Panduan Trading CFD Saham, Crypto, Forex, Komoditas, Indeks

Siapa pun bisa mendapat cuan dari trading CFD (contract for difference) secara online. Profit dari trading CFD tidak hanya diperoleh dari kenaikan harga aset, tetapi juga bisa dari penurunan harga! Alih-alih takut dan khawatir ketika pasar sedang turun (downtrend) atau bearish, Anda justru bisa menghasilkan keuntungan dari penurunan harga. Itulah kelebihan perdagangan CFD.

Mengenal apa itu trading CFD menjadi sangat penting. Kenapa? Karena sistem perdagangan CFD membantu investor dan trader untuk menjangkau eksposur tinggi ke berbagai jenis aset, mencakup saham, crypto, forex, komoditas (gold, crude oil, copper, natural gas, dan lainnya), indeks (NSDQ100, US 100, UK100, JPN225, dan lainnya), futures, dan banyak lagi.

Artikel ini akan menjelaskan kepada Anda secara jelas dan lengkap tentang apa itu trading CFD sebagai produk derivatif. Ini termasuk CFD saham, CFD crypto, CFD forex, CFD komoditas, dan CFD indeks; apa saja kelebihan dan kekurangan trading CFD; dan bagaimana cara memulai perdagangan CFD melalui platform atau broker terbaik.

Apa Itu Trading CFD

Apa itu CFD trading

Apa itu trading CFD? Secara umum, contract for difference atau CFD adalah salah satu produk derivatif yang berupa kontrak (perjanjian) antara Anda sebagai klien dan broker (penyedia platform trading). Kontrak inilah kemudian yang menjadi objek yang diperdagangkan dengan harga yang telah disepakati antara pembeli dan penjual.

Derivatif adalah produk turunan dari aset yang mendasarinya (underlying assets) di mana pergerakan harga derivatif ini akan mengacu pada harga underlying assets. Nah, underlying assets ini dapat berupa saham, forex, cryptocurrency, komoditas, dan indeks.

Jadi, bentuk objek yang diperdagangkan ini terdiri berbagai jenis kontrak yang di dalamnya bisa mencakup beragam jenis instrumen, termasuk saham, forex, cryptocurrency, komoditas, dan indeks. Oleh karena itu, CFD juga dapat terdiri dari CFD saham, CFD crypto, CFD forex, CFD komoditas, dan CFD Index.

Sebagai contoh, jika Anda melakukan trading CFD saham, maka yang diperdagangkan adalah kontrak (antara Anda dan broker) yang mana objeknya saham di bursa. Harga saham pada CFD akan selalu mengacu pada harga saham di bursa, mungkin ada sedikit perbedaan harga, namun tidak begitu signifikan.

Perbedaan utamanya, ketika Anda beli saham langsung di bursa efek (seperti melalui sekuritas), Anda akan memiliki kepemilikan sah atas saham perusahaan tersebut. Sementara itu, jika Anda beli CFD saham, Anda tidak mendapatkan kepemilikan sah atas saham perusahaan, melainkan hanya berupa kontrak (dengan broker CFD), sehingga yang diharapkan dari perdagangan CFD saham ini yaitu profit, baik dari kenaikan maupun penurunan harga.

Lho, apakah trading CFD bisa menghasilkan keuntungan dari penurunan harga juga? Nah, inilah salah satu kelebihan CFD sebagai produk derivatif, di mana trader dan investor tidak hanya bisa menghasilkan profit dari kenaikan harga aset, tetapi juga bisa dari penurunan harga. Inilah kemudian yang disebut sebagai perdagangan dua arah (two-way trading).

Perdagangan Dua Arah di CFD

Jika Anda pernah mencoba trading forex di berbagai broker forex, Anda pasti juga menemukan perdagangan dua arah. Nah, trading CFD juga memungkinkan hal itu terjadi.

Secara umum, perdagangan dua arah adalah sistem yang memungkinkan trader untuk mengambil posisi beli (long) dan jual (short).

