningkatan permintaan dan kenaikan harga. Sebaliknya, jika pemerintah melarang atau membatasi penggunaan Bitcoin, ini dapat menurunkan tingkat permintaan Bitcoin dan menyebabkan harganya anjlok.

Di Indonesia, misalnya, status hukum Bitcoin adalah legal sebagai komoditas yang diatur dan diregulasi oleh Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). Sementara itu, salah satu negara di Amerika Tengah, El Salvador memberi Bitcoin legalitas sebagai mata uang resmi.

Perpajakan

Pemerintah dapat mengenakan pajak atas transaksi Bitcoin, yang dapat meningkatkan biaya penggunaan mata uang kripto dan mencegah investor membeli dan menahan Bitcoin. Sebaliknya, jika pemerintah menawarkan insentif atau pengecualian pajak untuk penggunaan Bitcoin, hal itu dapat mendorong lebih banyak permintaan dan menyebabkan harga BTC naik.

Regulasi bursa

Pemerintah dapat mengatur bursa tempat Bitcoin diperjualbelikan, yang dapat memengaruhi tingkat likuiditas di pasar dan memengaruhi harganya.

Sebagai contoh, jika pemerintah mewajibkan peraturan Know-Your-Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML) yang ketat untuk pertukaran (crypto exchanges), ini dapat meningkatkan tingkat kepercayaan di pasar. Pada akhirnya, ada lebih banyak permintaan terhadap Bitcoin dan kemudian mendorong kenaikan harga.

Keamanan dan stabilitas

Terakhir, pemerintah dapat mengatur keamanan dan stabilitas jaringan Bitcoin, yang dapat memengaruhi tingkat kepercayaan terhadap mata uang kripto.

Sebagai contoh, jika pemerintah memberlakukan standar keamanan yang ketat untuk dompet (wallet) dan pertukaran (exchanges), ini dapat meningkatkan kepercayaan pasar. Pada gilirannya, ini akan mendorong permintaan Bitcoin dan meningkatkan nilainya.

#5. Peristiwa Bitcoin Halving

Faktor berikutnya yang dapat memengaruhi harga Bitcoin yaitu halving. Bitcoin mengalami proses yang disebut ‘halving’ yang melibatkan pemotongan imbalan untuk menambang Bitcoin menjadi dua. Ini dapat mengurangi pasokan Bitcoin baru yang memasuki pasar, yang kemudian dapat memengaruhi harganya.

Lebih lanjut, peristiwa halving telah diprogram sebelumnya yang terjadi kira-kira setiap empat tahun di jaringan Bitcoin. Ini adalah proses di mana hadiah yang diberikan kepada penambang Bitcoin untuk memecahkan masalah matematika yang rumit di jaringan dipotong setengahnya.

Tujuan dari Bitcoin halving adalah untuk mengontrol laju pembuatan Bitcoin baru dan untuk membatasi jumlah total Bitcoin yang akan tersedia. Dengan setiap kejadian halving, tingkat produksi Bitcoin baru berkurang sebesar 50% sehingga lebih sulit dan mahal bagi penambang untuk mendapatkan imbalan atas pekerjaan mereka.

Bitcoin halving pertama terjadi pada tahun 2012, dan yang terbaru terjadi pada Mei 2020, memotong hadiah blok dari 12,5 menjadi 6,25 Bitcoin per blok. Halving berikutnya diharapkan terjadi pada tahun 2024, ketika hadiah blok akan kembali dikurangi setengahnya menjadi 3.125 Bitcoin.

Peristiwa halving diawasi dengan ketat oleh komunitas cryptocurrency karena secara historis dikaitkan dengan kenaikan harga Bitcoin karena berkurangnya pasokan Bitcoin baru yang memasuki pasar.

#6. Spekulasi dan Hype

Spekulasi dan hype adalah dua faktor signifikan yang dapat mempengaruhi harga Bitcoin. Begini caranya:

Spekulasi

Ini mengacu pada tindakan membeli dan menjual aset berdasarkan ekspektasi pergerakan harga di masa depan.

Dalam kasus Bitcoin, banyak investor membeli dan menahan crypto ini dengan harapan harganya akan naik seiring waktu. Ini kemudian mendorong permintaan dan menaikkan harga.

Sebaliknya, jika ada spekulasi bahwa harga Bitcoin akan turun, hal itu dapat menyebabkan investor menjual Bitcoin mereka yang pada gilirannya mendorong penurunan nilai.

Hype

Ini merupakan bentuk kegembiraan atau desas-desus yang mengelilingi aset kripto, sering kali didorong oleh perhatian media dan sentimen publik.

Dalam kasus Bitcoin, hype dapat dihasilkan oleh berita positif atau tokoh terkenal, yang menyebabkan peningkatan permintaan dan mendorong apresiasi harga.

Sebaliknya, berita atau kekhawatiran negatif tentang keamanan atau stabilitas jaringan Bitcoin dapat menyebabkan penurunan hype, yang pada akhirnya mengakibatkan depresiasi harga.

Secara keseluruhan, spekulasi dan hype sering didorong oleh persepsi nilai Bitcoin dan potensinya sebagai investasi. Meskipun mereka dapat berkontribusi pada volatilitas harga, mereka juga dapat menciptakan fluktuasi dan ketidakpastian di pasar.

Oleh karena itu, penting bagi investor untuk mempertimbangkan dengan cermat risk dan reward sebelum berinvestasi di Bitcoin.

Simpulan

Jadi, ada beberapa faktor yang memengaruhi fluktuasi harga Bitcoin, yakni supply and demand, sentimen pasar, persaingan, regulasi, halving, dan spekulasi dan hype.

Secara keseluruhan, harga Bitcoin akan mengalami naik turun yang disebabkan oleh berbagai faktor, beberapa di antaranya berada di luar kendali siapa pun. Akibatnya, mungkin sulit untuk memprediksi volatilitas harga cryptocurrency ini dengan tingkat kepastian apa pun.

Meskipun memiliki potensi untuk menawarkan pengembalian yang signifikan bagi investor, Bitcoin juga membawa tingkat risiko yang tinggi. Seperti halnya investasi apa pun, penting untuk mempertimbangkan risiko dan keuntunganya dengan cermat sebelum berinvestasi di Bitcoin.

Scroll to Top