Harga Koin IOTA (MIOTA) Naik 9%, Proyek Internet of Things, Meroket 2022?

Invesnesia.com – Dalam perdagangan 24 jam terakhir coinmarketcap, harga koin crypto IOTA (MIOTA) meroket 9% lebih ke level $1,46, seiring dengan proyek yang unik untuk membangun revolusi industri berikutnya dengan ekosistem ekonomi digital. Prospek dan prediksi harga IOTA (MIOTA) akan naik dan meroket di tahun 2022?

Baca juga: Koin crypto yang berpotensi melambung 2022

Pada perdagangan hari ini Rabu (29/12/21), harga koin crypto IOTA (MIOTA) melesat 9% lebih dalam 24 jam terakhir. Apresiasi harga menguatkan posisi IOTA sebagai salah satu koin kripto dengan prospek cerah dalam jangka panjang.

Pada minggu lalu, harga IOTA ditutup menguat 30,69% ke level $1,39 dengan open price $1,06 per keping. Sementara itu, tren positif minggu lalu tampak masih berlanjut hingga hari Rabu pada minggu terakhir bulan Desember 2021. Pada perdagangan kemarin, harga IOTA juga terapresiasi hampir 4%.

Setelah ATH, IOTA Membentuk Pola Descending Triangle

Grafik harga koin IOTA (MIOTA) weekly, sumber: tradingview, diolah www.invesnesia.com

Berdasarkan grafik mingguan (weekly), pergerakan harga IOTA (MIOTA) tampak membentuk pola segitiga menurun atau descending triangle pattern. Pada tanggal 16 April 2021, IOTA (MIOTA) berhasil mencapai harga tertinggi atau all time high (ATH) di $2,68.

Sayangnya, sama seperti kebanyakan kripto lainnya, setelah menggapai ATH, harga IOTA justru cenderung menurun (downtrend), bahkan sempat merosot tajam 40% lebih pada tanggal 19 Mei 2021. Akan tetapi, dalam periode lebih panjang, pergerakan harga IOTA masih positif.

Untuk posisi swing dalam periode weekly terdekat, khususnya setelah ATH, harga IOTA membentuk pola descending triangle – artinya apakah harga akan melanjutkan tren turun atau mampu melakukan membalikkan arah atau reversal untuk membentuk pergerakan baru.

Fibonacci Retracements

Masih dalam periode yang sama, indikator teknikal lainnya Fibonacci Retracements menunjukkan harga IOTA (MIOTA) berada di area 38,2% – yang mana support dan resistance masing-masing adalah $1,39 dan $1,64. Dalam periode terkedat pergerakan harga IOTA akan berada di level ini, dan ada potensi untuk menyentuh area resistance.

Sementara itu, untuk bisa membalikkan arah menjadi tren naik setelah penurunan yang terjadi setelah ATH, IOTA harus mampu bergerak di area Fibonacci Retracements 50%, yakni support di $1,64 dan resistance di $1,88. Jika ini terjadi, maka prediksi harga IOTA (MIOTA) untuk tahun 2022 berpotensi akan naik atau bahkan meroket.

Market Value IOTA (MIOTA)

Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan IOTA (MIOTA) cukup tinggi, yakni $316 juta lebih. Sementara itu, dalam tujuh hari terakhir harga IOTA telah meroket 14% lebih. Kemudian, IOTA adalah koin crypto dengan market cap lebih $4 miliar dan menempatkannya di posisi ke-42, tepat di bawah Ethereum Classic (ETC) dan di atas Helium (HNT).

IOTA (MIOTA) adalah Proyek di Ekosistem Internet of Things (IoT)

Pada dasarnya, IOTA (MIOTA) adalah proyek yang mengembangkan buku besar terdistribusi atau distributed ledger untuk mencatat dan mengeksekusi transaksi antara perangkat atau mesin ekosistem Internet of Things (IoT). Ini juga menjadi proyek untuk revolusi digital atau Internet of Everything dengan konsep transaksi bebas biaya, ketahanan data (anti rusak), dan pemanfaatan sumber daya minimal. Jaringan ini nantinya mampu men-supply daya ke IoT tanpa infrastruktur yang berat.

Berbeda dari proyek berbasis blockchain lainnya, IOTA membangun struktur yang dikenal sebagai Tangle – sanggup menyimpan dan mengelola representasi numerik secara unik. Selain itu, ini juga dapat mengatasi masalah skalabilitas di Bitcoin dengan cara menghapus tantangan topografi dan batasan khusus terkait penggunaan blockchain layer 1.

Mirip dengan XRP, token IOTA juga telah ditambang (mined) sebelumnya, dan validasi transaksi menggunakan Tangle, Decentralized Acyclic Graph (DAG) – konsep matematika baru yang diimplementsikan pada blockchain.

Transaksi jaringan Tangle dari IOTA sanggup memproses transaksi bersamaan, ini yang tidak mampu dilakukan blockchain tradisional. Pada akhirnya, sistem IOTA nantinya mampu menggapai efisiensi: lebih murah dan hemat karena tidak membutuhkan penambang node penuh.

Baca selengkapnya: Review IOTA (MIOTA) – www.invesnesia.com

Prospek dan Prediksi Harga IOTA Tahun 2022

Berdasarkan data teknikal sebelumnya, pergerakan harga IOTA (MIOTA) sebenarnya masih cenderung positif, meskipun setelah ATH membentuk descending triangle. Akan tetapi, terlihat bahwa ada usaha untuk mematahkan pola tersebut.

Sementara dalam jangka panjang, prediksi harga koin crypto IOTA (MIOTA) dianggap cerah seiring dengan proyek yang dijalankannya, bahkan digadang-gadang akan digunakan untuk konsep smart city. Ini tentu saja menjadi aspek fundamental yang bagus dan prospek menjanjikan.

Untuk prediksi harga jangka pendek, katakanlah untuk tahun 2022, harga IOTA mungkin akan naik atau meroket, dan mungkin juga stabil atau cenderung menurun. Tentu saja, ada banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam perkembangan harga, tidak dapat dipastikan secara pasti.

Jika prediksi harga IOTA tahun 2022 akan meroket, maka ini tentu akan menguntungkan. Sebaliknya, jika skenario tidak berjalan baik, kekhawatiran mungkin tidak begitu besar karena dalam jangka panjang, proyek crypto dengan fundamental yang baik akan mendapatkan nilai wajar (fair value) di pasar cryptocurrency. Dengan kata lain, IOTA (MIOTA) adalah koin crypto potensi untuk tumbuh lebih tinggi dalam jangka panjang. – www.invesnesia.com

Leave a Comment