potensi besaran dividen BBRI

Prediksi Dividen Saham BBRI 2026 (Interim dan Final)

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dikenal sebagai salah satu emiten perbankan blue chip di Bursa Efek Indonesia yang rutin memberikan dividen signifikan kepada pemegang saham. Untuk merumuskan prediksi dividen saham BBRI tahun 2026 perlu menggabungkan data historis pembagian dividen, kinerja laba (EPS), arus kas, kebijakan manajemen, dan konteks makro/industri.

Artikel ini menyajikan prospek dan proyeksi dividen BBRI (interim & final) tahun 2026 dengan skenario tertentu.

Sumber data utama & ringkasan fakta terakhir (load-bearing)

  • Informasi resmi BRI tentang keputusan RUPST 2025: BRI menetapkan total dividen untuk tahun buku 2024 sebesar Rp51,73 triliun dan sebelumnya telah membayar dividen interim Rp20,33 triliun (Rp135 per saham).
  • Halaman investor relations BRI mencatat rekam jejak pengumuman dividen (interim & final) serta arsip laporan keuangan.
  • Laba bersih konsolidasian BBRI tahun 2024 tercatat sekitar Rp60,1–60,6 triliun, setara laba per saham (EPS) ~Rp399–Rp401. Angka EPS ini menjadi basis perhitungan proyeksi.
  • Riwayat dividen per saham tiap tahun (interim + final) menunjukkan BBRI kerap menggunakan payout yang relatif tinggi—variabel ini penting untuk membentuk asumsi proyeksi.

Kelima referensi di atas menjadi fondasi proyeksi berikut (detail angka/persentase disajikan dengan asumsi yang jelas).

Metodologi prediksi (ringkas)

  1. Basis EPS tahun terakhir (2024): gunakan EPS ~Rp399 (konsensus & laporan).
  2. Asumsi pertumbuhan EPS 2025→2026: dibuat 3 skenario (bull, base, bear) berdasarkan prospek makro, kredit UMKM, NIM, dan cost of credit.
  3. Asumsi Dividend Payout Ratio (DPR): gunakan kisaran historis BBRI (relatif tinggi) dan kebijakan manajemen: set skenario DPR konservatif–optimis.
  4. Perhitungan dividen per saham (DPS): DPS = EPS_2026 × DPR.
  5. Pembagian interim vs final: berdasarkan pola historis BBRI (interim sering mencapai ~30–45% dari total dividend payout), kami memecah estimasi total menjadi interim & final.

Asumsi numerik (yang dipakai)

EPS dasar (2024): Rp399 per saham (dibulatkan dari laporan konsensus).

Skenario pertumbuhan EPS:

  • Bull: +10% per tahun → EPS2025 ≈ Rp439 → EPS2026 ≈ Rp483.
  • Base: +5% per tahun → EPS2025 ≈ Rp419 → EPS2026 ≈ Rp440.
  • Bear: –5% per tahun → EPS2025 ≈ Rp379 → EPS2026 ≈ Rp361.
    (Perhitungan: EPS2026 = EPS2024 × (1 + g)^2; angka dikalkulasi secara eksplisit dalam teks).

Skenario DPR (payout ratio) yang realistis untuk BBRI:

  • Bull: 70% (manajemen agresif return to shareholders),
  • Base: 60% (kombinasi capex & stabilisasi modal),
  • Bear: 50% (menjaga likuiditas saat tekanan kredit atau kebutuhan modal).
    Catatan: historis DPR BBRI pernah berada pada level tinggi sehingga penggunaan kisaran ini wajar, namun keputusan akhir tergantung RUPS/RUPST dan regulasi

Hasil Proyeksi — Total DPS 2026 (interim + final)

A. Bull case (optimis)

  • EPS2026 ≈ Rp483 (399 × 1.10 × 1.10 = 399 × 1.21 = 482.79)
  • DPR = 70% → DPS total ≈ 483 × 70% = Rp338 per saham.
  • Komposisi (asumsi interim 45% dari total): Interim ≈ Rp152 per saham (45% × 338) dan Final ≈ Rp186 per saham

B. Base case (most likely)

  • EPS2026 ≈ Rp440 (399 × 1.05 × 1.05 = 399 × 1.1025 = 439.8975 → dibulatkan 440)
  • DPR = 60% → DPS total ≈ 440 × 60% = Rp264 per saham.
  • Komposisi (asumsi interim 40% dari total): Interim ≈ Rp106 per saham (40% × 264) dan Final ≈ Rp158 per saham

C. Bear case (pesimis)

  • EPS2026 ≈ Rp361 (399 × 0.95 × 0.95 = 399 × 0.9025 = 360.10 → dibulatkan 361)
  • DPR = 50% → DPS total ≈ 361 × 50% = Rp180 per saham.
  • Komposisi (asumsi interim 35% dari total): Interim ≈ Rp63 per saham dan Final ≈ Rp117 per saham

Semua angka di atas adalah proyeksi berbasis asumsi yang dijelaskan; nilainya dibulatkan untuk kemudahan komunikasi. Dasar-dasar historis dan pola pembagian (interim sering memakan porsi signifikan) tercermin dalam asumsi porsi interim.

Analisis sensitivitas — apa yang paling menentukan realisasi dividen 2026?

  1. Pertumbuhan kredit & kualitas aset (NPL/CoC). Kenaikan NPL memaksa peningkatan cadangan, menekan laba dan kas untuk dividen.
  2. Net Interest Margin (NIM) — jika NIM turun akibat kompetisi suku bunga, EPS bisa tertekan.
  3. Kebutuhan modal / capex & akuisisi: program ekspansi digital atau alokasi modal untuk transformasi bisa menurunkan DPR.
  4. Kebijakan pemegang mayoritas (negara) & regulasi bank: adanya arahan untuk mempertahankan modal tingkat tertentu dapat membatasi dividen.
  5. Likuiditas kas (CFO) vs laba akuntansi: dividen dibayar dari kas; laba tinggi tanpa arus kas yang memadai tidak menjamin dividen.

Catatan khusus tentang dividen interim BBRI

BBRI secara praktis pernah membayar dividen interim signifikan (contoh: interim Januari 2025 = Rp135/lembar; total interim 2024 mencapai Rp20,33 triliun). Pola ini menandakan manajemen terbuka untuk membagikan interim ketika likuiditas dan laba 9-bulanan kuat. Namun keputusan interim bergantung pada hasil kuartalan/persetujuan dewan.

Kesimpulan

Berdasarkan data keuangan terakhir (EPS 2024 ≈ Rp399), rekam jejak pembagian dividen yang relatif tinggi, dan pola interim yang konsisten, maka:

  • prediksi dividen saham BBRI tahun 2026 dapat ditempatkan dalam rentang Rp180 — Rp338 per lembar (total, interim+final) dengan base case ~Rp264 per lembar sebagai proyeksi paling realistis berdasarkan asumsi pertumbuhan EPS 5% per tahun dan DPR 60%.

Realisasi akhir bergantung pada hasil operasional 2025, posisi kas, keputusan RUPS/RUPST, dan kondisi makro-ekonomi.

Scroll to Top