Prediksi Harga Koin Meroket 2022: Fantom (FTM) Adalah Proyek Crypto Menjanjikan

Invesnesia.com – Fantom (FTM) adalah koin kripto yang telah meroket di awal tahun 2022, seiring dengan proyek yang menjanjikan dan aspek teknikal yang potensial. Lalu, bagaimana prediksi harga koin crypto Fantom (FTM)?

Pada perdagangan hari ini Rabu (5/1/2022) pukul 12:20 AM WIB, koin crypto Fantom (FTM) berhasil bergerak positif dengan melonjak 10% lebih dalam perdagangan 24 jam terakhir ke level $2,97 per keping. Sementara itu, dalam tujuh hari terakhir, harga koin kripto FTM telah meroket 33%. Ini sekaligus menguatkan prediksi harga koin Fantom (FTM) yang akan terapresiasi sepanjang tahun 2022.

Indikator Teknikal Fantom (FTM)

Grafik harga koin Fantom (FTM) harian, sumber: tradingview, diolah invesnesia.com

Berdasarkan grafik harga harian (daily) tradingview, pergerakan koin crypto Fantom telah melepaskan pola segitiga menurun atau descending triangle – yang menunjukkan bahwa harga akan membentuk arah positif. Persisnya, koin FTM berhasil mematahkan pola descending triangle pada tanggal 24 Desember 2021, dan sejak saat itu, pergerakan harga terus menaik.

Sementara itu, indikator Fibonacci Retracements menunjukkan bahwa saat pola descending triangle terpatahkan, harga berada di area Fibo 38,2%, dan sempat menembus area 50%, sebelum pada akhirnya bergerak konsolidasi selama lima hari (berakhir di 31 Desember 2021) di area 38,2%.

Baca juga: 9 Koin yang Akan Meroket 2022

Kemudian pada tanggal 1 Januari 2022, harga koin crypto Fantom (FTM) ditutup meroket hampir 15% level $2,59. Menariknya, kenaikan harga ini di awali dari batas bawah (level support) 50% Fibo dan berhasil menembus area 61,8%.

Semenjak saat itu, harga koin FTM terus melonjak yang menunjukkan melanjutkan tren naik (uptrend). Pergerakan harga di atas area 50% bisa menunjukkan posisi tren naik yang cukup kuat, apalagi pada area 61,8% ke atas. Jika mengacu pada indikator ini, maka prediksi harga Fantom (FTM) akan tetap positif, selagi menjaga di level Fibo 50% ke atas.

Selain itu, indikator Commodity Channel Index (CCI) memperlihatkan pergerakan harga FTM berada di atas area 100, yang memberikan dua indikasi utama:

  1. Harga dalam posisi tren yang sangat kuat sehingga berpotensi melanjutkan pergerakan ke atas (naik).
  2. Menunjukkan area jenuh beli (overboght) sehingga ada potensi untuk mengalami koreksi.

Meskipun begitu, jika indikator CCI mampu bertahan, setidaknya di atas level 80 ke atas, maka secara teoretis harga koin kripto Fantom (FTM) adalah positif dalam posisi pergerakan yang kuat.

Proyek Fantom (FTM), sebagai Basis Fundamental

Jika koin kripto Fantom (FTM) adalah salah satu yang diprediksi akan naik dan meroket tahun 2022, maka selain aspek teknikal, itu juga dipengaruhi oleh basis fundamental, salah satunya proyek yang dioperasikan.

Pada dasarnyam Fantom adalah proyek yang sangat ambisius untuk membangun ekosistem terdesentralisasi, baik berupa decentralized apps/DApps maupun decentralized finance/DeFi. Proyek cryptocurrency ini memaksimalkan potensi dari smart contract dan teknologi blockchain dengan konsensus ABFT Lachesis, sebuah sistem Proof of Stake (PoS) yang telah disempurnakan.

Blockchain Fantom Opera akan berfungsi sebagai tonggak utama jaringan. Ini merupakan jaringan grafik asiklik open source yang kompatibel dengan EVM (Ethereum Virtual Machine). Dengan begitu, ini tentu saja bisa menjalankan smart contract yang sudah ada, termasuk membuat kontrak baru yang dapat berinteraksi dengan kontrak di jaringan Ethereum.

Berjalan di Blockchain Sendiri

Berbeda dari sebagian proyek yang berjalan di blockchain Ethereum, proyek terdesentralisasi Fantom justru berjalan di blockchain mereka sendiri. Ini memungkinkan penciptakan token khusus dan membentuk sistem ekonomi dan tata kelola sendiri. FTM adalah token utilitas yang berperan di dalam jaringan Fantom, dapat berfungsi sebagai mekanisme penghargaan kepada validator, membayar biaya jaringan, termasuk juga melakukan transaksi keuangan, dan menjaga hak tata kelola.

Network of Network

Fantom juga dijuluki sebagai network of network karena blockchain Fantom yang berbasis ABFT Lachesis memungkinkan interaksi dengan DApps di jaringan blockchain Fantom berbeda. Selain itu, pengguna dapat berpartisipasi sebagai validator di jaringan Fantom dengan cara staking 3,1275 juta FTM. Nantinya, pengguna yang melakukan validasi akan mendapatkan hadiah dengan return setara 13% per tahun. Untuk delegasi tanpa komitmen dalam jangka panjang, ini diprediksi akan menghasilkan annual percentage yield (APY) sebesar 4%.

Sistem DeFi Fantom

Sebagai aplikasi berbasis blockchain dan smart contract, DeFi bertujuan untuk memfasilitasi transaksi keuangan tanpa pihak ketiga. Ini akan menjadi ekosistem yang efisien dan efektif untuk tujuan keuangan terdesentralisasi, alih-alih sistem terpusat seperti bank – dianggap mahal. Sementara itu, sistem DeFi di Fantom terdiri dari tiga komponen, yakni fMint, fSwap, dan fLend.

Baca selengkapnya: Review Proyek Fantom (FTM) 2022www.invesnesia.com

Pandangan Akhir

Jika melakukan prediksi harga koin crypto Fantom (FTM), semestinya aspek teknikal dan fundamental digunakan secara bersama. Hal ini bertujuan untuk melihat apa saja faktor penggerak harga koin FTM. Selain itu, basis proyek/fundamental yang kuat juga meyakinkan bahwa harga FTM yang meroket karena memang mendapatkan nilai dari pasar secara proporsional (ideal).

Meskipun begitu, untuk prediksi harga Fantom (FTM) tahun 2022, alias jangka pendek, aspek teknikal mungkin menjadi basis utama. Dalam jangka panjang, harga diyakini akan kembali pada fundamental. Saat ini, Fantom menjadi salah satu cryptocurrency yang mendominasi pasar, mengacu pada nilai market cap yang lebih dari $7,5 miliar, sekaligus menempatkan di posisi top 30 dari aspek market cap terbesar di bursa. (www.invesnesia.com)

Leave a Comment