Ketika Anda memprediksi harga suatu aset akan naik, Anda dapat open posisi belu (long); dengan kata lain, Anda mengharapkan harga akan naik lebih tinggi sehingga Anda akan mendapatkan profit

Sebaliknya, ketika Anda yakin bahwa harga aset diprediksi akan turun, Anda dapat mengambil posisi jual (short); dengan kata lain, Anda mengharapkan harga akan turun lebih dalam untuk mendapatkan profit.

Karena CFD trading mencakup berbagai instrumen keuangan dari underlying assets, sehingga Anda dapat melakukan trading dua arah untuk CFD saham, CFD crypto, CFD forex, CFD komoditas, dan CFD indeks.

Sebagai contoh, saham Aaple (AAPL) yang terdaftar di bursa Nasdaq, Amerika Serikat diterpa isu negatif, sehingga pasar memprediksi harga saham AAPL akan segera turun dalam satu bulan ini. Alih-alih khawatir dengan penurunan harga, Anda justru dapat memanfaatkan penurunan harga saham AAPL tersebut untuk mendapatkan keuntungan, yaitu melalui CFD saham.

Melalui CFD saham, dengan memilih saham AAPL, Anda bisa mengambil posisi sell (short) yang mana jika harga saham Aaple benar-benar turun, Anda justru menghasilkan keuntungan dari depresiasi harga tersebut. Inilah kemudian salah satu alasan mengapa derivatif (seperti CFD) dapat menjadi sarana lindung nilai (hedging).

Apa Itu Hedging dan Kaitannya dengan CFD

Secara umum, lindung nilai atau hedging adalah strategi investasi untuk mengimbangi potensi kerugian (loss) dari aktivitas investasi di instrumen lain. Dengan melakukan hedging, investor dapat meminimalkan risiko investasi dengan maksimal.

Lalu, apa hubungan antara CFD dan hedging? Pada dasarnya, karena contract for difference/CFD merupakan instrumen derivatif, yang memungkinkan perdagangan dua arah untuk mendapatkan profit dari penurunan harga, maka CFD menjadi alat (tool) untuk hedging. Apa maksudnya?

Sebagai contoh, katakanlah Anda investasi saham secara murni di bursa efek, misalnya dengan membeli saham Apple (AAPL). Anda ingin berinvestasi dalam jangka panjang dan tidak berencana ingin menjual saham AAPL dalam jangka pendek. Akan tetapi, Anda khawatir dengan fluktuasi harga saham AAPL yang dapat menyebabkan depresiasi harga, sehingga jika itu terjadi, portofolio investasi Anda akan memerah.

Untuk mengantisipasi dan mengimbangi fluktuasi jangka pendek ini, Anda melakukan hedging sebagai sarana menjaga posisi Anda untuk tetap tenang dengan penurunan harga saham AAPL. Caranya dengan mengambil posisi short pada CFD saham.

Jadi, ketika harga saham AAPL anjlok, di satu sisi nilai investasi saham (murni) Anda di bursa akan turun, namun di sisi lain Anda menghasilkan keuntungan dari CFD saham karena memasang posisi short (keuntungan diperoleh dari penurunan harga). Dengan demikian, posisi portofolio Anda dapat menjadi lebih seimbang.

Leverage atau Perdagangan Margin pada CFD

Perdagangan margin atau dengan menggunakan leverage menjadi salah satu fasilitas yang tersedia dalam trading CFD. Secara sederhana, leverage adalah dana pinjaman (utang) yang disediakan oleh broker kepada pengguna (trader) untuk membuka posisi lebih tinggi. Sebagai contoh, leverage dengan rasio 1:10 menunjukkan bahwa Anda dapat melipatgandakan modal sepuluh kali dengan bantuan utang.

Sebagai contoh, katakanlah Anda punya modal awal $100 di akun trading CFD, modal awal ini dapat disebut “initial margin.” Anda ingin membeli CFD saham senilai $600. Anda memutuskan untuk menggunakan leverage 1:10. Dengan demikian, Anda hanya perlu membelanjakan (mengeluarkan uang) sebesar $60, sehingga dana Anda yang tersedia di akun CFD adalah $40.

