Dividen Interim BBRI Rp137, Jadwal Pembayaran di 2026

Di tengah tekanan pasar saham Indonesia yang kembali memerah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tetap menjadi sorotan utama investor jangka panjang, khususnya mereka yang mengincar pendapatan dividen stabil.

Pada penutupan perdagangan 17 Oktober 2025, harga saham BBRI tercatat melemah 0,85% ke level Rp3.500 per saham, sejalan dengan IHSG yang terkoreksi tajam 2,57% akibat tekanan global dan aksi jual asing yang masif.

Namun, di balik pelemahan harga saham tersebut, kabar terbaru mengenai dividen interim BBRI justru memperkuat daya tarik saham ini. Dengan rekam jejak pembagian dividen yang konsisten dan fundamental bisnis yang relatif solid, BBRI kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu saham dengan dividen terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dividen Interim BBRI Resmi: Rp137 per Saham, Dibayar Januari 2026

Berdasarkan informasi resmi terbaru, manajemen BBRI telah menetapkan dividen interim sebesar Rp137 per saham untuk tahun buku 2025, yang akan dibayarkan pada 15 Januari 2026.

Dividen interim ini bersumber dari laba bersih BBRI hingga 30 September 2025, dengan total nilai pembagian mencapai sekitar Rp20,63 triliun. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris BRI, mencerminkan keyakinan manajemen terhadap stabilitas kinerja keuangan perusahaan.

Bagi investor, keputusan ini memberikan kepastian nyata, bukan sekadar spekulasi. Dengan harga saham di kisaran Rp3.500, dividen interim saja sudah memberikan yield sekitar 3,9%, sebuah angka yang relatif tinggi untuk pembayaran interim.

Potensi Dividen BBRI Masih Tinggi Meski Laba Tertekan

Secara fundamental, kinerja BBRI memang menghadapi tekanan. Berdasarkan laporan keuangan terbaru hingga Agustus 2025, laba bersih BBRI tercatat sekitar Rp32,6 triliun, turun 9,9% year-on-year (yoy). Penurunan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban operasional dan provisi risiko kredit.

Meski demikian, indikator bisnis utama masih menunjukkan ketahanan:

  • Penyaluran kredit tumbuh 5,8% yoy menjadi Rp1.273 triliun

  • Pendapatan bunga bersih (NII) tetap naik 1,4% yoy ke Rp109,4 triliun

Dari perspektif dividen, tekanan laba tersebut tidak secara otomatis menggerus daya tarik BBRI. Secara historis, BBRI dikenal sebagai emiten dengan payout ratio tinggi dan konsisten. Dalam lima tahun terakhir, Dividend Payout Ratio (DPR) BBRI berada di kisaran 70%–85%, mencerminkan komitmen kuat manajemen dan pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas untuk menjaga arus dividen.

Dividen Interim Jadi Sinyal Kepercayaan Manajemen

Pembagian dividen interim Rp137 per saham ini sekaligus menjadi sinyal penting bagi pasar. Di tengah volatilitas IHSG dan sentimen global yang tidak menentu, langkah BBRI menunjukkan bahwa:

  1. Likuiditas perusahaan berada dalam kondisi aman

  2. Manajemen tetap optimistis terhadap kinerja hingga akhir 2025

  3. Komitmen menjaga kepercayaan investor tetap menjadi prioritas

Jika dibandingkan dengan ekspektasi awal pasar yang memperkirakan dividen interim di kisaran Rp90–Rp120 per saham, realisasi Rp137 per saham tergolong lebih tinggi dari perkiraan konservatif, sehingga wajar jika dipandang sebagai sentimen positif.

Proyeksi Dividen Final BBRI 2026: Masih Menjanjikan

Selain dividen interim, investor jangka panjang tentu menanti dividen final BBRI, yang biasanya dibagikan setelah RUPS Tahunan pada kuartal I atau II 2026.

Sebagai gambaran:

  • Untuk tahun buku 2024, BBRI membagikan dividen final Rp208 per saham, ditambah dividen interim Rp135, sehingga total dividen mencapai Rp343 per saham.

  • Jika pola historis ini berlanjut dan DPR dijaga di kisaran 75%–80%, maka dividen final BBRI 2026 (untuk kinerja 2025) berpotensi berada di kisaran Rp170–Rp200 per saham.

Dengan demikian, total dividen tahunan BBRI (interim + final) berpotensi mencapai Rp307–Rp337 per saham. Pada harga saham Rp3.500, potensi dividend yield berada di kisaran 8%–9%, jauh di atas rata-rata bunga deposito perbankan nasional.

Dibanding Bank Besar Lain, BBRI Masih Unggul

Dari sisi yield dividen, BBRI tetap kompetitif dibanding bank-bank besar lainnya:

  • BBCA: ±3%

  • BMRI: ±6%

  • BBNI: ±5,5%

Kombinasi antara yield tinggi, likuiditas saham yang besar, dan status sebagai saham BUMN blue chip menjadikan BBRI unggul sebagai saham defensif berdividen.

Mengapa Dividen BBRI Tetap Menarik bagi Investor

Ada beberapa faktor utama yang membuat dividen BBRI tetap menjadi incaran investor:

  1. Basis UMKM Terbesar di Indonesia: Dengan lebih dari 100 juta nasabah, BBRI memiliki ekosistem bisnis yang sangat luas dan relatif tahan terhadap guncangan ekonomi.

  2. Likuiditas dan CASA Ratio yang Kuat: Dana murah yang stabil membantu BBRI menjaga margin bunga bersih meski suku bunga global tinggi.

  3. Komitmen Pemerintah sebagai Pemegang Saham Mayoritas: Dividen BBRI memiliki peran strategis bagi penerimaan negara, sehingga konsistensi pembagian dividen menjadi kepentingan bersama.

  4. Saham Defensif di Tengah Volatilitas IHSG: Ketika IHSG terkoreksi tajam, saham berdividen tinggi seperti BBRI sering menjadi pilihan investor defensif.

Prospek ke Depan: Fundamental Tetap Jadi Penopang

Meski laba 2025 tertekan, fundamental BBRI masih solid. Rasio NPL terjaga di bawah 3%, digitalisasi melalui BRImo dan BRILink terus memperluas pendapatan non-bunga, dan fokus pada sektor produktif (UMKM) memberi ruang pertumbuhan jangka panjang.

Dalam konteks ini, dividen bukan sekadar bonus, melainkan bagian dari strategi value investing pada saham BBRI.

Kesimpulan: Dividen BBRI Masih Layak Diandalkan

Dengan dividen interim resmi Rp137 per saham dan potensi dividen final yang masih besar di 2026, BBRI tetap menjadi primadona saham dividen di BEI. Total potensi yield 8%–9% menawarkan kombinasi ideal antara pendapatan pasif stabil, keamanan, dan prospek jangka panjang.

Di tengah pasar yang penuh ketidakpastian, BBRI tetap layak menjadi pilar utama portofolio dividen bagi investor yang mengutamakan konsistensi dan ketahanan fundamental.

Scroll to Top