Sisa modal $40 ini dapat disebut “maintanance margin” yang mana Anda harus mempertahankan nilai maintanance margin pada tingkat tertentu, umumnya 25% dari nilai aset di akun margin Anda. Misalnya, total modal Anda di akun CFD sebesar $100, maka sebesar 25% atau setara $25 harus tetap tersedia untuk mempertahankan posisi perdagangan Anda. Dalam konteks ini, nilai $40 dapat memenuhi syarat.

Jika misalnya terjadi penurunan harga CFD saham yang sebelumnya Anda beli, kemudian maintanance margin berkurang pada tingkat tertentu, misalnya telah mencapai $25 (dari sebelumnya $40), maka Anda akan terkena margin call dari broker. Margin call menjadi sinyal atau instruksi bahwa posisi perdagangan Anda berbahaya karena maintanance margin terus berkurang mendekati batas persyaratan 25%.

Broker, dalam hal ini, mengisyaratkan Anda untuk melakukan tambahan deposit dana di akun CFD Anda untuk menjaga posisi maintanance margin agar tetap bernilai positif atau pada tingkat yang dipersyaratkan. Jika tidak, maka akan terjadi jual paksa, sehingga Anda akan kehilangan semua modal deposit di akun CFD Anda, sekaligus melindungi Anda dari kerugian lebih besar.

Jadi, perdagangan dengan leverage, atau disebut perdagangan margin, di satu sisi membantu Anda untuk menjangkau eksposur tinggi dari perdagangan aset, sehingga berpotensi menghasilkan profit lebih besar dengan modal normal. Akan tetapi di sisi lain, saat terjadi penurunan harga, ini juga akan anjlok lebih cepat (dan besar), sehingga Anda harus tetap menjaga posisi maintanance margin agar tetap pada tingkat yang dipersyaratkan. Oleh karena itu, Anda harus lebih bijaksana dalam menggunakan leverage.

Kelebihan Trading CFD

Sebelumnya telah disinggung cukup jelas tentang apa itu perdagangan contract for difference atau trading CFD dan berbagai fitur atau fasilitas yang menjadi kelebihannya. Nah, berikut ini adalah rincian lebih lanjut tentang keunggulan trading CFD:

  • Menjangkau eksposur tinggi. Dengan membuat akun CFD trading, investor dan trader dapat menikmati berbagai instrumen keuangan seperti saham, cryptocurrency, forex, komoditas, dan index. Meskipun tidak mendapatkan kepemilikan real, investor dan trader bisa menghasilkan profit dari volatiltas harga. Yang perli diingat, harga aset di akun CFD mengacu pada harga real dari underlying assets, sehingga tidak akan terjadi manipulasi harga.
  • Perdagangan dua arah. Perdagangan CFD memungkinkan investor untuk mengambil posisi dua arah (long dan short), sehingga dapat menghasilkan keuntungan baik saat pasar sedang kuat (naik) maupun saat pasar melemah (turun).
  • Sarana hedging. Alih-alih hanya berinvestasi saham di bursa, Anda juga dapat menyeimbangkan portofolio investasi dengan CFD trading sebagai alat untuk hedging. Saat saham di bursa turun yang menyebabkan nilai investasi berkurang, CFD saham dengan mengambil posisi short menjadi sarana hedging yang akan mengompensasi kerugian di bursa. Hal ini karena Anda akan menghasilkan profit dari penurunan harga saham, melalui akun CFD Anda.
  • Leverage. Jika Anda investasi saham murni di bursa melalui sekuritas, Anda akan diberikan fasilitas leverage atau lebih populer dengan margin saham. Sementara pada crypto, fasilitas margin atau leverage juga tersedia di akun futures. Kemudian, pada perdagangan forex melalui broker forex juga tersedia leverage dengan berbagai rasio. Nah, di dalam trading CFD, fasilitas leverage juga tersedia, namun ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai instrumen, termasuk CFD saham, crypto, forex, indeks, dan komoditas.
  • Platform yang canggih. Biasanya, broker yang menyediakan fasilitas akun CFD memiliki platform perdagangan yang canggih dengan fitur unggulan. Ini tentu saja akan memanjakan pengguna dan membantu mereka melakukan trading dengan nyaman.

Kekurangan Trading CFD

Perdagangan contract for difference atau CFD trading memiliki segudang keunggulan yang sangat menarik. Akan tetapi, trading CFD juga memiliki sejumlah kekurangan. Sebagai contoh, jika Anda membeli CFD saham, Anda tidak memiliki kepemilikan saham real, sehingga Anda tidak terdaftar sebagai pemegang saham perusahaan. Hal ini karena CFD saham hanya berupa kontrak klien dengan broker yang saling setuju untuk memperdagangan aset mengacu pada harga pada underlying assets. Karena tidak memiliki kepemilikan saham resmi, Anda tidak bisa mendapatkan dividen.

Selain itu, kekurangan trading CFD yaitu adanya sejumlah biaya atau komisi yang diberikan untuk broker atau penyedia platform. Meskipun ini sangat lumrah, penting bagi Anda untuk mengecek atau memastikan apa saja jenis biaya yang ditetapkan oleh platform CFD. Salah satunya misalnya adanya overnight financing, yaitu biaya bunga yang dibebankan kepada trader karena menggunakan fasilitas leverage (perdagangan dengan utang atau pinjaman).

Overnight financing hanya dikenakan jika Anda menahan posisi semalaman atau satu hari penuh, sehingga keesokan harinya tagihan bunga leverage akan ditampilkan. Jika Anda menahan posisi (dengan leverage) selama satu tahun, maka selama itu pula Anda dibebankan bunga. Akan tetapi, tidak semua platform CFD membebankan ini, sehingga perlu bagi Anda untuk mengecek kembali semua biaya yang ditetapkan.

Cara Memulai Trading CFD

Anda telah memahami apa itu CFD trading dengan sistem atau cara kerja beserta kelebihan dan kekurangannya. Jika Anda tertarik untuk memulai membuat akun CFD, berikut ini langkah-langkah untuk memulai perdagangan CFD bagi pemula:

  1. Pilih broker atau platform CFD. Ada banyak pilihan broker CFD terbaik, seperti OctaFX, Weltrade, dan FBS.
  2. Lakukan pendaftaran. Anda dapat membuat akun dengan melakukan registrasi secara online, bisa via website atau aplikasi mobile yang disediakan (sudah mendukung berbagai perangkat, seperti iOS dan Android).
  3. Lakukan deposit di akun CFD. Setelah punya akun, Anda tinggal menyetorkan modal di akun CFD. Jumlah minimal setoran atau deposit tergantung jenis akun yang dipilih.
  4. Pilih instrumen aset yang ingin dibeli. Ada berbagai pilihan CFD yang paling populer, seperti CFD indeks, CFD saham, CFD mata uang kripto, dan CFD komoditas (emas, logam, dan banyak lagi).

Selain itu, penting bagi Anda untuk memiliki strategi perdagangan, termasuk mengatur berapa modal yang digunakan untuk trading CFD, bagaimana money management yang dilakukan, proses analisis, penggunaan leverage, dan banyak lagi. Pada intinya, Anda harus mempersiapkan diri dengan matang sebelum benar-benar terjun ke dunia CFD trading.

Simpulan

Well, itulah pembahasan tentang apa itu trading CFD. Pada dasarnya, contract for difference atau CFD dapat menjadi pilihan yang menarik atau alternatif perdagangan dengan eksposur tinggi. Hal ini karena trading CFD online memungkinkan investor dan trader untuk memperdagangkan produk derivatif untuk berbagai instrumen aset keuangan yang mendasarinya (underlying assets). Terlebih lagi berbagai keunggulan lainnya juga menjadi daya tarik, seperti leverage, perdagangan dua arah, sarana hedging, dan platform yang lebih canggih. Namun, sebelum membuat akun CFD pastikan Anda sudah mempertimbangkan dengan matang, bukan sekadar hanya ingin profit tanpa memahami risikonya. Jadilah trader atau investor yang bijaksana.